Disclaimer : Eyeshield 21 by Riichiro Ingaki & Yusuke Murata
Rating : T for Tendang authornya
Genre : Romance/Drama
Warning : OOC, gaje, abal, AUk deh gelap *gampared*. Banyak sekali partikel-partikel konyolnya *he?*. Typo(s) *maybe*. *Apa lagi, ya? Kayaknya cukup warningnya.
Chapter 3
"Yaaaaa~!…. Hari ini cerah, ya?"
"Em… Benar! Hari yang bagus untuk latihan…"
"Mamo-nee, lihat! Itu You-nii!"
"Eh, iya benar!"
Hiruma mendekatiku dan Suzuna.
"2 hari lagi kita akan bertarung melawan tim Shinryuuji Naga," kata Hiruma.
"Ya… Baguslah," jawabku singkat.
"Yaaaa~! Kita harus menang!" Suzuna bersorak-sorak.
"Dasar cheers sialan! Tentu saja kita harus menang!" Hiruma meninggalkan kami berdua.
"Hei kalian semua! Ayo berkumpul!" Hiruma mengumpulkan anggota tim Deimon Devil Bats.
"Dengar, ya! 2 hari lagi kita akan bertarung melawan tim Shinryuuji Naga. Jadi kita harus menang melawan rambut dread sialan itu!" Hiruma berteriak.
"YOSH~!" serentak anggota DDB.
"Jika kalian kalah, aku akan membunuh kalian semua!" Hiruma mengangkat AK-47nya.
"Glek…." Sena hanya bisa menelan ludah.
"Baiklah! Ayo latihan! YA~HA!" Hiruma dan AK-47nya sedang beraksi aka nembak-nembak ke atas gitu lah *ikut di tembak*.
Anggota tim DDB sangat bersemangat sekali saat melakukan latihan. Aku memandangi anggota tim Deimon Devil Bats satu persatu. Hiruma juga tak luput dari pandanganku. Terkadang, aku tertangkap basah sedang memandangi Hiruma. Tapi dia hanya tersenyum sinis dan itu membuatku bersungut-sungut. Suzuna juga sedang asik menyemangati anggota tim Deimon Devil Bats dengan sorakan-sorakannya. Hingga sore menjelang, anggota tim Deimon Devil Bats masih saja latihan. Aku memandangi Sena yang sudah ngos-ngosan melayani permintaan Hiruma. Astaga! Ini kelewatan! Aku harus menghentikan latihan ini. Aku memberikan sinyal kepada Hiruma agar menghentikan latihannya karena hari sudah menjelang sore. Tapi Hiruma tidak memberikan respon apapun. Sepertinya dia pura-pura tidak tahu. Baiklah, ini benar-benar kelewatan!
Aku berjalan mendekati anggota tim Deimon Devil Bats yang sudah tidak berdaya itu.
"Sudah cukup! Latihan hari ini sudah selesai!" aku berteriak dan Hiruma berjalan ke arahku.
Semua anggota tim Deimon Devil Bats memandangiku dan berhenti melakukan aktivitas mereka.
"Apa yang kau lakukan, manager sialan?" tanya Hiruma.
"He? Kau bertanya seperti itu? Apa kau gila? Berikan mereka waktu untuk beristirahat!" kataku.
"Istirahat katamu? Itu tidak perlu! Jika kita beristirahat, kita bisa kalah!"
"Baka! Lihatlah mereka, Hiruma-kun!" aku menunjuk ke arah anggota tim Deimon Devil Bats.
Hiruma hanya memandangi mereka tanpa ekspresi.
"Memangnya ada apa dengan mereka?" sambung Hiruma.
"Ah! Kau memang tidak memiliki perasaan!" aku pergi meninggalkan Hiruma.
"Teman-teman, lebih baik kalian istirahat saja. Latihan akan dilanjutkan besok," aku tersenyum lebar.
Seketika anggota tim Deimon Devil Bats bersorak gembira.
"Mamo-nee memang baik, max~!" kata Monta.
"Yah, kau benar, Monta," jawab Sena.
Seluruh anggota tim Deimon Devil Bats pulang ke alam masing-masing *digebukin* kecuali Hiruma dan aku. Aku memandangi Hiruma dengan wajah kesal merapikan baju Amefutonya. Aku berjalan mendekatinya dengan langkah penuh dengan keraguan.
"K…Kau… Marah padaku?" tanyaku.
Hiruma hanya berdecak kesal.
"Hi… Hiruma-kun?" tanyaku lagi.
"Apa!" kata Hiruma dengan sinis tanpa menatapku.
"Kau…."
"Tentu saja aku marah padamu! Dasar pacar sialan!" kata-kataku sudah dipotong duluan oleh Hiruma.
"Gomenasai, Hiruma-kun," aku menunduk.
"Keh…." Hiruma pergi menunggalkanku dengan menggendong AK-47nya.
