Chapter 3

My Life Your Life

GS Kyumin

Pairing : my beloved couple Kyumin (Kyuhyun x Sungmin)

Cast : member SJ

Rating : T to M

Warning : Don't bash my Pair.. Oke..

Summary : Sungmin yeoja yang periang mempunyai seorang eomma yang terbaring dirumah sakit karena penyakit yang menyerang saraf pada otaknya. Sungmin berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara hingga ia masuk perangkap seorang Cho Kyuhyun yang akhirnya menjadikannya pembantu dan pemuas nafsunya. Bagaimana cerita mereka berdua hingga hati mereka dipersatukan oleh sebuah kata yang tak pernah habis "cinta"

Chapter sebelumnya

"Kyu... Kau seperti bukan Kyuhyun yang aku kenal"

"Aku bisa berubah untuk mendapatkan apa yang aku inginkan hyung... Hahahaha"

"Aku jadi sangat ingin melihatnya dan mentertawakanmu dengan sangat keras Kyu...hahahahaha"

"Tertawalah sepuasmu"

"Lee Sungmin bersiaplah..."

Happy reading^^

.

Normal POV

.

Disebuah rumah bergaya eropa yang megah seorang namja paruh baya sedang duduk di kursi kebesarannya dengan wajah tenang sambil mengetukkan tangannya berirama diatas pegangan kursinya.

.

"Tuan.. Apa kita harus bertindak?" tanya seorang namja muda

"Tidak usah... Lakukan tugasmu seperti biasanya saja, aku ingin liat apa tujuannya, aku rasa dia bukan orang sembarangan, kita tidak boleh gegabah.. Lagipula... anak itu sangat keras kepala.. Aku takut semakin memperburuk keadaan.. Lihatlah sejauh ini anak itu sangat kuat bukan!"

.

Sementara itu disebuah apartemen mewah 2

.

Yesung POV.

.

Aku dalam masalah besar, hanya demi bocah yang bahkan lebih muda dariku ini aku sudah berbuat jauh seperti ini. Oh Tuhan.. Lihatlah tingkah bocah evil ini, aku sampai pusing melihatnya bolak balik kekamar mandi. Hei dia sangat berlebihan, apa perlu aku laporkan dengan Nyonya Cho tingkah anak kesayangannya ini. Dia bahkan akan merusak nama besar keluar Cho jika ketahuan nekat melakukan hal itu.

.

"Kyu... Sudahlah... Apa yang kau lakukan dari tadi?" aku sudah muak melihatnya seperti cacing kepanasan

"Diam...! Tidak usah mencampuri urusanku seperti itu, urus saja urusanmu.. Bukankah urusanmu juga sangat genting sekarang?" senyum setan itu mulai terlihat lagi dari bibirnya, aku benar-benar membencinya.

"Huhhh... Kau yang menyeretku kedalam masalah ini, kau bahkan tak tau betapa gilanya aku malam tadi.. Aku seperti orang gila kau tau itu, lain kali suruh anak buahmu yang lain bila urusan yang seperti itu"

"Itu bukan urusan yang mudah, jika gegabah aku yang tamat.. Aku tak mungkin mempercayakan tugas seperti itu pada anak buah bawahanku hyung..."

"Kenapa jadi aku? Kau mau aku jantungan dengan melakukan hal seperti malam tadi.. Kau gila...! Kenapa tidak Donghae saja?"

"Dia sedang menjalankan misi eomma katanya, haaah hyung.. Aku tau kau akan sangat berterima kasih nantinya padaku".

.

.

Lihatlah evil smirk itu terlihat lagi dari bibirnya, aku benar-benar muak. Aku muak harus berurusan dengan namja evil ini. Ahhh... Aku masih ingat, bahkan Sungmin menyebutnya monster, yah dia monster.. Monster yang sangat menyeramkan. Aku sangat gugup... Ini gara-gara bocah evil ini, sekarang aku bahkan sangat sesak bernafas... Aku terus melihat Handphoneku dari tadi, berharap ada sedikit cahaya yang dapat menenangkan hatiku...

.

.

Flashback

.

