A/N : Sesuai perjanjian, peran ch. ini diganti sama Ryo. Ok, silakan membaca ^^

Chapter 4

"PERASAAN YG SAMA"

"Masih istirahat, aku akan menjernikan kepalaku !", kataku sambil menatap langit yg biru.

"RYO...", panggil seorang yg kukenal suaranya. Dia adalah J, sahabat karirku.

"Hm... Ada apa, sahabat karirku ?", tanyaku dgn ramah dan menatapnya.

"Dari tadi aku melihat gerak-gerikmu, sepertinya ada masalah ya ?", tanya J dgn nada curiga.

"Hm... Nothing..!", jawabku dgn nada sinis.

J berpikir sejenak, "A..Apa kau sedang jatuh cinta, Ryo ?", tanya J lagi dgn nada penasaran.

"I...I...I...Itu...", jawabku dgn wajahku memerah dan mengeluarkan banyak keringat.

"Ayo... Mengaku saja !", kata J yg membuat wajahku seperti tomat.

"Tapi kalau aku mengatakannya kpd-mu, jgn memberitahu siapa-siapa ?", tanyaku yg menahan malu.

J menganguk dan aku pun menceritakan semua kejadian yg kualami kpd-nya.

"Hm...Hm... I see I see..." kata J yg mengerti semua perkataanku. "Aku penasaran seperti apa org yg kau sukai itu !", kata J lagi.

"Lihat saja kalau kau bertemu dgn-nya...", kataku dgn senyumanku.

Kemudian bel masuk telah berbunyi lagi dan kami kembali mengikuti pelajaran.

(SAAT PULANG SEKOLAH)

"Ryo, apakah aku bisa bertemu org yg kau sukai sekarang ?', tanya J dgn mata berkaca-kaca.

"Boleh boleh saja, tapi kau jgn menatapku seperti itu !", kataku dgn nada tertekan.

"Kapan aku bisa bertemu dgn-nya ?", tanya J lagi.

"Itu dia org-nya !", kataku sambil menunjuk kearah Ahiru.

"WOW... Gadis yg kau sukai benar-benar cantik !", kata J memuji Ahiru.

"Itu menurutmu, tapi jujur saja dia org yg sangat ceroboh !", kataku yg membalikkan keadaan.

"Hei, bagaimana kalau kau mengajaknya berkencan ?", usul J.

"Itu konyol, dia tdk akan menerima ajakkanku !", bentakku.

"Aku kan hanya memberi usul", kata J dgn raut wajah nurung. Aku hanya tertawa kecil.

"Baiklah sampai disini saja, aku duluan ya.. Smoga sukses !", kata J dan meninggalkanku.

Aku berpikir sejenak dan memikirkan perkataan J, "Mungkin masuk akal juga. Coba saja aku mengajak Ahiru berkencan ! Tapi aku kan tdk tahu cara berkencan dgn wanita !", pikirku dgn raut wajah bingung.

Aku mempunyai sebuah ide, tapi aku ragu apa akan berjalan dgn baik rencanaku. Dan aku menulis sesuatu dikertas, ya semacam surat, setelah menulit surat aku diam-diam mengikuti Ahiru berjalan. Aku berhasil memasukan suratku kedalam ransel Ahiru, dan pergi dgn cepat agar tdk ketahuan olehnya.

"Apakah ini akan berhasil ?", pikirku dgn ragu.

~To Be Continue~