Chapter 2: Oh My Super Girl

(Rin POV)

"RIN! BANGUN!" teriak seseorang,

"Eng...Teto. Ada apa?" gumamku pelan,

"Sudah pukul 6, ayo bangun! Jam 7 pelajaran dimulai!" kata Teto,

"I-Iya." Kataku sambil beranjak dari tempat tidurku. Dengan lemas aku berjalan menuju kamar mandi yang terletak dikamar kami.

(skip time)

Setelah mandi, aku dan Teto sarapan. Aku makan dengan roti jeruk dan segelas susu. Sedangkan Teto makan roti Prancis kesukaannya dengan segelas susu. Walaupun secukupnya, tapi terasa enak (Author: Saya mau dong rotinya/Rin: Beli saja sendiri!). Setelah itu kami menggosok gigi dan bergegas pergi ke kelas pelajaran seni. Ternyata aku sekelas dengan Teto, Len, dan Neru. Kami diajar oleh guru seni yang berambut pink pucat dan bermata azure bernama IA. IA-Sensei mengajarkan kami tentang teknik menyanyi. IA-Sensei menyuruhku untuk menyanyi kedepan kelas

"Ibu akan menyuruh salah-satu dari kalian untuk menyanyikan sebuah lagu" kata IA-Sensei. "Kau. Silahkan menyanyi lagu apa saja" kata IA-Sensei sambil menunjuk Len

"Aku sensei?" tanya Len,

"Iya. Ayo maju ke depan" kata IA-Sensei (Author: Ruwet saya nulis nama orang dengan gelar –sensei -_-).

Len maju kedepan kelas dan menyanyikan sebuah lagu. Suaranya sangat bagus. Entah mengapa suaranya agak mirip dengan suaraku.

(Skip time)

"Eh, Teto. Katanya harus buat skripsi ya?" tanyaku,

"Iya" kata Teto,

"Pulang dari kelas ini, aku mau buat skripsi saja." kataku,

"Iya! Aku juga!" kata Teto bersemangat.

Kami berjalan menuju kelas selanjutnya, kelas Matematika. Kami diajar matematika oleh Kiyoteru-Sensei. Pelajaran ini sungguh terasa bosan.

(Skip Time)

Yee! Pelajaran pun selesai! Aku dan Teto berjalan menuju Kantin untuk membeli beberapa makanan. Kami berpapasan dengan Len

(Len POV)

Aku berpapasan dengan Rin dan Teto. Aku menyapa Rin

"Hai Rin!" sapaku,

"Hai Len" sapa Rin,

"Pulang kuliah bisa kita ketemuan di taman depan sekolah?" tanyaku,

"Maaf Len aku tidak bisa. Aku mau buat skripsi hari ini. Speulang sekolah. Jadi Maaf ya" kata Rin,

"I-Iya. Tidak Apa-apa kok" kataku sambil menjauhi Rin.

Padahal hari ini ada yang mau aku omongin sama Rin. Aku berjalan menuju kantin untuk makan bersama Luki, sahabatku.

"Hei Brow" sapaku kepada laki-laki berambut pink dengan mata azure bernama Megurine Luki itu,

"Hei Brow. Ada apa?" tanya Luki,

"Boleh curhat gak?" tanyaku,

"Curhat? Jangan ke gua ya" kata Luki,

"K-Kenapa?" tanyaku,

"Curhat? Ke Mamah Dedeh aja! Mamah Dedeh? Curhat dong!" kata Luki sambil nyengir gak jelas. Dia memang humoris walaupun agak menyebalkan.

"Huh. Diajak serius" kataku sambil menghela nafas,

"Hehehe iya deh" kata Luki,

"Gini, gua suka sama Rin Kagamine. Tau kan? Orang yang mirip banget sama gua tapi dia suka pake pita dikepalanya" kataku,

"Oh! Yang suka jalan sama cewek rambut magenta yang gaya rambutnya kayak obor itu?" kata Luki,

"Iya! Tapi inceran gua yang gua bilang mirip banget sama gua!" kataku,

"Oh itu. Gua sebenernya suka sama cewek yang temennya tuh. Si rambut obor. Namanya siapa?" tanya Luki,

"Kasane Teto maksudmu?" tanyaku heran,

"IYA! Dia cantikkan?" kata Luki,

"WOY! Ini siapa sih yang curhat?" bentakku,

"Maaf maaf. Lanjutkan" kata Luki,

"Gini, gua suka sama Rin. Lu bisa gak ngasih tau gua buat dapetin hatinya?" kataku,

"Oh, kalo mau dapetin hatinya, bedah aja si Rin, terus ambil hati atau livernya! Lu kan udah dapet hatinya!" kata Luki, (sadis kau Luki -_-)

"BEGO! MAKSUD GUA, GIMANA CARANYA SUPAYA RIN BISA SUKA SAMA GUA?" kataku sambil menggebrak meja. Semua orang menatap kami heran

