Chapter 2

My Life Your Life

GS Kyumin

Pairing : my beloved couple Kyumin (Kyuhyun x Sungmin)

Cast : member SJ

Rating : T to M

Warning : Don't bash my Pair.. Oke..

Summary : Sungmin yeoja yang periang mempunyai seorang eomma yang terbaring dirumah sakit karena penyakit yang menyerang saraf pada otaknya. Sungmin berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara hingga ia masuk perangkap seorang Cho Kyuhyun yang akhirnya menjadikannya pembantu dan pemuas nafsunya. Bagaimana cerita mereka berdua hingga hati mereka dipersatukan oleh sebuah kata yang tak pernah habis "cinta"

Chapter sebelumnya

.

"hahaha... Aku? Jelas ada.. Aku boss mu dan kau anak buahku.." tawa namja itu terdengar meremehkan disertai seringaiannya yang menakutkan

DEG

Mata Sungmin terbelalak kaget dengan mulut mungilnya yang sedikit terbuka. Keringat dingin terlihat bercucuran dari dahinya

"boss? Wookie habislah riwayatku..."seru sungmin pelan.. Saaangat pelan sambil menyikut tangan wookie yang ada disampingnya.

Happy reading ^^

Sungmin POV

.

"Kenapa diam? Apa pertanyaanku tadi belum jelas? Ahh... Kau bahkan tidak mendengar pertanyaanku.. Benarkan?"

Suara namja itu benar-benar memuakkan, tanganku sudah gatal ingin melayangkan tamparan di hidung mancungnya.. Eh apa yang aku fikirkan...

Saat ini bukan perasaan benci yang memenuhi fikiranku, melainkan gugup, cemas, dan takut

Orbs itu masih saja menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan, seandainya ada mesin waktu aku ingin pergi sejauh-jauhnya dari tempat ini, atau mungkin akan kuulang saat namja evil yang sekarang terlihat berjalan mendekatiku ini baru memulai perkenalannya.

Sungguh kali ini aku membenarkan ucapan wookie, haiss... Aku memang bodoh.. Haiss pabooya

.

.

Normal POV

Kyuhyun mendekati Sungmin dan karyawan yang ada didepan Sungmin refleks membuka jalan agar Kyuhyun bisa dengan mudah mendekati Sungmin

"Kau..." Kyuhyun mengarahkan telunjuknya tepat di hidung mungil Sungmin

"Ne..." Sungmin berujar dengan pelan

"Siapa namaku?"

Seluruh karyawan terdiam dan terpaku pada Sungmin dan Kyuhyun

"Mmh... em... m mianhe..." kata sungmin tertunduk dalam, Sungmin benar-benar ketakutan sekarang, ia sama sekali tak mendengarkan pengarahan dari bos barunya itu, tenaga Sungmin melemah dan pandangannya kabur seketika

.

BRUK

.

"Lee Sungmin...!" hanya terdengar samar-samar suara bass itu berkata dengan wajah yang tak kalah pucat dari yeoja yang baru saja jatuh dihadapannya

.

"Min... Astaga, sepertinya anemianya kambuh.." Wookie langsung berusaha mengangkat bahu Sungmin yang terjatuh dan meletakkannya dipahanya

.

"Wookie... Bawa dia keruang istirahat, aku akan memanggil ambulance" seru namja yang dari tadi memperhatikan Sungmin dengan nada cemas

"Ne... Tapi Jungmo.. Sepertinya tidak usah harus memanggil ambulance, dia baik-baik saja.. Sungmin sering seperti ini saat sedang tertekan" Wookie berkata sambil melirik bos barunya yang masih berdiri mematung

.

"Yesung hyung... Kau urus yeoja merepotkan ini, aku akan kembali keruanganku" suara bass itu perlahan menghilang dari balik ruangan yang ada didepannya

.

.

"Kau temannya? Maukah kau membantuku mengangkatnya ke ruang istirahat? Emmh..." kata yesung menatap ryeowook penuh tanya

"Wookie... Cukup panggil aku wookie yesung ssi" kata wookie dengan nada pelan, walaupun tak bisa menyembunyikan kebahagiaan dari senyumnya

"Jangan panggil aku begitu, cukup panggil aku Yesung oppa saja ne?"

