.

.

.

Ehem..

Um..

Hai

Hai senpai2 semua^^~ *innocent*

Udah berapa tahun yah aku ga apdet fic ini? (?)

Maaf bukannya aku kabur ninggalin fic ini..

sungguh!

Aku masih setia sama fic ini! TT^TT *mewek*

Cuma…

aku lagi ulangan jadi ga bisa nulis chap 4 nya, trus aku liburan dibawa kabur ke tempat antah berantah DX , ditambah lagi modem dikamar rusak, jd kalo mau buka internet harus ke ruang tengah!

GYAAA!

Ribet bawa2 laptop bolak balik keruang tengah-kamar! -_-

Sungguh sengsara bagiku dunia tanpa internet dikamar DX TT^TT

Tapi sekarang internya udah dibenerin, tapi koneksinya baaaaal bgt-_-

Oh iya, chap 3 nya kurang memuaskan ya?

Mueeehehehehe gomen gomen.. aku juga ga ngerti kenapa v( –w–)v

Tapi yah aku bakal berusaha supaya chap ini menjadi lebih dan lebih baik dari chap yang sebelum2 nya! Yeaaaah! \m/~ *pasangiketkepala* *bertuliskan'ganbatte'*

Di chap selanjutnya niat aku sih bakal sedikit ngedeketin sakura sama sasuke,. TAPIII…. Di chap selanjutnya juga Sakura bakal lebih tersakiti dan teraniaya lg sama sasuke! Kata joni sih doa orang2 yang teraniaya bakal dikabulin, kalo gitu aku bakal nyuruh sakura buat berdoa selalu berada di dekat sasuke dan longlast sama sasuke! X3 (?)

Tapi itu baru niatan aku, kasih aku saran yaa, siapa tau aku bakal ngerubah jalan ceritanya hueehehehe *dibantai*

Udah aah aku berisik banget ya?==a *padahalmaubanyak2inwords* mueheheheee~~~

Gomeeen~

oke deh happy reading yaa~~~

Salam Oguri.

.

.

.

.

Disclaimer : Masashi Kishimoto-sensei

Pairing : SasuSaku

Title : No Gain Without Pain

Genre : Romance, Hurt, Comfort

Rated : T

Sasuke menatap Sakura yang berjalan menjauh dari kelas menuju UKS. Ia terdiam. Seperti sedang memikirkan sesuatu.

'Gadis bodoh itu..

Kenapa kemarin ia tiba-tiba berbicara seperti itu kepadaku?

Apa dia bermaksud menghiburku?

Apa maksud perkataannya waktu itu? 'mencintai tanpa di cintai?'

berarti dia juga..

sedang mencintai seseorang?'

Sasuke mendengus. Seperti orang bodoh saja, memikirkan hal yang tidak penting seperti itu.

.

.

.

"Hei Gaara!" Sapa Sakura lembut.

"Hn? Ada apa?"

"Ng.. Maaf tadi aku pergi ke UKS. Jadi aku tidak bisa mencatatkan pelajaran Kakashi Sensei untukmu. Maaf."

"Hn. Tidak usah di pikirkan."

"Ng.. tapi aku bisa meminjam catatan orang lain! Dan aku akan mencatat untukmu dan untukku. Bagaimana?" Tawar Sakura.

"Tidak usah. Merepotkan kau saja."

"Hah? Kenapa bicara seperti itu? Ayolah!" Sakura memberikan puppy-eyes nya.

"Hn, terserah kau saja."

"Yaii! Arigatou!" Jawab Sakura sembari memberikan senyum manisnya.

.

.

.

Bel istirahat baru saja berbunyi. Lantas dengan semangat menggebu-gebu teman-teman kelas Sakura berlarian meninggalkan kelas dengan semangat.

"Hei forehead! Ayo kita ke kantin!" Ajak Ino.

"Gomen Pig, aku mau mencatat pelajaran kakashi Sensei tadi. Aku pinjam catatan mu ya?"

"Boleh saja sih, tapi sayangnya.. aku tidak mencatat pelajaran kakashi Sensei." Jawab Ino enteng.

"Baka Pig! Kalau begitu bilang saja dari tadi kau tidak mencatat. Cih!" Kata Sakura kesal.

"Ahahahahaha. Gomen gomen. Kau pinjam saja catatan pada yang lain. Aku mau ke kantin dulu. Jaa!" Ino pun meninggalkan Sakura dikelas sendiri.. eh? Tidak! Sakura tidak sendirian di kelas.. dia.. berdua.. bersama.. err..Sasuke?

