Annyeong Chingudeul ..!

Author kembali membawa Chapter 2 dari 'Hyukkie'

Mian jika kurang memuaskan..

Balasan Review ::

Blue Sapphire597 : Kamsa eonnie sudah me-review. Ya ini sudah lanjut ^^

Soohwa86 : Iya nih, di ceritanya memang HaeHyuk berantem mulu, tapi nanti ada sesuatu ==" hehehe. Gomawo reviewnya chingu ^^

Anchovyfishy : Gomawo chingu ^^ Ini udah di lanjut.

Chokyubias : Ne chingu, saya memang terinspirasi dari 'Victory'. Tapi saya terinspirasinya sama filmnya. Novelnya ada ya? Waahh *buru"beli*. Kamsa chingu ^^

Untuk semua yang ngereview, GOMAWO~

Dari pada author banyak cing cong, ini deh lanjutannya.

Jeng Jeng Jeng!

Title : Hyukkie

Author : SunMi JewELFishy

Cast :

- Lee Donghae (Namja)

- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk (Yeoja)

Other Cast :

- Lee Sungmin (Yeoja)

- Kim Heechul (Yeoja)

- Kim Ryeowook (Yeoja)

- Kim Youngwoon a.k.a KangIn (Namja)

- Park Jungsoo a.k.a Leeteuk (Yeoja)

- DLL

Genre : Romance, Drama

Rate : T

Disclaimer : All aught in here belongs GOD, themselves, and their parents each.

Warning : Genderswitch , EYD, Typo(s), OOC, GAJE, Nggak Nyambung, DLL.

Summary :

Hyukjae yang ditantang d'Girls kebingungan karena ia tak bisa menjalankan tantangan itu. Ia pun meminta Donghae agar membantunya. Bisakah Donghae membantunya?

A/N :

-Heechul, Ryeowook, dan Hyukjae seumuran -Kelas 1 SMA-

-Happy Read Chingu-

Preview Chapter 1

"Ryewook tidak salah! Kenapa dia harus dibawa ke ruang eksekusi?"

Sebuah suara terdengar di antara kerumunan orang. Eunhyuk menyeruak di antara kerumunan, dan berdiri di samping Ryeowook, memandang tajam ke arah Jessica.

"Bukan Ryeowook yang salah" Eunhyuk mengulangi ucapannya.

"Apa maksud mu? Beraninya kamu ikut campur!" bentak Jessica.

"Ryeowook jatuh karena ..."

Chapter 2

-HYUKKIE-

"Ryeowook jatuh karena ada yang menjegal kakinya" jawab Eunhyuk berusaha tenang, meski sebenarnya kepalanya sudah panas melihat cara Jessica memperlakukan Ryeowook.

Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Ryeowook jika yeoja itu sampai masuk ruang eksekusi bersama empat panitia yang tadi sengaja menjegalnya.

"Ngejegal kakinya? Maksud kamu kita-kita sengaja ngejegal dia?" bentak Jessica sambil memandang remeh Eunhyuk.

"Kamu sendiri yang berkata begitu" jawab Eunhyuk santai.

Jessica tergagap karena terjebak perkataannya sendiri.

"Enak saja kamu menuduh kami! Buuat apa juga kita ngejegal dia? Kamu liat aja sendiri, aku yang terkena tumpahan coklatnya!" ucap Jessica masih membela diri.

"Nggak tau ya.. Tapi yang jelas, saya melihat sendiri kakak ini melintangkan kakinya tepat saat Ryeowook lewat" Eunhyuk menunjuk Sunny, teman Jessica yang berambut pendek.

Kontan saja Sunny melotot.

"Enak saja kamu nuduh aku!" selesai berkata, tangan kanannya melayang hendak menampar Eunhyuk. Tapi Eunhyuk mendahului dengan menangkap tangan Sunny.

"Kamu berani ngelawan panitia?" bentak Sunny lagi.

"Kalau tidak salah kenapa harus takut? Lagi pula, saya tidak melawan panitia, tapi melawan segelintir (?) orang yang mengatasnamakan panitia MOS untuk kepentingan pribadi!" jawab Eunhyuk tidak kalah membentak. Dia tidak bisa menahan diri lagi.

Suara Eunhyuk yang keras membuat anak baru lainnya yang tadinya tidak berani mendekat jadi maju mendekati tempat kejadian.

