"BirthdayforMikuniTokichi"

Retsu, Go, Ryo, J, dan Jiromaru sedang mampir ke rumah Tokichi. Tetapi Tokichi tidak ada disana, yang ada hanya Chiiko. Semuanya sedang mengobrol diruang tamu rumah Tokichi. Tanpa sengaja Chiiko melewati calendar, dia melihat sekarang tanggal 3 Maret.

"Wah... Sekarang tanggal 3 Maret ya ?", tanya Chiiko kepada diri sendiri yang kelihatan sangat senang.

"Memang ada apa pada tanggal 3 Maret ?", tanya Retsu.

"Hari ini ulang tahun Kakakku !", Chiiko menjelaskan.

"Kau yakin ?", tanya Go.

"Tentu saja !", bentak Chiiko.

"Lalu apa dia akan diberi superase ?", tanya J.

"Tentu saja, tapi pertama-tama kita siksa dia dulu !", kata Chiiko.

"Menyiksa dia ?", serempak semuanya (sweatdrop).

"Yeah...", kata Chiiko dengan santai.

"Apa kau tidak berlebihan ?", tanya Ryo.

"Tentu saja tidak. Sekarang kalian semua pulang, nanti kalian datang lagi jam 9 malam untuk merayakan ulang tahun Kakak !", perintah Chiiko sambil membukakan pintu keluar.

Semuanya mengikuti perintah Chiiko dan mereka akan kembali datang sesuai yang diminta Chiiko. Saat waktu yang bersamaan pula Tokichi pulang.

"Halo semuanya !", ucap Tokichi dengan bergaya dan tertawa riang. Tapi semuanya tidak menghiraukan perkataannya. Tokichi langsung masuk kedalam rumahnya dengan raut wajah murung.

"Kakak sudah pulang ya ?", tanya Chiiko dengan nada riang.

"Kau sudah tahu sendiri kan", kata Tokichi yg masih murung.

Chiiko hanya tertawa, "Kakak, boleh aku punya permintaan tidak ?", tanya Chiiko dengan mata berkaca-kaca.

"Kau mau apa ?", tanya Tokichi lagi dengan nada lemas.

"Boleh tidak selama seharian penuh ini kakak mengdengarkan semua perkataabku ?", tanya Chiiko lagi.

"Heeh...", teriak Tokichi yang sangat kaget dengan perkataan adiknya.

"Kalau kakak tidak mau, akan aku laporkan kepada papa !", ancam Chiiko.

"Ja...Jangan bilang ke Papa !", kata Tokichi yg sangat cemas entah apa yang akan terjadi bila Chiiko laporkan kepada papanya.

"Makanya, turuti perintahku !", kata Chiiko.

"Baiklah...", kata Tokichi sambil menangis.

Chiiko sukses menjalankan rencananya, Tokichi disiksa terus tanpa henti oleh Chiiko sampai tepat pukul 9 malam. Tokichi yang malang.

"Aduh...Chiiko, sudah aku sudah lelah !", Tokichi mengeluh.

"Sudah...Jangan mengeluh...Sekarang kakak gendong aku sampai ruang tamu !", perintah Chiiko sambil memukul Tokichi menggunakan cambuk.

Tokichi menuruti perintah Chiiko dan ia menggendongnya sampai ke ruang tamu. Keadaan ruang tamu gelap, dan Chiiko langsung turun.

"Dari pada aku disiksa olehmu, sebaiknya aku memilih mati saja !", teriak Tokichi.

Lampu pun menyalah dan semuanya ada disana.

"HAPPY BIRTHDAY", teriak semuanya.

"Maaf ya kak, tapi biar kakak merasakan sedikit disiksa", kata Chiiko sambil menjulurkan lidahnya.

"SELAMA INI AKU SERING DISIKSA OLEHMU, CHIIKO !", bentak Tokichi yang mulai kesal dengan perbuatan adiknya.

"Oh ya...Tokichi, bukannya kau ingin mengakhiri hidupmu sekarang ? Sini biar kubantu kau !", kata Go sambil membawa golok.

Semuanya takut dan mereka mundur selangkah demi selakang (sweatdrop). Go seperti pembunuh saja.

"Aku kan hanya bercanda !", Tokichi menjelaskan (sweatdrop).

"Ya, aku terlanjur membawa ini. Jadi akan kulakukan !", bentak Go sambil mengambil ancam-ancam mengejar Jiromaru, Chiiko, J, Retsu, Tokichi, dan Ryo. Kemudian semuanya berlari, seperti Tom and Jerry saja kejar-kejaran.

"Go, kenapa kami juga ?", tanya Retsu yang ketinggalan oleh rombongan yang sedang berlari menghindari si pembunuh aneh Go.

"BIARKAN SAJA", teriak Go.

a/n : Makin lama makin bingung jalan ceritanya. Sepertinya untuk next ch. sudah kehabisan ide. Tapi akan diusahakan mendapat ide untuk fic J. RnR.