Terima kasih untuk kalian yang sudah bersedia mereview pada chapter sebelumnya ^^
ndoek: Bakalan dibanyakin kok moment GrimmIchi-nya, tenang aja~ Mereka kan pusat ceritanya. Tapi, yang laen juga butuh porsi untuk membangun cerita, tunggu aja yaa :D
nanao yumi: Dugaan kamu bener sekali, sayang XD Grimmjow sengaja ngelepas Ichigo supaya Ichigo sadar sendiri kalau dia ga bisa sendirian, dan harus selalu ada di deket Alpha-nya kalau udah di-marking. Ehehe... Jawaban pertanyaan terakhirmu ada di sini ya :)
Pichachan: Ga lah... Cepet banget udah mau lahir lagi sih =))" Okee, semoga chap ini juga bisa dinikmati ya :"D
Aoi Namikaze: Yap, bener. Kalau udah ketemu Alpha-nya, Beta itu ga akan pernah bisa jauh-jauh. Kalau jauh-jauh, bisa2 malah melemah terus mati :) Seenggaknya prinsip Alpha-Beta itu seperti itu. Mengenai rikues anak, akan saya pikirkan ya ^^
Winter Aoi Sakura: Ichigo ngehindar karena takut ketahuan aja pas ngilang dia kemana n ngapain gitu :))" Biasalah... Harga diri laki2 *plak* Karena ressureccion-nya Grimmy itu basisnya feline, saya pakai 70 hari untuk masa kehamilannya. Dan yep, bakalan ada ngidam yang ngaco2nya kok~ Yg pasti Grimmy bakalan disiksa nanti. Muahahaha *ceroed*
Zanpaku nee: Muhuhuu... Mengenai mau nuntasin di mananya, liat aja yaa XD Dan yep, nanti bakalan ada ngidam2 yang aneh kok pastinya~ Jarang2 bisa ngerjain si Grimmy ;) *ceroed part.2* Niat banget sampe nyariin di 4shared =))" Saya sih belum kepikiran untuk nyari sih... Soalnya cuma butuh cuplikan ED-nya untuk dipandangi terus. Untungnya di utube banyak :"| *plak*
Aoi LawLight: Eaaa... Nasibmu nak =)) =))
Terima kasih juga untuk yang sudah login dulu sebelum mereview: Ivera Jeagerjaques / astia aoi / Chibi Dan / katskrom / Kazugami Saichi Hakuraichi
Sweet Baby Berry
Chapter 5
Salah satu sisi dari dinding dalam ruangan serba putih itu terbelah, menampakkan celah berwarna hitam kelam yang kemudian menunjukkan dua figur yang melangkah keluar. Kedua tubuh figur itu begitu lekat satu sama lain, seolah tidak mau dipisahkan. Ichigo mengerang, ia mengepalkan tangannya semakin erat sambil menggenggam beberapa surai biru yang ada. Susah payah ia berjalan mundur, membiarkan Grimmjow mendorongnya hingga bagian belakang lututnya bersentuhan dengan tepian ranjang, dan membuatnya tersungkur ke belakang. Tanpa melepaskan ciumannya, Ichigo bisa merasakan tubuhnya memantul ketika mengenai permukaan ranjang yang empuk, begitu pula dengan Grimmjow yang kemudian menumpukan berat tubuhnya di atasnya.
Ichigo sama sekali tidak merasa keberatan Alpha-nya itu menindihnya, dan malah sebaliknya, ia sangat menikmatinya merasakan panas tubuh sang pria yang lebih besar darinya itu dalam jarak yang sangat dekat. Membiarkan lidahnya bergerak di dalam mulutnya, dan terus bersentuhan dengan lidah Grimmjow, terkadang menghisap, dan ia mendesis ketika sang Alpha menggigit lidahnya itu hingga terluka. Membuat rasa besi dari darah bercampur di dalam ciuman panas mereka, membuat keduanya semakin terereksi.