Kafe HG

"Apa aku mengganggu waktumu Wookie? Kataku dengan senyumanku walau aku benar-benar sangat gugup sekarang.. Huhh.. Kenapa bocah itu harus menyuruhku melakukan ini..

"Aniya oppa.." wajahnya terlihat bersemu merah, Oh tuhan aku tak ingin merusak senyuman innocent itu demi tugas yang diberikan Kyuhyun

"Mmmh... Aku ingin melakukan transaksi, mmh.. Lebih tepatnya melakukan kesepakatan denganmu!"

"Tentang pekerjaankah?" matanya bergerak cemas, aku yakin sekarang tangannya sedang meremas ujung bajunya... Hahaha.. Tipe wanita yang sangat manis.

"Bukan, sangat melenceng malah..."

"Eh?" kali ini senyumnya berubah jadi tegang...

"Wookie, sungguh aku tak ingin melibatkanmu terlalu banyak. Ini seperti aku memanfaatkanmu tapi sungguh tidak sama sekali.. Aku tak ingin kau berfikir seperti itu... Jadi langsung saja..."

Aku bercerita dengan sangat hati-hati bahkan hingga memakan waktu lebih dari 2 jam, aku harus menceritakannya sampai 3 kali sampai akhirnya yeoja imut ini faham. Aku benar-benar harus menjalankan rencanaku, aku tak ingin Sungmin salah faham

"Hmmm... Oppa... Bolehkah aku meminta waktu untuk berfikir?" Suaranya memecah keheninganku saat berusaha menyelami mata indah yeoja ini

"Ne.. Kau fikirkanlah.. Jika sudah bisa memutuskan, besok hubungi aku..." kataku dengan nada gugup dan tergesa, berusaha suasana canggung ini akan segera berakhir sebelum dia bertanya yang macam. Oh Tuhan aku benar-benar merasa tak punya kekuatan saat ini.

"Oppa..."

"Ne..."

"Kenapa harus aku?

"Karena kau teman dekat Sungmin Wookie...?"

"Lalu kenapa harus kau? Kenapa tidak orang itu langsung yang bertanya padaku?" Wajah innocent yang dipasangnya benar-benar membuat aku gugup.. Oh Tuhan tolong selamatkan aku sekarang juga...

"Wookie.. Sebenarnya jika kau tak keberatan, besok saat kau menentukannya aku ingin kau juga men.. menjawab satu pertanyaan lagi dariku"

Sungguh demi apapun, kumohon suruh detak jantungku berhenti berdetak terlalu kencang seperti ini

"Hnn...?" Dia memiringkan kepalanya tanda tak faham

"Kau pernah ingat pertemuan pertama kita? Saat aku memeriksa perusahaan dengan Tuan Cho dulu? Emmm.. Sebenarnya se sebenarnya..."

Aku sudah tak peduli lagi, perasaan ini sudah membludak di hatiku.. Aku sudah menyukai gadis innocent ini sejak pandangan pertama.. Keringat sudah mulai membasahi wajah dan leherku.

"Oppa kau kenapa?" wajahnya terlihat panik... Shit.. Apa yang aku lakukan "Oppa kau terlihat berkeringat, apa kau sakit?"

"Wookie... Sejak pertama kita bertemu aku aku.. a... a.. aku sudah menyukaimu, tak peduli kau percaya atau tidak, itulah kenyataannya.. Aku tak ingin kau berfikir aku memanfaatkanmu sungguh, aku juga sudah menolak permintaan Kyuhyun, tapi dia tetap memaksa.. Karena itu bantulah aku..." kugapai tangannya dan kuelus pelan, dari tadi dia hanya mematung terlihat shock dengan mata yang agak membulat

"Aku pergi dulu oppa, besok aku akan mengabarimu"

DEG.. Dunia serasa berhenti berputar. Aku hanya melihat punggungnya yang semakin jauh dari cafe, aku menelan ludahku dengan susah payah.. Sungguh ini hari yang buruk... Aku hanya menelungkupkan wajahku di atas meja hingga akhirnya mengacak-ngacak rambutku, tak peduli dengan tatapan aneh dari beberapa pasang mata yang memperhatikanku. Aku memang sangat payah bersifat romantis...

.

