Chapter 4 : Back to Campus
(Rin POV)
PLAAAK!
Neru ingin menamparku. Tetapi aku tidak merasakan sakit apapun dipipiku. Perlahan aku membuka mataku. Tangan Len menahan tangan Neru.
"JANGAN GANGGU AKU DAN RIN. MENGERTI?" bentak Len pada Neru sambil menampar Neru. Aku hanya melongo saja
"K-Kau jahat Len! Kau kejam!" kata Neru sambil menangis dan keluar meninggalkan kami
"Ada apa sebenarnya Len?" tanyaku
"Neru dia cemburu padamu" kata Len
Aku hanya ber-OH-ria. Aku hanya diam melamun
"Kau kenapa Rin?" tanya Len
"Tidak. Aku hanya rindu pada ibuku. Jujur saja aku ingin pulang ke Jepang" kataku
"Oh. Kau dari Jepang? Sama dong. Aku juga. Keluargaku pemilik perusahaan otomotif terkenal di dunia" kata Len
"Oh" jawabku sangat singkat, enggak padat, enggak jelas
"Oya, nanti kalo liburan musim panas, mau pulang ke Jepang gak? Bareng sama Teto dan Luki" kata Len
"Boleh" kataku
"Oya, aku keluar dulu ya nyari makanan" kata Len
"I-Iya" jawabku
Len pergi keluar ruangan. Lalu ada seorang dokter bermata crimson dan berambut merah
"Permisi, disini ruangan pasien yang bernama Kagamine Rin?" tanya dokter itu
"Iya saya sendiri" kataku
"Namaku Akaito Shione. Panggil saja Akaito" kata dokter yang bernama Akaito itu.
Dia memeriksa kesehatanku
"Kagamine-san, kurasa besok kau sudah diperbolehkan pulang" kata Dokter itu
"I-Iya" kataku
Akaito pun keluar dari ruang ini, dia berpapasan dengan Len. Len memberinya tatapan sinis. Dari mata azurenya dia seperti mengatakan AWAS-KAU-JIKA-DEKAT-DEKAT-DENGAN-RIN. Len menghampiriku
"Siapa dia?" tanya Len sangar
"Dia dokter yang menanganiku. Katanya besok aku sudah boleh pulang" kataku
"Baguslah" kata Len sambil melipat tangannya didepan dada
"Kau ini kenapa?" tanyaku
"Tidak. Aku hanya ingin kau tidak dekat-dekat dengan Akaito" kata Len cembedud. Dia imut sekali .
"Hahaha ekspresimu lucu juga ya kalo lagi cemburu" kataku sambil mencubit pipi Len yang memerah. Senyumannya mulai tampak diwajahnya. Tiba-tiba Len memelukku erat dan mengelus rambutku
"Rin, aku mencintaimu" gumam Len
"Aku juga Len. Aishiteru" kataku
Len melepas pelukannya. Ia mendekatkan wajahnya padaku
Cup!
Len mengecup bibirku. Muka kami memerah.
"R-R-Rin, aku keluar pulang dulu ya" kata Len
"I-I-Iya" kataku.
Len pergi dengan rona merah di pipinya. Kuharap besok aku bisa pulang
TOK TOK TOK
Terdengar pintu diketuk oleh seseorang
"Silahkan Masuk" kataku
"Hai Rinney~" kata Teto sambil melambaikan tangannya padaku
"Hai Teto" kataku
"Rinney, bagaimana kabarmu?" tanya Teto
"Baek kok. Kata dokter besok aku sudah boleh pulang" kataku
"Baguslah kalo begitu. O iya, ini ada buah untukmu" kata Teto sambil menyodorkan sekeranjang buah-buahan segar padaku
"Terima Kasih Teto Nee-Chan!" kataku
"Sama-sama. O ya, kau tau sebenarnya aku sudah pacaran dengan Luki" kata Teto. Rona merah mulai menghiasi pipinya
"Oya? Gimana ceritanya tuh?" tanyaku
"Gini..." kata Teto menjelaskan
(*flashback*)
(Teto POV)
"Soal Neru dan Kaiko tadi. Eng...Teto Luki bisa keluar dulu?" kata Rin
"Oke" kataku dan Luki bersamaan sambil keluar dari ruangan ini
(diluar)
"Teto" kata Luki
"Apa?" kataku
"Suki Daisuki, Kasane Teto" kata Luki sambil memegang tanganku. Aku hanya bisa diam cengo
"Teto, maukah kau menjadi pacarku?" tanya Luki
GULP
Aku kaget bkan kepalang. Aku hanya bisa diam. Bingung mau jawab apa (Teto: Author! Gua harus jawab apa?/Author: Just Follow your Heart, Teto-Chan). Ikuti kata hati kecilmu sajalah
"A-Aku A-Aku Te-Terima" kataku sambil gagap kayak Azis Gagap
"Lu serius?" tanya Luki heran
"Iyalah. Dua rius malah" kataku santai. Santai ada sanken #AuthorPromosi._.
