Bagian yang saya potong dari ffic 'Birthday'. hati-hati sakit gigi.

Also, again, thanks to Cake Factory yang udah 'bikin' duet maut Taichi dan Daichi~ :D

Also thanks buat orenjinoir (pixiv) yang, entah bagaimana, tiap RP sering manggil Tetsuya 'sweetheart'

Untuk Peto Okazaki, juga nyaonichi yang RP bareng~ makasih udah membuat 2 karakter OC ini beneran berasa nyata~ :D


Kuroko no Basket © Todatoshi Fujimaki

Birthday [cut] © altaira verantca

Rated : K

Genre (s) : Family

Cast (s) : Kagami's Households


.

.

"Mama, aku tidul di sini, ya," Tetsuya belum sempat menyahut ketika Taichi sudah naik ke tempat tidurnya, dan Taiga, lalu menyelinap ke dalam selimut, dan menghangatkan dirinya di apitan tubuh Taiga dan Tetsuya.

Tangan lebar Taiga segera menggelitik perut anaknya, membuat Taichi terkikik geli, "Setelah tadi tidak mau papa ganggu, sekarang kau mau tidur bersama kami? Tidak semudah itu, Taichi! Kau harus cerita dulu tentang apa yang kau kerjakan sejak tadi." Tentu saja itu bercanda. Bagaimanapun ia tidak akan melewatkan tidur bersama anaknya itu.

"haha—laha—haha! Papa! Geli!" dengan gesit Taichi lolos dari tangan Taiga dan segera berlindung dalam pelukan Tetsuya. "Mama! Papa culang!" adunya tanpa menghilangan sisa tawa di wajahnya.

"Kau yang curang, Taichi-kun. Kau tidak cerita apa-apa pada kami. Jadi semalaman ini kau akan jadi gulingku," seraya berkata, Tetsuya mengeratkan pelukannya di tubuh Taichi—yang malah membuat anak itu senang.

"Hihihi! Aku tidak mau celita pokoknya!" membalik tubuhnya hingga ia bisa membalas pelukan Tetsuya. "Mama, besok aku mau cake yang banyak stobelinya!" ia menatap Tetsuya dengan mata berbinar antusias.

Tetsuya berkedip singkat. "Taichi-kun, bukankah minggu kemarin kita sudah sepakat untuk membuat cake buah? Lalu karena kau salah suit dengan Daichi-kun, maka strawberry-nya diganti dengan ceri merah. Kau lupa?"

Kalau seseorang pernah melihat tegangan listrik turun dan lampunya meredup, pasti bisa melihat jelas perubahan yang sama di mata merah milik Taichi. "Tidak ada stobeli?" tanyanya, setengah merajuk.

Tetsuya menggeleng. "Taichi-kun yang sudah bermain dengan Daichi -kun , bukan? Mau ingkar janji?"

Taichi diam. Kemudian menunduk agak lama. Setelah itu dia melepaskan diri dari pelukan Tetsuya lalu beralih memeluk Taiga. "Stobeli...," gumamnya pelan—mencoba merayu papanya kali ini.

Taiga bisa melihat jelas senyum terkulum di wajah Tetsuya saat ini. Ya, Tetsuya sedang menggoda Taichi, dan menyisakan Taiga dengan kebingungan antara ingin membuatkan cake strawberry untuk anaknya besok atau tidak. jelas-jelas Tetsuya menyembunyikan wajahnya ke bantal saat Taiga mencoba mengajaknya kompromi dengan gerakan bibirnya yang, menurut Tetsuya, tampak konyol.

"Baiklah, Taichi. Lebih baik kita tidur sekarang. Dan tentang strawberry... coba kau tanyakan kepada Daichi dalam mimpi. Mungkin dia mengijinkanmu memakan buah merah itu besok." Taiga mengusap kepala Taichi cepat, menyuruhnya tidur. "Ingat, kita harus bersiap sejak pagi besok."

Mendongak dan menatap papanya, masih sedikit cemberut. "Pasti tidak boleh sama Daichi." Kemudian Taichi menyembunyikan wajahnya di balik selimut, menyisakan sebagian rambut merahnya di antara tubuh Tetsuya dan Taiga. "Oyachumi..."

Taiga tersenyum, lalu mencium kepala Taichi—yang kemudian menjalarkan semburat merah tipis di pipinya ketika sadar Tetsuya tersenyum tipis sambil mengawasinya.

"Gah! Tetsuya! Tidak bisakah kau bersikap biasa saat aku memanjakan Taichi?" tangannya yang bebas mematikan lampu sementara Tetsuya merapat dan menggunakan lengan kirinya sebagai bantal, seperti biasanya.

"Maaf, itu sudah menjadi refleks, Taiga-kun," meski jelas sekali ia berkelit dalam ucapannya, namun Taiga tidak bisa lagi melihat senyum Tetsuya ketika cahaya lampu meja padam.

"Kau...selalu beralasan. Tidurlah! Banyak yang harus kita kerjakan besok!"

"Ya. Oyasumi, Taiga-kun."

Taiga sempat mengecup ringan kening Tetsuya, dan tersenyum ketika bibirnya masih menyentuh kulit pasangannya. "Oyasumi, Sweetheart."

.

.