Sunny berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Eunhyuk. Dia mempergunakan tangan kirinya untuk membantu tangan kanannya, tapi sia-sia. Bahkan Eunhyuk memakai jarinya untuk menekan urat nadi Sunny, sehingga Sunny menjerit kesakitan.

"Udah, udah ... cukup!" Hankyung kembali maju menengahi. "Lee Hyukjae-sshi! Lepaskan!"

Eunhyuk menuruti kata-kata Hankyung. Dia melepaskan cengkeraman tangan kirinya. Sunny mundur sambil memegangi tangan kanannya yang masih kesakitan. Tampak bekas merah di sekitar pangkal urat nadinya.

Jessica hendak maju, tapi ditahan Hankyung.

"Jessica cukup! Jangan bikin keributan!" seru Hankyung. Matanya memandang ke arah ruang guru. Beberapa orang guru yang mendengar seperti ada suara rebut-ribut mulai keluar dan memandang ke arah tempat itu.

"Tapi dia berani melawan panitia! Dia harus dikeluarkan dari acara MOS!"

Hankyung memandang Eunhyuk dan Ryeowook bergantian.

"Benar ucapanmu itu?" tanya Hankyung pada Eunhyuk.

"Ne. Tapi, yang mana?" *Author, Hankyung, dan kawan-kawan berswetdrop ria*

"Bahwa kau melihat kejadian sesungguhnya?" Eunhyuk mengangguk.

"Ryewook-sshi? Kamu merasa dijegal?"

Ryeowook nggak menjawab. Dia hanya menunduk sambil menahan isak tangisnya.

"Sudah jelas anak itu bohong!" sentak Sunny. Hankyung menoleh ke arah Sunny.

"Aku bilang cukup! Hormati aku sebagai seksi keamanan!" kali ini suara Hankyung agak keras. Sunny dan teman-temannya langsung terdiam.

Hankyung melihat jam tangannya.

"Waktu istirahat sudah hampir habis! Sebaiknya kita selesaikan masalah ini di posko! Peserta yang lain cepat kembali ke kelas masing-masing, demikian juga panitia kembali bertugas! Kami minta beberapa sukarelawan peserta untuk membersihkan pecahan gelas dan tumpahan cokelat! Hyukjae-sshi dan Ryeowook-sshi, ikut ke posko!" akhirnya Hankyung mengambil keputusan.

Kerumunan itu pun membubarkan diri. Eunhyuk merangkul Ryeowook yang masih tertunduk. Dia melihat baju Ryeowook yang terkena tumpahan cokelat, an lutut serta telapak tangannya yang berdarah.

"Hankyung oppa!"

Hankyung yang berjalan di depan Eunhyuk menoleh.

"Ada apa?"

"Boleh minta waktu untuk membersihkan baju Ryeowook danmengobati lukanya?"

Hankyung melihat ke sekujur tubuh Ryeowook.

"Baiklah, lima belas menit cukup?"

Eunhyuk mengangguk.

"Teman saya akan mengawasi kalian. Jangan curi-curi kesempatan. Setelah selesai, kami tunggu di posko. Arraseo?" kata Hankyung pada Eunhyuk dan Ryewook.

"Arraseo" jawab Eunhyuk lalu mengangguk.

.

.

"Annyeong.."

Donghae duduk di antara teman-temannya di depan kelas mereka. Keringat membasahi sebagian wajahnya dan badannya. Terang saja, karena dia habis main futsal saat jam istirahat. Apalagi matahari hari ini bersinar terik.

"Tissu, Hae?" tawar Sooyoung, salah satu teman sekelasnya.

"Gomawo! Kamu semakin cantik saja" jawab Donghae.

"Udah basi..*sadis*" sahut Sooyoung sambil mencibir.

Donghae tertawa mendengar ucapan Sooyoung. Pandangannya tertuju pada kegiatan MOS yang sedang berlangsung. Anak-anak baru sedang latihan baris-berbaris. Tiba-tiba pandangan Donghae tertuju pada seorang yeoja berambut panjang dan mengenakan topi hitam yang bertindak sebagai panitia.

"Eh ... itu kan Yoona!" kata salah satu teman Donghae yang duduk di sebelahnya.

""Mana?"

"Tuh yang pakai topi hitam!"