Flashback End

.

.

.

Drrrrt...

.

From : Wookie...

Oppa.. Aku sudah memikirkannya, aku akan membantumu.. Dan tentang pernyataanmu yang satunya aku akan mencobanya, tapi dengan 1 syarat, hari ini kita kencan dan akan membahasnya.. Bagaimana?^^

.

To : Wookie

Dengan senang hati...^^ Gumawo...

.

DEG

Katakan ini bukan Mimpi, Kyuhyun ah.. Sekarang mari kita lihat apa yang bisa kau lakukan

.

Normal POV

.

Pagi ini Sungmin bangun tidur lebih awal dari biasanya, tidak ada pemandangan dimana tiap paginya ia melakukan segala kegiatan paginya dengan kecepatan penuh.. Sungmin terlihat berusaha penuh untung menenangkan fikirannya dengan melakukan segala sesuatu dengan pelan dan sangat teliti yang sangat bertolak belakang dengan kepribadiannya.

.

"Tenang Lee Sungmin, itu tidak akan seburuk yang kau fikirkan. Bukankah yang akan kau temui Yesung sajangnim? Toh bukan monster dingin menakutkan itu.. Hufh..." Sungmin bermonolog untuk mengurangi rasa gugup dan takut yang sedang dirasakannya. Semalaman ia tidak bisa tidur, walaupun merasa lelah karena harus pulang malam setelah menemani eommanya di rumah sakit ia tetap tidak bisa memejamkan matanya dengan tenang.

.

.

"Hufffh..." sekali lagi, sungmin menarik nafas dalam dan membuangnya panjang. Ia merasa akan terjadi hal buruk yang akan dialaminya hari ini. Ada yang mengganjal fikirannya tentu saja.. Tangan kanan monster itu menyuruhnya untuk menemuinya di ruangan bos. Ruangan bos? Yah... Artinya pasti ada monster itu didalam bukan? Takut? Jelas takut, Sungmin begitu takut kehilangan pekerjaannya saat ini. Sungguh kesalahan yang dilakukan Sungmin begitu fatal. Disaat pengenalan kepala perusahaan yang baru seharusnya apa yang dilakukan karyawannya? Jelas mendengarkannya dengan penuh apresiasi bukan, lalu bagaimana jadinya jika ada karyawanmu yang asyik dengan dunianya sendiri dan sedikitpun tak memperhatikanmu? Sungmin terlihat gelisah kembali memikirkannya.

.

.

Jam 08.45 pagi

Wookie terlihat sibuk dengan berkas yang ada dihadapannya, matanya terlihat bolak balik menatap berkas dan layar laptop.

"Wookie.. Sungguh aku benar-benar takut" Sungmin menggigit bibirnya dengan kuat

"Sudahlah Min.. Kau jangan terlalu berlebihan, semua akan baik-baik saja..."

"Apa aku harus kesana sekarang Wook?" Sungmin terlihat merapikan pakaiannya dan menatap bayangan wajahnya dicermin "Astaga kantung mataku"

"Ne.. Mungkin lebih baik sekarang Min" Kali ini Wookie terlihat memainkan Handphonenya hingga kembali terlarut menatap layar laptopnya.

"Do'akan aku Wook" Kata Sungmin memajukan bibirnya

"Haisss... Ne... Semua akan baik-baik saja.. Sana pergilah!"

.

.

Sungmin berjalan dengan sedikit cepat menuju ruangan bosnya tersebut dengan wajah pucat dan dengan tangan yang tergenggam kuat.

.

Tok tok tok

.

"Masuk" terdengar suara yang lembut dari ruangan itu

.

Sungmin membuka pintu itu pelan dan terlihatlah 2 namja dengan wajah yang sangat berbeda, yang satu terlihat tersenyum tulus dan yang satunya terlihat sangat dingin.

.

Sungmin POV

.

