Seseorang menatap benci ke arah bawah. Ke arah empat orang yang ada tepat dibawahnya. Namun, tatapannya yang mengerikan menatap tepat ke arah seorang perempuan berambut hitam, yang berada di sebelah seseorang berambut silver yang seperti mengawasi ke sekeliling. Orang itu menyeringai. Dia mengambil sebuh pot.

"Jika dari lantai tiga sekolah ini, kau akan seperti apa ya?" ucapnya menatap pot tersebut kemudian menyeringai dan mulai menjatuhkan pot tersebut…

"Bye..bye… Kurosaki Karin…," katanya dengan seringai yang mengerikan….


BOKUTACHI NO LABYRINTH

.

.

Disclaimer

Bleach © Tite Kubo

Kira's labyrinth © Obayashi Miyuki

Bokutachi no labyrinth © Fuyu-yuki-shiro

.

.

Warning:

OOC, Abal, Gaje, misteri, Karin POV, dll

.

.

Don't like

Please, don't read!


Happy Reading…

Toushiro POV

Perasaanku tidak tenang dari tadi. Otakku berfikir dengan sendirinya, kulirik orang yang ada di sebelahku, Kurosaki Karin yang masih saja bersikap biasa, seolah kejadian tali sepatu dan bola itu, serta kertas dengan huruf I itu hanyalah iseng belaka.

Tapi naluriku tidak berkata ini hanyalah sebuah keisengan.

Srek!

Dari atas, kulihat daun jatuh ke tanah dengan perlahan. Aneh… aku langsung mendongakkan kepalaku dan wajahku langsung menegang. Dengan segera kutarik lengan Karin menjauhi tempatnya berpijak.

"Hei! Apa yang…."

PRANG!

Protesan Karin terhenti ketika dia mendengar suara benda yang pecah tepat di tempat dia awalnya berdiri. Karin segera berbalik, dan terkejut ketika benda yang pecah itu adalah pot bunga yang terbuat dari tanah liat.

Kemudian sebuah kertas putih melayang setelah pot itu 'menginjak' tanah. Aku segera menangkapnya dan mataku terbelalak tak percaya.

Kertas putih bertuliskan huruf 'L'.

Apa maksud dari semua ini?

End of Hitsugaya POV


OOOoooOOO


Normal POV

Orang itu langsung diam. Seringaian yang tadi ditunjukkannya lenyap seketika. Wajahnya dingin,tanpa ekspresi.

"Hitsugaya Fuyumi… keh…," ucap orang itu. "Mengganggu!"

OOOoooOOO

Kamar asrama Karin dan Hitsugaya…

"Kau yakin kau tidak punya musuh?" Tanya Toushiro membuat Karin keki. Ini kesepuluh kalinya dalam hari ini teman sekamarnya menanyakan hal yang sama.

"Tidak! Apa kau tidak mendengar jawabanku yang sebelumnya?" ucap Karin setengah mati menahan kekesalannya.

"Tapi, kenapa kau diincar?"

"Mana ku tahu bodoh!"

"Kau…."

Tok… tok… tok….

Toushiro dan Karin serempak menatap ke arah pintu. Karin beranjak mendekati pintu. Dan….

"Surprise…."

Tepat di hadapan Karin, empat orang yang sebenarnya sedang tidak ingin ditemui saat ini, berjejer sambil tersenyum riang. Seolah kehadiran mereka itu di saat dan waktu yang tepat.

"Kalian… mau apa ke sini?" Tanya Karin bingung.

"Menghiburmu, tentu saja," ucap Tatsuki kemudian langsung menerobos masuk kamar Karin sambil menggandeng tangan Orihime, disusul oleh Yachiru kemudian Yuzu.

"Konbanwa, Fuyumi-chan…," sapa Yuzu riang. Toushiro hanya tersenyum kaku. Saat ini dia benar-benar tidak bisa berakting tertawa ataupun tersenyum karena ketegangannya tadi. Kemudian, tamu tak diundang itu mulai mengelilingi meja kotatsu, mengobrol tak tentu arah, membuat keributan di kamar asrama Karin. Diam-diam Karin tersenyum simpul, meski kedatangan mereka tidak diharapkan, tapi Karin mengakui kehadiran mereka sekarang, membuat kegelisahannya sedikit berkurang.

Tok.. tok..tok…

Suara pintu diketuk. Membuat enam orang yang ada di sana langsung menghentikan obrolan mereka dan serempak menatap pintu.