Maka seketika itu juga riuh rendahlah suara-suara dari para namja kelas XII IPA-1. Mereka bersuit-suit atau berteriak memanggil-manggil nama Yoona, yeoja kelas XI IPS-1 yang merupakan salah satu yeoja favorite di Param High School. Walau begitu kegiatan MOS tetap berlangsung, tidak terpengaruh kegaduhan yang terjadi di depan kelas XII IPA-1.

Donghae sempat melihat wajah Yoona yang agak tertutup topi memerah, dan dia menjadi agak salah tingkah. Setiap gerakannya selalu dikomentari teman-teman namja Donghae.

Beberapa panitia namja bereaksi terhadap aksi yang jelas-jelas menganggu kegiatan MOS. Selain kalah jumlah, mereka pun segan berurusan dengan anak-anak kelas tiga. Bisa panjang urusannya.

"Ssst ... jangan rebut! Kedengaran guru bisa ribet nanti.." Kyuhyun yang menjabat Ketua Murid mengingatkan teman-temannya.

Mendengar ucapan Kyuhyun, suara riuh agak mereda.

"Iya nih! Kayak nggak pernah liat yeoja cantik aja" sambung Seohyun.

"Pernah sih! Tapi lihat yang kinclong seperti itu kan jarang" jawab Shindong seenaknya.

Kontan saja sebuah jitakan mendarat di kepalanya.

"Norak kalian! Yeoja gitu aja diributin! Apa hebatnya? Lihat saja, jalannya juga kayak bebek" tukas Hyoyeon sambil menunjuk ke arah Yoona.

"Eh .. Yeoja emang harusnya jalannya gitu. Kalian saja para yeoja yang menyalahi kodrat!" celetuk Shindong lagi sambil tertawa.

"Apa kamu bilang? Mau aku jitak lagi?" Seohyun yang memang termasuk salah satu cewek tomboy di kelas XII IPA-1 bersiap-siap mengepalkan tangannya. Siap minjitak Shindong.

"Ampun.. Kepala ku bukan samsak tauuuu!"

Melihat Seohyun yang tomboy, Donghae jadi teringat pada Eunhyuk. Sedang apa yeoja itu sekarang? Pasti juga sedang digojlok sunbae-nya.

.

.

Setelah seminggu acara MOS yang melelahkan, akhirnya Eunhyuk mulai masuk sekolah seperti biasa. Walau begitu masih ada ganjalan. Eunhyuk merasa Jessica dan gengnya masih membencinya. Kalau ketemu, mereka selalu memandangnya dengan sinis, seakan jijik.

Eunhyuk sendiri cuek saja, karena merasa tidak salah. Selain dengan Jessica cs, hubungan Eunhyuk dengan para sunbae lainnya yang dulu menjadi panitia MOS cukup baik, bahkan Eunhyuk lebih di kenal oleh sunbae-nya dibanding teman-teman lainnya. Mungkin itu karena sifatnya yang gampang bergaul.

Selain itu namanya melambung saat MOS karena keberaniannya melawan Jessica cs, yang di kalangan SM High School dikenal dengan nama kelompok d'Girls. Eunhyuk sendiri baru tau belakangan bahwa anggota d'Girls ditakuti anak-anak se-SM High School, terutama yeoja.

Siapa yang berurusan dengan mereka pasti akan repot. Bahkan para namja pun segan. Konon kabarnya d'Girls punya banyak kenalan namja sekolah lain yang masuk kategori "trouble maker". Tidak jelas di mana kenalnya. Mungkin anak-anak itu mereka kenal di diskotik, karena keempat yeoja anggota d'Girls senang clubbing.

Pernah ada seorang anak kelas tiga yang bercanda kelewat batas hingga membuat Tiffany, salah satu anggota d'Girls wajahnya seperti kepiting rebus karena malu. Besoknya dia dikeroyok anak sekolah lain saat pulang sekolah sampai babak belur. Walaupun tak ada bukti, tapi hampir semua orang menduga ini ulah d'Girls.

Walau Eunhyuk sudah banyak mendengar kabar mengenai d'Girls, dan banyak yang menasihatinya agar berhati-hati karena dia pernah mempermalukan mereka, tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda d'Girls akan membuat gara-gara dengannya.

Eunhyuk sendiri tak ambil pusing. Dia tetap bertindak wajar di sekolah. Tetap belajar seperti biasa, sering ketiduran di kelas, dan suka telat (Sampai harus berulang kali nyogok penjaga sekolah pakai duit agar pintu belakang sekolah dibuka, jadi dia bisa masuk tanpa melalui guru piket yang selalu stanby di pintu depan, yang pasti akan ngasih dia hukuman).

