Chalice : horeeeeeeee XD, grandchase high school update XD.
Elesis : ...bukannya update Fic mu yang satunya lagi... *sweadropped*
Chalice : buntu ide *innocent face*
All (min mari, Malice, Aoki) : *sweadropped*
Chalice : baiklah, Malice~ feedback~~~
Malice : kenapa aku?
Chalice : karena... kau kelihatan cocok hari ini menjadi pembaca feedback (?)
Malice : *pergi ke labotarium dan balik lagi sambil membawa buku tebal berwarna hitam* ...katakan sekali lagi dan kau bakalan berubah menjadi ayam...
Chalice : *berkeringat* Ryouna~~~
Ryouna : baiklah
Feedback :
To DarkMelt :
Semoga saja makin heboh jika ada si kembar itu *usap-usap dada*, tapi , chalice-sama juga bingung si Mari mau dibikinin suka sama sieghart atau tidak... tapi intinya makasih atas reviewnya,DarkMelt-chan *membungkuk*
.
To Perfect Maid Haruka :
Kelihatannya si Arme bakal di bullying *di timpuk ShortStaff*... tapi makasih atas reviewnya ya ,Haruka-chan *membungkuk*
.
Chalice : terimakasih ,Ryouna-chan XD.
Ryouna : sama-sama ,
Chalice : Haku~ Disclaimer~~
Haku : geez... oke...
Disclaimer : Grandchase bukan milik Chalice, jika grandchase milik Chalice, maka grandchase menjadi game online tergaje di dunia (?).
Warning : Gaje, Kaga nyambung, Alur kecepatan, bin ajaib aneh, Cacad, sarap, gak ada romance-romancenya (?),rasa 3 buah bahasa yang enak dan garing., populitas Ocnya menambah (?), OOC, Supeeeeeeeeer GAJe karena kegajean author sudah di update, Tempe Garing yang di goreng 4x (?)
OC yang muncul disini : Aoi haruna, Aoki Haruna, Ryouna Hanami, Haku Kanzama, Malice DarkCloud, Chalice DarkCloud, Kathrine Goldine, Tia Haname, 'gadis berambut warna merah ruby' (belum dikasih tahu namanya), 'gadis berambut warna oren jeruk' (sama)
-happy reading-
Teng! Tong! Teng!
"YEIIIIY! Istrirahat!" terdengar koor murid-murid saat mendengar bel tanda break time.
"Armeeee~~~~, Makan bareng yuk" ajak Aoi tiba-tiba.
"eh? Oke..." terima Arme.
"Ryou-chan~, Haku-kun~,Chalice,Malice,Lass~ makan yuk~ barengan sama Arme" ajak Aoi.
"Boleh" tiba-tiba muncul gadis berambut oren, rambutnya tidak diikat dan panjangnya sepunggung "Ayo, Haku!" Ajak gadis itu sambil menarik-narik tangan pemuda berambut abu-abu dan bermata aquamarine.
"oke...oke... dan jangan menarikku dengan kasar,Ryouna..." ucap pemuda itu pasrah dan kesal.
"Heee~ maaf~" ucap Ryouna minta maaf dan melepaskan pegangannya.
"hallo, namaku Ryouna Hanami , Arme-chan. Salam kenal" salam Ryouna.
"salam kenal" ucap Arme senang.
"oh ya, yang disebelah ku ini Haku kanzama" ucap Ryouna memperkenalkan pemuda yang disebelahnya.
"..." pemuda itu malah diam saja.
"Haku! Bilang salam kenal" perintah Ryouna.
"geez... malas..." ucap Haku malas.
"HAKU!" teriak Ryouna kesal.
"geez... salam kenal... sudah selesai" Haku langsung pergi keluar.
"mau kemana kau,Kanzama" tanya Malice dengan dataaaar banget mirip Mari bicara.
"bukan urusan mu, lady in black" Haku langsung menutup pintu.
"Tunggu,Haku!" Ryouna langsung mengejar Haku.