Menelengkan kepalanya ke samping demi menyudahi ciuman mereka, Ichigo kemudian melebarkan kakinya dan menggelungkannya di pinggang Grimmjow. Ia menekan pinggang Grimmjow itu, dan memutarkan pinggangnya sendiri, menciptakan gerakan yang erotis dan membuat keduanya mengerang saat merasakan kejantanan mereka yang masih tertutupi kain pakaian saling bergesekan satu sama lain. Merasa semakin berani akibat suara yang dikeluarkan oleh sang Arrancar, Ichigo menjulurkan lidahnya dan menjilati rahang kekasihnya itu, lalu kemudian mengemut daun telinganya.
Grimmjow menggeram, merasakan sedang tidak ingin melakukan foreplay karena Ichigo sudah sangat membuatnya bergairah sehingga rasanya menjadi sangat menyakitkan, ia memaksakan Beta-nya itu untuk membalikkan badan. Tidak peduli protes yang dikeluarkan oleh yang bersangkutan, Grimmjow langsung menarik turun celana yang Ichigo kenakan, lalu melepaskan hakamanya sendiri. Dan tanpa persiapan ataupun menggunakan lube, Grimmjow langsung memasukkan keseluruhan kejantanannya hingga bagian yang terdalam ke dalam rectum Ichigo.
"AAAAAHHHHH...!"
Dibalik pekikan kesakitannya, Ichigo mendesah, merasakan Grimmjow yang langsung bergerak tanpa menunggu lama, terus menghujamkan kejantanannya tepat mengenai prostatnya. "AHH—HAH! GRIMM... GRIMMJOOOWW...! HARDER! FUCK ME HARDER, PLEASE!" Ichigo tidak pernah menyadari sebelumnya seberapa besar kehadiran sang Alpha begitu ia rindukan... begitu ia butuhkan. Ia mengerang semakin keras ketika Grimmjow dengan senang hati mengabulkan permintaannya dan benar-benar mendesak tubuhnya semakin dalam ke ranjang akibat besarnya hentakan demi hentakan yang dilakukan oleh sang Arrancar.
Grimmjow kembali menggeram ketika merasakan klimaksnya sudah semakin dekat, ia menunduk dan menggigit kembali tanda yang sudah pernah ia buat sebelum ini yang berada di area pertemuan leher dengan pundak Ichigo. Gigitan yang dirasakannya membuat Ichigo mengeluarkan hasratnya tanpa perlu disentuh sedikit pun, disusul tidak berapa lama kemudian dengan Grimmjow yang merasakan lapisan daging yang mengurungnya mengetat, serta rasa manis darah sang Beta yang memenuhi indera perasanya.
Merasa kedua kakinya tidak lagi sanggup menopang tubuhnya, dan tubuh Grimmjow yang menindihnya, Ichigo membiarkan tubuhnya terjatuh sepenuhnya ke atas permukaan kasur dan mengenai cairan putih kental yang mulai mendingin menimbulkan suara 'squish' yang membuatnya merinding sedikit, namun terlalu lelah untuk bergerak menjauh.
"Grimm..."
"Tidur, Berry. Akan kujawab semua pertanyaanmu ketika otakmu sudah lebih jernih lagi." Grimmjow bergerak dan memberikan kecupan di tengkuk Ichigo dengan lembut, membuat sang remaja sempat mengerutkan alis bingung karena Grimmjow bersikap... gentle. Ia mendesis ketika Grimmjow menyelipkan kejantanannya keluar dari dalam tubuhnya, lalu mulai menutup mata perlahan karena merasakan kantuk yang mulai mendatangi.
Ichigo terbangun ketika mendengar keributan yang terjadi dari luar ruangan. Beberapa kali ia mengerjapkan kedua matanya hingga terbiasa dengan terangnya ruangan di mana ia berada. Seluruh dinding yang berwarna putih serta penerangan yang juga berwarna putih, membuat silaunya menjadi dua kali lipat. Menguap lebar, Ichigo kemudian mendudukkan dirinya dan menatap ke arah pintu ketika menyadari kebanyakan suara yang menimbulkan keributan diluar tidak ia kenali. Tapi, kemudian seulas senyum terukir di wajahnya ketika mendengar satu suara yang ia kenal dengan baik.
