~##**''**##~

Disclaimer : Bleach © Noriaki "Tite" Kubo

Genre : Romance / Friendship / Humor (bit of it…)

Rate : T, just for save aja, ya?

Character : Rukia K.

Summary : Jika kamu menjadi manajer sepertiku, dan harus berhadapan dengan 5 dari 7 pemain futsal asuhanku, terlebih lagi mereka cukup tampan, siapa yang akan kamu pilih? Rukia x IchiHitsuGrimmAshidoKai. Onegai?

Warning : bit of OOC, AU, cukup panjang, butuh motivasi.

A/N : Yap! Kali ini saya akan berjuang menyelesaikan multi-chapter di fandom tercinta!

~::##**''**##::~

Nomor Punggung Empat : vs. Barragan Scorpion!

~::##**''**##:::~


Yang benar saja, tiga hari? Kita harus mulai mencari data dan latihan! "Manajer." Ah, kudengar ada yang memanggilku, dan kutanggapi dengan senyuman yang biasa dan "ada apa?" nah, itu cukup, 'kan? Aku tidak bisa senyuman 1000 volt a la Yamamoto Takeshi, 'kan? Lagipula, yang memanggilku adalah Hiyori-sensei. Pasti hal yang super penting, "cari data anggota Barragan Scorpion menggunakan komputer klub. Masuk saja ke clubhouse. Dan teri-teri sialan lainnya, kembali latihan!" OMG, Hiyori-sensei itu ikutin the Commander from Hell, Hiruma Yoichi, ya? Kok bisa pakai 'teri-teri sialan', sih?

"Manajer!" Hiyori-sensei mengerikan… lebih baik aku menyelesaikan tugas saja deh!

Aku pun berlari ke ruangan klub. Memang benar, ada komputer di sini… biar kupakai!

Barragan Scorpion… kalau begitu… SMA Barragan?

Kuketik 'google' dan kumasukkan SMA Barragan di kolom pencariannya, hasilnya…

…tidak ada? Bagaimana mungkin?

"SMA Barragan adalah SMA tertutup. Mereka tidak memiliki website. Kita hanya bisa mendapatkan informasi dari jalur gelap. Dan kalau mau mencari informasi tentang SMA ini…" sebuah suara menghentikan pemikiranku, saat kuberbalik… Kurosaki Ichigo? "Kurosaki Ichigo! Bukannya kamu harus istirahat? Kamu sedang sakit, tahu!" kubentak Kurosaki Ichigo itu.

"…panggil aku Ichigo saja. Dan kalau mau mencari informasi, terutama SMA Barragan, jangan sekali-kali mencari di tempat yang biasa orang mencari informasi. Carilah di jalan gelap, dan rahasia."

"Bagaimana caranya, kalau begitu?" tanyaku penasaran, orang ini menyebalkan sekali. Tidak tahu kalau aku ini masih orang awam, 'kan istilahnya?

"Minggir." Aku pun minggir dari kursiku dan membiarkan Ichigo itu mendudukinya. Dia menuliskan sebuah website. Yang—tentu saja—tidak pernah kulihat sebelumnya.

"….eh? website ini… http :/ x . web . com ? Website apa ini? Namanya aneh sekali?" kutatap Ichigo, dan dia hanya menatap komputer. Menghiraukanku yang sedang bertanya kepadanya. "Ngomong-ngomong, kalau kamu di sini… siapa yang menjadi wasitnya?" tanyaku sekali lagi. "…aku membiarkan mereka bermain sendiri. Toh mereka bisa." Sweatdropped.

"Nah, ketik SMA Barragan—Barragan Scorpion, dan…"

"…muncullah, informasi terlarang, 'X FILES'" aku terkesima. Bukankah… informasi terlarang itu sangat susah untuk dicari? "Bu-bukannya itu terlarang? X Files… itu..."

"…sama sekali tidak. Di sini, semua informasi lengkap. Dari kehidupan pribadi, sampai foto-foto rahasia. Dari petani sampai artis. Dari polisi sampai presiden. Dari pemain NBA sampai pemain American Football. Inilah 'website rahasia: X' yang hanya diketahui 10 dari 10.000.000 miliar orang di dunia. Salah satunya… aku,"

"…dan kini kamu."

DEG!

"Oh ya, kalau kamu mau membukanya, jangan cari di Google, Yahoo!, Wikipedia, atau apalah gitu. Tidak bakal ada. Soalnya ini SANGAT SANGAT SANGAT terlarang dan rahasia. Presiden AS saja tidak tahu. Dan pencipta website ini…"

"…manajer Hibari Guns sebelum kamu…"

Eh? Bukannya itu teman masa kecilnya Hitsugaya-san? "Baiklah, silahkan kamu catat. Aku akan kembali mengawasi mereka latihan." Ichigo pun melenggang pergi, meninggalkan aku yang masih mematung. Sesaat kemudian, aku kembali ke pikiranku dan duduk di kursi, "H-hai!" jawabku.