"Ini belum jam 9, kau masih punya waktu 8 menit lagi, jadi kuharap kau keluar dari ruanganku dan masuklah setelah 8 menit berlalu!" Suara itu serasa petir yang siap menggosongkan tubuhmu dengan waktu yang singkat

DEG

Aku melihat wajah monster itu sebentar, dingin.. Yah sangat dingin, seperti jika kau terlalu menatapnya kau akan beku seketika. Sungguh penampilannya hari ini sangat berbeda, dia errr.. Dia sangat tampan. Entah apa yang aku fikirkan saat ini tapi sungguh hari ini dia sangat tampan. Apa yang aku fikirkan! Bukankah barusan dia mengusirku, sungguh ingin saat ini juga aku mencekek lehernya dan kupatahkan lehernya. Bukankah bagus karyawan yang sudah mempunyai janji denganmu tidak terlambat bahkan sudah ada sebelum waktu yang dijanjikan.

"Apa kau tak mendengar? Aku masih harus membicarakan sesuatu dengan asistenku, jadi keluar dari ruanganku dan masuklah...mmmh..." dia terlihat menatap jam tangan yang melingkar ditangan kekakrnya.. Oh Tuhan apa yang aku fikirkan "7 menit setelahnya, lihatlah kau sudah memakan waktu 1 menit berhargaku!"

.

Aku tak tahan lagi melihat wajah angkuhnya, dengan cepat aku berbalik dan menutup kembali pintu kehormatan orang itu dengan sedikit kasar

.

"Tsk"

BRAK

Aku mendengar suara orang berdecak pelan sebelum akhirnya terdengar bunyi suara pintu yang kututup dengan kasar. Aku benar-benar muak melihat wajah angkuhnya itu. Dan bodohnya aku sempat-sempatnya mengagumi penampilannya hari ini. Aku menghentakkan kakiku lama didepan ruangan monster ini, waktu 7 menit serasa 1 detik bagiku saat ini, waktu terasa berjalan dengan cepat. Hingga aku terfikir sesuatu

To : Wook

Wookie aku hampir saja melakukan kesalahan lagi, tolong beritahu aku siapa nama bos monster kita itu

"Masuklah Lee Sungmin"

Aku melihat seorang bermata sipit sudah ada disampingku yang baru saja keluar dari ruangan laknat itu. Aku yakin dia adalah Yesung sajangnim yang sering diceritakan Wookie, senyuman manis dari bibirnya yang selalu membuat Wookie terlena dan melamun entah kemana saat membicarakan orang ini. Persis, dia persis seperti yang diceritakan Wookie, tatapan lembut dan pembawaannya yang sangat dingin tapi membawa ketenangan tersendiri bagi siapa saja yang menatapnya. Pantas saja bocah itu menyukai namja ini.

.

"Ahh ne... Sajangnim.. Eh.. Tapi bukannya sajangnim yang ingin bicara dengan saya?" kataku mengernyitkan dahiku

"Bukan..! Orang yang ada didalam sana yang ingin bicara denganmu" katanya tersenyum penuh arti

DEG

Tubuhku membatu seketika, tanganku yang sudah mulai menghangat kembali dingin tak terduga. Kulihat Yesung sajangmnim sudah meninggalkaku kearah ruangannya

.

Apa katanya? Orang yang ada didalam sana? Oh Tuhan... Sungguh tolong bantu aku.. Kulangkahkan kakiku pelan kearah pintu itu kembali

.

Tok tok tok.

.

"Masuk..."

Kubuka pintu dan kulihat seorang namja dengan kaca mata yang bertengger dihidungnya sedang sibuk dengan berkasnya.

.

"Kau terlambat 1 menit.. Ahh siapa namamu? Kau memberi kesan yang sangat bagus saat pertama kali aku menginjak perusahaan ini" katanya penuh dengan nada sindiran

"Lee.. Lee Sungmin" kataku gugup, entah kenapa perasaan benci pada monster ini kadang berubah dengan perasaan takut saat aku berhadapan dengannya

.

Kulihat dia meletakkan kacamatanya berhenti sibuk dengan berkas yang ada di hadapannya

.

"Aah.. Lee Sungmin, aku masih ingat dengan bagus namamu, jadi Lee Sungmin siapa namaku?"

DEG

Kurasakan Handphone yang ada disaku celanaku dari tadi belum bergetar sama sekali, tidak biasanya Wookie lambat membalas textingku, dia bahkan biasanya juga sangat gugup saat aku sedang tertekan seperti ini

.