"Terima Kasih Teto-Chan!" kata Luki ke girangan. Kami pun masuk ke ruang inap Rin
(*End Flashback*)
"Wah! Selamat! PeJe atuh!" godaku sambil tertawa
"Nih" kata Teto sambil memberiku tiket SS4INA. Tiba-tiba author Shana datang (?) (Author: saya cuman jadi figuran doang)
"Eh Teto! Jangan ngerebut tiket gua dong. Gua ngantri 6 jam demi selembar tiket itu" kata Shana ngambek sambil ngambil tiket itu
"I-Iya maaf author" kata Teto sambil membungkukan badan 90 derajat. Author Shana pun pergi. Aku hanya terus cengo
"Mana PeJenya?" tanyaku sangar
"Sori, tadi udah diambil sama author. Ni pejenya" kata Teto sambil memberiku uang 2 dollar
"Hehe Arigatou Teto Nee-Chan!" kataku
"Sami-sami. Abdi ikhlas" kata Teto
Kami mengobrol bersama. Setelah itu Teto pulang
(Skip time keesokan harinya)
Aku terbangun dari tidurku. Aku melihat banyak orang mengelilingiku. Ada yang rambutnya Magenta, Pink, dan Kuning (Author: kayak lagu balonku ._.). Tapi yang rambutnya kuning agak shota (Len: Rin! Jangan bilang author Shana yang nyuruh kamu ngomong kayak gitu/Rin: Emang author kok Len/Len: Kurang ajar kau author! *tabok author*)
"Teto, Luki, Len" gumamku pelan
"Hai Rin. Kami akan mengantarmu ke asrama. Sekarang kan kau boleh pulang" kata Len
"Terima Kasih semuanya" kataku
"Rin, makan dulu" kata Teto sambil memberiku semangkuk sup krim dan segelas jus jeruk
"Biar aku suapi Rin" kata Len.
"Tidak usah. Aku bisa makan sendiri" kataku
"Supaya keliatan romance gitu" bisik Len
Len menyuapiku makanan (Author: Parah Rin, udah gede masih disuapin -_- *dibakar Rin*). Dari mata sapphire-nya yang indah aku melihat sebuah kasih sayang dan cinta yang tulus #eaeaea (Rin: Author belajar ngegombal darimana tuh?/Author: Kasih tau gak ya? Kayaknya enggak deh. Gomen ya~/Len: Dih pelit amet -_-). Aku hanya bisa tersenyum kecil.
"Cieeee yang udah pacaran" goda Teto dan Luki bersamaan (Author: saya belum punya namjachingu masih single. Single itu Simple. Bwara Mr. Simple *nari kepret dance ala Mr. Simple* #senengtapinyesek/Rin: Kasiaaan si author).
Muka kami memerah
(Skip time)
Kami pulang ke kampus berempat. Setelah itu aku dan Teto pergi ke asrama.