_insert – hey!

Setelah latihan, Hiyori-sensei mengumpulkan kami semua di lapangan indoor tempat latihan kami. Aku berdiri di samping Hiyori-sensei, sementara yang lain duduk di depan kami. Begini, ya, cara kerja tim olahraga sebelum pertandingan? "Kita akan bertanding melawab Barragan Scorpion Sabtu ini. Jam 9 pagi, kalian harus sudah kumpul di sekolah, kalau ada yang telat…" Hiyori-sensei menggantungkan kalimatnya.

"…kalian akan merasakan Box penderitaan…" semuanya langsung terlihat ketakutan, Hitsugaya-kun, Kano-san, dan Ichigo pun terlihat sangat… out of character. Mereka jadi terlihat cupu dan cemen. By the way, apa itu box penderitaan?

"Oh ya, manajer, kamu belum tahu apa itu boks penderitaan, ya?" Hiyori-sensei mengalihkan pandangannya ke arahku, refleks, kugelengkan kepalaku. "Okelah… Kurosaki! Bawa boks penderitaan 1! Hitsugaya! Kamu bawa yang kedua, Grimmjow! Kamu bawa yang ketiga!" oke, aku sweatdropped, sebenarnya ada berapa banyak boks penderitaan, sih?

"For your information, ada 10 boks penderitaan, manajer." GLEK! Bagaimana Hiyori-sensei bisa mengetahui pemikiranku?

"Tentu saja bisa, kalau tidak, bagaimana aku mengatur anak-anak itu TANPA digosipin dari belakang?"

"…sou ka…"

"Sensei! Kami sudah membawa boks penderitaannya!"

"Baiklah, anak-anak, say hello to your BESTfriends, boks penderitaan!"

Boks penderitaan itu… terlihat seperti boks biasa—berbentuk kubus, dan di bagian depan ada semacam lubang kecil berbentuk persegi panjang. Boks itu sendiri memiliki ukuran yang berbeda. Yang dibawa Ichigo berukuran 2meter x 2meter, sementara yang dibawa oleh Hitsugaya-san berukuran 1,5m x 1,5m. kalau Grimmjow-san… 2,5meter x 2,5meter. Dengan tulisan di permukaan boksnya… 'Ichigo KuroBAKA', 'Hitsugaya TOLOLshiro', dan 'Grimmjow JaegerJINGKRAK'. What the…?

"Ahaa~ ini cuma salah satu contoh boks penderitaan. Kurosaki, kamu ambil boks penderitaan yang baru." Hiyori-sensei terlihat sedikit mengancam Ichigo. Ichigo pun mengangguk dan berlari ke tempat penyimpanan boks penderitaan.

"As you can see, tim futsal kita belum pernah ada di publik, ne? Sekalipun mereka JAGO main. Itu karena kita baru cukup anggotanya tahun ini. Jadi, untuk murid kelas 3 yang belum pernah tanding, ini suatu kebahagiaan tersendiri. Untuk itu, kami ingin menang dalam Natalizio cup!"

Hiyori-sensei terdengar saat antusias. Memang benar, untuk kelas 3… ini merupakan momen penting…

"Sensei! Yang ukuran berapaaaa?" aku mendengar teriakan Ichigo. Duh, pasti kalau lebih dekat, kuupingku bisa budeg. Gendang telingaku pecah, lagi! Hiyori-sensei, s-sensei membuatku gugup dengan menatapku seperti itu… ugh… seperti Oom Aizen yang menatapku saat aku masih SD dulu, deh… eh, Oom Aizen sekarang ada di mana, sih? Kayaknya di USA atau UK gitu, kali, ya? Seinget aku, dia sudah nggak ada di Jepang karena otou-san mengusirnya… gyaa! Curcol mode, on!

"Ukuran 1 x 1 meter!" Hiyori-sensei berteriak, suara Hiyori-sensei… sekeras suara Squalo dari KHR!, super toa volume! By the way, apa yang dimaksud dengan ukuran?

"Hiyori-sensei, ini," Kurosaki kembali dengan boks penderitaan yang berukuran lebih… kecil.

"Megane, spidol." Ishida pun menyerahkan spidol berwarna hitam ke Hiyori-sensei, dengan gaya signature -nya yang tidak pernah berubah, sambil menaikkan kacamatanya. Hiyori-sensei menuliskan kanji dengan tulisan a la kadarnya—a.k.a buru-buru, "…cahaya?"

Tunggu, White… moon… light? Kuchiki Rukia!

"S-sensei, kenapa nama saya dituliskan di boks penderitaan?" tanyaku takut-takut.