"Mianhe sajangnim, aku benar-benar minta maaf.. Saat itu aku sedang banyak fikiran dan tidak memperhatikan penjelasan Yesung Sajangnim" aku berkilah dengan nada pelan sambil membungkukkan badanku

.

"Dan sampai sekarangpun kau tak tahu nama bosmu? Bukankah aku benar? Kau yeoja yang menyedihkan?"

Grrrr... Sungguh aku muak dengan namja yang sekarang sudah berdiri tepat di hadapanku ini. Jika bukan karena pekerjaanku ini akan kulempar tubuhnya dari gedung ini hingga jatuh ke bawah.

.

"Mianhe Sajangnim.. Aku sekali lagi minta maaf" lagi aku memohon maaf atas kesalahanku

"Apa kau masih menyayangi pekerjaanmu Sungmin-sshi..?"

DEG

Sungguh aku sudah menduga hal seperti ini

"Mianhe Sajangnim, kumohon jangan pecat aku.. Aku benar-benar membutuhkan pekerjaan ini, aku sangat membutuhkannya"

Aku bersuara dengan nada yang sangat memohon dan memelas, sungguh aku tak peduli lagi dengan harga diriku. Ini juga sebenarnya karena kesalahanku mencari masalah dengan monster yang sangat menyeramkan ini, walaupun dia sangat keterlaluan.

"Huh.. Aku akan memaafkanmu jika dalam hitungan 20 detik kau dapat mengetahui namaku"

"Tapi..." aku hampir protes jika dia tidak menghitung mundur hitungannya

"20...19..."

Aku langsung berlari dari ruangan itu untuk mencari Ryeowook, aku tak peduli dengan tatapan bertanya dari berapa karyawan yang melihatku berlari dengan terengah-engah. Aku mencari Ryeowook di ruangan kami, tapi aku tak menemukan anak itu. Sungguh aku bingung apa yang harus aku lakukan sekarang. Kemana anak itu pergi, kemana aku harus bertanya sekarang.

.

"Min... Kau kenapa?"

"Jungmo... Hahh.. Hahhh... Hah... Tolong bantu aku, beritahu aku siapa nama bos baru kita itu.. Hahh.. Hahh..."

"Namanya Cho kyuhyun Min, kau ada apa?"

"Gumawo... Aku akan jelaskan nanti, aku harus pergi sekarang Jungmo ah..."

.

.

Pintu itu... Sedikit lagi..

.

"Hahh.. Hah... " nafasku hampir habis karena berlari dan dengan nada terputus-putus aku mengatakannya

"Sa sajangnim... na namamu Cho Cho Kyuhyun"

DEG

"Cho Kyuhyun" aku mengulanginya sekali lagi, aku merasa dejavu saat mengucapkan namanya. Aku memegang dadaku karena nafasku yang tersengal, semoga aku tak pingsan saat ini juga.

"Hahhh... Lee Sungmin, kau benar-benar yeoja yang menyedihkan. Kau telat 5 detik, aku sangat kasihan melihatmu. Lebih baik kau jadi pembantuku saja, akan kuberi kau 500 juta jika kau mau" nadanya benar-benar mengejek padaku.

Oh Tuhan kenapa ada makhluk sepertinya. Tapi apa dia bilang barusan? 500 juta? Pembantunya? Hei bukankah itu tidak terlalu buruk.. Jadi pembantu orang kaya dan errr tampan sepertinya? Bukankah pekerjaannya juga tidak akan terlalu sulit karena peralatan dirumahnya pasti peralatan canggih semua.

.

"Aku mau... Aku mau jadi pembantumu" mendengar 500 juta otakku langsung menyala, sudah lama bukan aku mencari uang sebanyak itu. Apalagi kata Shin ahjumma biaya terapi semakin mahal, sejauh ini hutangku pada Shin Ahjumma saja sudah semakin menumpuk. Sungguh aku tak berfikir banyak lagi.

.

Normal POV

.

"Aku mau.. Aku mau jadi pembantumu" setelah Sungmin berkata demikian Kyuhyun langsung tersenyum mengerikan

"Kau yakin?"

