Chapter 8

"KEADAAN YANG TERJEPIT"

Aku dan Ryo berusaha melarikan diri dari Istana Bawah Laut, tetapi kami ketahuan oleh Pangeran Kai.

"Nona Ahiru, jangan lari !", teriak Pangeran Kai yang mengejar kami.

Kami tidak menghiraukan perkataannya dan tetap lari tanpa henti. Kemudian para pengawal-pengawalnya keluar dan aku berhasil tertangkap oleh pengawal.

"AHIRU !", penik Ryo sambil menoleh dan ia pun berhasil ditangkap juga. Kemudian kami dibawah ke kamar itu lagi dan meninggalkan kami.

"Sepertinya kita gagal melarikan diri ?", tanya Ryo dengan raut wajah sedikit sedih.

"Jadi, aku tetap akan menikah dengan Pangeran itu ya ?", kata aku yang sedang dipinggir pojok kamar dan suasanaku sangat suram. Ryo hanya memandangiku dengan sweatdrop saja, tidak bicara sama sekali.

"Aku harus melakukan sesuatu", pikir Ryo yang sangat ingin membantuku untuk tidak melakukan rencana Pangeran Kai.

Hari sudah esok, hari dimana aku akan menikah dengan Pangeran Kai. Aku benar-benar tidak mau menikahnya dengannya, aku terpaksa harus melakukannya karena sudah tidak ada jalan keluar lagi.

"Ryo, aku pergi dulu... Aku akan meminta kepada Pangeran untuk membebaskanmu dari sini, jadi jaga dirimu", ucap salam perpisahan dariku dengan menggunakan gaun yang telah diberikan oleh Pangeran dan aku meninggalkan Ryo sendiri.

"Wah, ini situasi yang sangat gawat. Sebaiknya aku bergegas !", pikir Ryo dan ia mengikutiku dari belakang sampai ketempat Pangeran Kai.

Aku disambutdengan meriah oleh para pengawal dan mereka mengantarkanku sampai ketempat Pangeran. Ryo bersembunyi dibalik tembok dan pernikahannya akan segera dimulai. Aku menahan tangisanku karena aku akan menikah dengan orang yang bukan impianku.

"Baiklah, Nona Ahiru sudah sampai disini maka pernikahannya akan dimulai sekarang !", kata Pangeran Kai dengan perasaan sangat bahagia.

"Mati saja aku", pikirku yang sangat khawatir. Tiba-tiba Ryo muncul dan mengagetkan semuanya termasuk aku.

"RYO...!", penikku.

"Kau mau apa ?", bentak Pangeran yang sangat kesal karena Ryo sudah menggangu acara pernikahannya.

"Tentu saja mau menghentikanmu !", jawab Ryo sambil menunjuk kearah Pangeran. Kemudian pangeran memerintah semua pengawalnya untuk menyerang Ryo.

"Ta...Tapi pangeran... Kami sangat lelah", salah satu pengawalnya mengeluh.

"Dasar tidak berguna !", bentak Pengeran itu lagi. Ketika ia melihat ketempat aku berdiri, aku sudah tidak ada disana. "Dimana nona Ahiru", tanya Pangeran dengan cemas.

"Aku disini ", jawabku yang sudah tidak mengenakan gaun putih itu lagi.

"Uh...Kau berusaha melarikan diri ya ?", tanya Pangeran dengan kesal.

"Tidak, aku tidak melarikan diri. Tanyakan saja pada salah satu pengawalmu", jawabku dengan santai.

"Itu benar, tadi Nona Ahiru sempat bersalaman dengan kami !", kata salah satu pengawalnya lagi.

"Rupanya dia benar-benar manis", ucap pengawal yang lain.

"Kemudian nona Ahiru memeluk pria disebelahnya", kata pengawal yang satunya melanjutkan kalimatnya.

"Uh...Aku jadi iri !", kata Pangeran Kai dengan nada sangat kesal.

"Benarkan, aku tidak melarikan diri ?", tanyaku dengan nada sinis dan percaya diri yang tinggi.

"Nona Ahiru, ayo kita lanjutkan pernikahanya ?", permintaan dari Pangeran dengan mata berbinar-binar.

"Tidak mau !", bentakku sambil membuang muka.

"Tidak akan kuizinkan kau melakukannya !", bentak Ryo yang sudah sangat marah.

"Pengawal, tangkap mereka !", perintah Pangeran Kai. Sebentar lagi akan ada pertarungan yang sangat menarik.

~TBC~

a/n: Semakin lama semakin rumit saja ya, RnR