Sakura yang menyadari.. atau lebih tepatnya-baru-menyadari-kehadiran-Sasuke pun terlonjak kaget.

'Di kelas hanya ada aku dan Sasuke. hhh.. terpaksa aku meminjam catatannya.' Batin Sakura lesu.

"Um.. Sa..Sasuke" Panggil Sakura pelan. Sakura mengutuki dirinya, Kenapa sekarang ia menjadi gugup dan gagap seperti Hinata?.

Sasuke melirik Sakura heran. Sembari mengangkat sebelah alisnya. Lalu kembali memfokuskan pandangannya ke buku tebal yang ia baca.

"Bolehkah aku meminjam catatan mu sewaktu pelajaran Kakashi Sensei tadi?" Tanya Sakura sembari memberanikan diri.

Sasuke tidak memperhatikan Sakura. Ia tetap terfokus membaca Buku tebal, yang entah itu Novel, Ensiklopedia, atau apapun namanya. Melihatnya saja Sakura sudah pusing.

"Hn."

"aaa.. Arigatou."

Sakura pun segera mengambil catatan Sasuke. Ia mulai mencatat pada bukunya. Lalu ia mencatat pada buku Gaara. Sasuke yang melihat Sakura mencatat dua kali itu pun mulai tertarik.

"Kenapa kau mencatat lagi?" Tanya Sasuke-Stay Cool.

"Hum, yang ini catatan untukku, dan yang satu lagi.. Untuk Gaara!" Jawab Sakura dengan semangat.

"Gaara?" Tanya Sasuke sembari menaikkan sebelah alisnya.

"Iya. Tangan kanan Gaara kan' sedang terluka. Jadi ia tidak bisa menulis, dan aku menuliskan catatan untuknya." Jawab Sakura mantap.

Sasuke terdiam.

'Kenapa dia begitu baik kepada Sabaku? Apa jangan-jangan.. Sabaku itu.. orang yang..dia suka?' Batin Sasuke, Sasuke segera membuyarkan pemikiran bodohnya itu. Untuk apa dia memikirkan hal yang tidak penting-baginya itu?

"Ah! Selesai juga! Ini catatanmu Sasuke, Arigatou!" Kata Sakura sambil tersenyum lembut.

"Hn. Dasar merepotkan." Jawab Sasuke dingin.

"Ah.. Maaf.." Sakura pun segera meninggalkan ruangan kelasnya.

'Lagi-lagi aku merepotkan Sasuke.. hhh.. kalau seperti ini terus.. aku akan semakin di benci olehnya..' Batin Sakura lesu.

.

.

.

-Pagi hari-

"Ohayou Forehead!" Sapa Ino dengan entengnya.

"Ohayou Pig" Jawab Sakura sekenanya.

"Kenapa lagi, Forehead? Si 'Prince Ice' itu menyakitimu ya?"

"Tidak kok! Huh, lagipula dia juga tidak akan sadar dan tidak akan peduli 'kan kalau aku tersakiti olehnya" Jawab Sakura.. Miris. Ia sadar, Sasuke tidak akan peduli dengan dirinya. Melihat saja tidak.

"Mungkin sekarang tidak, tapi nanti.. siapa tahu!" Ejek Ino.

"Huh! Mimpi saja!"

"Hey ayolah! Bukan Sakura namanya kalau tidak berusaha 'kan?"

"Aku sudah berusaha kok.."

"Berusaha lebih keras lagi!"

"Aku.. tidak tahu harus bagaimana lagi.. aku menyukainya.. tapi dia.. merasa terganggu dengan kehadiranku.. apalagi sekarang aku duduk disebelahnya.. Kalau begini, aku terlihat seperti mengejar seseorang yang tidak melihatku sama sekali.. padahal duduk di sebelahnya.. bukan keinginanku karena aku tahu.. aku hanya akan membuatnya semakin menganggapku pengganggu" Jawab Sakura sedih. Terdengar dari suaranya yang bergetar, gadis ini sedang menahan sakit yang luar biasa dihatinya.

Ino terpaku mendengarkan jawaban Sakura. Seperti itukah rasanya mencintai dan tidak dianggap? Dengan melihatnya tanpa merasakannya saja ia sudah bergidik ngeri, apa lagi merasakannya, tidak deh, terima kasih!

