Chapter 3: The Plan

(Rin POV)

Pagi hari yang cerah. Aku bersiap untuk pelajaran kelas seni hari ini

"Teto, bareng yuk" ucapku kepada Teto

"Maaf Rin, aku tidak bisa. Aku ada urusan lain" kata Teto

"Oh yasudah. Aku duluan ya" kataku

"Iya" kata Teto singkat, enggak padat, jelas.

Aku berjalan sendirian menuju kelas. Tiba-tiba, ada 2 orang mencegatku. Mereka adalah kakaknya Len, Neru dan Kaiko.

"Wah wah, sepertinya Miss Kagane sedang sendirian" kata Neru

"Miss Kagane? Maksudmu?" tanyaku

"Jangan pura-pura gak tau deh lu!" bentak Kaiko

"Memang ada masalah apa sebenarnya? Bicarakan saja baik-baik!" kataku

"Kau merebut Len dari Neru. Ya kan?" kata Kaiko

"Merebut Len? Dari Neru? Tidak mungkin!" kataku

"Halah, jangan sok innocent deh!" kata Neru.

Neru dan Kaiko mendorongku ke arah loker dan memasukkanku ke dalam loker nomor 13 itu (Rin: Ini genre-nya apa? Friendship/Family/Romance/Humor/Tragedy/Horror sih? Bingung saya!/Author: Saya juga)

"KELUARKAN AKU!" teriakku

"Tidak akan!" kata Neru dan Kaiko bersamaan.

"Yes! Berhasil!" gumam Kaiko pelan. Sepertinya mereka meninggalkan aku.

Disini sangat gelap dan sempit.

"Kuharap sekarang Len ada disisiku" gumamku pelan.

Tiba-tiba semua gelap. Mungkin aku sudah pingsan atau mati kehabisan oksigen

(Len POV)

"Teto, kau tau dimana Rin?" tanyaku dengan khawatir

"Aku tidak tau Kagane-san. Tadi dia katanya mau ke kelas seni. Tapi gak bareng sama aku" kata Teto

"Oh yasudah, terima kasih" kataku

Rin kau dimana? Sejak tadi aku mencarimu

"Luki, kau lihat Rin tidak?" tanyaku khawatir

"Aku llihat Rin barusan" kata Luki tenang

"DIMANA? CEPAT BERI TAHU AKU!" kataku dengan berseri-seri

"Di hatimu sayang" kata Luki

"WOY! GUA SERIUS! GUA BUKAN YAOI YA! DIMANA RIN?" tanyaku sangar

"Sebenernya gua kagak tau" kata Luki

"Bantuin gua cari Rin!" kataku

"I-Iye bos" kata Luki

Kami berjalan mengelilingi kampus dan berpapasan dengan Teto

"Len!Luki! Rin tidak ada di asrama!" kata Teto khawatir

"kita cari Rin sama-sama" kata Luki

"Ayo" kataku dan Teto

"Luki, tumben otakmu encer. kekeke" kataku

"Ish...kau ni" kata Luki

Kami berjalan hingga ke tempat loker para murid

"Len, coba kau telepon Rin. Dia selalu membawa handphone kemana-mana" kata Teto

"Iya" kataku. Aku mencoba menelepon Rin.

Tiba-tiba terdengar suara dering telepon dari loker nomor 13. Perlahan kami berjalan mendekati loker itu

ZRAAT!

Aku membuka pintu loker. Aku melihat ada seorang gadis berambut honeyblond dengan pita putih di atas kepalanya, yang gak lain dan gak bukan adalah Rin. Dia sedang terduduk lemass disitu. Siapa yang tega melakukan hal keji ini pada Rin? Kalau sampai aku tau orangnya, akan ku bunuh dia! (Author: Kejam kau Len -_-). Rin sedang pingsan

"Rin, siapa yang tega membuatmu seperti ini" kata Teto sambil menangis

"Luki, Teto, ayo bawa Rin ke rumah sakit terdekat" kataku.

Luki dan Teto mengangguk. Kami pergi ke rumah sakit terdekat naik mobil Luki. Selama perjalanan aku terus memeluk Rin. Kami sampai dirumah sakit. Rin dibawa ke ruang UGD oleh suster dan dokter. Kami menunggu di ruang tunggu

(Skip time)

Dokter muncul dari ruang UGD

"Dok, bagaimana kabar Rin?" tanyaku

"Rin masih bisa diselamatkan. Tetapi dia masih pingsan sekarang" kata dokter

"Bolehkah kami masuk?" tanya Teto

"Boleh-boleh silahkan" kata dokter

Kami masuk ke dalam ruangan itu. Kami melihat Rin sedang terbaring lemas disana

"Rin" gumamku pelan.