Grimmjow kelihatannya juga ada di antara keributan itu, tengah meneriakkan sesuatu entah apa.
Namun, kemudian Ichigo mengernyitkan alis ketika menyadari bahwa barusan ia tersenyum hanya karena mendengar suara Grimmjow. Bingung kenapa karena ia merasa tidak seharusnya ia merasakan begini. Seharusnya. Lamunannya langsung buyar ketika Grimmjow kembali memasuki kamar, "Ichi. Aku harus pergi untuk beberapa waktu, kemungkinan hingga nanti sore. Tapi aku sudah meminta Harribel untuk menemanimu menemui Szayel demi memeriksakan kandunganmu nanti. Sampai Harribel datang nanti, ada baiknya kau istirahat lagi."
Ichigo hanya menatap Grimmjow dengan tatapan blank karena merasa barusan pendengarannya menangkap kata yang tidak seharusnya ada, tapi ia yakin juga kalau dirinya tidak salah dengar. Melihat tidak adanya reaksi dari sang Beta, Grimmjow menyeringai seringai nakalnya dan terkekeh-kekeh, "Kenapa, Berry? Kau merasa akan kesepian jika kutinggal? Tenang saja, ketika aku kembali nanti, akan kupastikan kau tidak akan bisa berjalan selama seminggu ke depan." Kali ini juga sama seperti sebelumnya, otak baru bangun Ichigo sempat membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk mengerti maksud dari 'tidak akan bisa berjalan'-nya Grimmjow, sebelum kemudian wajahnya merona kemerahan.
"Pergi saja sana! Nggak usah banyak omong!" Kembali merebahkan diri dan memberikan punggung kepada Grimmjow, Ichigo menahan sebisanya untuk tidak melemparkan bantal di dekatnya ke arah pria yang mengaku sebagai Alpha-nya yang kini tengah tertawa terbahak-bahak.
Ketika pada akhirnya Grimmjow bisa menghentikan tawanya, Ichigo yang masih merasa lelah, sudah kembali tertidur tanpa disadari. Dan di wajah sang remaja masih terukir jelas kerutan dahi pertanda kekesalannya, membuat Grimmjow kembali terkekeh. Setelah sempat memberikan kecupan ringan di kening sang remaja, dan puas melihat kerutan itu menghilang, Grimmjow berjalan keluar ruangan dan kembali meneriaki para Arrancar kelas bawah yang ada untuk kembali 'bekerja'.
Ichigo kembali membuka kedua matanya beberapa menit kemudian. Ia meregangkan seluruh otot tubuhnya dan mengerang puas saat mendengar bunyi tulang yang kembali ke posisi semula. Menghela nafas, Ichigo memandang sekitarnya hingga akhirnya memutuskan untuk mandi ketika merasakan permukaan kulitnya agak lengket karena aktifitas yang ia jalankan sebelum tertidur lalu.
Dan dengan hanya mengingatnya saja, wajah Ichigo dalam sekejap menjadi semerah nama panggilannya.
Ia tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa dirinya akan melakukan hal semacam 'itu' dengan Grimmjow. Karena bagaimana pun juga dulu mereka adalah musuh yang ingin saling menghabisi satu sama lain.
Berjalan menuruni ranjang dengan tergesa-gesa, Ichigo kemudian berjalan ke arah pintu lain yang ia ketahui sebagai pintu menuju kamar mandi. Ia bersihkan seluruh bagian tubuhnya tanpa terkecuali dengan sangat telaten. Dan ketika selesai, Ichigo bisa mencium bau Grimmjow pada tubuhnya. Yah, bagaimana pun juga, yang ia gunakan barusan adalah sabun dan shampoo yang biasa pria itu gunakan. Dengan kimono mandi yang menutupi tubuhnya, Ichigo keluar kamar mandi... untuk kemudian terpeleset saat wajahnya berhadap-hadapan dengan wajah seorang wanita berkulit gelap dan surai blondie yang menyodorkan pakaian kepadanya.