"la,lady in black? GWAAAAHAHAHAHAHA! Benar juga Malice kan gadis yang beraura hitam" tawa Chalice menggelegar.
Tiba-tiba aura disana menjadi gelap membuat semuanya ketakutan (min Lass)
"apa katamu,Chalice..." tanya Malice dengan aura hitam yang kelam.
"hiiii... selamatkan aku dari gadis gelap ini!" teriak Chalice ketakutan dan lari.
Dan terjadilah kejar-kejaran chalice dan malice.
"kita abaikan saja 2 mahluk yang suka kejar-kejaran itu , ayo kita makaaaan" Aoi langsung menarik Arme dan Lass.
"Eh... tap,tapi...GYAAAA!" Arme langsung ditarik Aoi.
"..." Aoki hanya diam saja dan ditinggal sendirian.
"*sigh* lebih baik aku ke tempat perpustakaan saja..." ucap Aoki dan langsung pergi.
-di atas atap sekolah-
"Uaaah, kenyangnya" ucap Aoi senang.
"apalagi udara disini segar" ucap Arme senang.
"..." Lass hanya diam saja sambil tetap makan.
"KYAAAA! AOKII-KUNNN!" terdengar suara teriakan sekitar gerombolan gadis-gadis (?).
Aoi,Arme dan Lass melihat kebawah dan melihat Aoki dikejar-kejar gerombolan gadis-gadis.
"WTH!? Kenapa bisa ketahuan aku ada di Perpustakaan?!" teriak Aoki sambil lari.
"heeee~ kelihatannya fans Aoki mau memberikan kue ke Aoki seperti biasa walau ujung-ujungnya Si Aoki gak memakannya melainkan membuangnya" ucap Aoi santai "be carefull Lass~" ucapan Aoi membuat Lass bingung.
"hah?"
"karena aku mendengar suara gadis-gadis yang ingin memberikanmu kue~" ucap Aoi sambil memegang headsetnya.
"heeee~ sejak kapan pendengaran Aoi seperti pendengaran kelinci?" tiba-tiba muncul Chalice.
Sontak saja Arme dan Aoi kaget karena Chalice langsung muncul di depan Aoi.
"ada apa? Kalian seperti ngelihat setan aja?" tanya Chalice bingung.
"tidak..." ucap Arme dan Aoi bersamaan.
"ngomong-ngomong soal fans, Lassie~ here Kue buatan chalice darkcloud~" ucap Chalice sambil memberikan sebuah kue bolu yang kelihatan gosong dan terdapat tangan (?) manusia diatas kue bolu tersebut.
Aoi,Arme dan Lass hanya cengo ngelihatnya. sedangkan Chalice, dia udah hilang entah kemana
"Go,good luck for you ,Lass" tiba-tiba muncul jin sambil menepuk pundak Lass.
"...sejak kapan kau ada disini?" tanya Lass.
"baru saja..., hallo ,Aoi. Kelihatannya kau baru mengganti headset yang menjadi senjatamu itu" ucap Jin sambil melihat headset Aoi yang berwarna Biru muda.
"tentu saja, headset ku yang lama patah gara-gara siapa?" deathglare Aoi yang alhasil membuat Jin hanya berkeringat dingin.
"sekarang kau harus membayarnya ,Jin!" ucap Aoi dan langsung menarik sesuatu di headsetnya.
"WTF?! Tu,tunggu! Aku minta maaf atas rusaknya headset kesayanganmu... jadi maafkan aku dan jangan membunuhku!" ucap Jin lari dan menghindarin serangan machinegun Aoi.
"tidak ada kata maaf asalkan kau harus memberikanku mochi 50 buah!" ucap Aoi sambil tetap menembak Jin dengan machinegunnya
"yayayaya... aku akan mentraktirmu beli Mochi 50buah asalkan jangan membunuhku!"
"bagus" Aoi langsung memasukan machine gunnya kedalam headsetnya (emang bisa dan muat ya?)
"nanti pulang sekolah kau harus mentraktirku mochi 50 buah di mpo Imah (?), katanya kue mochi buatannya enak, walau harganya agak mahal, jadi siapkan dompetmu kebakar ya" ucap Aoi sambil tersenyum iblis.