"eh" ryeowook menatap yesung yang tengah tersenyum manis padanya. Ia sempat berfikir kenapa orang sebaik Yesung bisa bertahan bekerja dengan Kyuhyun yang sangat menyeramkan

.

"Ehm.. Apa bicaranya sudah selesai wook? Jika kalian masih ingin bicara biar aku yang mengantar Sungmin keruang istirahat.." kata Jungmo menghancurkan moment antara Ryeowook dan Yesung

.

"Ah.. Tidak perlu Kim Jungmo, biar aku saja yang membawa Sungmin, kau urus karyawan lain dan perintahkan mereka untuk mengikuti semua interuksi yang sudah kukatakan diawal tadi" kali ini Yesung berkata dengan wajah yang serius

"Eh.. mm.. Baiklah..."

.

.

Yesung dengan segera membawa Sungmin menuju ruang istirahat diikuti ryeowook dibelakangnya.

Ruang istirahat yang ada di perusahaan ini memang cukup luas ada 2 single bed dan 1 set kursi istirahat yang bisa dipakai karyawan saat merasa kurang sehat dan ingin beristirahat.

Ryeowook dengan cekatan membuka sepatu yang dipakai Sungmin dan menyalakan AC di ruangan ini, sementara Yesung terlihat sibuk dengan Handphonenya seperti mengetikkan sesuatu setelah menggendong Sungmin dan meletakkannya di single bed itu.

.

"Yesung ssi, eh o op oppa... Kau bisa kembali bekerja biar aku yang menemani Sungmin disini.. Aaah.. Apa aku lancang, bolehkah aku tidak bekerja dulu? Aku ingin menemani Sungmin disini" ucap ryeowook dengan nada yang dibuat sedih

"Ne... Tapi aku akan menunggu disini juga sampai Sungmin siuman.."

"Ne oppa"

"Wookie..."

"Eh"

"Apa Sungmin biasanya pingsan sangat lama?"

"aniya.. Mungkin sebentar lagi akan sadar, dia hanya shock, dia memang sedang mempunyai banyak masalah akhir-akhir ini oppa, ahh.. Aku benar-benar merasa lancang memanggilmu oppa Yesung ssi'

"gwenchana.. Mungkin aku akan sangat membutuhkanmu mulai saat ini" Yesung hanya tersenyum melihat wajah wookie yang penuh tanda tanya.

Kecanggungan suasana antara mereka berdua tiba-tiba pecah ketika terdengar suara seseorang yang melenguh kecil

.

.

"eunggh..."

"Min... Hufh.. Akhirnya kau sadar juga, apa kau baik-baik saja"

Sungmin mengerjapkan matanya berusaha menyesuaikan keadaan disekitarnya hingga bangun dan duduk sambil berteriak

"Wookieeee... Kyaaaaa... Apa aku dipecat, Oh Tuhan.. Apa yang harus aku lakukan... Namja itu, namja sombong itu yang aku bilang monster di tempat hyukki tadi... KYAAA wookiee apa dia benar bos kita..." Sungmin bicara gelagapan dengan wajah yang memucat

.

Yesung tersenyum penuh arti saat Sungmin bangun dan pergi meninggalkan ruangan itu tanpa disadari keduanya

.

.

"Tenang Min... Tenang.. Dia memang bos kita, namanya Cho... eh"

Ddrttttrt

.

From : XXXXX

Wookie kau pulanglah... Ini aku Yesung, bawa Sungmin pulang dan biarkan dia istirahat di apartemennya dan tak ada penolakan. Besoknya kalian bisa bekerja seperti biasanya, kulihat pekerjaan kalian memang sudah beres, dan satu lagi sampaikan pada Sungmin bahwa aku ingin bicara dengannya. Suruh dia menemuiku di ruang kerja bos hari senin jam 9 pagi.

.

"Yesung oppa? Hufh..." Wookie terlihat melihat sekelilingnya dan tak menemukan namja yang dari tadi ada disampingnya. Ia menghela nafasnya panjang, entah raut wajah seperti apa yang ada diwajahnya sekarang, wajah sumringah saat bertemu Yesung berubah sendu tak seperti biasanya

"Wookie... Ada apa? Bukankah kita harus segera bekerja, semoga monster itu masih berbaik hati padaku dan tidak memecatku.. Kajja Wookie, aku sudah baikan.."