"Grimmjow menyuruhku untuk memberikan baju ini padamu... Dan namaku Tier Harribel. Kau bisa memanggilku Hal." jelas wanita yang nampaknya seorang Arrancar yang juga memiliki kedudukan seperti Grimmjow.
Ragu-ragu, Ichigo menerima baju putih yang disodorkan oleh sang wanita, dan mengerutkan dahi ketika Harribel tidak sedikit pun memberikan tanda kalau ia akan berbalik. Apa ia ingin melihat Ichigo berganti pakaian? Mendengus, dengan hentakkan kaki, Ichigo kembali memasuki kamar mandi untuk memakai satu-satunya baju yang sebenarnya dipilihkan Grimmjow untuknya. Kalau melihat bentuknya, Ichigo bisa menduga kalau pakaian yang ada di tangannya itu memiliki model yang serupa dengan gaun yang biasa dipakai oleh para wanita Cina.
Merasakan urat kekesalan berdenyut di keningnya, Ichigo melempar pakaiannya ke lantai dan kembali menghadap Harribel. "Apa ini maksudnya? ! Ini kan baju perempuan! Apa kau yakin tidak salah ambil? !" sentaknya kesal dari dekat pintu kamar mandi.
Harribel nampak mengangkat kedua alisnya, lalu mengangkat bahu, "Grimmjow yang memberikan pakaian itu padaku, jadi kurasa tidak ada kesalahan. Sekarang, cepatlah kenakan pakaian itu kecuali kau mau menemui Szayel dengan tanpa mengenakan busana dan membuat hollow lain menerkammu." Keseriusan dan pandangan tajam dari Harribel yang diarahkan kepada dengan telak, membuat Ichigo menelan ludah dan kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk kemudian memakai pakaiannya.
Entah kenapa, instingnya mengatakan untuk tidak pernah melawan kata-kata Harribel. Dan untuk sekarang, ia ingin berpegangan teguh dengan instingnya itu. Ichigo langsung merinding ketika mengingat kembali hollow yang sudah 'menerkamnya' sebelum kemudian Grimmjow datang menolongnya beberapa hari yang lalu. Sedikit, Ichigo bersyukur karena ternyata Grimmjow menyertakan celana legging agar kulit kakinya tidak terlalu terlihat. Walau pun celana itu benar-benar ketat dan sangat lekat dengan kedua kaki jenjangnya itu, tapi masih lebih baik daripada tidak. Setelah menalikan obi hitam yang panjangnya mengenai lututnya, Ichigo menggosokkan kedua lengannya yang terlihat karena pakaiannya tidak memiliki lengan baju, kemudian ia melangkah keluar kamar mandi untuk kemudian ditarik oleh Harribel menuju suatu tempat untuk menemui seseorang yang bernama Szayel.
Selama perjalanan menuju tempat Szayel, Ichigo bisa merasakan pandangan yang diberikan kepadanya oleh para Arrancar yang ditemuinya. Ia yang merasa risih akan tatapan yang diberikan, mencoba meraih Zangetsu, namun menemukan kalau zanpakutounya itu sebenarnya tidak ada padanya. Dan saat itulah untuk pertama kalinya Ichigo 'ngeh', kalau ia saat ini masih berada dalam tubuh manusianya, yang bisa dipastikan tidak akan bisa disamakan dengan para Arrancar yang peringkat bawah pun menjadi lawan yang sangat kuat baginya.
Tanpa dirinya sendiri sadari, Ichigo mendekatkan tubuhnya dengan Harribel dan menggenggam lengan sang wanita dengan erat, karena lagi-lagi instingnya mengatakan kalau ia akan aman kalau berada di dekat sang Arrancar wanita. Wajah cemberut Ichigo saat itu sama sekali tidak menangkap senyum kecil yang ditampakkan oleh Harribel.
Setelah sampai di sebuah tempat yang nampak seperti laboratorium, Ichigo hanya bisa terbengong menatap seorang pria bersurai pink yang berjalan mendekatinya dengan senyum lebar di wajahnya. Warna rambut yang tidak lazim, bahkan lebih aneh dari rambutnya dan Grimmjow itu sangat menarik perhatian Ichigo. Sampai-sampai remaja bersurai oranye itu memiliki keinginan untuk memainkan helai demi helai rambut pink itu di tangannya, saking terlihat halusnya.
