"Ekhem…"
Suara batuk seseorang membuat kami menoleh ke arah suara dan Hitsugaya membebaskanku. Matanya menatap tajam ke sosok orang itu….
BOKUTACHI NO LABYRINTH
.
.
Disclaimer
Bleach © Tite Kubo
Kira's labyrinth © Obayashi Miyuki
Bokutachi no labyrinth © Fuyu-yuki-shiro
.
.
Pairing : Karin x hitsu
.
.
Warning : OOC, gaje , perusakan karakter dan bentuk tubuh mereka, Karin POV, misteri gak kerasa dll
.
.
Don't like
Please, don't read!
Happy Reading…
Rangiku-sensei ada di sana, beberapa meter dariku dan Hitsugaya. Sensei berdada besar itu menghampiri kami dengan wajah datar. Tangan kanannya menyibak rambut pirang bergelombang miliknya.
"Apa yang kalian lakukan di sini? Ini sudah jam Sembilan malam," ucapnya tegas. Matanya penuh selidik. Aku meneguk ludah. Hitsugaya yang ada di depanku, hanya diam mebantu.
"Segera pergi ke kamar kalian," perintahnya. Aku segera melangkahkan kakiku namun tangan Hitsugaya mencekal pergelangan tangan kiriku. Menyadari dia menyentuhku, aku segera menepis tangannya. Melihat itu, dia hanya menghela nafas dan menatap Rangiku-sensei tajam.
"Sudahlah Matsumoto, dia sudah tahu rahasiaku, kau tidak perlu pura-pura tak kenal aku!" perintahnya membuatku cengo. Hah?
OOOoooOOOO
Normal POV
Kamar asrama Karin dan Hitsugaya…
"Hahaha… Taichou… anda tahu, saat saya melihat anda berpakaian perempuan, saya ingin sekali tertawa terbahak-bahak seperti ini di hadapan anda… hahaha… anda cocok sekali lho, Taichou," ucap Matsumoto Rangiku sambil memegang perutnya yang sakit bahkan berguling-guling di tatami asrama mereka membuat Karin hanya bisa sweatdrop dan membuat wajah hitsugaya memerah dengan satu buah empat siku menghias kepalanya.
"Dan sekarang, kau sudah tertawa amat keras matsumoto," ucap Hitsugaya penuh penekanan dari setiap kata yang tadi diucapkannya. Menyadari bahwa taichounya sudah sangat kesal dan marah, Matsumoto menghentikan tawanya. Dia menyeka air mata yang keluar dari sudut matanya karena kebanyakan tertawa.
"Haha.. hmf… maaf taichou, maaf," ucapnya menahan mati-matian tawanya. Hitsugaya hanya menghela nafasnya.
"Lalu? Hitsugaya-san, Rangiku-sensei, bisakah menceritakan kepadaku apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Karin yang sedarii tadi masih diam, menghentikan obrolan milik dua orang yang ada di ruangannya. "Apa hubungan kalian berdua?" tanyanya lagi. Rangiku menatap Hitsugaya penuh arti. Hitsugaya mengangguk kemudian setelah berdehem sebentar, Matsumoto memperkenalkan dirinya.
"Namaku, Matsumoto Rangiku. Aku adalah asisten dari Hitsugaya Toushirou-taichou," ucapnya memperkenalkan diri.
Hening. Karin masih bingung. Otaknya masih belum dapat mencerna dengan baik apa yang baru saja dikatakan oleh senseinya itu. Mungkin ini efek karena dia terlalu dikejutkan banyak hal hari ini.
"Hitsugaya Toushiro-taichou?" tanyanya mengulangi ucapan terakhir Rangiku. "Siapa?"
"Aku," ucap Hitsugaya sambil melepas wignya. Terlihatlah rambut putih spike milik pemuda itu. Kemudian, mata emeraldnya menatap Karin tajam. "Nama asliku, Hitsugaya Toushirou. Fuyumi itu adalah nama samaranku," ucapnya tenang. Karin kaget. Dia bisa menduga sih, bahwa Fuyumi adalah nama samarannya, jadi dia tak terlalu kaget. Tapi yang membuatnya kaget adalah embel-embel taichou yang digunakan oleh Rangiku.
"Hitsugaya-taichou ini adalah kapten divisi 10 yang menangani mengenai kasus kejahatan dalam organisasi kami yang bernama Seiretei," jelas Rangiku. Wajahnya tampak serius sekarang.
"Eh?Kapten? tapi…," Karin tak melanjutkan ketika dia merasakan aura dingin dari orang disebelahnya.
"Hm… dulu aku juga kaget ketika dia datang dan mengaku-ngaku sebagai kapten kami," sahut Rangiku dengan gaya mengingat-ingat. "Ya, karena badan pendek dan usianya yang masih sebelas tahun saat itu," ucapnya santai.
"Eh? Sebelas tahun? Memang usianya sekarang berapa?" Tanya Karin was-was. Jangan-jangan….