Ino mengusap punggung Sakura pelan. Bergetar. Ino tahu Sakura bukan gadis lemah, tetapi Sakura yang sekarang lemah karena masalah perasaan. Hebat, bahkan perasaan bisa mengubah Sakura dengan mudahnya!

"Baka Forehead, kau itu tegar ya.. aku akan selalu mendukungmu kok! Kau lakukan saja apa yang membuatmu nyaman, jangan bebani dirimu dengan perasaan itu. Menyukai atau mencintai seseorang itu hal yang mutlak. Tapi jangan di jadikan beban. Mungkin sekarang dia tidak melihatmu, tetapi nanti? Mungkin sekarang dia tidak menganggapmu, tetapi nanti? Siapa tahu 'kan?"

"Mftt..Hahahahahaha! Baka pig! Tentu saja! Aku mengerti kok! Aku baik-baik saja. Ternyata kau baik juga ya Pig! Hahahaha" Kata Sakura sembari tertawa.

"Heh? Ugh! SAKURAAAA! Kau mengerjai ku ya? Sial! Awas kau ya!"

Ino mengejar Sakura yang sedang berlari sembari tertawa meledeknya. Lalu..

TINN!

"Kyaaa!"

"Sakura awaaas!" Teriak Ino.

Ckitt

Bunyi suara Rem mobil pun terdengar. Seseorang turun dari kursi kemudi Mobil. Seseorang yang bisa dibilang masih muda, ah! Bahkan masih Remaja, tampan pula!

"Hei, Kau tidak apa-apa?" Tanya seseorang itu, pemuda tampan itu.

"Gaara? A..ah.. I..iya.. maafkan aku! Aku berlari tanpa melihat jalanan. Gomen!" Jawab Sakura sembari menundukkan kepalanya. Ia tahu ia benar-benar seperti orang bodoh sekarang.

"Hn, Tak apa. Lain kali hati-hati."

"I..iya.. tangan mu sudah sembuh?"

"Ya, kemarin perbannya baru di buka. Sudah sembuh."

"Syukurlah." Kata Sakura sembari bernafas lega.

Tiba-tiba.

Bukk

"'Syukurlah' apanya? Tadi kau hampir mati baka!" Kata Ino sambil menjitak kepala Sakura. Ia kesal dan tentu saja khawatir.

"Aduh! Apasih? Tadi kau juga 'kan yang mengejar aku?" Jawab Sakura sembari memajukan bibirnya.

"Yasudah, kalian mau ke sekolah 'kan? Aku bisa memberikan tumpangan untuk kalian, tapi itupun kalau kalian mau." Tawar Gaara.

"Mau!" Jawab Ino bersemangat.

.

.

.

-Di Kelas-

Sakura'sPOV

Hari ini.. Hari menyebalkan!. Entah kenapa aku sedang sial atau apa.. Bayangkan, Pagi tadi saja aku sudah hampir tertabrak mobil. Untung pengemudinya itu Gaara, kalau tidak? Mungkin aku sudah di caci maki karena tidak berhati-hati. Tapi, syukurlah, Kami-sama masih memberiku kesempatan untuk hidup.

Aku berjalan ke kelas bersama Ino dan Gaara, saat masuk ke kelas, Hanya ada beberapa murid yang datang. Mungkin karena sekarang masih terlalu pagi. Di kelas hanya ada Chouji yang sedang makan Potato Chips nya, Shikamaru yang sedang tertidur dengan lelapnya, dan.. Sasuke yang sedang membaca Buku tebal yang sama dengan waktu itu..

Hah?

Sasuke?

Sejak kapan Uchiha itu datang pagi-pagi? Setahuku ia datang hanya 5-10 menit sebelum bel masuk. Oh Sakura tengangkan dirimu, jangan tegang!

Aku berjalan mendekati tempat duduk ku, karena tempat duduk ku di paling pojok, tentu saja aku harus menyuruh Sasuke yang duduk di pinggir membiarkan aku masuk.

"Sa..Sasuke, aku mau duduk." Aku Gugup. Tentu saja, aku takut ditatap dengan tatapan dinginnya! Seolah-olah akan memakanku hidup-hidup!

'Ampun tatapan mata Sasuke! Jangan memakanku hidup-hidup, aku tidak enak!'

Cih, aku jadi seperti orang bodoh saja.

"Hn." Dia bangkit dari tempat duduknya mempersilahkan aku masuk, tanpa-menatapku dengan tatapan dinginnya. Syukurlah!