"Sepertinya mereka takut sama kamu, Hyuk! Mereka sudah tau kamu jago karate" kata Heechul saat berada di kantin.

"Oh ya?" jawab Eunhyuk tak acuh sambil terus melahap jajanannya.

"Tapi kamu hati-hati saja ... Karena aku lihat tatapan Jessica sama yang lainnya kalau ngelihat kamu, sepertinya benci banget".

Eunhyuk tidak bereaksi. Melihat sikap Eunhyuk yang rada-rada cuek, Heechul jadi kesal sendiri. Memang enak di cuekin?

"Hyukkiiiiiee!" teriaknya di dekat telinga Eunhyuk, mengagetkan Eunhyuk dan seisi kantin yang siang itu penuh. Kontan belasan pasang mata menatap ke arah mereka.

Heechul memang punya sifat hampir sama dengan Eunhyuk. Suka tidak lihat-lihat sikon kalau gokilnya kumat.

"Apaan sih? Telinga ku bisa budek tau!" protes Eunhyuk.

"Kamu aku ajak ngomong kok cuek saja sih?"

"Siapa yang cuek? Aku dngerin kok!" kata Eunhyuk.

"Tapi kok diam saja?"

"Memang aku harus ngapain? Pura-pura kaget? Nunjukin wajah takut?"

"Paling tidak kasih komentar atau tanggapan gitu, jadi aku nggak ngerasa dicuekin" kata Heechul sebal.

Eunhyuk diam sejenak. "Kamu mau tau komentar aku?" tanyanya.

Heechul mengangguk.

"Sejujurnya ... MASALAH BUAT GUE?" balas Eunhyuk tak kalah kerasnya di telinga Heechul.

Kali ini giliran Heechul yang kaget. Kembali belasan mata menaap ke arah mereka.

"Mianhae, kami sedang latihan drama..." Ryeowook yang bersama Eunhyuk dan Heechul berdiri meminta maaf sambil memberikan alasan.

"Kalian apa-apaan sih? Bisa pelan nggak?" ujar Ryeowook lirih pada Eunhyuk dan Heechul.

"Mian Wookie! Habisnya dia nih yang mulai duluan" jawab Eunhyuk sambil menunjuk Heechul.

Ryeowook hanya geleng-geleng melihat kelakuan kedua temannya. Sejak kejadian di MOS dulu, Ryeowook jadi akrab dengan Eunhyuk dan Heechul. Bahkan mereka bertiga akhirnya menjadi sahabat karib.

Ryeowook yang dulunya pemalu, pendiam, dan sedikit tertutup kini menjadi sedikit terbuka, karena pergaulannya dengan Eunhyuk. Hanya pada Eunhyuk dan Heechul Ryeowook dapat menceritakan isi hati dan pikirannya, apalagi kalau ada masalah, walau kadang-kadang masukan dari Eunhyuk dan Heechul bukan bikin masalahnya beres, malah tambah nggak beres dan tambah kacau.

Eunhyuk senang bersahabat dengan Ryeowook, karena orangnya yang polos dan selalu bicara apa adanya. Dan satu lagi, Ryeowook sering mentraktir Eunhyuk dan Heechul.

"Heh! Kok malah ngelamun?" suara Ryeowook membuyarkan lamunan Eunhyuk.

"Eh .. tidak kok, Wookie" elak Eunhyuk.

"Hayooo ... Kalian lagi mikirin apa? Kok kompakan sih ngelamunnya?" Eunhyuk dan Heechul saling memandang.

"Memang kamu tadi juga ngelamun? Kok niru sih?" tanya Eunhyuk.

"Idiiih! Siapa yang niru kamu? Sorry yaa.." sahut Heechul sengit.

"Memang kamu ngelamunin apa?" tanya Eunhyuk.

"Memang aku harus ngasih tahu kamu?" kata Heechul galak.

"Memang aku nggak boleh tau?" tanya Eunhyuk lagi.

"Memang kamu mau tau?" Heechul malah balas bertanya.

"Emang-"

"Sudah-sudah ..." kembali Ryeowook melerai.

