a/n : Ok, ch. sebelumnya perannya Ryo, ch. sekarang kembali keperan Ahiru. Selamat menikmati
Chapter 5
"TERLAMBAT"
Malam ini aku tidak bisa tidur, entah apa yang kupikirkan. Aku berusaha membuang pikiranku yang negative-nya, tapi sepertinya tidak bisa. Aku hanya bisa menatap bintang-bintang dilangit malam yang sangat indah. Setelah melihat bintang-bintang, aku menyalakan lampu dan pergi belajar. Ketika aku membuka ransel-ku, terdapat surat kecil diselah-selah buku-ku. Aku membuka perlahan dan berisikan : "Kita bertemu di dermaga didekat sini hari Minggu".
"Aneh, tidak ada pengirim suratnya. Kira-kira siapa dan untuk apa..?", tanyaku kepada diri sendiri. Karena besok hari Minggu, jadi aku tidak boleh menolaknya. Kemudian aku membuang kertas itu dan pergi belajar.
(KEESOKAN HARINYA)
Aku datang sesuai janji dikertas keicl itu, tapi pebgirim surat itu belum datang juga selama 1½ jam.
"Lama sekali, apa surat itu bohong..?", penikku sambil menendang kaleng yang ada didekatku. Dan tanpa sadar kaleng itu menengai kepala orang yang sudah kutunggu lama sekali.
"Maaf telah membuatmu menunggu lama..!", kata pria itu dengan santai dan memegang kepalanya yang sakit dipukul dengan kaleng. Suara, gaya berbicaranya sungguh aku kenal, pria itu adalah RYO.
"RYO... Jadi kau yang menulis surat itu...?", kataku sambil menunjuk kearah Ryo dengan nada kaget.
"Ya begitulah...!", jawabnya dengan santai lagi.
"Ihh... Sebenarnya apa maumu...?", tanyaku yang sudah tidak bisa menahan emosiku lagi.
"Ehm...Aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan saja... Kau mau...?", tanya Ryo sambil mengulurkan tangannya.
"Karena kau telah membawaku sampai kesini, ya apa boleh buat. Aku akan pergi bersamamu, ya selagi hari Minggu...!", jawabku sambil memegang tangan Ryo. Akhirnya kami jalan berdua, tapi bukan sedang pacaran, hanya REFRESHING saja. Kami sangat menikmatinya, tanpa sadar sudah mau matahari terbenam. Sekarang kami sedang melihat matahari terbenam dipinggir laut.
"Pemandangan yang indah...!", kataku yang memuji keindahan matahari terbenam. Ryo hanya menganguk dan memikirkan sesuatu yang tidak kuketahui. Aku berpikir sejenak dan berpikir bahwa aku sangat sangat menyukai Ryo, karena memikirkan hal itu wajahku menjadi memerah.
"Kau kenapa...?", tanya Ryo yang menyadarkan dari lamunanku. Aku hanya menggelengkan kepala saja, kemudian berhenti sejenak. Wajah kami jadi memerah.
"Ehm... R..Ryo...", ucapku dengan sangat ragu karena tidak yakin.
"Apa...?", tanya Ryo yang wajahnya merah padam.
"Ada yang ingin kubicarakan..!", ucapku lagi yang masih sangat ragu.
"Aku pun begitu...!", kata Ryo dan ia menatapku. Tiba-tiba wajah kami kembali memerah banyak dan mengeluarkan banyak keringat.
"Sebenarnya...", serempak kami dan tiba-tiba ombak besar datang. Kami berusaha lari, tetapi gagal dan kami dibawa ombak pergi entah kemana.
~TBC~
a/n : OK, maaf kurang bagus terutama kata-katanya yang tidak tepat. Awalnya di ch. ini maunya sudah selesai, tapi karena aku dapat ide baru yang mungkin menurutmu konyol. Tapi tetap aku butuh Review dari kalian ya...! O_