"Maaf-maaf" kataku. "Jadi gimana caranya?" sambungku,

"Hohoho serahkan saja pada Megurine Luki, si pangeran cinta" kata Luki sambil mengeluarkan setangkai mawar dari kantung bajunya yang entah dapat dari mana dia bunga mawar itu. Tiba-tiba penjaga sekolah datang

"EH ANAK NAKAL! JANGAN SEMBARANGAN METIK BUNGA DI TAMAN DEPAN!" bentak penjaga sekolah itu,

"I-Iya maaf" kata Luki sambil menyerahkan bunga itu kembali,

"Jadi anak jangan nakal!" kata penjaga sekolah itu sambil memukul Luki dengan sapu. Aku hanya tertawa. Penjaga sekolah itu akhirnya pergi,

Luki membisikkan sesuatu padaku. Aku mengangguk tanda mengerti

(skip time 1 minggu kemudian)

Sekarang hari Minggu, semoga aku bisa menembak Rin. Aku menelepon Rin

"Hai Rin" sapaku,

"Hai Len" kata Rin,

"Jam 8 pagi kita ketemuan di Taman depan sekolah ya!" ajakku,

"I-Iya deh. Dah" jawab Rin,

"Tunggu!" kataku. Yah dia nutup teleponnya. Semoga tidak untuk pintu hatinya! Hahay! (Author: Belajar darimana kau ngegombal Len?/Len: Dari om Andre, Sule, dan Parto/Author: Oh)

Aku bersiap-siap untuk berangkat

(Rin POV)

Len mengajakku bertemu di taman depan sekolah. Entah mengapa aku merasa bahagia sekali. Aku memakai kaos bewarna kuning dan jaket putih dengan celana yang panjang.

"Teto, aku pergi dulu ya!" kataku kepada Teto,

"Mau kemana Rinney?" tanya Teto,

"Ada deh. Aku ditunggu sama orang. Dah" kataku sambil berlari keluar,

(ditaman)

Aku melihat Len sedang duduk di bangku taman sendirian. Aku menyapanya

"Hai Len. Maaf membuatmu lama menunggu" sapaku,

"Hai Rin. Tidak apa-apa kok" kata Len. Aku langsung duduk disamping Len,

"Ada apa Len? Tumben ngajak ketemuan" tanyaku. Len diam sejenak,

"Sebenarnya Aku, A-Aku menyukaimu R-Rin. Maukah kamu jadi pacarku?" tanya Len,

APA? Sungguh aku kaget dan hampir tidak percaya. Waduh terima gak ya.

PLAAK!

"R-Rin, mengapa kau menamparku?" tanya Len hampir menangis,

"Ada nyamuk" jawabku sambil menunjukkan telapak tanganku dengan bangkai nyamuk disana,

"Oh. Jadi bagaimana?" tanya Len,

"Bagaimana? Apanya yang bagaimana?" tanyaku balik,

Len menghela napas sejenak."Soal tadi. Kau mau terima tidak?" tanya Len,

"I-I-Iya. Aku T-Terima" kataku,

"Apa?" tanya Len dengan heran,

"Iya, aku terima" jawabku santai,

"Oooo Terima Kasih, Rinney~" kata Len sambil ingin memelukku,

"Bukan muhrim woy!" bentakku sambil mendorong Len,

"Bercanda bercanda. Eh makan dikantin yuk" ajak Len,

"Yaudah" jawabku singkat tapi enggak padat enggak jelas #lho?

(dikantin)

"Kau mau makan apa?" tanya Len,

"Hm...kurasa aku mau makan yoghurt, jeruk, dan salad" kataku,

"Oke. Aku ambilkan. Kau tunggu disini" kata Len. Aku menunggu Len di bangku kantin

(skip time)

"Maaf membuatmu menunggu" kata Len,

"Tidak apa apa" kataku enggak singkat, padat, enggak jelas (readers: makin aneh aja ceritanya/Author: maaf, soalnya saya lagi galau gak bisa nonton SS4INA. Gak bisa ketemu Kyuhyun dkk. *nyakar aspal*).

Kami makan bersama. Jujur saja aku menyukai Len juga. Kurasas aku mulai mengetahui apa itu 'Cinta' #eaaa

Tiba-tiba, terdengar suara teriakkan kuntilanak Em... maksud saya teriakkan kakak Len (Rin: Nyingsieunan wae si Author/Author: Hehe Gomen)

"Len! Sedang apa?" kata Neru,

"Makan siang bersama Rin. Ada yang salah?" tanya Len,

"Kebanyakan gaya kau" kata Neru,

"Oya, tolong jangan terlalu protektif denganku. Aku sudah dewasa. Lagi pula aku sudah punya pacar" kata Len songong (Author: Len Len, baru pacaran aja bangga. Saya dong dijadiin adik sama Kyuhyun #NGAREPBANGED! *dihajar Len*)

"P-Pacar? Si-Siapa?" tanya Neru sambil tergagap-gagap kayak Azis Gagap yang sekarang udah enggak gagap *makin gaje*

"Rin" jawab Len singkat, enggak padat, tapi jelas banget,

"K-Kau jahat!" bentak Neru. Neru langsung lari. Air mata mengalir deras dari pipinya yang tembem #eh?