"Eh? Tentu saja untuk hukumanmu, lhaaa~ jadi, jangan macem-macem, yaa!"

GLEK!

PUK! Ada yang menepuk pundakku, ternyata itu Hitsugaya-san, "Yang tabah, ya, kita juga menjalaninya sama-sama, kok. Sama-sama diancam untuk tidak berbuat macem-macem…"

"Iya, Hitsugaya-san…" aku menghela napas.

~##**''**##~

Kelas Rukia

"Rukki, kamu sudah makan?" tanya Shirayuki, Rukia yang tadinya menaruh kepalanya di meja pun mengangkat kepalanya. "Oh ya! Aku belum makan!" Shirayuki menghela napas ringan sambil tersenyum, "Sifatmu memang tidak pernah berubah, Rukki! Selalu berlebihan jika menemukan sesuatu yang membuatmu tertarik.

"Ahaha… setidaknya yang kutekuni hal yang baik, 'kan?" Rukia memberikan senyum.

"Hihihi… iya, Rukki! Nah, karena waktunya masih tersisa 5 menit, makanlah roti ini, sudah sengaja kubelikan!" Shirayuki menyerahkan Roti Melon. "Roti Melon! Terima kasih, Yuki-chan! You are the best!" Rukia pun memeluk Shirayuki, "A-Ah! Lepaskan aku, Rukki! Aku sesak napas!" karena terlalu kencang, Shirayuki pun meronta-ronta.

"O-oh! Gomenne, Yuki-chan! Daijoobu desu, ka?"

"Iie, daijoobu desu."

"Nah, makanlah, Rukki! Cepat! Waktunya tinggal 3 menit lagi!" Rukia pun mengangguk dan menyelesaikan makan siang—dadakannya, itu.

~##**''**##~

Setelah istirahat selesai, dan bel berbunyi, itu bertepatan dengan waktu Rukia meminum airnya karena tersedak roti, sungguh tidak enak rasanya, 'kan, kalau tersedak roti? Dan, untunglah guru yang mengajar adalah Ukitake-sensei, yang kudu pemanasan (baca: berobat di UKS) dulu sebelum mengajar, siapa yang mau kalau tiba-tiba guru mereka pingsan? Kalau mau, kamu gak demam, 'kan? /plak

Setelah 10 menit setelah bel berbunyi, datanglah Ukitake-sensei dengan kemeja putih dan celana panjang hitamnya yang bermerk (dan jujur saja, kelihatannya barang end of season sale) "Minna, gomenne, tadi sensei mencari obat sensei dulu. Nah, mari kita mulai pelajaran."

"Hari ini kita akan membahas tentang geografi dan sejarah Jepang."

TOK! TOK! TOK!

KRIIIEEEK…

Pintu kelasku pun kembali dibuka, ternyata itu adalah tante sekaligus guruku, Unohana-baassan, atau Unohana-sensei. "Osoreishimasu, Ukitake-sensei. Saya membawa laporan dari kepala sekolah Yamamoto." Unohana -sensei menyerahkan selembar kertas kepada Ukitake-sensei. Ukitake-sensei pun membaca isi selembaran itu sebentar, kemudian mengangguk.

"Ah, terima kasih banyak, Unohana-sensei," Unohana-sensei pun mengiyakan, membungkuk sedikit dan melangkah pergi dengan anggunnya. Aaah… aku ingin menjadi seperti haha dan baasan!

"Jadi, pada bulan Desember nanti, akan diadakan December Ball! Anak-anak kelas 1 sampai 3 diharapkan ikut dan memiliki pasangan. Kalau tidak memiliki pasangan, kalian semua tidak diperbolehkan untuk masuk. Jadi, dimohon untuk segera mencari pasangan!"

Semua anak langsung bersemangat dan mulai berbicara kepada teman sebelahnya, wah, event ini pada bulan Desember, ya? Bertepatan dengan Natalizio Cup, dong? "…para murid diharapkan tetap mempertahankan prestasi belajar. Dan tidak terganggu oleh adanya pengumuman December Ball. Sekian, terima kasih."

"Nah, anak-anak, silahkan buka buku geografi kalian halaman 2. Oda, tolong bacakan paragraph pertama."

Aahh… aku tidak sabar menunggu pertandingan…

~##**''**##~

Klub

"Hari ini aku akan membacakan siapa saja yang akan turun lapangan." Hiyori-sensei datang sambil membawa kertas kecil dengan beberapa nama di sana. Dia sudah mendiskusikannya denganku saat jam istirahat, waktu yang lain latihan, sih, jadi, mereka tidak tahu. Sementara aku pun mengikuti Hiyori-sensei dari belakang sambil membawa papan nama.

"Striker; Ichigo Kurosaki." Ichigo tersenyum.

"Gelandang; Hitsugaya Toushiro." Hitsugaya-kun menyengir, duh. Apa wajahku memerah?