"Biar kubukakan," ucap Toushiro sambil beranjak menuju pintu. Ketika pintu dibuka, nampaklah dua orang gadis dengan semburat merah di pipi mereka masing-masing.

"Ano… fuyumi-sama… kami sekarang mengadakan tea party di kamar kami, ano… jika anda berkenan, maukah anda menghadiri tea party yang kami buat sendirian," Tanya salah seorang dari mereka sambil tersipu malu. Entah kenapa gadis itu menekankan kata sendirian, membuat lima orang yang sedang duduk di sana menampakkan wajah kesal.

Memang sih, kalau dipikir-pikir, Hitsugaya bukanlah anggota kelompok mereka, Hitsugaya sering bersama mereka hanya karena Hitsugaya sekamar dengan Karin, tidak lebih, tidak kurang. Jadi Karin dan kawan-kawan maklum saja kalau orang-orang hanya akan mengundang hitsugaya seorang.

Sementara itu, Toushiro hanya menatap mereka dengan dingin dan … bingung.

'Kalau tidak salah, mereka berdua ini satu angkatan denganku, tapi… mereka mengggunakan embel-embel –sama padaku? What? Gak salah? Dan mereka sopan sekali ketika berbicara padaku. Hm…' itulah pikiran Toushiro selama beberapa menit sebelum akhirnya seulas senyum manis – yang mengerikan – muncul di bibirnya. Membuat dua orang yang di'deteksi' sebagai fansgirlnya Hitsugaya hamper kehilangan kesadaran mereka….

"Aku senang dengan tawaran kalian…," dan semakin bergembiralah hati kedua orang fans girlnya mereka seperti melayang di udara dan hamper mencapai langit ketujuh ….

"… tapi maaf aku menolak undangan kalian berdua…."

Dan kata-kata itu sukses membuat mereka dengan kecepatan yang sangat tinggi, secepat kecepatan cahaya, jatuh ke bumi. "Maaf, ya… tapi saat ini, aku hanya ingin bersama teman-temanku," ucap Toushiro ramah, namun dalam hati, ingin sekali dia menolak mereka dengan cara yang dingin seperti biasanya. Mendengar alas an Toushiro membuat dua fans girlnya itu memberikan death glare mereka ke arah Karin.

"Uhm… baiklah kalau begitu…" ucap seorang Fans girlnya kentara sekali kecewanya. Toushiro hanya mengangguk.

"Oh ya… Fuyumi-sama, kami menemukan kertas bertuliskan huruf L di depan pintu, apa ada maksud Fuyumi-sama menaruhnya di depan pintu?" ucap seorang fan girlnya lagi membuat Toushiro segera menghadapkan dirinya ke pintu depan, yang memang tertempel kertas putih dengan huruf L di sana….

OOOOoooOOOO

"Coba kita lihat, pertama huruf I, kemudian huruf L dan sekarang huruf L lagi," ucap Yachiru sok detektif sambil meletakkan ketiga kertas terebut secara berurutan.

"ILL?" kening Tatsuki berkerut. "Memangnya ada bahasa inggris ILL?" tanyanya pada Orihime, Orihime hanya menggeleng.

"Jangan tanyakan Bahasa Inggris padaku Tatsuki-chan," keluh Orihime membuat Tatsuki nyengir.

"Gomen… gomen…," ucapnya sambil menepuk-nepuk kepala uke (lho?)nya itu. Yang lain hanya menggeleng-geleng melihat 'kemesraan' mereka berdua, kecuali Toushiro yang langsung merinding melihat adegan 'yuri' pertamanya itu.

"ILL itu kalau aku tidak salah artinya …," terang Karin.

"Tapi menurutku bukan itu," sanggah Toushiro. Tunggu sebentar, bukankah sebelum insiden bola itu, sepatu Karin….

Dengan segera Toushiro berlari keluar asrama, tak mempedulikan panggilan orang-orang yang ada di kamarnya. Toushiro berlari, keluar dari asrama dan berlari menuju ke sekolah mereka.

Lima belas menit kemudian, pemuda itu dengan nafas tersengal sampai ke loker sepatu. Dia kemudian menuju loker sepatu milik Karin, membuka loker itu kemudian mengambil sepatu yang khusus digunakan di sekolah dan merodoh dalamnya.

Kertas putih dengan huruf K ada di dalam sepatu itu. I, L, L dan K, jika diurutkan dari waktu ditempatkannya kartu, maka urutannya adalah, K, I, L dan L

KILL

Seketika wajah penuh keringat itu mengeras.