"Tunggu Min" Wookie menahan tubuh Sungmin yang akan bangkit dari duduknya "Kita harus pulang Min, Yesung oppa menyuruh kita pulang agar kau bisa beristirahat" nada bicaranya sungguh terlihat tak bersemangat

.

.

Sungmin POV

.

"Yesung oppa? Siapa dia? Aku tidak berani Wook... Apa aku harus minta maaf pada bos kita itu?"

"YAK LEE SUNGMIN, makanya saat orang bicara kau harus mendengarkan... Yesung oppa itu adalah orang kepercayaan bos baru kita, dia menyuruhku menyampaikan padamu agar kau beristirahat dan..."

"Dan apa?" kataku menginterupsi perkataannya yang seakan diberi jeda

"Dan dia memintamu untuk menemuinya jam 9 pagi hari Senin.."

"Hmm... Perintah yang aneh.. Apa kau tak merasa curiga wookie?"

"Sudahlah Min.. Kita turuti saja kemauannya..." kata Wookie malas

"Kau kenapa Wook...? Tunggu...! Apa tadi, kau memanggil tangan kanan bos dengan sebutan oppa? Kyaaa... Aku memang mencium gelagat aneh dari sikapmu..." sebentar, tapi aku melihat raut sedih dari wajah wookie, tidak semburat merah yang keluar dari pipi seperti biasanya saat aku sedang menggodanya.

.

"Huffh..." kulihat dia menghela nafasnya dalam "Sudahlah Min.. Sepertinya Yesung oppa sangat menghawatirkanmu, ayo kita pulang" katanya sambil berdiri dari sampingku

.

Hei kelihatannya Wookie sedang cemburu, ini benar-benar menarik, aku akan lebih sering menggodanya... Kkkkk. Tapi perkataan wookie barusan memang aneh, mengapa tangan kanan monster itu terlihat menghawatirkanku, akan aku selidiki nanti aku benar-benar lelah. Oh Tuhan aku baru ingat hari Senin aku harus bertemu Yesung sajangnim kan, hufh baiklah semoga dia lebih baik dari monster itu.

.

"Kajja wookie kita pulang saja, bukankah namjachingumu menyuruh kita pulang?" kataku tersenyum sambil menarik tangan Wookie yang masih berwajah sendu keluar dari ruangan istirahat.

"Eh apa katamu? Dia bukan namjachinguku!"

Ommooo... Wajah imutnya..

"AWWW Min jangan sembarang mencubit pipiku" katanya mengusap pelan pipinya yang baru saja mendapat kenakalan kecil dari tanganku

"Kkkk.. Berhenti berwajah masam seperti itu, aku tidak akan menyukai namjachingumu itu, mungkin dia menyuruh kita pulang karena merasa cemas melihatmu yang begitu mengkhawatirkanku, aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya..."

Nah lihatlah senyum sudah menghiasi wajahnya kembali, haiss.. Dasar anak kecil, otaknya mudah sekali dicuci. Kami telah berada di lorong perusahaan dengan sedikit bercanda menuju meja kerja untuk mengambil tas dan bersiap pulang.. Yah pulang... Setidaknya itu yang disuruh tangan kanan bos monster itu pada kami kan.. Aku tak peduli apa alasannya setidaknya aku bisa mengistirahatkan badanku yang habis terkuras beberapa hari ini.

.

DEG

DEG

.

Aku melihat wajah itu lagi, berpapasan denganku dengan wajah dinginnya... Aku menghentikan kakiku dan menatap matanya dalam yang sama sekali tak melihat kearahku

"Eh kau kenapa Min? Astaga... Sajangnim.. " kulihat Wookie menundukkan badannya, sedangkan aku masih membatu tak bergeming melihat obsidian dingin itu melewatiku.

.

"Tunggu...!"

DEG

Lagi... Suara bass itu berhasil menghipnotisku, aku tak tau perasaan apa ini seolah aku akan terjerat dalam dengan suaranya, perasaan benci, muak, takut, dan damai. Hei mari bersama-sama salahkan perasaanku yang aneh ini.