Jin langsung menatap dompetnya yang sisa hidup uangnya tinggal 5jam lagi.
'nasib-nasib...' pikir Jin sambil menangis.
"sebentar lagi masuk kelas, aku lupa membeli pulpen lagi, nah aku pergi dulu ya~~~" ucap Aoi dan langsung pergi.
"aku juga, pergi dulu dadah~, mau nyabut (?) bunga buat Honey Amy~" ucap Jin dan pergi.
Tinggal Lass dan Arme sendiri.
"Waaaah, Lass-kun. Ketemu juga, terimalah kue dari kami~" tiba-tiba para fansgirl Lass datang dan memberikan Lass kue.
Arme yang ada di sebelahnya di tatap tajam sama Para fasngirl.
"oi, siapa kamu, berani dekat-dekat dengan las-kun?" tanya para fansgirl itu.
"kau jangan berani dekat-dekat dengan Lass atau berurusan dengan kami."
"benar, gadis jelek sepertimu jangan dekat-dekat dengan Lasskami!"
"minggir kau!" dorong salah satu Fansgirl itu dan alhasil Arme jatuh kelantai.
"auch! Apaan sih! Apa salah ku!?" teriak Arme naik pitam.
"karena kau berani dekat-dekat dengan Lass" ucap gadis-gadis itu.
"apaan sih! Aku cuman teman sekelasnya kok! Siapa yang mau dekat-dekat dengan Albino itu" ucap Arme kesal.
"heee... teman juga sama, pendek!" ucap salah satu gadis itu dan menjambak rambut Arme (o-0w sakit itu pasti / Arme : ya iyaah, author i-d-i-o-t!)
"hentika-" sebelum Lass menyelesaikan ucapannya yang ingin menghetikan gadis itu (kalian tahu kenapa dia gak menghetikannya dengan cara menahan gadis itu? OF COURSE! *author di hajar karena teriak pakai Toa* dia gak bisa gerak karena tuh fansgirl banyak banget dan lagi Arme gak ada di dekat situ)
"Hentikan!" tiba-tiba Aoi datang sambil menembak gadis itu dengan Shotgunnya (gila! Mau bunuh orang tuh?) syukurnya tuh gadis gak kena.
"Hiiii... Ha,Haruna-san..." kaget gadis itu.
"Lepaskan jambakanmu ke Arme" perintah Aoi dengan seringai
o-0w mana sikap childish Aoi yang sekarang diganti sikap iblisnya?
"Hiiii..." gadis itu langsung melepaskan jambakannya dan langsung ngacir diikutin para fansgirl.
Tersisa 1 gadis berambut diikat dua seperti bor (ini OC saya yang berperan sebagai Antagonis (?)) berambut Pirang, bermata Violet, ikat rambutnya terbuat dari Ruby (gileeee, bagi donk XD) berada didekat Lass.
Aoi mendeath glare ke gadis itu.
"..." gadis itu langsung menoleh ke Arme walau tau dia di death glare oleh Aoi.
"Arme Glensid, kau selamat kali ini, lain kali aku akan menghancurkan mu (?)" ancam gadis itu.
"walau kau mau menghancurkan Arme, kau duluan lah yang bakal kuhancurkan Kathrine Goldine" ucap Aoi enteng sambil mengeluarkan seringai.
"Tch!" kathrine langsung pergi.
"...dia kenapa? Apa salahku?"tanya Arme kebingungan.
"yah... kathrine Goldine gadis yang cukup aneh, dan dia sering mengganggu para fansgirl Lass, gak tahu kenapa" ucap Aoi santai.
"tapi berkat ada dia, para fansgirl ku berkurang walau aku benci dia.." ucap Lass.
"yah... dan berkat kakaknya juga para fansboyku pada mati semua~ walau sebagian aku dan Aoki yang bunuh~, aku berterimakasih pada kakaknya~" ucap Aoi happy.