"Sayap kiri; Ishida Uryuu. Sayap kanan; Ichimaru Gin." Ishida-kun menaikkan kacamatanya, sementara Ichimaru-san menyengir rubah. Hii… kurasa bulu kudukku berdiri…

"Back; Kano Ashido dan Hisagi Shuuhei." Mereka hanya tersenyum sedikit.

"Kipper; Grimmjow J-J-J-J..." ah, Hiyori-sensei latah…

Grimmjow-kun, yang merasa namanya susah untuk diucapkan pun menyahutinya, "Jaegerjaques, sensei. JA-E-GER-JA-QUES" wew, sampai dispell cara bacanya, lho!

"Hari Sabtu nanti, kita kumpul di sekolah jam 6 pagi, dan akan berangkat ke stadium bersama-sama. Jangan telat. Kalau kalian telat… boks penderitaan tidak akan kesepian lagi." Hiyori-sensei mengancam mereka. Dan harus kubilang, lumayan efektif.

"YAK! Sudah! Kalian silahkan latihan. Untuk kalian, cadangan, silahkan latihan berlari dan oper bola di lapangan A." kata Hiyori-sensei sebelum semuanya menjawab dengan 'iyaaa' yang panjang.

Can't wait for the match…

"Oh ya, manager, apakah kamu sudah dapat informasi tentang anggota Scorpions'?" tanya Hiyori-sensei. Aku pun mengangguk.

"Pertama, striker; Ggio Vega. Gelandang—tapi sering jadi striker; Ulquiorra Cifer. Sayap kanan; Yylfordt Granz, tapi sering dipanggil Ford. Sayap kiri; Tesla Lindocruz. Back 1; Luppi Antenor. Back 2; Kaien Shiba. Kipper; Kusaka Sojiro. Manager; Sui-feng alias Soifon" Kulihat lagi nama-nama yang ada… Kaien Shiba… Ulquiorra Cifer… namanya memiliki kesan sesuatu… t-tapi apa?

"—Ger?"

"—Nager?"

"Manager?"

Aku pun kembali dari lamunanku. Kulihat Hiyori-sensei berdiri di depanku. "A-Ada apa, sensei?" tanyaku dengan senyum dimukaku.

"Ayo awasi latihannya, jangan lupa untuk mencatat pergerakan dan kira-kira kekurangan yang harus ditingkatkan oleh mereka." Aku pun mengangguk.

Kaien Shiba. Ulquiorra Cifer.

Siapa sebenarnya mereka?

~##**''**##~

Sabtu—05.50—SMA Hibari

Walaupun lebih awal 10 menit, tapi semuanya sudah berkumpul. Mereka terlihat bersemangat dengan pertandingan hari ini. Dan di depan kami…

ADA BUS BESAR!

Oke, mungkin itu terdengar norak, tapi… busnya besar! Apakah ini milik sekolah? "Naik" Hiyori-sensei memerintahkan kami. Kami mengangguk dan naik ke atas bus.

Setelah perjalanan 30 menit, kami pun sampai di depan stadiumnya.

Memang cukup kecil, tapi ini lumayan besar buatku yang baru pertama kali melihat stadium!


Wow… ini ya, yang dimaksud dengan futsal…?


End of chapter — Author's Note

Well… pertama Kokyu minta maaf karena updatenya yang sangat lelet.

You know, saya kan mau ujian (bukannya ini malah sedang ujian?) jadi… bagi yang mengharapkan ini untuk update cepat, tolong jangan berharap terlalu banyak ;) nanti saya mengecewakan kalian TAT

Special thanks for: corvusraven, are tea9, the death rossie, The Twins, Syl the tWins, Tsuki-chan, Ai-chan Kobayashi 'HIATUS II, Airin Aizawa, Hikari Shourai, Dragon of the AOI SORA, Blade Master Kuran, Absolutely Not Hitsugaya, IchiRuki fans, Farenheit July, Akane Ukitake, IIIShanAlll, Y-A4-10

Oya, saya itu berguru dulu untuk membuat fic ini T_T berguru untuk netral, menunggu keputusan kalian, etc. Haha… dan saya juga sedang berguru di fandom Katekyo Hitman Reborn! Dan Hetalia – Axis Powers. Moving author nih saya ceritanya… ahay!

Nah, sekarang, current vote:

IchiRuki: 16
HitsuRuki:
13
GrimmRuki:
0
AshiRuki:
2
KaiRuki:
0
[tambahan] UlquiRuki: 5
[tambahan] IchiHime: 1

Hehe… banyak yang vote lebih dari 1, ya? Ah sudah deh. Saya 'kan baik hati #digiles

Oya, nggak ada APA POSISIMU?, ya? Sorry, ini aja buatnya buru-buru…