Suaranya berhasil membuatku yang membatu semakin pucat, tubuhnya berhenti tepat disampingku tanpa menoleh kearahku

.

"Karyawan yang menyedihkan, sekali lagi aku tanya, siapa namaku..."

Aku tetap diam bergeming hingga tak terasa bulir-bulir keringat dingin membasahi tubuhku, aku benar-benar tak tau namanya, bodohnya aku! seharusnya aku bertanya dengan Wookie terlebih dahulu agar tak mengulangi kesalahan yang sama. Aku masih diam...

5 detik..

10 detik..

Aku menyikut tangan Wookie yang ada disampingku memohon bantuan..

.

"Huhh... Sudah kuduga" katanya sambil berlalu meninggalkanku yang masih diam

.

"Pabooyaaaaa..." kali ini suara melengking ini menjitak kepalaku dengan agak keras setelah monster itu pergi

"AUWWW..." aku mengaduh kesakitan saat pinggangku dicubit oleh Wookie

"Kau memang bodoh Lee Sungmin kenapa saat perkenalan tadi tak mendengarkan Yesung oppa, namanya..."

"Sungmin... Apa kau baik-baik saja?"

.

Kami bersama-sama menolehkan kepala kearah suara yang terdengar begitu cemas

"Ah Jungmo sshi, aku baik baik saja" kataku

"Syukurlah... Kudengar Yesung sajangnim menyuruh kalian pulang, jadi sebaiknya kalian pulang saja dan hati-hati di jalan"

"Ne... Kami memang akan segera pulang Jungmo sshi..". Dia berlalu setelah bertanya hal itu padaku

.

Ada yang merasa aneh? Yah.. Dari awal aku bertemu dengan Jungmo kesan pertamaku adalah aneh. Dia terlalu baik untuk ukuran orang yang baru kenal. Ia sangat baik padaku walau kami baru saling mengenal, aku tidak berlebihan. Keanehannya yang lain seperti saat kebiasaan burukku kumat yah.. Aku sering lupa arah jalan, entah kenapa saat genting seperti itu kadang-kadang dia ada disekelilingku dan berkata "Sungmin ah apa kau lupa arah jalan lagi? Mari aku antar" aku curiga... Jelas siapapun pasti curiga, tapi analisisku masih menemui jalan buntu

.

"Sungmin hati-hatilah dijalan" yah kata-kata itu yang selalu keluar dari mulutnya saat aku dan Wookie ingin pulang dari kantor setiap harinya atau tiba-tiba saja dia ada di halte tempat kami menunggu bus saat bus yang kami tunggu tak kunjung datang, sambil tersenyum dia akan berkata dari dalam mobilnya "Sungmin ah.. Aku antar ne?"

.

Aku dan Wookie hampir pusing 7 keliling memikirkan sifatnya, jelas aneh.. Karena dia hanya melakukan itu untukku.. Hingga Wookie punya kesimpulan yang cukup mencengangkan "Dia malaikat penjagamu Min..." yah semoga saja hanya energi positif yang akan diberikannya padaku.. Bukan energi negatif.

.

.

SKIP TIME

.

Normal POV

.

Pagi di kota seoul memang indah, siapa yang tak kenal kota ini. Di hari minggu yang cerah Sungmin masih bergelut nyaman dalam selimutnya. Yeoja manis ini perlahan membuka matanya saat alarm di handphonenya berbunyi..

.

"Eungh... Hoaahhmmm..." Sungmin menggeliat dan bangun dari tidurnya. Bergegas menuju kamar mandi yang ada dikamarnya. Sungmin memang sangat beruntung mempunyai seorang sahabat Ryeowook, apartemen yang ditempatinya merupakan milik adik Ryeowook Kim Kibum yang sedang sekolah ke Jepang. Wookie meminjamkan apartemen itu untuknya, tapi dia berusaha menolak dan berkata akan membayarnya setiap bulan, namun setelah 3 bulan eommanya terbaring di Rumah sakit Wookie tidak pernah mau menerima uang sewa yang biasanya selalu Sungmin Bayar.

.

