Author's Note : (tarik nafas yang panjang) Karena sudah tidak punya ide, terpaksa menggunakan imajinasiku selama ini yang tidak mau kuberitahu siapa-siapa pun. Itu teserah kalian, bagus atau tidak cerita ini. Happy Reading

"BIRTHDAY OF THE WORST FOR J"

Disuatu cuaca yang sangat indah, dibawa pohon yang rindang, anak berambut biru ini yang selalu bersemangat dan tidak mau kalah ini sedang mondar-mandir memikirkan SESUATU. Kakaknya hanya melihat tingkah laku adiknya yang bodoh itu bingung banget.

"Woy Go...Sedang apa kau mondar-mandir terus ? Kepalaku jadi sakit melihatnya !", anak berambut merah itu mengeluh sambil memegang kepalanya.

"Sedang berpikirlah Kak Retsu. Kakak pasti sudah tahu kan ?", adiknya malah marah-marah.

"Tidak perlu semarah itu kan ? Sudah berhenti mondar-mandir lagi, kepalaku malah jadi tambah sakit !", Retsu bertambah mengeluh dan kepalanya mulai berkunang-kunang.

"Kalau begitu tidak usah dilihatin !", bantah adiknya yang menahan emosinya.

"Memang apaan sich yang kau pikirkan ?", tanya Retsu yang kepalanya masih berkunang-kunang.

"Kakak tahu sekarang tanggal berapa ?", tanya Go lagi yang masih mondar-mandir.

Retsu menjernihkan kepalanya dan berpikir sejenak, "Tanggal 14 Desember !", jawab Retsu yang memikirkan apa yang akan dilakukan oleh adiknya yang bodoh itu.

"Nah, itu tahu !", kata Go dengan santai dan melanjutkan mondar-mandirnya.

"Iya, memang ada apa dengan tanggal 14 Desember ?", bentak Retsu yang sudah mulai marah dan ia mengeluarkan asap dari kepalanya.

"Kakak jangan emosi dulu, nanti cepat tua loh ! Hari ini ulang tahunnya J !", Go menjelaskan yang membuat amarah Retsu redah.

"Aku mengerti, kau ingin memberikan kejutan untuk J kan ?", tanya Retsu sambil mengacungkan jarinya. Go menganguk dan kembali mondar-mandir lagi.

"Hentikan Go, jangan mondar-mandir lagi. Nanti juga terlintas dikepalamu itu !", Retsu menjelaskan karena dia sudah tidak tahan lagi dengan melihat Go mondar-mandir yang tidak jelas dan Retsu hampir pingsan.

"Hahah", kata Go yang mengeluarkan lampu dari kepalanya atau biasa kita sebut "IDE".

"Akhirnya berhenti juga !", kata Retsu yang sangat lega melihat Go berhenti mondar mandir.

"Aku dapat ide Kak, tapi pertama-tama kita pergi ke Lab. Prof. Ogami !", Go menjelaskan.

"Untuk apa ?", tanya Retsu yang tidak dihiraukan oleh Go. Kemudian tangan Retsu ditarik oleh Go dan langsung pergi ke Lab Prof. Ogami dengan secepat kilat.

Mereka telah sampai didepan Lab Prof. Ogami, Retsu sangat lelah karena lari-larian ditarik paksa oleh Go sampai kesini.

"Go, sebenarnya apa tujuanmu ?", tanya Retsu yang mencoba menarik nafas.

"Sudah lihat saja", kata Go yang tidak mau memberi tahu rencananya. Tanpa sengaja Rei lewat didepan Seiba Bersaudara.

"Sedang apa kalian disini ?", tanya Rei dengan nada dinginnya seperti biasa gituloh.

"Kebetulan kau , aku minta pertolonganmu !", Go memohon kepada Rei dengan bersungguh-sungguh.

"Kau mau apa ? Kalau kau minta yang aneh-aneh aku menolak !", bantah Rei dengan senyum dinginnya. Kemudian Go membisikan sesuatu ditelinga Rei. Retsu hanya diam ditempat tidak berkata-kata membiarkan Go berbuat sesuka hatinya.

"APA...?", teriak Rei yang sangat kaget karena Go membisikan hal yang konyol.

"Kumohon Rei...! Tapi bukan untukku, untuk J !", Go menjelaskan.

"Jadi ini untuk J...?", tanya Rei dengan mata berkaca-kaca.

"Yup, karena hari ini ulang tahun J !", Go menjelaskan kembali.

"Baiklah akan kulakukan...!", semangat Rei yang membara tak kalah semangat dari Go dan Rei berlari secepat kilat masuk kedalam Lab Prof. Ogami sampai membuat Go dan Retsu berputar-putar.

"Dia cepat sekali...!", ucap Retsu yang matanya berkunang-kunang.

"Namanya juga jatuh cinta kepada J...!", Go menjelaskan yang matanya juga berkunang-kunang.

"Kau tahu dari mana kalau Rei tertarik dengan J...?", tanya Retsu yang berhenti berkunang-kunang.