Arme hanya menatap Aoi dengan tatapan ngeri pas mendengar kata-kata 'walau sebagian Aku dan Aoki yang bunuh'
"...kau pasti takutkan pas Haruna Berkata dia dan saudaranya itu membunuh kan?" tanya Lass.
"i,iya"
"Yah~~` kenyataannya aku dan Aoki lahir memilik hasrat membunuh yang tinggi ,Arme~~ makanya itu aku tidak sungkan menembak gadis tadi dengan shotgun ku~" ucap Aoi enteng.
Arme hanya sweadropped karena Aoi dengan entengnya berkata demikian.
TENG! TONG! TENG!
"Sudah bel, Arme ayo cepat atau kita bakal dibunuh bu Kaze'aze ,ah! bukan dibunuh tapi kita (khusus perempuan) bakalan dihukum berat sampai mata pelajaran dia selesai dan khusus lelaki ya... jarang dihukum... muuuh... enak nya menjadi laki-laki" keluh Aoi sambil menggembungkan mulutnya seperti ini XI.
Aoki yang entah kapan dan dimana udah ada disana.
"...begitukah?" tanya Aoki.
Arme yang kaget atas kemunculan Aoki yang entah kapan dia muncul.
"Benar!" ucap Aoi.
"Jadi?"
"Aoki! Sebagai adik kembarku kau harus menurutiku!"
"...apa itu?"
"gantiin aku jika dihukum bu kaze'aze! Aku kaga mau di hukum memakai bikini! (emang di suruh ya?)"
"caranya?"
"kita ganti posisi, kau memakai seragamku dan aku memakai seragammu, muka kita kan sama"
"... bagaimana dengan rambut kita? Kan rambut kita beda panjangnya"
'benar juga ya... Aoi rambut depannya (bukan poni) panjang dan belakangnya pendek sedangkan Aoki kebalikannya, kalau cuman seragamnya kaga masalah bagi mereka, tapi mereka akan ketahuan cuman gara-gara gaya rambutnya doank' pikir Arme sambil sweadropped.
"ya, pakai Wig! Ini Wignya" Aoi memberikan Aoki sebuah Wig yang rambunya mirip Aoi.
"lalu Kamu?"
"aku udah ada~" Aoi langsung memegang headsetnya dan memunculkan sebuah Wig yang mirip seperti rambut Aoki.
'WTH?! Perasaan Aoi ngeluarin benda-benda besar dari headsetnya?! Apa tuh headset fungsinya mirip kantung ajaib Doraemon?' pikir Arme sambil cengo.
"nah bagaimana, Aoki?" tanya Aoi.
"baiklah, mana seragam mu?" tanya Aoki terima-terima aja.
Aoi langsung membuka bajunya sontak aja Arme langsung kaget.
.
.
.
.ada yang ketahuan pikiran hentai nih XD. *dihajar Reader*
.
.
.
Syukurnya Aoi memakai kaos dan celana pendek.
"ini Aoki." Ucap Aoi menyerahkan seragamnya.
"jadi..."
"giliran mu, gimme your uniform" ucap Aoi.
Aoki sama kaya Aoi, membuka seragamnya tanpa punya rasa malu walau disana ada 1 cewe (Aoi kaga dianggap cewe sama Aoki * Author di tembak mati*) .
Syurkur-syukurnya Aoki memakai Kaos dan celana biasa (WTF?! Kaga gerah tuh pakai celana dobel?)
"ini..." ucap Aoki.
Dan mereka sedang aksi memakai baju masing-masing (?).
Arme hanya cengo saja sedangkan Lass biasabiasa saja karena ini sudah biasa yang ia dan teman-temannya (jin,Ronan,Ryan,Sieghart) biasa alami atas teman mereka yang aneh bin ajaib.
"baiklah sudah selesai!" ucap Aoki happy err... maksud author Aoi.
"*sigh* memakai baju perempuan lagi..." keluh Aoi ...ralat...maksud saya Aoki.
Arme hanya cengo, dia bingung yang mana Aoi.