Dia tidak habis mengerti dengan kedua sahabatnya itu. Setiap ngumpul pasti ada saja yang diributin, sampai ke hal-hal yang kecil. Lagi pula, baik Eunhyuk maupun Heechul masing-masing nggak mau ngalah. Jadinya suasana bisa ramai kayak pasar. Tapi Ryeowook kadang-kadang menyukai suasana kayak gini, sebab dapat mengundang keceriaan. Hanya dia harus sia-siap pasang urat malu, dilihatin banyak orang.

"Sudah mau masuk nih. Kalian sudah selesai?" tanya Ryeowook.

"Sudah" kata Heechul.

"Aku sudah dari tadi" kata Heechul.

"Ya sudah" Ryeowook bangkit dari tempat duduknya.

"Biar Wookie yang bayar" ucap yeoja itu seperti biasa.

"Eh ... Jangan Wookie!" tiba-tiba Eunhyuk memegang tangan Ryeowook, berusaha mencegah Ryeowook.

Kontan saja Ryeowook dan Heechul memandang Eunhyuk dengan pandangan heran.

"Tumben kamu nggak mau dibayarin? Lagi banyak duit?" tanya Heechul sambil menempelkan telapak tangannya ke kening Eunhyuk. "Nggak panas kok"

"Iya Hyuk. Kok tumben?" tanya Ryeowook.

"Maksudnya aku, jangan ragu-ragu ==" Hehehe" jawab Eunhyuk sambil memamerkan gummy smile-nya, yang bagi Ryeowook dan Heechul lebih merupakan senyuman iblis *sadiis*.

"Sialan, kirain nggak mau dibayarin! Aku kira ada malaikat apa gitu yang masuk ke kamu" sahut Heechul.

"Iya nih ..." jawab Ryeowook sambil geleng-geleng, lalu dia melangkah menuju tempat pembayaran.

"Kakak mu kok nggak pernah ke sini lagi?" tanya Heechul saat menunggu Ryeowook. "Kamu nggak pernah diantarin lagi?"

Eunhyuk sedikit mendelik mendengar pertanyaan Heechul.

"Memangnya aku anak kecil? Harus diantar-antar segala?"

"Yee ... cuma nanya kok! Jangan sewot gitu dong!"

"Dia kan juga masuk pagi, kalau nganter aku dulu dia bisa terlambat. Memang kenapa kamu nanyain Donghae? Kamu naksir dia ya?" tanya Eunhyuk.

"Enak aja. Memang aku nggak boleh nanya?"

"Habis ... Tumben"

"Dia sudah punya yeojachingu?" tanya Heechul lagi.

"Tuh kan .. kamu naksir dia! Aku bilangin loh!"

"Hyukkie! Nanaya aja!" Heechul agak panik menghadapi tuduhan Eunhyuk.

"Naksir juga gak apa-apa kok. Wajar kan?" jawab Eunhyuk kalem.

"Kata Minnie sih dulu Donghae punya yeojachingu waktu kelas satu sampai kelas dua. Tapi terus Minnie gak tahu status hubungan mereka. Sepertinya sih putus, habis katanya mereka nggak pernah saling kontak lagi" lanjutnya.

Heechul hanya manggut-manggut mendengar kata-kata Eunhyuk.

.

.

Eunhyuk sedang bermain futsal di lapangan basket sekolah bersama para namja di kelasnya ketika Heechul memberi tanda dari pinggir lapangan. Di dekat Heechul ada salah satu teman sekelas mereka. Nafasnya kedengaran naik-turun, seperti habis lari marathon. Saingan sama Eunhyuk yang juga ngos-ngosan.

"Gawat, Hyuk! Kamu harus cepat datang.." kata salah satu temannya sambil berusaha mengatur nafas.

"Ada apa sih?"

"Yuri... Dia di kerjain sama d'Girls!"

"Dikerjain? Memang gara-gara kenapa?"

"Nggak tau. Tadi saat aku lewat, Yuri sedang dikelilingi anggota d'Girls di kantin. Aku lihat rambut Yuri sampai ditarik-tarik. Kasihan banget. Sepertinya dia mau nangis. Karena itu aku cepat-cepat cari kamu!"

Mendengar laporan dari temannya, hati Eunhyuk jadi panas.

"Kayaknya aku sekali-sekali harus kasih pelajaran sama yeoja-yeoja itu".

Tanpa piker panjang, Eunhyuk langsung lari ke arah kantin di belakang sekolah.