"Tiga belas tahun," sahut si pemilik usia membuat kalau bisa, mata hitam Karin berloncatan keluar. What? 13 tahun? 13? Berarti dia dua tahun lebih muda dari Karin sendiri?
"Benar, awalnya taichou diremehkan, namun dengan kejeniusannya, dalam dua tahun ini dia berhasil memecahkan kira-kira dua puluh lima kasus," terang Rangiku bangga karena kehebatan kapten kecilnya.
"Si bocah ini?" Tanya Karin tak percaya.
"Jangan panggil aku bocah!" perintahnya marah. Ups, Karin hanya Mendelik kea rah Toushiro.
"Baiklah," sahutnya ogah-ogahan membuat toushiro kesal. "Lalu, apakah organisasi kalian seperti FBI atau CIA?" Tanya Karin pada Rangiku.
"Bukan!" toushiro membalasnya. "Organisasi kami bukan organisasi yang legal. Namun bisa dikatakan organisasi kami tidak kalah hebatnya dengan CIA ataupun FBI."
"Lalu, untuk apa kalian kemari?" Tanya Karin lagi. Rangiku melirik Toushiro. Toushiro menarik nafas dan menghembuskannya lagi.
"Ini, tidak menyangkut organisasi," ucapnya membuat Karin menatapnya focus. "Aku ke sini, Karena ingin mengungkapkan kasus kematian kakakku dua tahun yang lalu," ucapnya. Karin diam, shock.
"Hinamori Momo, kakak tiriku. Dua tahun yang lalu, dia meninggalkan. Kabarnya dia bunuh diri dengan terjun dari atap asrama," sahutnya.
"Nah? Apa anehnya? Apanya yang perlu diselidiki?"
"Aneh, karena sampai sekarang, tidak ada yang tahu akan kematian kakakku yang terjun dari atap asrama," ucapnya dengan datar, bahkan terkesan dingin. Melihat itu, Karin sedikit bergidik. "Bahkan kematian kakakku pun tidak dijadikan sebagai cerita hantu di asrama sini,"
"Jadi kau berfikir, kakakmu dibunuh?"
"Aku juga tidak berfikir seperti itu," ungkap toushiro jujur. Hening… sebenarnya Karin ingin bertanya 'jika tidak berfikir seperti itu, kenapa ingin mengungkapkan kejadian itu?' namun dia urung mengatakannya karena melihat ekspresi datar Toushiro terlihat sangat menyedihkan.
"Ngomong-ngomong taichou, kau tidak seharusnya mengancam Karin-chan dengan cara seperti itu," ucap Rangiku memecah kesunyian yang seakan mencekik lehernya itu. Mendengar itu, toushiro dan Karin langsung berwajah semerah buah tomat. Melihat itu, Rangiku menyeringai senang.
"Hahaha… sepertinya kalian tidak menganggap kejadian 'itu' sebagai sebuah kesalahan ya?" goda gadis berambut blonde itu.
"A-Apa? Itu adalah masalah buatku! Sebuah kesalahan karena bocah ini sudah… sudah…," Karin berteriak namun, dia tidak melanjutkan kata-katanya itu. Mukanya makin merona merah.
"Dan jangan panggil aku bocah!" ucap Toushiro tak kalah berteriaknya.
"Tapi kau memang bocah! Kau lebih muda dua tahun dariku dan kau sudah beraninya melakukan hal itu padaku!" ucap Karin menyebar minyak pada api.
"Sudah kubilang aku bukan bocah! Usiaku sudah tiga belas tahun, dan aku tidak sengaja melakukan hal itu padamu!" ucap toushiro dengan urat kemarahan yang semakin banyak.
"Yare… yare…. Kalian sudah akrab rupanya," ucap Rangiku sambil menjadikan kedua tangannya penyangga kepalanya.
"SIAPA YANG AKRAB?" Tanya mereka, kompak.
Nah benar kan mereka akrab?
end of Normal POV
OOOoooOOO
Keesokan harinya,
Aku, Yachiru, Orihime-senpai Tatsuki-senpai dan dia, memasuki sekolah dengan ditatap oleh ratusan pasang mata yang mengikuti kemanapun kami melangkah.
Ya… baiklah, mereka hanya menatap Hitsugaya Toushiro, atau yang kita kenal sebagai Hitsugaya Fuyumi.
"Eh, itu Hitsugaya-senpai…"
"Kya! Hitsugaya-sama!"
"Selain cantik ternyata Hitsugaya-senpai itu pintar, ingat kasus tempo hari?"
Tempo hari? Aku mendengus dalam hati. Hei! Kejadian chizuru-senpai itu terjadi !
"Huwa… Fuyumi-chan terkenal juga ya...," ucap Orihime-senpai menatap kagum Hitsugaya yang ada di sampingku. Hitsugaya hanya tertawa garing. Mendengar itu Tatsuki senpai langsung merangkul Hitsugaya.
"Kau tidak senang?" tanyanya menggoda.