"Jadi... Inikah Beta yang belakangan ini dibicarakan oleh Grimmy?"
Panggilan akrab yang diberikan pria bersurai nyentrik itu kepada Grimmjow, membuat Ichigo kembali mengerutkan dahinya. Barusan, ia merasakan perasaan kesal yang aneh, yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Tidak pernah kusangka pilihan Grimmy akan jatuh pada seorang Shinigami." Szayel mengulurkan tangannya, bermaksud untuk menyentuh kulit pipi Ichigo, namun yang bersangkutan keburu menepis tangannya sebelum berakhir.
"Jangan sentuh." geraman bagaikan binatang keluar rendah dari sela-sela gigi Ichigo yang menggeretak.
Sesaat Szayel hanya diam dan menatap Ichigo, sebelum kemudian seringai kecil terukir di bibir sang Octavo Espada, "My... Rupanya Grimmy menyukai tipe yang berapi-api? Pantas saja ia tidak pernah mau serius denganku berapa kali pun kami berseks." Mendengar kata-kata 'seks' keluar dari bibir Szayel, Ichigo merasa tidak bisa melihat yang lain selain warna merah. Ia langsung menerjangkan tubuhnya pada Szayel dan melancarkan pukulan ke arah sang pria bersurai pink dengan membabi-buta, bahkan Harribel pun kesulitan untuk memisahkan keduanya.
Ketika akhirnya Harribel berhasil menahan Ichigo dengan kedua tangannya, ia memandang ke arah Szayel yang menggeram—berniat membalas Ichigo—dengan tatapan tidak suka, "Hati-hati, Szayel. Kau tahu sendiri kalau seorang Beta akan sangat sensitif mengenai Alpha-nya, apalagi jika sedang hamil seperti ini." Harribel mengernyitkan dahi, "Kalau sampai kau apa-apakan Ichigo, akulah yang akan menghukummu." Ia yang sesungguhnya merupakan seorang Alpha-female, merasakan perasaan keibuannya meluap-luap pada Ichigo yang masih merupakan Beta pemula, langsung mendeklarasikan kalau ia akan melindungi sang remaja tanpa diperintah jika Grimmjow tidak ada.
Szayel mengangkat kedua lengannya sebagai tanda menyerah, "Oke oke... Jeez. Tidak perlu sampai sebegitunya kan?" Walau perasaan kesal dan rasa ingin membalasnya menggebu-gebu, Szayel tetap tahu bahwa tidak akan baik baginya jika memaksakan keinginannya itu ketika Harribel mengatakan akan menghukumnya.
Hanya orang bodoh yang akan terus melawan sang Arrancar wanita dalam keadaan over-protektif semacam ini.
Ichigo yang tadi sempat memberontak, kini membeku di tempat semenjak mendengar kata "hamil". Ia tahu betul siapa yang dimaksudkan oleh Harribel barusan, tapi tidak berani mengiyakan juga. Karena bagaimana pun, ia adalah laki-laki, dan laki-laki tidak mungkin untuk... hamil. "Euh... Kau bilang tadi aku...?" Ragu-ragu Ichigo mencoba mencari kejelasan. Sial. Sial. Sial. Jika hal yang ia dengar itu memang benar, maka alasan mengapa ia sering merasa mual akan langsung terjawab dengan sempurna.
Harribel, dan juga Szayel, menatap ke arah wajah Ichigo yang mulai memucat, "... Hamil? Maksudmu, kau tidak tahu kalau kau saat ini sedang hamil?" tanya Harribel dengan tenang.
Mendapatkan konfirmasi yang tidak bisa ia pungkiri lagi, seluruh warna menghilang dari wajah Ichigo.
TBC
Pakaian ala Arrancar yang dikenakan oleh Ichigo: ht tp :/ /i. imgur. com/D7w1P. jpg - minus tanduk dan lubang baju di belakang.
