Chapter 3

"C.I.N.T.A"

"Akhirnya sekolah bubar...", kataku yg sampai sekarang masih mengantuk.

"Ahiru, sepertinya kau tdk sehat hari ini ?", tanya Raisha yg melihat keadaanku smakin aneh.

"Ah... Tdk, itu hanya perasaanmu saja !", jawabku dgn santai skali.

Raisha hanya memandangku dgn tatapan yg aneh. Aku tdk mempedulikannya.

"Oh ya, aku lupa. Aku harus kerumah bibiku, krn bibiku sdg sakit !", kata Raisha yg baru mengingatnya.

"Silakan kau pergi duluan !", ujarku kpd Riasha.

"Hai, SAYONARA", kata Raisha yg meninggalkanku sendiri.

"Pd akhirnya aku pulang sendiri dech", kataku dlm hati.

Aku merasa ada yg mengikutiku dari belakang, ketika aku melihat kebelakang tdk ada org. Ketika aku jalan lagi,dia mengikutiku lagi. Aku menghadap kebelakang dan menyerang org itu. Eh... Tahunya itu RYO. Pasti dia marah padaku.

"RYO... Bu..at apa kau mengikutiku ?", tanyaku yg cemas krn pasti dia marah padaku.

"Aku sendiri juga tdk tahu buat apa aku mengikutimu ", jawab Ryo.

"(GUBRAGH) Ada-ada saja kau", kataku yg marah kpd Ryo.

Ryo hanya cengengesan saja, Ryo membuatku jd bingung dgn gerak-geriknya.

"Hm... Ahiru...", kata Ryo.

"Apa...?", tanyaku dgn santai dan melirik kearahnya.

"Apa kau baik-baik saja setelah terpeleset dari tangga disekolah tadi ?", tanya Ryo dgn ramah dan sedikit cemas. Aku hanya menganguk tdk berkata apa-apa.

"Baiklah sampai disini saja, lain kali kita mengobrol lagi. Sayonara, Ryo ", kataku dgn nada riang.

"Sayonara, Ahiru", jawab Ryo dgn nada sdikit senang.

Aku pun masuk ke rumah dan pergi mandi. Saat beremdam dibak mandi. Sepertinya aku sdg galau memikirkan Ryo. Tanpa terasa aku mandi 2 jam lebih. Dikamar pun galau memikirkan Ryo lagi Ryo lagi, sampai sampai tdk bisa konsentrasi belajar.

(KEESOKAN HARINYA)

Di kelas aku masih galau krn memikirkan Ryo terus, sampai ingin membuat kepalaku pecah krn hal itu.

"HAHAHAHAHAH", tiba-tiba ada suara tawa yg sangat kukenal. Dia adalah Rue, musuh bebuyutanku.

"Ada apa, Rue ?", tanyaku dgn nada dan tatapan marah kearah Rue.

"Sepertinya, kau memikirkan sesuatu", kata Rue dgn sinis.

"Memangnya lagunya Shyarini "Sesuatu" hah ?", kataku dgn nada sedikit ditekan.

"Biar kutebak apa yg dipikiranmu, Ahiru", kata Rue dgn nada dinginnya dan melanjutkan kalimatnya, "Kau sedang jatuh cinta kan, Ahiru ?", tanya Rue dgn tatapan iblisnya.

"Ma...Mana mungkin aku jatuh cinta !", jawabku dan wajahku memerah spt cabai.

"Jgn bohong, aku tahu itu !", bentak Rue smabil menunjuk kearahku.

"Buat apa aku berbohong, menurutku jatuh cinta itu tdk ada gunanya !", kataku dgn nada dingin.

Rue pun pergi sambil berjalan penuh dgn kebanggaan.

"Apa mungkin, aku jatuh cinta... Tapi dgn siapa ?", kataku dlm batinku.

~To Be Continue~

a/n : Ch 3 selesai, buat story ini sambil makan Buah Pepaya. Uh... Nikmat skali sampai-sampai aku dpt crita spt ini. 100% asli tanpa dipikir, idenya berjalan mulus spt sungai yg mengalir. Di next Ch. perannya diganti sama Ryo. Read n Review.