"Sakura, boleh aku meminta buku catatan ku yang kemarin?" Kata Gaara, dia membuatku kaget.

"A..ah tentu! Maaf baru ku kasih sekarang."

"Tak apa, Arigatou."

"Aa."

.

.

.

Saat ini jam pelajaran Kakashi Sensei-Seharusnya. Tapi entahlah, guru piket bilang sensei Sakit. Huuuh paling hanya alasan saja. Kakashi Sensei memang selalu begitu! Aku memang senang kalau ada pelajaran kosong, tapi.. aku bosan! Aku ingin ke tempat duduk Ino, tapi aku takut dengan Sasuke, masa aku harus bolak-balik? Huh, yang benar saja!.

Aku melihat Naruto dan Hinata sedang asyik bercanda. Entah kenapa aku iri melihatnya. Lalu Ino dan Shikamaru yang sedang asyik berdebat, Chouji yang sedang makan, Sasuke yang sedang membaca buku aneh itu dan Gaara sedang mendengarkan lagu dengan earphone nya. Lihat mereka semua! Mereka punya kesibukan sendiri, lalu aku? Hanya bisa menggerutu tidak jelas. Huh!

Tiba-tiba.

"Haruno."

"Ah? Ya? Ada apa sensei?" Itu Ibiki Sensei. Kenapa dia mencariku ya?

"Bisa kau tolong aku? Ini ada beberapa soal campuran. Dari Sejarah Jepang, Sejarah Konoha, dll. Ada beberapa nomor yang belum ku isi. Tolong kau isi ya! Terima kasih."

"A..apa?" Setelah memberiku soal, Ibiki Sensei langsung pergi begitu saja? Kenapa harus aku yang mengerjakannya? Padahal masih ada Shikamaru yang pintar, Sasuke dan Gaara juga! Hari ini memang benar-benar hari sial!

Dengan seksama kulihat soalnya.

Glek

Kami-Sama, Soal ini belum pernah dipelajari! Kalau Ibiki Sensei saja tidak bisa, apa lagi aku? Sensei bilang ada beberapa nomor yang belum dia isi, tapi nyatanya? ¾ dari soal itu belum di isi! Haaah Kami-Sama.. tolong aku!.

End of Sakura's POV

-Saat Istirahat-

Sakura tampak bingung, dengan ragu, ia berjalan ke arah Shikamaru yang tampak sedang asyik tidur.

"Hei Shikamaru."

"…" Tidak ada jawaban.

"Shikamaru…"

"…" Masih tidak ada jawaban.

Sakura terdiam.. ia mengambil nafas.. lalu..

"HOI SHIKAMARU!" Semua yang ada di kelas terlonjak kaget. Wajar saja, tiba-tiba Sakura teriak seperti orang kesetanan begitu.

"Hm, Apa? Kau mengganggu tidurku." Jawab Shikamaru sembari menerjapkan matanya.

"Huh. Tolong bantu aku kerjakan soal ini ya.. Sungguh ini susah sekali!" Kata Sakura sembari memohon.

"Malas ah."

"Eeeh?"

"Hm, Cari orang lain saja sana. Masih banyak yang lebih pintar dari aku." Jawab Shikamaru sembari melanjutkan tidurnya.

'Apa-apaan dia? Sudah tidak mau membantuku, lalu memuji dirinya sendiri pintar?' Batin Sakura.

"Yasudah! Dasar pelit!" Kata Sakura kesal.

Dengan wajah bingung, Sakura pun menghampiri Gaara yang baru masuk ke kelas.

"Um..Gaara.."

"Hn?"

"Bisa aku minta tolong?"

"Tolong apa?"

"Bantu aku mengerjakan soal ini ya.." Kata Sakura memohon.

"Sepulang sekolah?"

"Aa!"

"Maaf aku tidak bisa, ada acara sampai sore."

"Yah.. yasudah tidak apa-apa. Arigatou ya." Jawab Sakura lesu.

"Hn, Gomen."

"Tidak apa-apa."

Sakura mendecih kesal. Siapa lagi yang haru ia mintai tolong? Satu-satunya ya tinggal Sasuke! Kenapa harus Sasuke terus? Pikir Sakura.

"Sasuke.." Kata Sakura Pelan.

Sasuke tidak membalas perkataan Sakura, ia hanya melirik Sakura.

"Boleh aku minta tolong?"

Sasuke menyiritkan dahinya. Seolah bertanya minta-tolong-apa?