Aku memegang tangan Rin. Teto dan Luki berdiri disampingku. Mata azure Rin mulai menatap sayu sekelilingnya

"Eng...Dimana A-Aku?" gumam Rin pelan

"Kau dirumah sakit Rin. Disampingku" kataku

"Apa yang terjadi padaku?" tanya Rin

"Kau pingsan Rin. Di dalam loker" kata Luki

"Dimana Teto?" tanya Rin

"Aku disini Rin. Apa lebih baik jika aku kabarkanini pada ibumu?" tanya Teto

"Tidak usah. Aku takut ibuku makin sedih" kata Rin

"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu, Rin? Siapa yang membuatmu seperti ini?" tanyaku

"Tadi aku berjalan menuju kelas seni, tiba-tiba Neru dan Kaiko mencegatku dan aku dikurung di loker. Hanya itu yang aku ingat" kata Rin

"APA? Jadi Neru yang menyebabkanmu seperti ini? Tidak akan ku maafkan! Akan ku laporkan pada rektor besok!" kata Len

"Tidak usah Len. Aku tidak mau masalah ini jadi panjang" kata Rin. Senyuman manisnya mulai terukir di bibirnya

"Rin, aku mau ngomong sesuatu sama kamu" kataku

"Apa?" tanya Rin

"Soal Neru dan Kaiko tadi. Eng...Teto Luki bisa keluar dulu?" kataku

"Oke" kata mereka bersamaan sambil keluar dari ruangan ini

"Sebenarnya Neru jahat padamu karena dia cemburu padamu" kataku

"Ap-Apa? Cemburu?" tanya Rin

"Iya. Kemarin Neru menembakku dan menyuruhku melupakanmu. Aku tolak saja. Karena tidak mungkin aku pacaran dengan kakakku sendiri apalagi melupakanmu, hal yang sangat tidak mungkin" kataku

(Rin POV)

APA? Neru suka sama Len? Pantas saja Neru sinis padaku

"Rin, kau tidak apa-apa kan?" tanya Len

"I-Iya" kataku

Tiba-tiba semuanya hening...

Len mendekatkan wajahnya padaku. Jarak kami semakin dekat. Mungkin jarak kami kurang dari 3 cm

ZRAAT

Terdengar ada yang membuka pintu, Luki dan Teto. Mereka langsung kaget

"Maaf mengganggu tapi kami pulang dulu ya" kata Teto

Len yang kaget menjauhkan wajahnya

"I-Iya" kata Len sambil terbata-bata

"Len, kau tidak pulang?" tanyaku

"Tidak. Aku mau mendampingimu disini" kata Len

"Pulanglah Len, aku tidak apa-apa" kataku

"Yasudah. Sampai Jumpa" kata Len sambil mengecup keningku. Mukaku memerah. Len pun keluar dari ruang inap ini. Aku pun tidur

(skip time)

Aku bangun dari tidurku. Seseorang sudah berada disampingku

"Apakah kau L-Len?" gumamku. Dia sedang tertidur diatas tanganku

"Rin, kau sudah bangun" kata Len

"Jadi semalaman kau mendampingiku disini?" tanyaku kaget

"I-Iya, demi kau My Princess" kata Len ngagombal (Gombal meter: %). Aku blushing lagi

"Eh? Kau tidak kuliah? Nanti kau dimarahi dosen lho!" kataku

"Tidak apa-apa kok" kata Len tenang. "Eh, Rin mau makan?" sambung Len

"Kurasa" jawabku singkat,padat, enggak jelas a.k.a gaje

Kebetulan seorang suster ngesot em... maksud saya suster membawa makanan. Ada sup krim, bubur, buah, dan susu. Aku langsung menyerbu makanan itu. Tiba-tiba Len menahan tanganku

"Rin, biar ku suapi saja" kata Len

"Anjir! Lu kira gua koruptor bisa disuap seenaknya?" bentakku

"Maksudku kau aku suapin makanan" kata Len

"Oh, hehe" kataku nyengir ceungireun

Len menyuapiku makanan.

"Len, kau enggak makan?" tanyaku

"Aku nanti beli makanan diluar kok" kata Len santai

"Yasudah" kataku

Kami mengobrol bareng. Tiba-tiba

JDER!

Ada yang mendobrak pintu. Rupanya itu Neru, kakaknya Len

"LEN! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?" bentak Neru

"Mendampingi Rin. Ada yang salah?" jawab Len sangar tapi tenang

"JELAS SALAH! KAU HARUSNYA MEMILIH AKU! DAN KAU HARUSNYA MENCINTAIKU!" kata Neru

"Ngarep sekali kau! Sesama saudara tidak boleh mempunyai hubungan spesial! Mengerti?" bentak Len

"KAU JAHAT LEN!" kata Neru sambil menampar Len. Aku tidak bisa berbuat apa-apa

"MENGAPA KAU LEBIH MEMILIH DIA DARIPADA AKU, KAKAKMU SENDIRI?" bentak Neru

Neru mengarahkan tangannya padaku. Aku menutup mataku karena takut ada hal yang buruk terjadi

PLAAAK!

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Chapter 4! Ripiu jangan flame!

...To Be Continued...

Click this button

vvvvvvvvvvvvvvvvv

vvvvvvvvvvvvvvv

vvvvvvvvvvvvv

vvvvvvvvvvv

vvvvvvvvv

vvvvvvv

vvvvv

vvv

vv

v