"Yeobseyo... Wookie apa kau ikut menengok eomma kerumah sakit?"

"..."

"Ahh... Ne... Kalau begitu akan berangkat dengan Hyukki saja.. Kau hati-hatilah dijalan, aku titip salam untuk Ahjumma dan Ahjussi.."

"..."

PLIP

Sungmin terlihat bergegas memakan sarapan seadanya, memakai jeans panjang dengan kaos putih berlengan pendek dan ditambah sweater rajutan pink yang membuatnya sangat manis hari ini, rambutnya yang bergelombang dibiarkan tergerai menambah kecantikannya hingga mata yang melihatnya akan berkata "sempurna"

.

.

.

Ruangan bercat putih itu terlihat berbeda dari biasanya, seminggu tak berkunjung keruangan ini ternyata ada banyak perubahan tatanan dalam ruangan ini. Sungmin benar-benar merasa bersalah akhir-akhir ini tidak bisa merawat eommanya dengan baik.

"Shin Ahjumma..." seru Sungmin dengan nada bergetar, Hyukki yang ada di sebelahnya terlihat menggenggam erat tangan Sungmin berusaha menyalurkan kekuatan yang ada pada dirinya

"Sungmin...!" Ahjumma tua itu terlihat menoleh pada Sungmin dan tersenyum tulus

"Ahjumma bagaimana keadaan eomma? Apa dia baik-baik saja? Aku sangat khawatir karena beberapa hari ini tidak kesini, walaupun ahjumma selalu mengabariku aku tetap merasa cemas" Sungmin berjalan mendekatiku tempat tidur dengan sprei putih itu dan meletakkan mawar putih yang dibawanya diatas meja disamping tempat tidur

"Kau jangan terlalu khawatir Sungmin ah, Ahjumma bisa selalu merawat eomma mu dengan baik karena Ahjumma memang bekerja di rumah sakit ini, kau bekerjalah dengan baik agar bisa mendapatkan uang untuk perawatan Nyonya Lee"

DEG

Sungmin tersenyum miris mendengar ucapan Shin Ahjumma

"Gumawo ahjumma..." Hyukki mengucapkan terima kasih untuk merubah atmosfir yang kurang mengenakkan yang baru saja tercipta

.

.

"Nyonya Lee sangat kuat, dia baru saja tidur... Terapi terakhir yang dilakukannya berjalan dengan baik Sungmin ah... Kau sudah berusaha dengan bekerja sangat keras agar nyonya Lee selalu bisa melakukan terapi" Shin Ahjumma berkata sambil tersenyum dan bangkit dari duduknya

"Ne... Lebih baik Ahjumma istirahat saja, biar aku dan Sungmin yang menjaga eommonim disini" kata Hyukki

Sungmin masih tertunduk lemas, dan duduk di kursi yang terletak disamping tempat tidur rumah sakit itu. Diatasnya seorang yeoja paruh baya dengan wajah malaikatnya masih tenang menutup matanya dengan tarikan nafas yang teratur.

.

Park Jung Suu nama yeoja paruh baya itu sebelum menikah dengan Lee Youngwoon, namun sekarang sudah berubah menjadi Lee Jung Suu, yeoja paruh baya itu mengalami Spinocerebellar Degeneration atau biasa di sebut Ataxia. Penyakit ini menyerang otak kecilnya dan menyebabkan gangguan pada syaraf motorik. Sehingga menyebabkan dia harus selalu melakukan terapi.

.

"Eomma... Aku merindukanmu.. Mianhe aku akhir-akhir ini jarang menjengukmu, aku sedang berusaha eomma, jadi jangan tinggalkan aku... Aku tidak punya siapa-siapa lagi.. Hiks..." tetesan air matapun kini akhirnya lolos dari mata indah itu

.

CKLEK

.

"Sungmin ah.. Bisa kita bicara sebentar..."

"Eh" Sungmin dan Hyukki menoleh bersamaan mendengar suara seseorang dari arah pintu

"Dokter?"

"Ne.. aku pengganti dokter Jung Yunho, Choi Siwon imnida..." kata dokter itu hangat dengan senyuman khas dari pipinya yang mengeluarkan lesung pipinya

"Min kau keluarlah.. Biar aku yang menjaga eomma dulu" Hyukki segera duduk disamping eomma Sungmin

"baiklah.. Aku tinggal dulu..."