"Teto Nee-Chan, aku ingin pulang ke Jepang" kataku
"Yasudah, pas liburan musim panas aja, gimana?" tanya Teto
"Baiklah" kataku
Aku menuju meja belajarku. Disana terdapat banyak bunga mawar berbagai warna. Aku melihat ada sepucuk surat disana bertuliskan
Dear Rin Kagamine
Selamat My Princess, kau sudah sehat. Jaga kesehatanmu ya. Aku mencintaimu
Your Boyfriend, Len Kagane
Aku hanya senyum senyumsendiri membaca surat itu (Author: Waduh…Rin kenapa bisa begini?)
"Ehem Rinney" goda Teto
"Hahaha" kataku sambil tertawa
"O iya, katanya Len ngajak ketemuan tuh" kata Teto
"Dimana?" tanyaku
"Dihatimuuuuu Cinta!" goda Teto
"Serius dong. Jangan ngegombal terus =.=" kataku
"Hehehe hanya bercanda" kata Teto "Eh sekarang ke kelas pelajaran baru yu" sambung Teto
"Pelajaran baru? Pelajaran apa? Pelajaran Yadong kah?" tanyaku (Author: Rin yadongnya kumat =.=)
"Jiah yadong-yadong mulu. Pelajaran ngegombal. Gurunya si Gakupo" kata Teto (Author: Alurnya kagak jelas -_-)
"Hahaha ayo" kataku
Kami berjalan menuju kelas mata pelajaran paling ANEH
"Hello Student" kata Gakupo-Sensei
By the way dia cowok apa cewek ya?
"Hello Sensei" kata murid-murid bersamaan
"Sensei, kau ini cowok ato cewek?" tanya seorang murid nekad yang bernama Miki
"GUA COWOK BEGO! APA YANG BUAT GIA KAYAK CEWEK?" bentak Gakupo
"A-Ano Rambut sensei" kata Miki
"Ada yang salah sama rambut gua? Masalah buat lo? Masalah buat temen-temen lo? LO GUE END!" kata Gakupo gayanya kayak anak alay
"Hadeh...kalo kayak gini gua ke asrama lagi aja deh" bisikku ke Teto
"Jiah si Rin" kata Teto kencang
"Apa kau rambut obor?" sindir Gakupo marah-marah (Author: Ampun Gaku Nee-Chan jangan marah-marah. Tenang masih ada Luka-Kun kok *digorok gakupo**dibakar Luka**abaikan yang satu ini*)
"WOY SIAPA YANG RAMBUT OBOR, FLOWER BOY!" bentak Teto kesal
"ELU! UDAH GUA GAK JADI DOSEN AJA DISINI! GUA KELUAR!" kata Gakupo sambil membanting pintu kelas sampai lepas dari kusennya (?)
Tiba-tiba Luki datang menghampiri Teto
"Teto-Chan, apa bedannya kau sama rumus Matematika?" tanya Luki
"Kalo kamu orang kalo rumus ya pelajaran" kata Teto polos
"Salah. Kalo Rumus matematika susah dihapalin, kalo kamu susah dilupain" kata Luki. Teto hanya blushing
"Ecieeeee Teto Luki" goda semua orang dikelas. Teto Luki hanya bisa blushing
"PEJE ATUH!" teriak Len pake TOA nyolong dari mesjid *digebukin warga*
"Gak ada. PEJE yang berupa tiket SS4INA diambilsama author. Gomen semua" kata Luki
"Author sialan!" kata Len. Author Shana datang dari langit
"Ada apa rakyat-rakyatku? Bukankah kita harus saling berdamai? #SokBijak" kata Author sok-sok-an
"Gara-gara si author gua gak kebagian peje" kata Len pundung
"Mianhae/Gomen/Maaf/Hampura" kata Author cerewet. Author pun pergi entah kemana (?)
"Yeh si author" kata Len manyun
"LEN!" panggil seseorang dari balik pintu
Semua murid yang sedang bercanda menengok ke arah gadis itu
Siapakah gadis misterius yang memanggil Len itu? Chapter 5! Review please!
vvvvvvvvvvvvvvvv
vvvvvvvvvvvvvv
vvvvvvvvvvvv
vvvvvvvvvvv
vvvvvvvv
vvvvvv
vvvvv
vv
v