"Eh tunggu... Apa aku akan kehilangan pekerjaanku dikantor ini? Kumohon Sajangnim jangan pecat aku" Sungmin masih memelas dengan wajahnya yang ditekuk.

"Ne.. Aku tidak akan memecatrmu asal kau mau jadi pembantuku selama 3 bulan kedepan" Kyuhyun menekankan katanya dengan penuh makna

"Eh 3 bulan saja, semudah itukah?"

"Kau boleh memperpanjang kontraknya jika kau mau..!" kata Kyuhyun diiringi seringaiannya "Aku akan menyiapkan kontraknya jika kau mau, tapi jika kau tak mau mungkin aku akan mempertimbangkan kembali pemecatanmu" Kata kyuhyun santai dan duduk kembali ke kursinya

"Apa yang harus aku lakukan jika menjadi pembantumu?" Kata Sungmin gugup, dia sedikit bingung kenapa monster yang sekarang ada dihadapannya menawarkan perjanjian yang seperti itu

"Cukup melayaniku.. Semuanya.. Semua yang aku minta dan butuhkan, kebetulan ahjumma yang membantu diapartemenku kembali kerumah eommaku!"

Kyuhyun terlihat kembali mendekati Sungmin hingga tepat dihadapan Sungmin, jarak mereka sekarang lumayan dekat.

"Sepertinya kau akan jadi mainan yang sangat bagus Lee Sungmin.." Kata Kyuhyun mulai membelai rambut Sungmin "Lagipula... Bukankah kau tak ingin kehilangan pekerjaanmu Lee Sungmin" Kata Kyuhyun membisikkan kata-kata tersebut tepat ditelinga Sungmin.

.

Mata sungmin membulat penuh saat bos barunya tersebut mengatakan hal itu dihadapannya. Tubuhnya menegang dan membatu seketika melihat wajah Kyuhyun yang sangat dekat dengannya. Ia berusaha mencerna semua ucapan Kyuhyun.

.

DEG

.

Lagi.. Mata mereka berdua bertemu dengan jarak 5 cm. Kyuhyun dan Sungmin terdiam, masing-masing terjebak dan terhipnotis mata yang ada dihadapan mereka selama beberapa detik. Hingga akhirnya Kyuhyunlah yang pertama memutus tatapan itu.

.

"Mwo? Me..me... Melayanimu? Semua hal?" Kata Sungmin terbata saat Kyuhyun saat sudah duduk dikursinya kembali

"Ne..." Kata Kyuhyun tegas dan dingin sambil menatap Sungmin dengan tajam

Sungmin terlihat gugup, jarinya bergerak resah sambil memainkan kukunya...

"Terserah jika kau tak mau" Kata Kyuhyun dengan santai, ia mulai menyibukkan diri lagi dengan berkas yang ada dihadapannya meninggalkan yeoja rapuh yang ada dihadapannya berdiri mematung masih dengan tubuhnya yang membatu "Jika tak ada yang ingin kau katakan lagi, pergilah dari ruanganku.. Aku sangat sibuk! Aku akan menyiapkan surat pemberhentian dirimu besok"

"Jangan!... Kumohon... Aku mau jadi pem...pem...bantumu, tapi dengan 1 syarat?" Kata Sungmin terbata

"Apa itu?"

"Aku tak ingin siapapun tahu mengenai perjanjian ini, bisakah?"

"Aku tak bisa merahasiakan satu apapun dengan asistenku, jadi kuharap dia pengecualian"

"Baiklah...!"

Hanya seringaian yang terlihat dari wajah tampan itu sambil terus menyibukkan diri membaca berkas yang ada dihadapannya.

.

"Baiklah.. Kau boleh keluar.. Kita akan pulang jam 6 sore nanti, aku akan membawamu ke apartemenku. Pengacaraku akan keapartemen membawakan berkas perjanjian kita jam 7, jadi kita bisa keapartemenmu sebentar dan membawa beberapa barangmu yang kau butuhkan

.

"Apa maksudmu Sajangnim?"

.

"Kau tidak faham? Mulai sekarang kau akan tinggal bersamaku" kata Kyuhyun dengan nada ketus

.

