Chapter 9

""

Kemudian kami mulai bertarung dengan para pengawal-pengawalnya Pangeran Kai. Mereka lumayan kuat, untung saja aku bisa bela diri, begitu pula Ryo. Bahkan kemampuan Ryo lebih hebat dibandingkan denganku. Petarungan ini berlangsung 2 jam lebih, kami hampir kelelahan menghadapinya.

"Mereka tidak ada habis-habisnya !", ucap Ryo sambil menangkis serangan dari pengawal.

"Lalu, bagaimana selanjutnya ?", tanyaku dengan nada sedikit cemas sambil menyerang pengawal.

"Tidak ada cara lain, kita melarikan diri saja !", jawab Ryo sambil melempar bom asap yang sengaja ia ambil dari salah satu pengawal yang membawa bom asap. Dan aku dan Ryo melarikan diri dari Istana itu, kami dicegat oleh para pengawal yang sedang berjaga diluar istana.

"Kita harus melawan !", perintahku dan kami bertarung lagi (Capek Dech).

"Ayo !", kata Ryo sambil mengajakku lari lagi. Aku sudah tidak kuat lagi dan aku pun jatuh.

"AHIRU !", penik Ryo sambil menengok ke belakang.

"Aku tidak apa-apa, sebaiknya kau saja yang pergi dari sini !", ujarku dengan nafas terengap-engap.

"Aku tidak akan membiarkanmu, Ahiru !", ucap Ryo dengan tatapan serius.

Kemudian Ryo memikirkan rencana apa yang cocok dengan keadaan seperti ini. Akhirnya Ryo mendapatkan satu rencana dan dia akan memulai rencana itu. Kali ini yang mengejar kami adalah Pangeran Kai, Ryo menarik lenganku dan leari lagi.

"Aku harus bertahan !", pikirku untuk menyemangatiku sendiri.

Kami terus berlari sampai didepan kami ada sebuah jurang (memang ada jurang dibawah laut ?).

"Ryo...Apa yang akan kau lakukan ?", tanyaku dengan nada sangat cemas karena aku berpikir kami akan jatuh kedalam jurang itu.

Perkiraanku benar, kami jatuh kedalam jurang itu. Tapi kami tidak jatuh kedalamnya, itu hanya untuk menjebak agar Pangeran jatuh juga kedalam jurang. Pangeran Kai masuk kedalam perangkap Ryo, ia juga ikut jatuh kedalam jurang. Pangeran Kai tidak berhasil menyelamatkat diri dan ia pun jatuh kedalam jurang tanpa dasar itu. Kemudian aku dan Ryo memanjat tebih jurang itu dan segera berenang keatas. Kami pun berhasil mencapai ke atas permukaan, langit sudah sore dan matahari mau terbenam.

"Ahiru... Kau tidak apa-apa ?", tanya Ryo dengan nada cemas.

"Tenang saja, alu tidak apa-apa!", jawabku dengan nada tenang dan tersenyum.

"Hm...Ahiru, ada yang kubelum katakan padamu !", kata Ryo dan wajahnya pun memerah banyak.

"Memang apa yang kau mau katakan ?", tanyaku dengan nada kebingungan.

"Sebenarnya...Sebenarnya...Sebenarnya...", kata Ryo dengan ragu dan wajahnya tambah memerah. "A...A...Aku menyukaimu...!", Ryo melanjutkan kalimatnya.

"Be...Be...Benarkah ?", tanyaku lagi dan wajahku juga ikutan memerah. Ryo menganguk, "Aku juga menyukaimu, Ryo !", aku juga melanjutkan kalimatku. Kemudian Ryo mengambil first-kissnya, ditengah-tengah matahari terbenam membuatnya lebih indah.

13 tahun telah berlalu, dan kami pun menikah. Betapa bahagianya aku dapat menikahi pria impianku, begitu pula Ryo.

~The End~

a/n : Selesai juga cerita ini, aku tidak suka bagian akhirnya. Tapi ada yang meminta akhir ceritanya seperti ini. Baiklah, ditunggu Reviewnya olehku ^^