.

.

"Mamppus aku!"

"Kenapa aku bisa sebodoh itu nerima tantangan dia?" Eunhyuk seakan bertanya pada dirinya sendiri. Dia seperti menyesali sesuatu. Pandangannya menerawang ke depan, seperti mengingat sesuatu. Eunhyuk ingat kejadiaan saat istirahat.

-Flashback-

Saat istirahat, ia menghampiri anggota d'Girls yang sedang memojokkan Yuri, teman sekelasnya, di kantin sekolah. Dia sempat perang kata-kata dengan Jessica cs. Bahkan Eunhyuk sempat dikeroyok anggota d'Girls. Tapi tentu saja mereka bukan tandingan Eunhyuk yang gitu-gitu pemegang sabuk hitam karate.

Eunhyuk berhasil menampar wajah Sunny, menendang Tiffany hingga jatuh, mendorong Krystal, dan memuntir lengan Jessica ke belakang, hingga berteriak minta ampun. Beberapa namja yang berada di tempat itu segera melerai perkelahian.

"Kalian, jangan cari gara-gara!" bentak Eunhyuk.

"Kamu kira aku takut sama kamu? Kalau saja bukan jagokarate, kamu sama sekali nggak ada apa-apanya! Dandan nggak bisa, aku? Hahaha, aku saja bisa dan juga aku bisa nge-dance!" bentak Jessica sekaligus sombong.

"Kurang ajar!" Eunhyuk hendak maju, tapi beberapa siswa namja menahannya. Butuh dua orang untuk menahan Eunhyuk.

"Kalau kamu nggak terima aku bilang begitu, buktiin dong! Kita bertanding di bidang yang aku juga bisa, biar fair! Kamu berani?" tantang Jessica.

Eunhyuk menenangkan diri sejenak.

"Baik. Aku terima tantangan mu. Kamu kira aku takut?"

"Kamu ingin bertanding apa?" tanya Revi.

"Terserah!" tantang Eunhyuk.

"Baik kalau begitu" Jessica memandang sekelilingnya, seperti mencari sesuatu. Tiba-tiba ia menyeringai.

"Kita bertanding itu!" telunjuk yeoja bertubuh tinggi itu menunjuk salah satu sudut kantin di belakang Eunhyuk yang ditempelin berbagai macam selebaran dan poster. Eunhyuk menoleh ke arah yang ditunjuk Jessica.

"Apa?" tanya Eunhyuk.

"Baca saja poster pengumuman berwarna-warni itu. Yang paling besar" tunjuk Jessica. Eunhyuk membaca tulisan besar pada poster yang tertempel di situ:

PEMILIHAN LEAD. DANCE SMA SE-SEOUL

Membaca judul poster itu, raut wajah Eunhyuk berubah. Dia kembali menatap Jessica.

"Kamu sudah rencanain hal ini ya?" tanya Eunhyuk.

"Gimana? Kamu berani? Kalau takut atau nggak sanggup, bilang saja. Aku bisa kok milih jenis pertandingan lain" sahut Jessica dengan wajah angkuh.

Melihat wajah Jessica yang begitu angkuh, nyali Eunhyuk yang menciut tiba-tiba bangkit lagi. Kalau dia bilang nggak sanggup, pasti Jessica akan merasa menang. Dan Jessica pasti akan memilih pertandingan lain yang lebih nguntungin dirinya.

"Aku terima tantangan mu!" jawab Eunhyuk yakin.

"Baik, ini peraturannya. Siapa yang masuk final dan posisinya lebih baik dari yang lain, dia pemenangnya. Nggak perlu jadi juara" tegas Jessica.

"Setuju" kata Eunhyuk.

-Flashback End-

"Hmm, gimana dong? Aku kan nggak bisa nge-dance" ucap Eunhyuk bingung.

"Masa' tak ada teman mu yang bisa nge-dance gitu? Waktu dua minggu itu nggak lama loh, Hyuk. Apalagi kamu nggak bisa sama sekali nge-dance" ucap Heechul mengingatkan.

"Hmm, siapa ya..?" Eunhyuk berkata lalu berfikir mencari orang yang bisa membantunya.

"Ah! Donghae ...!"

-TBC-

Kyaa~, akhirnya FF Chapter duanya udah selesai. *ngelap keringat*

Mian jika mengecewakan.

Review please ..

Gomawo~