Chapter 5 : It Hurts
(Rin POV)
"LEN!" panggil seseorang dari balik pintu.
Semua murid yang sedang bercanda menengok ke arah datangnya suara. Aku melihat seseorang berambut tosca diikat twintails dengan iris senada
"Miku. What are you doing here?" tanya Len. Ternyata itu Miku. Sepertinya dia orang asli sini
"I just want to meet you" kata Lenka sambil senyum-senyum ga jelas (Author: Mianhae/Gomen/Maaf/Sorry/Hampura kalo basa Inggris saya agak ngaco T^T)
"Oh" kata Len singkat.
Siapa dia? Mau apa dia kesini? Semoga dia tidak punya hubungan apapun dengan Len. Aku menatap mata Len dari jauh seperti berkata SIAPA-DIA. Len tidak menyadarinya
"Rinney, kau kenapa?" tanya Teto
"Eng...ti-tidak" jawabku
Jujur saja aku sedikit cemburu pada Miku, karena dia langsung SKSD pada Len.
"Teto, ke asrama yuk" ajakku
"I-Iya" kata Teto
Aku dan Teto pergi menuju asrama. Aku langsung merebahkan diriku diatas tempat tidur
"Rin, kau kenapa?" tanya Teto
"Hanya sedikit cemburu pada Miku" kataku
"Oh. Eh katanya besok si Miku akan resmi jadi mahasiswi disini ya? Kamar asramanya disamping kamar kita" kata Teto
"WHAT THE? BENRAKAH?" tanyaku
"Iya" jawab Teto
"Bagaimana ini? Aku takut gara-gara dia aku dan Len bisa putus" kataku
"Tenang saja, Len itu orangnya setia kok" kata Teto sambil menepuk punggungku pelan. Aku hanya tersenyum hambar.
(skip time)
"Hello! My name is Hatsune Miku!" sapa Miku ke seluruh murid di kelas
"Hello Miku!" sapa balik seluruh murid. Aku hanya diam saja. Aku merasa badanku agak kurang enak
"Rin, kau kenapa?" tanya Teto
"Ti-Tidak. Aku sedikit sakit" jawabku
"Kau ke UKS dulu aja" kata Teto
"Iya. Ini juga mau" kataku sambil menuju keluar kelas
"Kagamine-san, ada apa?" tanya dosen bernama Kiyoteru
"Aku agak sakit sensei. Boleh aku ke UKS dulu?" tanyaku
"Tentu" kata Kiyoteru
"Sis, May I Help you?" tanya Miku padaku. Dia sok kenal juga
"Eng…I'm ok" kataku
"May I Help you?" tanya Miku LAGI
"Geezzz…Alright" kataku kesal
Miku mengantarku ke UKS
"Kagamine-san, kau pacarnya Len Kagane ya?" tanya Miku
"Da-da-dari mana kau tau?" tanyaku balik
"Len yang memberitahuku. Menurut Len kau itu orangnya baik,pinter,dan pokoknya perfect" kata Miku
AKu hanya ber-oh-ria
Miku memberiku obat. Kurasa aku sudah tidak curiga lagi padanya
"Thank You very much, Miku" kataku
"You're Welcome Rin. By the way kita bisa menjadi sahabat kok" kata Miku
Karena aku sudah tidak curiga padanya, maka aku menjawab 'Iya'
"Oke Miku Nee-Chan" kataku sambil berjabat tangan dengan Miku
(skip time)
Sudah cukup lama aku bersahabat dengan Miku. Ternyata dia tidak seburuk yang aku pikirkan. Aku bergegas pergi ke kantin dan mengajak Len
"Hai Len. Mau ke kantin?" tanyaku
"Maaf Rin, aku ada urusan" kata Len datar
"Oh ya udah. Duluan ya" kataku sambil berjalan menuju kantin. Aku berpapasan dengan Teto
"Eh Rin, bantuin aku ngerjain tugas dari dosen dong. Plissss" kata Teto dengan puppy eyes
"Oke Teto Nee-Chan" kataku
Aku pergi ke asrama dengan Teto dan mengerjakan tugas
(skip time)
Akhirnya selese juga
"Arigatou Rin-Chan!" kata Teto
"Sami-sami" kataku
Aku langsung pergi ke kantin karena aku juga lapar
DEGH!