"Sebenarnya...", Go sedang menjelaskan suatu kejadian.

(flashback)

Rei : "Tunggu J, jangan lari dariku...!" (Dengan tersenyum seperti orang yang sedang jatuh cinta sambil mengejar J)

J : "Tidak mau..!" (Berusaha lari dari Rei)

Rei : "Tunggu, kuberi ciumanku dulu..!"

Go : (Sweatdrop)

J : Tidak mau...!' (Berteriak)

(back to stage)

"Jadi begitu yah...?", tanya Retsu dan Sweatdrop. Go hanya menganguk dan mereka pergi ke Lab Dr. Tsuchiya dengan secepat angin. Mereka telah sampai didepan Lab Dr. Tsuchiya, Rei belum datang juga.

"Huh...Dimana Rei..?", Go mengeluh.

"Pasti dia datang...! Bersabarlah...!", Retsu menenangkan hati Go.

"Bagaimana mau sabar, kita sudah menunggunya selama 2 ½ jam tahu..!", bentak Go.

"Itu dia...!", kata Retsu sambil menunjuk kearah Rei yang sedang menuju ketempat Seiba Bersaudara menunggunya. Rei datang dengan gaun dan dandanan yang begitu ribet banget.

"Rei, kau terlalu...Berlebihan", ucap Retsu dan sweatdrop.

"Tentu saja tidak...Ini demi J...!", ucap Rei kemudian ia tertawa terbahak-bahak.

"Baiklah, lakukan rencananya...!", perintah Go. Rei menganguk dan melaksanakan rencana besar-besaran Go. Rei telah didepan pintu Lab dan membunyikan bel. J membuka pintu dan...

"J, sudah lama kita tidak bertemu ya..?", tanya Rei dengan senang sambil memeluk J dengan erat.

"K..Kau mau apa...?", tanya J yang kelihatan sedikit kesal kepada Rei.

"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin memelukmu saja..!", Rei menjelaskan dan pelukannya semakin kuat sampai J sesak nafas.

"Aku bukan bantal guling, Rei...!", ucap J dengan lembut walaupun sudah diperlakukan buruk oleh Rei.

"Ya aku tahu itu, rasanya aku ingin menciummu J...!", kata Rei yang ingin mencium J.

"Tidak mau..!", teriak J dan akhirnya J bisa lepas dari pelukannya Rei. Lalu J lari pergi jauh meniggalkan Rei.

"Hei, tunggu...!", teriak Rei. Pada akhirnya J dan Rei kejar-kejaran seperti tikus dan kucing saja.

Go dan Retsu hanya melihat mereka berdua saja, "Jadi ini rencanamu Go...?", tanya Retsu (Sweatdrop).

"Tentu, ayo kita beri ucapan selamat pada J...!", ucap Go dan ia menarik tangan Retsu seperti gerobak saja.

"Rei, kumohon berhentilah mengejarku...!", perintah J.

"Aku tidak mau berhenti sampai kau mendapatkan...", kata Rei yang belum menyelesaikan kaliamtnya.

"HAPPY BIRTHDAY, J...!", ucap Go dan Retsu bersamaan yang tidak disadari J bahwa mereka sudah didepan matanya.

"Aku dimintai tolong oleh Go untuk melakukan hal ini...!", kata Rei sambil memeluk J dengan erat.

"Begitu...?", ucap J dengan santai.

"Maafkan ya J, kau tidak marah kan ?", tanya Go dengan lembut.

"Tidak..", jawab J sambil menggelengkan kepalanya.

"Sebagai hadiah dariku, kuberikan ciumanku kepadamu...", kata Rei lagi. J kaget dan ia berusaha lari dari Rei.

"Go, hentikan Rei ! Kau kan yang meminta tolong padanya, jadi kumohon hentikan..!", perintah J.

"Maaf J, tapi sepertinya itu keinginan Rei, bukan keinginanku...", kata Go sambil menggaruk-garuk belakang kepala.

"GO...!", teriak J.

~END~

J : Udah selesai ?

Author : Belum ! Ya udahlah masa belum !

J : Kan bercanda, jangan marah dong !

Atuhor : Yah (Sweatdrop)

J : Fic-nya tentang gua ya ?

Author : Lu tahu sendiri kan ! (Emosi)

J : Tapi kenapa ceritanya gua dikejar-kejar si Rei sich..?

Author : Habis...Gua udah kehabisan ide..! (Sakit kepala)

J : Makanya lu minum Oskadon

Author : Lu kira gua sakit kepala...? (Semakin emosi)

J : Just Kidding...! (PEACE)

Author : Udah, lu diem...!

J : Tapi lu gak buat fic untuk Jiromaru..?

Author : Tenang, udah gua atur...!

J : Masa sich...?

Author : Udah lu diem saja, gak usah bacrit (banyak cerita). Nah fic ini selesai, ini teserah kalian suka atau tidak. Ditunggu reviewnya.

J : GUA KEBERATAN...!

Author : Gua udah menyuruh lu diem J..! (Tambah emosi kemudian ambil palu seberat 100t dan memukul J)