Sebenarnya ada apa ini? Sepertinya Neru menganggap Len lebih dari adiknya sendiri. Sepertinya Neru

.

.

.

MENYUKAI LEN!

"Len, aku duluanya" kataku. Aku langsung lari. Tanpa kusadari aku menangis,

"Rin!" teriak Len.,

Aku tidak menghiraukannya, yang penting aku harus kembali ke asrama (Author: Rin sombong amet -_- *ditonjok Rin*)

(di asrama)

"Rin, kau kenapa?" tanya Teto,

"Tidak apa-apa" jawabku singkat, padat, tapi enggak jelas a.k.a GaJe,

KRIIING!

Telepon berbunyi

"Halo?" tanyaku,

"Hai Rin. Ini aku Len. Maafkan aku soal kakakku. Dia memang seperti itu." kata seseorang disebrang telepon yang ternyata Len,

"Tidak apa-apa kok. Aku mau ngerjain skripsi dulu. Dah" kataku,

"Sampai jumpa Rin" kata Len,

Aku pun langsung mengerjakan skripsi bersama Teto,

(Skip Time. Istirahat keesokan harinya)

(Len POV)

Aku sedang berjalan sendirian menuju kantin. Banyak fans-ku mengikutiku. Aku sih cuek aja. Aku berpapasan dengan Rin dan Teto

"Hai Rin. Hai Teto" sapaku,

"Hai Len" kata Rin,

"Hai Kagane-san" kata Teto,

"Rin, abis pelajaran kuliah selesai, ke taman yuk" ajakku kepada Rin,

"Maafkan aku Len, aku tidak bisa. Lagi buat skripsi" kata Rin

"Oke. Bye" kataku,

Rin dan Teto pergi menjauh dariku. Tiba-tiba ada seseorang yang berteriak memanggil namaku. Pasti Neru. Protektif sekali dia

"LEN! Kemana saja kau?" kata seseorang yang ternyata kakaku. Dia protektif sekali.

"Tidak apa-apa." jawabku singkat,

"Len, ada yang mau aku bicarakan" kata kak Neru,

"Apa?" jawabku sangar,

"L-Len, A-Aku mencintaimu" kata Neru,

"APA? KITAKAN SAUDARA KAK! PERASAAN CINTA ANTARA SAUDARA ITU SANGAT TERLARANG!" bentakku,

"Aku tau Len. Aku protektif padamu karena aku tidak mau seorangpun menjadi pacarmu kecuali aku. Aku tau ini sangat terlarang. Tapi tolong, jadilah pacarku. Sembunyikan ini dari semua orang. Lupakanlah Rin!" kata kak Neru sambil menangis,

"TIDAK! AKU TIDAK MAU! AKU TIDAK MAU MENJADI PACARMU KARENA KITA SAUDARA! AKU TIDAK MAU MELUPAKAN RIN!" bentakku.

Neru langsung lari menjauh dariku. Aku tidak mau menjadi incest. Aku tidak mau. Karena aku hanya mencintai seseorang, Rin Kagamine namanya.

(Neru POV)

Cih! Siapa sih si Rin itu? Sampai-sampai Len tidak mau menjauh darinya! Aku tau aku dan Len adalah adik kakak. Tetapi aku mencintai adikku sendiri. Perasaan ini sudah tidak dapat dibendung lagi. Aku menangis di taman depan sekolah. Aku melihat ada seorang berambut biru dan bermata azure yang indah dengan syal yang melilit (?) di lehernya

"Ada apa Kagane-san?" tanya orang yang bernama Kaiko Shion itu. Dia adik dari Kaito Shion, murid paling bandel disini. Sebenarnya Kaiko menyukai kakaknya, Kaito sejak lama,

"Tidak apa-apa" kataku berbohong,

"Ayolah jangan berbohong padaku" kata Kaiko,

"Begini, tadi aku menembak L-L-Len, adikku. Dan menyuruhnya melupakan orang yang dia sukai, Rin Kagamine" kataku,

"Siapa si Rin Kagamine itu?" tanya Kaiko,

"Adik kelas baru. Sekelas dengan Len" kataku,

"Hohoho aku punya rencana bagus agar Len bisa jauh dengan Rin" kata Kaiko dengan aura evil-nya keluar,

"Apa?" tanyaku,

Kaiko membisikkan sesuatu padaku

Apa rencana Kaiko untuk menjuhkan Len dengan Rin? Chapter 3! Review please!

…To Be Continued…

vvvvvvvvvvvvvvvvv

vvvvvvvvvvvvvvv

vvvvvvvvvvvvvv

vvvvvvvvvvvv

vvvvvvvvvv

vvvvvvvvv

vvvvvvv

vvvvvv

vvvv

vv

v