Aku kaget melihat Len sedang makan bersama dengan Miku. Mereka tampak sangat akrab dan...mesra. Katanya Len sedang ada urusan, tapi mengapa dia bersama Miku? Argh! Aku kesal sekali! Sebenarnya aku ingin menghampiri mereka tapi apa daya, aku tidak bisa. Aku memperhatikan mereka dari jauh. Aku melihat mereka bangkit dari kubur (?) Oh...maksud saya bangkit dari bangku dan mereka...berpelukan. Aku hanya mengambil 1 buah jeruk dan kembali ke asrama. Sumpah rasanya nyesek banget. Aku terus menangis. Air mata membasahi pipiku
"Rinney, kau kenapa?" tanya Teto heran. Karena tidak biasanya aku menangis seperti ini
"Le-Le-Len, dia sedang bersama Miku" kataku sambil terisak
"HAH? Aku tidak percaya dia seperti itu" kata Teto kaget
"Besok, akan aku putuskan hubungan ini!" seruku sambil menangis
"Sabar Rin, sabar" kata Teto menenagkan
"Gimana bisa sabar, Teto-Nee" kataku. Aku langsung memakan jeruk tadi dan tidur
(dream)
Aku berada disebuah tempat yang sunyi. Semuanya bewarna putih. Tiba-tiba terdengar suara teriakkan seseorang
"Len-Kun!" teriak seseorang berambut tosca diikat twintails
"Miku-Chan!" kata seseorang berambut honeyblond yang diikat ponytail dan bermata azure
"Len-Kun. Suki Daisuki!" kata si rambut tosca yang bernama Miku
"Suki Daisuki, Miku-Chan!" teriak Len sambil memeluk Miku erat
"TIDAAAAAAK!" teriakku tapitidak dihiraukan oleh mereka
(end dream)
"Rin Chan! Kau kenapa?" tanya Teto
"Hanya mimpi buruk" kataku datar. Aku langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka
Aku hanya diam melihat pantulan bayanganku dicermin. Perlahan aku mengelus pantulan bayangan mukaku di cermin itu. Mataku terus menatap kedua mata azureku.
'Rin, matamu sangat indah. Rambutmu juga indah. Wajahmu? Apalagi. Hatimu? Itu juga' pikirku dalam hati
Perlahan senyuman mulai terukir di wajahku walaupun air mataku mengalir. Aku memejamkan mataku dan membuka mataku.
DEGH
Entah mengapa bayangan Len dan Miku terus terlintas dibenakku. Aku melihat pantulan bayangan mereka berdua
"KALIAN PENGHIANAT! AKU BENCI KALIAN BERDUA!" teriakku sambil memukul kaca itu hingga pecah
TRIIING
Pecahan kaca itu berjatuhan. Darah segar mengucur dari tanganku. Rasanya sakit sekali, tapi tidak sesakit apa yang aku rasakan saat ini. Aku menulis beberapa kata terakhirku di selembar tisu toilet. Aku mengambil pecahan kaca. Aku menangis. Aku merentangkan tanganku ke depan
"Selamat tinggal semuanya. Teto, Ibu, Len. Aku mencintai kalian" gumamku pelan
SREEET!
Aku mengiris pergelangan tanganku. Setelah itu semuanya gelap. Yang aku dengar terakhir kali hanya sebuah teriakkan yang berbunyi 'RIN! JANGAN KAU LAKUKAN ITU!'. Mungkin aku sudah mati
(Teto POV)
Suara berisik apa ini? Terdengar ada suara pecahan kaca dari arah kamar mandi. Aku pergi ke kamar mandi
DEGH
Aku melihat Rin sedang terduduk kaku di pojok sana dengan banyak pecahan kaca dan darah di tangannya. Mata azurenya masih terbuka
" Selamat tinggal semuanya. Teto, Ibu, Len. Aku mencintai kalian" gumam Rin sambil menyayat pergelangan tangannya
"RIN! JANGAN KAU LAKUKAN ITU!" teriakku.
Aku menemukan sepucuk surat bertuliskan
Len Miku kalian pengkhianat! By the way selamat berbahagia tanpa aku. Selamat tinggal semua. Jangan berharap aku kan kembali
By: Rin Kagamine
Argh! Sahabat macam apa aku ini! Rin mencoba bunuh diri tetapi aku hanya diam saja! Dengan cepat aku membawa Rin ke rumah sakit
(Skip time)
Rin dibawa ke UGD. Aku menelepon Len dan Luki
"Len! Rin dibawa ke rumah sakit. Kondisinya kritis! Cepat kesini. Kasih kabar ini ke Luki" kataku khawatir
"APA? I-iya Kasane-san" kata Len khawatir
Aku menutup handphoneku dan duduk diruang tunggu sambil terus berdoa. Tak lama kemudian Len dan Luki datang
"Teto, bagaimana kabar Rin?" tanya Len
"Dia masih di UGD" kataku. "Oh iya. Saat Rin kritis tadi, dia meninggalkan sepucuk surat. Bacalah" sambungku
Len dan Luki membaca surat itu. Len pun menangis
"Ini semua salahku. Aku yang telah membuatnya seperti ini. Maafkan aku Rin" kata Len sambil terisak
"Waw...kau membunuhnya secara tidak langsung Len" sindirku
(Skip Time)
Dokter keluar dari ruang UGD
"Bagaimana kabar Rin dok?" tanya Len
"Rin baik-baik saja. Hanya saja dia sedang koma" kata dokter "Maaf saya tinggal dulu ya. Kalian dibolehkan masuk" sambung dokter
Aku, Len, dan Luki masuk ke ruang inap. Aku melihat Rin sedang terbaring disana dengan alat bantu pernapasan dan alat pendeteksi detak jantung. Tangan putihnya dibalut perban. Len duduk dikursi disamping tempat tidur Rin
"Rin, maafkan aku. Aku menyesal sekali Rin. Aku menyesal" kata Len sambil terisak dan terus mengenggam tangan Rin yang tidak di perban. Aku menangis. Len terus meminta maaf kepada Rin. Tetapi tidak ada jawaban sama sekali dari mulut Rin.
"Len, aku dan Luki pulang dulu ya" kataku
"Yasudah" kata Len cuek
Review Please
vvvvvvvvvvvvv
vvvvvvvvvv
vvvvvvvv
vvvvvv
vvvv
vv
v
