Chapter 6
"PILIHAN YANG RUMIT"
Disuatu tempat yang jauh dibawa dasar laut ada sebuah istana yang sangat megah, disana ada 2 orang yang tak sadarkan diri. Beberapa menit kemudian salah satu dari mereka sudah sadar.
"Ryo...Ryo...Ryo...Ayo sadarlah..!", kataku yang berusaha menyadarkan Ryo yang masih tak sadarkan diri. Akhirnya Ryo pun membuka matanya perlahan-lahan.
"A..A...Ahiru...!", kata Ryo yang berusaha untuk duduk. "Ini dimana...?", tanya Ryo sambil menengok kearah sekitarnya.
"Entahlah...Aku juga kurang tahu tempat ini...! Yang jelas, ini di dasar laut..!", aku menjelaskan.
"Kalau ini di dasar laut, kenapa kita bisa bernafas dengan mudah..?", Ryo tanya lagi.
"Pertanyaanmu masuk akal juga, aku juga tidak tahu...!", kataku sweatdrop sambil mengaruk-garuk belakang kepala dan tertawa kegirangan.
"(GUBRAGH) Ya tuhan...!", kata Ryo sambil memukul keningnya. Kemudian kami perlahan masuk kedalam istana itu, kami sedikit ragu karena disana sepi sekali.
"Disini tidak ada orangn ya..?", tanyaku yang saking bingung saja. Kemudian ZAP lampu menyala semua dan disana ada seorang Pangerang yang sangat konyol.
"Hello, sudah lama kami tidak menerima tamu...!", kata Pangeran itu sambil memegang bunga mawar dan dikelilingi rombongan pengawalnya.
Kami hanya terdiam dan sweatdrop karena tingkah lakunya yang konyol itu.
"Sebenarnya kau siapa dan tempat apa ini...?", tanya Ryo dengan nada sedingin es.
"Aku senang kau bertanya..! Panggil saja aku Pangeran Kai dan kami menyebut tempat ini Istana Bawah Laut, surga bagi para makhluk laut...!", pangeran itu menjelaskan sambil melakukan gerakan yang aneh.
"Jadi begitu...", kataku yang dari tadi sudah ingin muntah karena ia sangat konyol.
"Siapa nama kalian...?", tanya pangeran itu sambil memberikan bunga mawar yang dipegangnya sejak tadi.
"Pria disebelahku namanya Ryo Takaba, kalau aku Ahiru...!", aku menjelaskan dengan nada dingin seperti es.
"Oh begitu... Nona Ahiru, kau begitu cantik...!", kata Pangeran yang memujiku. Aku hanya terdiam dan blushing karena mendengar kalimatnya dan pangeran itu melanjutkan kata-katanya, "Kau adalah impianku, maukah kau menikah denganku...?".
"WHAT...?", serempak aku dan Ryo yang kaget sekali dengan kalimatnya yang tidak masuk akal.
"Aku menolak..!", bentakku.
"Mengapa...?", tanya Pangeran itu yang matanya sudah berkaca-kaca.
"Itu karena...", aku berusaha menjelaskan. "Aku tidak bisa mengatakannya padamu..."
Sinar wajah Pangeran itu sangat marah, "Kalau kau tidak mau mengatakannya, aku akan memaksamu untuk menikah denganku..! Pengawal...Bawa mereka...!", perintah Pangeran Kai dan pengawal-pengawalnya datang membawa pergi kami dan mengurung kami disebuah kamar kecil yang pintunya menggunakan kode.
"Kau tidak apa-apa...?", tanya Ryo yang kepalanya pusing karena dilempar oleh pengawal itu. Aku hanya menganguk yang kepalanya juga pusing, kemudian aku berjalan mendekati pintu itu.
"Sepertinya pintu ini menggunakan code rahasia..!", aku menjelaskan.
"Berarti kita susah untuk membuka pintu ini..?", tanya Ryo lagi. Sebelum aku menjawab pertanyaannya, pangeran masuk dan membawa sebuah hadiah.
"Nona Ahiru, aku membawakan hadiah untukmu...!", ucapnya dengan senang sambil memberikan aku hadiah. Aku sedikit ragu, makanya aku tidak mengambilnya.
"Hati-hati Ahiru, mungkin saja itu jebakan..!", Ryo berusaha memperingatiku.
"Ayo... Ambil saja...!", kata Pangeran yang berusaha meyakinkanku. Ya terpaksa aku mengambil hadiah itu, aku menutup mataku karena tidak ingin ada yang terjadi dan membuka hadiah itu perlahan-lahan. Didalamnya terdapat baju putih yang sangat sangat indah, itu menurutku.
"Bagaimana...Indah bukan...?", tanya Pangeran Kai dengan sangat sangat ramah. Aku menganguk dan tidak berkata-kata. "Kau akan menggunakan baju itu saat dipernikahan kita...!", Pangeran Kai melanjutkan perkataanya.
"APA...?", aku berteriak sangat kencang sampai kedengeran pengawal yang sedang berjaga diluar istana. Tapi perkataanku tidak dia hiraukan dan langsung pergi.
"Huh...Padahal umurku masih 13 thn dan aku tidak mau cepat-cepat menikah..!", aku sangat mengeluh.
"Ahiru...", panggil Ryo yang berbicara ditengah-tengah ngeluhku. "Menikah itu apa ya...?", tanya Ryo yang melanjutkan kalimatnya.
"Ya ampun (GUBRAGH)", ucapku yang kebingungan harus berkata apa pada Ryo.
~To Be Continue~
Author's note : Menurutku ceritanya jadi gak nyambung aja. Yang penting HEPI, ditunggu reviewnya...!
