Hyaaa~~~

Aku mau ngelanjutin cerita ini dalam 2 hari 2 fic hoho~~~ *lagisemangat*

Makasih banyak atas respon positif kalian untuk fic aku yang ga jelas ini, seneng bgt XD *loncatloncat*

Sebenernya aku sempet bingung gimana cara ngelanjutin chap alias bikin chap. 2.. huwaaa senpai-senpaii, tolong bantu aku TT^TT

Panda No Ai: Aku ga plagiat kok.. ini cerita asli yg pengen aku tulis, ide aku sendiri..^^

Linata: Pasti~ aku bakal bikin banyak adegan NaruHina nya biar Sasu cemburu hoho~

Kikyo Fujikazu: iya nih kurang panjang,padahal pas aku ngetik udah panjang bgt,eh pas di upload kok jadi pendek ==a #dd

darkflash: aaa arigatou dark-kun/chan/san/senpai? O.O

Mimi Tingting Senju: arigatou senpaii, ini juga aku pernah ngalamin kok TT^TT makasih yoo udah ngereview~

Kamikaze Ayy: Yoo, arigatou~^^

Me: siap senpai~~~

Jessi: Sipp aku lanjutin~ iya sakura kasian, sasu nya jahat T,T

Ceciti: Arigatouu senpai~ makasih dukungannya^^

Soo Dana: Arigatou arigatou~ aku seneng bgt liat orang bisa nerima fic aku^^ salam kenal juga^^~

Viola Chan: Yoo~ aku bakal apdet terus! Waktu kemaren lama Cuma gara2 ga ngerti cara ngelanjutin chapter ==a

.

.

.

Disclaimer : Masashi Kishimoto-sensei

Pairing : SasuSaku

Title : No Gain Without Pain

Genre : Romance, Hurt, Comfort

Rated : T

.

.

.

.

Sakura'sPOV

Mulai hari ini, aku akan duduk dengan Sasuke. Entah aku harus senang atau sedih. Aku senang karena akan duduk dengan orang yang aku sukai, siapa tahu dengan duduk dengannya dia bisa melihatku. Tapi aku juga sedih, karena aku yakin Sasuke tidak ingin duduk dengan ku. Oh Kami-sama benar-benar tidak adil padaku!

"Sakura!"

Aku terbelalak kaget. Ya ampun, ternyata Ino menyadarkan aku dari lamunan ku.

"Apa sih Baka pig? Tidak bisakah kau berbicara lebih kencang lagi?" Kata ku sambil menutup telinga ku.

"Tentu saja bisa! Jadi kau ingin mendengar lagi suaraku yang indah ini?" Kata Ino dengan percaya dirinya.

"Baka! Sudah ah, kau ini berisik sekali"

"Gomen forehead, habisnya kau melamun terus. Aku tahu kau gugup kan' karena akan duduk dengan Sasuke?" Kata Ino sambil menyeringai.

"Baka! Baka Pig! Ma..mana mungkin aku gugup?" Kata ku terbata-bata. Cih, sial. Kenapa Ino selalu tahu apa yang sedang aku pikirkan?

"Kau memang tidak pernah jujur forehead. Sudah jelas-jelas itu terbaca dari raut wajahmu"

"A..apa? benarkah?" Kata ku sambil menutup wajahku. Aku tahu sekarang wajahku sudah memerah seperti orang mabuk. Cih, benar-benar memalukan.

"Ya~ belum duduk bersama Sasuke saja sudah memerah. Apalagi kalau kau duduk dengannya, mungkin kau akan pingsan, Nona Haruno~" Goda Ino

"Ah! Baka! Baka Pig! Jangan menggoda aku terus! Kau sendiri kan' duduk dengan Shikamaru yang membosankan itu. Kau bisa mati kebosanan jika duduk dengannya!" Kataku mengejek Ino.

"Hm, kau memang benar. Setidaknya aku tidak duduk dengan si Pangeran Es kan'?"

"Bakaaa! Sudah ayo cepat jalannya, kita bisa telat tahu!"

End of Sakura's POV

Bel berdering menandakan mulainya pelajaran di Konoha High School. Di kelas Sakura, pelajaran pertama adalah pelajaran Kakasih Sensei. Kakashi sensei selalu datang terlambat, Tapi Anak-anak di kelas Sakura yakin, Kakashi sensei tidak akan masuk. jadi anak-anak di kelas Sakura bisa bebas melakukan aktifitas di kelas. Ada Neji dan Tenten yang sedang mengobrol, walau Neji terlihat dingin, tapi dia terlihat asyik mengobrol dengan Tenten, ada Ino yang sedang bertengkar dengan Shikamaru. Ada Naruto dan Hinata yang sedang mengobrol, dan wajah Hinata tampak selalu memerah jika ia sedang bersama Naruto. Lalu Sasuke? Pastinya dia melihat Naruto dan Hinata dengan pandangan tidak suka. Sakura hanya diam melihatnya.