Aku harus mengerjakan soal Ibiki Sensei, tapi aku tidak mengerti soalnya. Karena itu.. kurasa kau mengerti. Jadi, bisa kau bantu aku mengerjakan soal sepulang sekolah?"

"Hn."

Sakura mencubit tangannya. Sasuke bersedia membantunya? Bukankah ini mimpi?

"A..ah, Arigatou!" Balas Sakura sembari tersenyum manis. Lalu pergi meninggalkan kelas.

Tidak beberapa lama kemudian.

"Sa..Sasuke-kun" Seseorang memanggil Sasuke.

"Hn? Hinata?"

.

.

.

-Sepulang Sekolah-

"Sakura."

"Ah Sasuke? Ah ayo kita kerjakan soal ini!, aku sudah siap." Jawab Sakura semangat. Tentu saja ia senang sekali, Sasuke mau membantunya!.

"Tidak bisa."

"Eh? A..apa maksudmu?" Jawab Sakura bingung.

"Aku ada urusan. Kau bisa minta tolong ke yang lain." Kata Sasuke sembari pergi meninggalkan Sakura.

"…" Sakura terdiam.. Kenapa? Sasuke dengan enteng nya mengatakan tidak bisa? kenapa dia tidak bilang saja dari tadi kalau dia tidak bisa?

'Ada urusan? begitukah? Yasudahlah' Batin Sakura sedih.

.

.

.

Sakura berlari kearah taman. Ya, taman yang ia sukai. Sepi, damai.. Ia berjalan pelan. Ia bingung harus meminta tolong siapa lagi.

Di taman itu ia melihat 2 orang yang sudah tidak asing lagi baginya.. Sasuke,, dan Hinata? Kenapa? Kenapa mereka disini? Bukankah Sasuke bilang ada urusan? Beribu pertanyaan mulai menyerang Sakura. Sakura pun mengumpatkan diri di belakang pohon dekat Sasuke dan Hinata agar bisa mendengar pembicaraan Mereka.

"Sasuke kun, di..dimana Sakura chan? Kau sudah menyampaikan ajakan ku padanya 'kan?" Tanya Hinata dengan suara pelan.

"Hn, dia tidak bisa ikut."

'Ikut? Ikut kemana?Apa maksud Sasuke?' Batin Sakura.

"Yah, pa..padahal aku ingin Sasuke kun dan Sakura chan membantuku mencarikan hadiah ulang tahun untuk Naruto kun. Ta..tapi sayang Sakura Chan tidak bisa ikut." Jawab Hinata kecewa.

.

.

.

DEG

'Hadiah untuk Naruto? Kapan Sasuke mengajakku? Bahkan aku sama sekali tidak tahu Hinata mengajakku. Kenapa? Kenapa Sasuke tidak menyampaikan ajakan Hinata kepada ku? Kenapa dia berbohong? Apa..apa Sasuke.. Hanya ingin berdua dengan Hinata?' Batin Sakura. Seketika kepala Sakura pusing dan hatinya.. Sakit.. Seperti ditikam ribuan Kunai disana.

"Hn, ayo pergi." Ajak Sasuke kepada Hinata dengan.. lembut?

"Ba..baik"

Sasuke dan Hinata berjalan menjauh dari Taman itu.

Sedangkan Sakura..

Ia terdiam sembari memegangi dadanya.. menahan Sakit..

'Sasuke...' Batinnya.

.

.

.

-TBC-

fyuuh, aku lama apdet yah- -'' yah maklumin aja yaaah.. ** -w-

Kok akhir2 ini aku mikir Sasuke jadi suka ngebatin ya? 'w' XD *ditampol*

Dan aku suka banget persahabatan SakuIno, konyol, mengharukan :')))

Dan entah apa kebodohan aku, aku bikin sasuke bohong disini, apasih sasuke nekat bgt bohong ke hinata *kesel* **

Yah intinya aku udah ada ending nya lah, tp gatau bagus apa engga, yah inilah karya aku yang bodoh ini *garukgarukperut*

thanks buat yang udah baca, ngereviews, message,ngasih saran dukungan kritik buat akuu *gabisadisebutinsatusatu* *garagaramodemrusak*

Special thanks buat Mie'mi Senjuuu! Makasihh ya PM dari kamu bikin aku semangat bgt^^ maff PM nya blm aku bales, tunggu yaa.. ttp dukung aku yaa kalo fic ini ada kekurangan, arigatouu^^

Jaaa, see you in next chap yaa, love ya all~~~ *kisshug* :* {}