"Ya… senang sih, tapi…," hitsugaya tidak melanjutkan. Aku tahu lanjutan kalimatnya pasti 'tapi jika aku sedang berpenampilan sebagai lelaki, bukannya perempuan,' hahahaha… aku tertawa dalam hati, sampai tawa itu kuhentikan ketika tatapan tajam Hitsugaya mengarah tepat kea rahku.
"Kau merasa risih ya popular di kaummu sendiri?" tebak Tatsuki-senpai. Mendengar itu lagi-lagi hitsugaya hanya tertawa garing. Aku tertawa dalam hati. Rasakan! Inilah resikonya menyamar jadi perempuan di asrama perempuan.
Kini kami ada di tempat penyimpanan sepatu. Aku membuka loker sepatuku begitupun hitsugaya yang langsung sweat drop melihat isi lokernya yang penuh dengan surat cinta?
"Sepertinya aku harus mengunci loker sepatuku!" umpatnya. Aku hanya menyeringai senang melihat wajahnya yang merana kemudian aku kembali melihat ke dalam loker sepatuku dan aku tercekat.
Sepatu yang harus digunakan di dalam sekolah, tali sepatunya putus. Putus karena dipotong-potong.
"Karin-chan, ada ap… eh?" Yuzu yang melihat tali sepatuku telah rusak parah langsung terkejut. "Kejam, siapa yang melakukan ini? Memotong tali sepatu Karin-chan dengan cutter," ucap Yuzu kaget. Hitsugaya yang liat itu langsung memberikan sepatunya.
"Aku punya dua pasang," ucapnya datar. Mendengar itu, aku menerimanya.
"Aku tidak akan berterima kasih," ucapku.
"Aku juga tidak butuh ucapan terima kasihmu,"
"Wah… ada apa dengan mereka?" aku mendengar yachiru yang dari tadi diajm mulai angkat bicara. Aku dan Hitsugaya memilih untuk menghiraukan mereka.
OOOoooOOO
Jam olahraga. Aku memandang kea rah sepak bola dengan perasaan dongkol plus kesal!
"Wah… Fuyumi-chan juga pintar olahraga ya?" komentar Yuzu membuatku sebal. Sial! Padahal dia lari kesana kemari kenapa wignya gak copot sih? Ukh.. sebal! Bocah itu… kenapa bisa sesempurna ini sih?
Aku melihatnya menatapku kemudian di berlari ke arahku, eh? A.. apa? Dia berlari ke depanku dan.
Buk!
Saat aku ada di bawah Hitsugaya aku melihat sebuah bola melayang di atasku. Hah? Kalau saja Hitsugaya tak menolongku, mungkin….
"I"
"Eh?" Hitsugaya bangun dari atas tubuhku, aku mengikutinya. "Ada huruf I di dekat tubuhmu," ucapnya sambil memperlihatkan sebuah kartu putih dengan tulisan huruf I. aku tercekat, jangan-jangan?
OOOoooOOO
"Karin-chan," seseorang memanggilku. Aku menoleh dan melihat Yachiru dan Orihime-senpai berlari ke arahku.
"Kudengar tadi ada bola yang mengarah ke arahmu ya?" Tanya Yachiru. Aku mengangguk.
"Benar," sahutku kemudian melirih Hitsugaya yang setia di sebelahku saat kejadian bola itu. Diam-diam aku merasa tenang saat ada dia di sana.
OOOoooOOO
Normal POV
Seseorang menatap benci kea rah bawah. Ke arah empat orang yang ada tepat dibawahnya. Namun, tatapannya yang mengerikan menatap tepat kea rah seorang perempuan berambut hitam, yang berada di sebelah seseorang berambut silver yang seperti mengawasi ke sekeliling. Orang itu menyeringai. Dia mengambil sebuh pot.
"Jika dari lantai tiga sekolah ini, kau akan seperti apa ya?" ucapnya menatap pot tersebut kemudian menyeringai dan mulai menjatuhkan pot tersebut…
"Bye..bye… Kurosaki Karin…," katanya dengan seringai yang mengerikan….
TBC
Ok.. bagaimana kisah ini? Saya harap lebih seru dari chapter sebelumnya.
Ok kita balas review…
Nenk rukiakate : wah.. selamat anda sudah berhasil menebak dengan benar. *tebar bunga* ok ni udah update, bisakah memecahkan misteri ini? Hehehe *evil smile*
Shiroku Youichi : yak.. udah update! Silakan dinikmati (?).
Hira-Hikashi Dark Buterfly : Huwee… Hira-san.. arigatou…. *peluk Hira sampai Hira gak bisa nafas* ups… sorry, hehe. Makasih yah… kritikannya udah membangun, ok, review lagi ya…
Yowarul : Heh? Mau mencari kelemahan saya? Emang bisa? *meremehkan* hehe (^v^)v arigatou dah sering review fict aku, *cium(?) Yowarul* ok, review lagi ya…
Makasih atas reviewnya ya,, yang fave ama yang follow,semuanya membuat saya senang.. ah ya.. mungkin saya bakal istirahat dulu dari ff.. ada UAS nih.. hehe
Doakan saya ya..
Ok, minna… Mind to review?