'Kenapa mereka tampak akrab, tetapi aku tidak?' Pikir Sakura.

"Sakura"

"Ng? Gaara? Ada apa?" Tanya Sakura heran.

"Bisa tolong bantu aku?"

"Ya. Tentu saja. Apa yang bisa aku bantu?"

"Ayo, ikut aku"

"Um.. ya, baiklah."

Sebelum Sakura pergi, ia melirik Sasuke. Tapi sayang, Sasuke masih asyik memperhatikan Naruto dan Hinata, dengan pandangan dinginnya. Sakura sedikit kecewa.

Di UKS

"Gaara? Kenapa kita kesini?" Tanya Sakura.

"Kau.. bisa membantu mengobati luka?"

"Um.. ya. Bisa walau sedikit-sedikit."

"Kalau begitu, bisa tolong aku mengobati luka ini?" Gaara memperlihatkan luka di tangan kanannya. Sakura kaget, hei, itu bukan luka yang kecil kan?

"Kenapa kau bisa terluka seperti ini? Ya ampun, luka mu ini tidak bisa dibilang kecil. Luka mu terbuka!" Dengan cekatan Sakura mengambil Alkohol, betadine, kapas, dan kain kasa.

"Tahan sedikit ya Gaara, ini akan sedikit sakit" Kata Sakura. Gaara hanya menganggukan kepalanya.

"Tch." Gaara meringkis. Harus ia akui, lukanya ini benar-benar merepotkan.

Sakura membalutkan kain kasa ke tangan Gaara setelah memberikan betadine. Balutan Sakura sangat rapih sekali.

"Terima kasih."

"Sama-sama. Kenapa kau bisa terluka seperti ini?" Tanya Sakura.

"Aku.. hanya terserempet motor kemarin."

"Astaga. Hanya?" Tanya Sakura tidak percaya.

"Hn."

"Oh iya, tangan kanan mu kan terluka. Pasti tidak bisa menulis. Kalau begitu biar aku saja yang menulis catatan untukmu selama tangan mu belum sembuh. Bagaimana?" Tawar Sakura.

"Hn, Arigatou. Ayo kita ke kelas."

"Yaa."

Dikelas

Sakura membuka pintu kelas, lalu..

"Cieee~" Seluruh penghuni kelas menyambut kedatangan Sakura dan Gaara yang entah pergi kemana dan.. berdua.

"A..apa? kenapa? ada apa?" Tanya Sakura bingung.

"Kau yang kenapa Sakura, kau pergi entah kemana bersama Gaara, dan kembali ke kelas pun bersama gaara. Apa.. jangan jangan .." Kata Kiba sembari memberikan seringainya.

"Apa? Ti..tidak! A..aku tidak.." Kata Sakura terbata-bata dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus.

"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Sakura. Dia hanya membantu mengobati luka ku." Kata Gaara tenang.

"Iya! Tuh, dengarkan kata-kata Gaara! Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya." Sambung Sakura.

"Ya, yasudah kita lihat saja bagaimana perkembangan hubungan mu dengan Sabaku, hei nona Haruno" Kata Ino yang tiba-tiba ikut ambil suara.

'Ini pasti akan semakin seru' batin Ino sambil menyeringai.

"Terserah kau saja, Baka Pig!" Kata Sakura sembari memberikan death glare nya. Ia pun kembali berjalan ke tempat duduknya.

'Ah! Ada apa ini. Kenapa aku jadi digosipkan dengan Gaara? Ke..kenapa?' Kata Sakura dalam hati, dia frustasi.

Ia kembali ke tempat duduknya, dan tanpa sengaja ia melihat Sasuke yang sedang.. err.. memandangnya? Sasuke memandangnya? Kenapa? Apa Sasuke? ..

Sakura menggelengkan kepalanya. Ia segera menghapus pikiran-pikirannya itu. Ia yakin Sasuke memandangnya hanya karena ia terlalu berisik. Ya, pasti karena itu.

Sakura terdiam memandang keluar jendela dengan tatapan nanar.

'Apa aku salah terlalu berharap padamu, Sasuke?Ah.. aku benar-benar seperti orang bodoh. Mencintai seseorang yang sudah jelas-jelas membencimu. Lagipula dia mencintai orang lain. Dan hei! Lihat! Wanita yang dia cintai pun jauh lebih cantik daripada aku..' Batin Sakura.

-TBC-

Yoo~ chap 2 selesai~

Masih terlalu pendek kah? Sebenernya fic yang ga pendek itu wordnya berapa ya?==a

Okee makasih buat senpai-senpai aku yang ngedukung fanfic aku ini, aah , love all~