Aku hanya memandangi punggungnya yang sedikit mulai jauh dariku. Aku menunduk. Merasa bersalah? Tentu tidak! Aku tidak merasa bersalah, tapi aku hanya ingin membantu anggota tim Deimon Devil Bats supaya energi mereka tidak terkuras habis hanya karena latihan gila yang dilakukan Hiruma.
"Oi, pacar sialan!" Hiruma memanggilku.
"Ng?"
"Kau tidak pulang, he?"
"Tentu saja aku akan pulang!"
"Kalau begitu pulanglah!"
"Ng… Ano… Aku…."
"Apa? Sudah, cepat pulang! Aku sudah lelah menunggumu"
"Maksudmu?"
"Baka! Aku akan mengantarkanmu pulang, wahai pacar sialan~!"
"Ukh!" aku berjalan mendekati Hiruma dengan menghentak-hentakkan kakiku di tanah.
Kami berjalan menuju apartemenku.
Hening…
Aku tidak berani menatap wajah Hiruma. Aku hanya menatap lurus. Terkadang aku hanya curi-curi pandang *lagunya Naif mode :: ON*.
"Ada apa denganmu, pacar sialan?" tiba-tiba Hiruma memecahkan keheningan.
"Eh… Eno… Ng… Tidak apa-apa kok," kataku gelagapan.
"Yakin?" Hiruma menghentikkan langkahnya.
"Eh…? I-Iya kok,"
"Aku tanya sekali lagi…"
"Ng…?"
"Apa kau yakin kau tidak apa-apa?" Hiruma menatapku dengan tajam dan wajahnya mendekati wajahku. Aku bisa merasakan nafasnya sekarang.
"A-Aku… Ti-Ti-Tidak apa-apa kok," aku menjauhkan mukaku dan sekarang wajahku sudah memerah seperti kepiting rebus.
"Baiklah kalau begitu," Hiruma kembali melanjutkan langkahnya, aku hanya mengekorinya dari belakang.
Sesampainya di depan pintu apartemenku, aku segera membukanya.
"Hiruma-kun mampir dulu, ya?" aku menarik tangan Hiruma.
Hiruma hanya pasrah. Dan dia langsung membanting tubuhnya di sofa apartemenku.
"Hiruma-kun mau minum apa?" tanyaku.
"Terserah kau saja," jawabnya.
"Aku buatkan lemon tea, ya?"
Hiruma tidak menjawabnya dan itu aku anggap dengan jawaban 'iya'.
Beberapa menit kemudian, aku menghampiri Hiruma dengan membawa nampan yang berisi 2 gelas lemon tea.
"Dozo…" kataku dengan sopan.
"Hn…" Hiruma segera menyeruput gelas penuh lemon tea itu.
"Oh iya, kapan kau mendapatkan undangan untuk bertanding dari Shinryuuji Naga?"
"Kemarin"
"Oh, siapa yang memberitahumu?" kataku sambil menyeruput lemon tea-ku.
"Agon"
"Uhuk…. Uhukk….~! Apaaaa? Agon?"
"Iya. Kenapa? Tidak usah memasang tampang seperti itu,"
"Tapi bagimana bisa…? Kau dan Agon kan…"
"Bermusuhan? Memang"
"Ya, terus bagaimana dia menghubungimu?"
"Handphone, baka! Ini jaman globalisasi! Jadi aku tidak perlu repot-repot bertemu dengan wajahnya yang memuakkan,"
"Bagaimana dia bisa mendapat nomormu?"
"Cih… Kau cerewet sekali!"
"Yah… Aku kan hanya ingin tahu saja. Salah, ya?"
"…" Hiruma tidak menjawabnya.
"Hirumaaaaa-kuunnnnn…~"
"Apa sih?"
"Aku salah ya jika banyak bertanya?"
"Ah! Tidak tahu!"
"Kenapa sih Hiruma-kun ini? Sepertinya stres sekali? Karena pertandingan yang akan berlangsung 2 hari, ya?"
"Tidak"
"Lalu?"
"Kau memang menyebalkan, ya?"
"Emp…. Gomen! Aku banyak bertanya," aku menutup mulutku dengan kedua tanganku.
"Aku hanya cemas"
"Cemas kenapa? Aduh… Gomen! Aku bertanya lagi! Tidak usah dijawab, Hiruma-kun," aku menunduk.
"Aku cemas memikirkan pertandingan melawan Shinryuuji Naga nanti"
"Lho? Kenapa? Tim kita kan pernah menang satu kali melawan tim Shinryuuji Naga,"
"Benar. Tapi ada sesuatu yang menghantui perasaanku"
"Apa?"
"Itu…. Ah, lupakan!" Hiruma beranjak dari sofa dan berjalan menuju pintu keluar.
"Nee? Hiruma-kun mau kemana?"
"Pulang!"