End Of Normal POV


OOOoooOOO


Jangan-jangan yang mengerjaimu itu adalah salah satu fans girlnya Fuyumi-chan?" Tanya Yachiru padaku. Aku menatapnya dengan ogah-ogahan

"Aku tak peduli," ucapku dingin meski sebenarnya dalam hati aku merasa takut juga. Ancaman yang diberikan orang itu padaku, entah kenapa membuatku takut. Aku merasa orang itu tidak bermain-main. Dia serius ingin mencelakaiku, dan instingku mengatakan alas an dia ingin mencelakaiku bukan karena alas an cemburu para fans girlnya Toushiro itu.

"Kau harus peduli Karin-chan…," nasihat Yuzu padaku. Terlihat sekali wajahnya yang khawatir. Aku tersenyum menenangkannya. Entah kenapa aku tidak mau membuat Yuzu khawatir. Aneh bukan?

Kemudian pintu kamarku terbuka, menampakkan wajah Toushiro yang sepertinya kelelahan karena habis berlari. Aku masih melihat keringat di sekitar wajahnya.

"Kau ke mana?" Tanyaku padanya, sedikit terselip rasa penasaran di nada bertanya dariku. Tapi Toushiro tidak menjawab pertanyaanku, dia malah menatapku dengan tajam.

"Karin, mulai saat ini, jangan melakukan kegiatan apapun sendirian, kau harus terus bersama orang lain. aku akan terus bersamamu," ucap Toushiro dengan nada memerintah.

"Eh? Kena – "

"Ikuti saja!" bentaknya kasar membuatku dan yang lainnya terkegt-kaget. Melihat itu, kepalanya menunduk, "Kumohon, jangan bertanya apapun dan lakukan apa yang kuinginkan," ucapnya dengan nada memelas.

Aku merasakan firasat yang buruk yang akan terjadi pada diriku….

Tsu Zu Ku(?)


Howa… o_O pendek kali fict ini….

Ya sudahlah… aku hanya punya ide segini, gomenne minna… ok aku mau ngucapin makasih buat yang fave dan alert story aku… malah ada yang ngejadiin aku fave author… huwaaa… gimana ya bilangnya? Hm.. rasanya seneng bangget… hehe

Oh ya… kalau dihitung-hitung, udah dua bulan aku jadi author dan lebih dari 10 fict aku bikin….hohohoho

Seneng? Tentu aja,

Aku gak nyangka jadi author itu akan semenyenangkan ini. Hei, selama separuh hidupku aku membenci pelajaran bahasa, kosa kataku kurang, dan aku cepet lupa dengan apa yang ingin kutulis, jadi aku gak pernah menyangka kalau aku bakalan bisa membuat Fict ancur ini! Hahaha

Baiklah, curcol selesai, mungkin rencana Hiatus saya akan segera terlaksana mengingat dua bulan ke depan saya akan disibukkan dengan berbagai macam pilihan rasa (?) dan warna (?) di dalam kedua belah otak saya… huwa! Baiklah, sekarang curcol bener-bener selesai, waktunya balas review…. Hehe

Shirouta Tsuki : wah… dirimu akan saya bikin penasaran karena yang ini baru permulaannya… hahahahaha *Evil smile langsung ditimpuk* review lagi ya… hehe

Yowarul : wajah mesum? O_o… seperti apakah wajah mesummu, ** ni dah update, sankyu…

Yachiru Kuroi : aku berharap gak ada yang mati sih… *nah lho?* kalau mati terus berarti gak asyik dong… hahaha…. Nih dah update…

Shiroku Yoichi : menurut eike sih *Nah, ketularan?* Ekhem… menurut saya, yang ngejatuhin pot itu author deh… karena author jeles berat liat Karin deket-deket Toushironya… hahaha, nih dah update, adikku… hihihi, selamat menikmati….

Nah, diperingatan dua bulannya saya menjadi author, saya mengupdate SEMUA fict multichap saya! Seperti Bokutachi(Chap 6), Lost wing (ch. 4), Namikaze (ch. 2), Hope (last chap), become the devil (Ch.2) dan fict pertama saya sebagai Author, FRIENDS(Last chap) Hahahaha, (Tapi buat fict hope, Friends dan namikaze, mungkin aku update besok...*plak*)

bahkan saya bikin fict baru dengan pairing baru! MinaKushi… hehe promosi bentar, kalo gak keberatan, kunjungi fict saya yang lain ya… *Senyum promosi mode: on*

Nah… ada yang mau ngasih kritik, saran, ide cerita, dan kata-kata lainnya misalnya?

Silahkan…. REVIEW minna.. hehe