.

Selama perjalanan menuju ruangan dokter Sungmin hanya diam, ia merasakan akan terjadi sesuatu hal yang buruk yang akan terjadi pada eommanya. Wajahnya pucat seperti biasa jika sedang dalam kondisi ketakutan

.

"Silahkan duduk Sungmin ah.." Siwon tersenyum melihat kegugupan Sungmin

"Dokter apa yang terjadi pada eomma.. Dokter Jung dulu tidak mau banyak menceritakan penyakit eomma, aku pernah tidak sengaja mendengarnya berbicara dengan Shin Ahjumma. Katanya eomma tidak mau membuat aku cemas, yang aku dengar saat itu dokter Jung mengucapkan uang sebanyak 500 juta, jadi aku fikir eomma pasti bisa disembuhkan dengan melakukan operasi tanpa harus melakukan terapi seperti biasa Siwon sshi" Sungmin berbicara panjang dan bicara dengan agak susah payah karena sesuatu di dadanya hampir meledak karena sesak.

"Aku juga tidak bisa berbuat terlalu banyak, ini sudah jadi perjanjian antara Nyonya Lee dengan dokter Jung untuk tidak memberitahukannya padamu. Saat ini keadaan Nyonya Lee masih baik, keseimbangannya juga sudah mulai berjalan dengan baik. Sejauh ini belum ditemukan obat yang ampun untuk menuntaskan penyakit ini. Tanda-tanda penyakit ini kearah akut belum terlihat, karena itu proses terapi harus tetap dilakukan"

"Kumohon dokter Choi selamatkan eomma..." air mata Sungmin tak terbendung lagi, Sungmin menggapai tangan dokter Choi hingga menyebabkan dokter Choi tersentak dan merasa sakit saat melihat pipi mulus itu tergenang oleh air mata.

"aku akan membujuk ibumu dengan pelan, agar kau tau apa penyakit ibumu sebenarnya Sungmin ah.."

"Gumawo... Gumawo.. Dokter Choi..."

.

.

Setelah berbicara dengan Dokter Choi perasaan Sungmin sedikit lebih tenang, setidaknya Dokter Choi lebih terbuka dibandingkan dengan Dokter Jung

.

CKLEK

.

"Sungmin... Eomma sudah bangun.." suara Hyukki membuyarkan lamunan panjangku

"Eommaa..." teriak Sungmin menerjang tubuh oemma nya dengan pelan "Saranghae... Saranghae... Eomma aku tidak punya harta selain kau"

.

Nyonya Lee ingin menggerakkan tangannya untuk membelai surai hitam berkilau milik Sungmin sebelum ia sadar keseimbangan tangannya mulai melemah. Ia tidak bisa mengangkat tangannya dengan benar, sehingga ia mengurungkan niatnya dan berkata dengan nada pelan sambil tersenyum

"Sungmin ah.. Dengarkan eomma"

Sungmin segera mendongak melihat wajah ibunya yang tanpa cacat itu

"Hiks... Ne... Eomma.. Aku takut... Aku benar-benar takut, bisakah eomma percaya padaku? Bisakah eomma jangan mencemaskanku? Kumohon jangan fikirkan apapun, cukup jalani ini seperti seharusnya, aku tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini eomma.. Hiks" Sungmin menangis sesegukan

"Jadilah seperti mawar putih, yang selalu bersih, lembut tapi berani.. Kau adalah bidadari eomma.. Jadi jangan lemah, dan seharusnya kau yang jangan mencemaskan eomma, jangan bekerja terlalu keras.. Dan 1 lagi, kau masih punya appa Min..." kata Nyonya Lee dengan nada pelan

"Aku tak punya ayah eomma, dia bukan ayahku lagi saat beraninya dia meninggalkan eomma demi wanita lain yang sangat kaya.."

"Min maukah kau berjanji pada eomma?"

"Apapun untukmu eomma" Sungmin menyamankan dirinya dalam pelukan Nyonya Lee sambil menggenggam tangan rapuh itu

.