"nah, Arme~~ ayo!" teriak 'Aoki' sambil memegang tangan Arme.
"Aoi, kau kalau menggemgam tanga Arme dengan wujud sepertiku nanti bisa ada Rumor aneh..." nasehat 'Aoi'
"eh, benar juga ya" 'Aoki' langsung sadar dan melepaskan gegamannya.
"kau harus bersikap cool sampai pelajaran bu kaze'aze selesai dan kita langsung ke wc, setuju?" terang Aoki.
"...aku udah tahu,Aoki. Ini sudah biasa kan, dan kau juga harus kaya aku Aoki! Gak boleh malu!" ucap Aoi.
"oke..."
"baiklah ayo kekelas!" ucap Aoi kelepasan Kekanakkan
"...Aoi..." death glare Aoki karena imagenya gak mau dihancurin kembarannya.
"Sorry~"
Lass dan Arme hanya diam saja melihat Aoi dan Aoki lagi bertengkar.
Dan mereka segera kekelas.
-di kelas-
Terlihat wanita berambut ikal, bermata Scarlet kelihatan kesal dan mendeathglare ke Aoi,Arme,Lass,dan Aoki.
"kalian TELAT 10 MENIT! AOI,ARME, KALIAN KUSURUH MEMAKAI BAJU BUTLER SELAMA PELAJARAN BERLANGSUNG, DAN LASS,AOKI. KALIAN KUHUKUM MEMAKAI BAJU MAID!" teriak Kaze'aze dengan capslock jebol.
"ooow~ poor you, 'Aoki'~" sindir Aoki dengan suara mirip Aoi walau sebenarnya dia kaga mau berkata kekanakan tapi dia lakukan demi 'akting' (?).
"..." Aoi (yang asli) hanya diam saja walau dalam hati dia bener-bener pengen ngebunuh saudaranya sendiri walau itu hanya akting saudaranya, walau dalam hati dia bersyukur sikap aslinya Aoki kaga kaya gitu.
Dan mereka ber 4 pergi ke WC buat ganti baju.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
WAIT A MINUTE! BERATI AOKI DAN ARME DI KAMAR MANDI CEWE BERDUAAN?!
"aku kaga mau ke kamar mandi cewe..." ucap Aoki datar dan kesal.
"tenang saja aku yang kesana, dan Aoki berikan aku baju butlernya,kita kembali lagi ya~" ucap Aoi dalam wujud Aoki minta pakaian butler yang entah dapat dari mana.
"ini...dan mana baju maidnya?" tanya Aoki walau dalam hatinya dia pengen banget ngebakar baju maid tersebut.,
"here~~~"
-20 menit kemudian dan di dalam kelas-
"KYAAAA! AOKI-SAMA, MANIS BANGEEEET!"
"AOI , KEREN BANGET! MIRIP LELAKI!"
"KYAAAAA! LASS-KUN KEREN WALAU MEMAKAI BAJU MAID"
"CANTIK SEKALI LASS!"
"AOKI, CANTIK SEKALI!"
"KYAAAA! AOI GANTENGNYAAAAAA!"
"ARMEEEE, CAKEP BANGEEET!"
Terdengar teriakan laki-laki da perempuan didalam kelas itu (kecuali,Malice,Haku dan Kaze'aze)
Yah, gimana gak dibilang tampan dan cantik.
Mari kita lihat wujud mereka sekarang :
-Lass yang memakai bando bunga-bunga, Rok Maid yang manis, memakai sepatu berhak, dan lagi memakai baju maid, bibirnya dikasih Lipstik pink muda (hasil paksaan Kaze'aze)
-Aoi yang berbaju Butler,rambut diikat ponytail kecil, memakai sarungtangan, mukanya yang 'sengaja' dibuat cool.