"Oh, begitu. Baiklah. Hati-hati, ya?"
"Hn…" Hiruma hanya bergumam dan pergi meninggalkan apartemenku.
Aku hanya menghela nafas dan membereskan gelas sisa lemon tea tadi. Aku menyentuh gelas milik Hiruma tadi. Aku merasakan sesuatu. Seketika perkataan Hiruma melintasi otakku.
'Aku cemas'
Cemas? Kenapa tiba-tiba Hiruma bisa cemas? Dan perkataannya kembali melintasi otakku.
'Benar. Tapi ada sesuatu yang menghantui perasaanku'
Perasaan? Sejak kapan Hiruma memiliki perasaan? Keh… Aku benar-benar bingung. Aku duduk di sofaku dan memutar otakku agar bisa memecahkan misteri kecemasan Hiruma. Aku kembali bertanya-tanya. Apa yang membuat Hiruma menjadi cemas seperti itu? Apa mungkin dia cemas karena akan melawan tim Shinryuuji Naga? Tapi jika dipikir-pikir lagi, Hiruma tak akan pernah cemas saat melawan siapapun. Justru dia malah semangat untuk menyusun taktik liciknya. Aku kembali menganalisis keadaan. Tapi, saat sedang berkonsentrasi menyimpulkan masalah ini, handphoneku berdering.
'1 message received'
Aku segera membukanya dan rupanya itu dari Hiruma.
From: Hiruma-kun
Subject: No Subject
Cepat tidur, pacar sialan! Jangan pedulikan aku!
He? Bagaimana dia bisa tahu kalau aku sedang memikirkannya? Aku segera membalas pesannya.
To: Hiruma-kun
Subject: No Subject
He? Bagaimana kau bisa tau kalau aku sedang memikirkanmu?
Aku segera mengirimkannya. Tapi, tak sampai semenit, Hiruma telah membalasnya.
From: Hiruma-kun
Subject: No Subject
Itu tidak penting, pacar sialan! Yang terpenting adalah kau harus tidur sekarang juga! Jangan balas message-ku ini dan segera tidur!
Aku segera menutup handphoneku dan mendesah kesal. Ck… Kenapa dia selalu berkata 'itu tidak penting'? Keh… Aku benar-benar kesal dengannya. Tapi, sekarang bukan waktu yang tepat untuk kesal dengannya. Aku kembali berpikir tentang kecemasan Hiruma. Aku benar-benar dibuat pusing! Apa yang membuatnya cemas sih? Apa aku bertanya langsung saja padanya, ya? Tapi jawabannya pasti 'itu tidak penting'. Sialan! Aku benar-benar bingung!
Aku segera membereskan gelas sisa lemon tea tadi. Dan segera melirik ke arah jam dinding apartemenku. Waktu masih menunjukkan pukul 07.30 p.m *waktu di Jepang*, tapi aku sudah merasa mengantuk. Aku memutuskan untuk tidur saja.
Normal POV
Seorang pria berambut spiky berwarna pirang itu sedang asik berbaring di tempat tidur king size-nya. Dia menatap lurus ke arah langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.
Hiruma POV
Sekarang aku sedang asik berbaring di tempat tidurku dengan kecemasan yang terus menghantuiku. Cih… Apa yang aku pikirkan, he? Seandainya saja aku tidak menyepakati perjanjian yang diberikan Agon, pasti aku tidak akan cemas seperti ini!
Hah….
Apakah timku akan menang seperti dulu?
Atau…
Aku akan kehilangan Mamori?
Cih….
Maafkan aku Mamori. Aku telah salah bertindak. Aku salah. Maafkan aku yang telah…..
Mengorbankanmu, Mamori…
~Tsuzuku~
Hiyahhhhh…..~~~ Chapter 3 selesai! Fiuhhh…. Lama juga ya boku update! *dihajar massa*. Gomen~ne, boku soalnya lagi sibuk nih ngurusin tes PPDB yang super duper gaje *sok sibuk*. Oh iya, boku mau bales ripiu-nya minna-san yang udah rela untuk meripiu fict gajeness ini *haiah*
Mitama134666 : arigatou atas sarannya! Bagus banget! Boku langsung menerapkannya! Kata-kata asing udah boku italic semua! Tapi kalo ada yang kelupaan ya… Maap! Ehehehe…
Fuyu-yuki-shiro: Huwaa…. Fuyu-nee akhirnya ripiu juga! Ekekekekeke… Adegan kisu-nya bakalan nongol tapi di chapter akhir ya? Jadi sabar! Romance-nya bakalan terasa di endingnya *halah kelamaan*
&hn: Iyak, judul fict ini seperti song title-nya Hikki~! Arigatou ripiu-nya ^^
Untuk update, bakalan boku usahakan secepatnya. Soalnya masih fokus di fict 'Ryu Shigeru'! ekekekeke…
Yah… akhir kata, mind to review minna-san?
