First Haruhi fanfic yang juga first crossover. Enjoy :D
Haruhi dan Sebuah Hunter License
Kyon tidak akan lagi menyarankan acara TV apapun kepada Haruhi. Dia sudah membuat sebuah kesalahan besar yang berimbas padanya dan seluruh anggota SOS Brigade. Semua ini karena Kyon memperkenalkan Haruhi dengan dunia anime Hunter x Hunter.
"Kyooooon, aku bosan!" Haruhi berada di rumah Kyon, dia sedang tiduran di atas sofa. Untuk seorang gadis seperti Haruhi yang berpenampilan menarik berada di rumah teman lelaki sendirian membuat kecurigaan pada tetangga. Tapi apa yang Kyon dapat lakukan? Haruhi bisa mendapatkan segala yang dia inginkan dengan kemampuannya yang bahkan dia tak sadari. Dan Kyon hanyalah seorang manusia biasa.
"Lalu kau mau aku apa?" Bodoh, jangan bertanya hal seperti itu! Nanti kau memberinya masukkan masukkan gila. Kyon sedang duduk di lantai sambil memainkan hapenya.
"Tidak tahu, kau saja yang memikirkannya!" Haruhi memindah-mindahkan saluran TV.
"Noton TV saja sana, lagipula kau kenapa ke rumahku?"
Haruhi mengabaikan pertanyaannya. "Urgh! Tidak ada yang seru! Kau punya DVD tidak?" dia terdengar jengkel. Kyon sadar jika Haruhi tidak bahagia, semuanya akan mengigit jari dan melihat dunia yang damai secara normal ini berubah gila.
Kyon lalu berdiri, "Baiklah, tunggu disini." Dengan kedatangan Haruhi, dia merasa menjadi seorang budak di rumahnya sendiri. DVD, DVD, DVD… untunglah aku dan adikku mempunyai beberapa DVD. Kyon membaca beberapa judul. Hm… dulu aku menonton series filem ini. Sudah lama aku tidak menontonnya.
"Kau ingin menonton ini?" Kyon memberinya muka datar.
"Mukamu jelek sekali." Haruhi mengambil dengan kasar DVD tersebut dari tangan Kyon. "Ini sebuah anime?" Haruhi membaca sinopsis cerita di belakangnya.
"Kenapa, kau tidak suka?"
"Aku hampir tidak pernah menonton anime, terlalu sibuk kurasa." Haruhi memberikannya kembali pada Kyon, "Setelkan, sinopisnya terlihat menarik."
Baik yang mulia.
Filem diputarkan. Kyon mengamati Haruhi dengan terkejut. Haruhi sangat berkonsentrasi menoton filem tersebut. Wajahnya berubah seperti anak yang baru mendapatkan banyak hadiah di hari natal, sudah lama sekali Kyon tidak melihat wajah Haruhi yang gembira dan bersemangat ini. Mencapai episode 12 yang membutuhkan waktu selama 6 jam, kini bulan memancarkan cahaya pada hitamnya langit malam.
"Haruhi, ini sudah malam. Sebentar lagi orangtuaku akan datang bersama adikku." Lalu orangtuaku akan menanyakan dan mulai menuduh hal-hal yang tidak kulakukan kepadamu.
"Huh? Satu episode saja lagi Kyon!"
Haruhi menghentikan filemnya ketika episode 13 selesai, lalu terdiam. Beberapa saat kemudian dia berlari ke arah Kyon yang sedang di dapur, kedua tangannya dia genggam dengan erat, matanya memancarkan sinar dan mulutnya tersenyum lebar "KYON! ASTAGA KENAPA KAU TIDAK MEMBERITAHUKU DARI AWAL TENTANG FILEM ITU?"
Karena kau terlalu mengerikan.
"AKU SANGAT SANGAT SANGAT MENYUKAINYA KYON!"
"Bawa sajalah pulang, untukmu juga tidak masalah." Kyon melepaskan genggaman Haruhi yang mulai terasa sakit.
Haruhi mulai bergumam sedih, "andaikan saja semuanya nyata…"
"Apa?" Kyon tidak mendengar hal yang baru dikatakan Haruhi. Dia mulai khawatir.
"Tidak. Sampai jumpa!" Haruhi kembali bersemangat.
Tanpa mengucapkan terima kasih, dia berlari mengambil DVD yang baru disaksikannya dan membanting keras pintu rumah Kyon. Akhirnya dia pergi juga.
Kyon kini sedang tiduran di kasur kamarnya ketikatelponnya berbunyi, "Halo? Apa maumu Koizumi?"
"Selamat malam Kyon."
Dia membayangkan senyuman palsu yang tidak dipaksakan di wajah Koizumi, "ya, terserah."
"Bagaimana kabar Suzumiya tadi?"
Astaga, orang ini mengerikan. Seperti seorang penguntit saja, "Bagaimana kau tahu Haruhi ke rumahku tadi?"
"Dari orang-orang di Agency"
Kyon mulai menyindir, "Tentu saja, kenapa aku bodoh sekali bisa melupakan hal itu." Koizumi tertawa kecil khas miliknya. Kyon melanjutkan, "Dia awalnya merasa bosan, lalu dia senang setelah menonton seri anime."
Koizumi terdiam.
"Hey, berbicaralah. Apa yang kau pikirkan?" Sebenarnya aku tidak ingin tahu.
"Kau berkata bahwa dia menyukainya bukan? Seberapa besar?"
"Sangat sangat sangat menyukainya," Kyon menjiplak kata-kata cara Haruhi.
Koizumi menghela napas, "Inilah masalahnya; Haruhi menyukai filem tersebut, tapi akal sehatnya tahu bahwa filem tersebut tidak nyata. Karena hal itu, Suzumiya akan mengambil sebuah tindakan…"
Sungguh aku tidak ingin mendengarnya.
"…berupa hidup dalam mimpi yang pastinya berhubungan dengan anime yang telah kau berikan. Apa nama judul anime itu?"
"Hunter x Hunter."
"Baiklah, aku akan menghubungi Nagato dan Asahina untuk mempelajari anime tersebut sebelum kita semua terjebak dalam alam mimpi tanpa mengetahui apa yang harus dicapai. Kau juga harus mempelajarinya Kyon, sebelum Haruhi tertidur-"
Terlambat, semuanya gelap. Haruhi telah tertidur di depan TV yang berakibat hilangnya kesadaran semua anggota SOS Brigade. Alam mimpi pun dimulai.
to be continued
End of chapter 1