-Aoki berbaju maid berwarna pink dan putih (?),memakai bando berpita-pita, sarung tangan pink, memakai sepatu berhak, memakai lipstik berwarna pink seperti warna bunga sakura dan sedikit memakai gloss, rambut tidak diikat jadi rambut belakangnya terurai (sama nasibnya kaya Lass)
Sedangkan Arme yah... dia kelihatan tampan cuman para fansgirl Lass hanya gengsi saja teriakin Arme tampan kecuali yang teriakin tampan cuman Ryouna dan Chalice saja
-wujud Arme kaga beda jauh dengan Aoi, dia juga diikat ponytail.
"baiklah, kalian boleh duduk" perintah Kaze'aze.
"oke..." ucap mereka walau muka Aoki dan Lass memerah karena malu.
TENG!TONG!TENG!
Semua murid satu sekolah (?) teriak senang karena ini saat-saat keinginan mereka, PULANG!
Arme,Elesis,Amy,Mari,Aoi,Lire (yang cowo-cowo dipanggil Knight Master) berjalan menuju Locker sepatu untuk mengganti sepatu khusus berjalan di dalam sekolah diganti sepatu yang biasa dipakai diluar (kaya Sekolah jepang itu, saya susah jelasinnya, pasti kalian bingung terangan saya kan)
Saat Arme membuka Locker sepatunya dia terbelalak kaget, karena...
"Apa-apaan ini! Sepatu Arme terkoyak!" ucap Amy yang lockernya berada disebelah Arme makanya dia bisa melihat isi locker Arme (?).
"SIAPA YANG MELALUKAN INI?!" geram Elesis kesal.
"jika ketahuan yang melakukannya aku kaga segan-segan menembak mati orang itu..." ucap Aoi dengan nada suram dan sedang mereload shotgunnya
Semua yang disana (min Mari) hanya sweadropped dan bergindik ngeri mendengarnya.
"A,Aoi. Jangan se,seperti itu, aku baik-baik saja kok" ucap Arme sambil tetap memakai sepatunya.
"ta,tapi..."
"HAHAHAHA! Baik-baik saja? Apa benar? Bagaimana jika kami mengguyurmu ,Glensid!" tiba-tiba muncul kathrine bersama 3 gadis, mereka langsung mengguyur Arme hingga basah.
"Apa sekarang otak mu sudah jernih, Glensid-chan~" ucap gadis berambut diikat dua tinggi dan berwarna kuning Lemon (ini salah satu OC saya yang berperan sebagai anak buah kathrine)
"benar, apa sudah jernih~?" tanya gadis berambut diikat satu berwarna merah ruby (sama kaya gadis kuninglemon itu)
"rasakan, karena kau berani mendekati Lass-sama!" umpat gadis berambut Oren jeruk (?) (sama...)
Dor!
Dengan cekatan Kathrine menghindar dari tembakan Aoi walau hanya tergores kecil pipinya.
"APA-APAAN KAU, HARUNA!" teriak Kathrine kesal.
"mustinya kami yang bilang apa-apaan kalian mengguyur Arme , gadis P*****r (kalian boleh memarahkan ku karena menulis tulisan yang tidak sopan soalnya saya sendiri malah marah kepada kathrine, padahal saya yang buat... =3=)!" teriak Elesis dan mengejek Kathrine dengan sebutan yang tidak sopan apalagi sebutan itu keluar dari generasi penerus Redknight (?).
"benar apa,kata Elesis!" setuju Amy.
"kau... ngajak berantem ya!" geram gadis kuning Lemon.
"justru kau yang ngajak berantem , Tia..." ucap Lire yang kelihatan kenal dengan gadis rambut kuning Lemon tersebut.
"...6 lawan 4, kalian kalah jika melawan kami... karena jumlah kami banyak" Mari akhirnya angkat bicara.
"Tch! Kami kalah hari ini tapi ingat,Arme glensid! Jika kau masih mendekati Lass, kami tetap menyiksa mu!" ancam Kathrine dan pergi bersama 3 temannya itu.
Arme hanya diam saja.
"biarkan saja, masih ada kami" ucap Lire menenangkan Arme.
"jika dia mengganggu, akan ku bazzoka kan dia (?)" geram Aoi sambil memegang headset.
"...itu bukan perbuatan baik ,Aoi-chan..." ucap Amy dan Elesis sambil sweadropped.