"Berjanjilah agar selalu mengikuti kata hatimu, menjadi anak yang kuat dan jangan menyerah saat apa yang kau inginkan belum tercapai"

"Aku berjanji eomma..."

.

Senyum itu akhirnya terlukis dari bibir M nya, senyuman yang sangat tulus. Sungmin menatap ibunya dan mencium punggung tangannya

.

"Bertahanlah eomma, aku akan berusaha dengan sangat keras agar selalu bisa memelukmu seperti ini" Sungmin hanya bisa bergumam diantara senyumnya.

.

.

Sementara itu ditempat lain terlihat dua namja sedang berdebat dari tadi

"Kau gila Cho Kyuhyun... Hahahaha.. Wajahmu berkata sebaliknya, aku tak ingin terlibat lagi.. Aku sudah menjadikannya sebagai juru kunci"

"Diamlah kau Yesung Hyung... Jadi 500 juta ya.. Lumayan banyak..."

"Hahaha... Percaya diri sekali.. Kau tak akan bisa Kyu"

"Kenapa tidak? Aku akan menjadikannya pembantuku..."

"Pembantumu? Bukankah kau sudah punya ahjumma di apartemenmu?"

"Ahjumma akan kusuruh bekerja dirumah eomma saja"

"Kau jangan berbuat gila Cho Kyuhyun..."

"Aku akan membuatnya menjadi pembantu spesialku.. Sekaligus pemuas nafsuku"

"Kyu... Kau seperti bukan Kyuhyun yang aku kenal"

"Aku bisa berubah untuk mendapatkan apa yang aku inginkan hyung... Hahahaha"

"Aku jadi sangat ingin melihatnya dan mentertawakanmu dengan sangat keras Kyu...hahahahaha"

"Tertawalah sepuasmu"

.

.

"Lee Sungmin bersiaplah..."

TBC

Hay hay hay

Ada yang minta update asap sih.. Belum banyak Kyumin nya yah... Aku juga frustasi bikinnya pengen cepet2 Kyuminnya.. Hihihi.. Tapi biar alurnya mudah difahami ya jadi bikin gini.. Chapter depan tenanglah... Full Kyumin nya deh...author janji.. Tapi ga janji bisa update asap dikarenakan author ini sudah kerja, jadi cuma punya waktu nulis di malam hari

Oh iya terima kasih banyak buat reader yang udah ngasih saran.. Maaf maaf maaf.. Aku benar-benar author newbie dan FFn newbie.. Jadi masih dalam proses belajar. Waktu kuliah nilai bahasaku cuma B+, temen2 pada A.. Hahaha.. Jadi harap dimaklumi kalo EYD author berantakan. Author masih belajar... Tapi Kyumin selalu menuhin otak, jadi banyak ide yang harus saya tulis dalam bentuk tulisan..^^

Thanks to:

JoBel13ve, Kim soo nie, Kyumin Forever, JiYoo861015 (terima kasih sarannya, saya usahakan), is0live89, ChoKyunnie, nannaa (iya2 udah dibenerin, otak author emang suka kebalik,he..), kasygirl, cho, nandaLJ1307, Lee gyuraa, reaRelf, , Kyuminlover, rf, Fariny, Kyurin Minnie, nurichan4 (kyaaaa...kyaaa author kesenengan), Rima kyumin Elf, dessykyumin (pertanyaannya udah kejawab dichap ini kan^^), Park Min Rin (gumawo.. Author eamng kadang lupa, n malah suka kebalik2..mianhe), clouds54, min190196, Vhentea, Aurin Lee, bunyming, Heeyeon (ini udah asap), , DANHOBAKMING, FiungAsmara, Margareth Pumpkins, Aey raa kms, Rosa Damascena, SooAe, pinkvirga, Liaa kyuminelf, cho minyu, terus ada sekitar 5 reviewer yang ga kebaca di emailq namanya.. Ada yang ga kesebut? Bilang aja yah.. ImSFS (kalo aku kasih tau nanti ga seru), coffeewie, love haehyuk, KMS kyuminshiper

Sekali lagi terima kasih buat yang udah baca apalagi yang review, review kalian adalah penyemangatku untuk terus lanjutin FF ini...^^ penghargaan yang setinggi-tingginya buat reviewersq tercinta