"itu artinya membunuh..." ucap lire sambil sweadropped.
"hei! Maaf jika lama!" terdengar suara jin dan dibelakangnya terdapat Lass,Ronan,ryan,dan Aoki.
"ada apa? Kenapa kalian melihat kami dengan tatapan kesal? Apa salah kami?" tanya Ryan.
"ada apa dengan pakaian Arme? Kok basah?" tanya Ronan.
Lass hanya diam saja dan melihat, benar baju Arme basah.
"a... ini gara-gara kaga sengaja..." Arme bingung mau bicara apa.
"tadi Aku kaga sengaja nendang ember berisi air hingga terlempar dan kena ARME hingga dia menjadi BASAH, mengerti?" ucap Aoi dengan penekanan Arme dan Basah.
"jika... kami tidak mengerti bagaimana?" tanya jin.
"benar,... kan tidak logis kau bisa menendang Ember berisi air hingga terlempar"ucap Ryan juga.
"jika kalian tidak mengerti maka aku akan MEMBUAT MENGERTI kalian" ucap Aoi dengan Aura membunuh dan sudah menyiapakan Shotgunnya dan mereloadnya.
"HIIII!" Jin dan Ryan langsung lari disambut tembakan Aoi yang tidak peduli targetnya kena atau tidak, mati atau bakal hidup, yang penting tembak aja hingga mengerti.
Lass tetap melihat Arme yang basah kuyup.
"apa?" tanya Arme sambil blushing.
"Waaah! Jangan-jangan kau mau lihat Arme nembus atau enggak biar lihat branya ya?" tanya Amy.
Arme hanya blushing berat.
Lass langsung melepaskan blazernya, Arme hanya Salah tingkah sambil menghayal tingkat dewa.
"ini... pakai ini, biar tidak sakit, jika kau keluar dengan baju basah apalagi angin lagi dingin (?) kau bisa sakit..." ucap Lass dengan coolnya sambil menyerahkan blazernya ke Arme.
"te,terimkasih , Isolet" ucap Arme.
"panggil Lass saja" ucap Lass dengan tajam.
"i,iya, Iso- Lass..." ucap Arme blushing sambil memakai blazer Lass.
Amy,dan Lire kelihatan mengerti sesuatu (Elesis mah kaga mungkin dia kan gak peka *di tebas*, sedangkan Mari diakan daataaaar banget *ditimpuk mallet*).
'Arme Fall in the love ke Lass nih' bisik Lire.
'sebentar lagi ada kisah cinta nih...' bisik Amy.
"MATI SAJA KAUUUU!" terdengar suara Aoi yang entah kenapa dia jadi mirip Yakuza dan entah kenapa Aoi yang rencananya mau membuat dua mahluk itu *author di hajar Ryan dan Jin* mengerti menjadi mau membunuhnya
"GYAAAA! GOMENANSAAAAI!" terdengar suara Ryan dan Jin yang sudah terpojok di pojokkan (?) dan menunggu Bazzoka Aoi mengenai mereka.
~TBC~
Chalice : capeee... *tepar*
Aoi : aku jadi kaya 'pembunuh' saja... =^=.
Chalice : apa boleh buat, dari awal membuatmu dan saudaramu aku sudah membuatmu jadi pembunuh ^.^, tapi enak gak jika kalian membunuh orang?
Aoi & Aoki : tentu saja menyenangkan, apalagi melihat darah merah yang segar... rasanya ingin membunuh lagi... *killer Mode : ON*
Chalice : abaikan mereka berdua yang sudah dalam mode pembunuh bayaran (?) dan kelihatannya nih Fic jadi bakalan banyak OC karena saya bingung mau jadiin antagonisnya siapa masa nulis si cewe fansgirl doank, kan aneh, jadi saya maaf jika kebanyakan OC *bow*
Malice : [tolong] review ya, atau kalian kukutuk jadi ayam berjambul hijau (?).
Chalice : Malice! Kau sudah kuajarkan jangan mengancam!
Mind To Reader?