DEG.. Sungmin bersumpah jika batas waktu perjanjian 3 bulan itu telah berakhir ia tidak akan sudi meneruskan perjanjian itu. Sekalipun ia diberhentikan dari pekerjaannya yang sekarang. Toh ia nanti sudah mendapatkan uang 500 juta itu. Begitulah yang ada difikiran Sungmin

.

"Hufhh..." Sungmin mendesah pelan. Ia merasa sudah terjebak dalam lubang hitam

.

"Kau sudah memutuskan, dan sekarang keluarlah dari ruanganku" Kyuhyun masih bicara dengan nada dinginnya

.

.

.

Sungmin kembali kemeja kerjanya dengan lesu dan memanggil Wookie yang terlihat menunggunya dengan wajah cemas

"Min.. Kau kenapa?"

"Wookie...hiks" akhirnya tangisan itu pecah juga "Aku benar-benar bodoh" kata Sungmin akhirnya dan menarik Wookie kedalam pelukannya

"Gwaenchana... Kau kenapa Min? Apa Cho Kyuhyun itu menyakitimu?"

"Hiks..." hanya tangis itu yang akhirnya menjawab kecemasan Wookie

.

Merasa kondisi Sungmin yang begitu rapuh, akhirnya Wookie membawa Sungmin keruang istirahat dan disanalah Sungmin menceritakan semua yang terjadi dengan tangis yang tak henti-hentinya keluar dari matanya. Menceritakan sebuah perjanjian, yang menurut Sungmin adalah Perjanjian terbodoh di Dunia ini. Walau akhirnya ia tak akan menyangka bahwa perjanjian itulah yang membuatnya akan semakin terikat dengan makhluk yang bernama Cho Kyuhyun dan menyeretnya kedalam sebuah perasaan yang bernama "Cinta"

.

.

Sungmin POV

"Masuklah..."

Aku menatap apartemen yang baru saja kumasuki, benar-benar mewah walaupun dengan perabotan minimalisnya. Aku benar-benar bingung, semua barang yang ada didalam ruangan ini terlihat benar-benar terawat. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan di rumah ini.

.

"Ini kamar kita?" Suara dinginnya memecah lamunanku yang menatap takjub pada ruangan ini

Apa yang dikatakannya barusan? Kamar kita? Astaga.. Apa aku harus sekamar dengannya? Aku masih melihat ada sebuah kamar di dekat arah dapur.

"Mwo...?" kataku saat aku sadar dalam lamunanku

"Kau tau benar... Kau tak bisa protes" katanya sambil meninggalkanku yang masih mengelilingi apartemennya ini.

.

Aku masuk kedalam kamar yang ia beritahukan tadi... Terdengar bunyi sesuatu dari kamar mandi.. Yah pasti Monster itu sedang mandi. Aku membuka lemarinya dan terlihat satu baris tempat pakaian terlihat kosong. Tanpa fikir panjang lagi aku langsung memasukkan pakaianku kedalam sekat yang kosong itu.

.

Entahlah apa yang kurasakan sekarang.. Kelihatannya bukan perasaan takut, melainkan gugup. Aku masih ingat perkataannya tadi siang, melayani semua yang ia minta.. Oh tuhan.. Berarti jika dia meminta itu...

.

Aku menggelengkan kepalaku kencang, Hei bukankah dulu aku sempat berfikir menjual diriku. Hufh... Apa salahnya jika aku mencobanya lagi bukan.. Tapi aku benar-benar takut sekarang

.

"Apa yang kau fikirkan? Cepat bersihkan dirimu, sebentar lagi pengacaraku akan datang" suaranya yang terdengar seperti bentakan langsung membuatku sadar dan cepat masuk kedalam kamar mandi.

.

"Sajangnim..." kataku setelah keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkapku

Dia terlihat sangat tampan dengan celana pendek selutut dan kaos putih yang ia kenakan.

"Jangan panggil aku sajangnim saat dirumah, panggil aku Kyuhyun saja.. Ada apa?" sungguh aku tak berbohong dia sangat tampan saat ini, dia terlihat sedang memainkan game dari atas tempat tidur dengan nyaman menyandarkan tubuhnya.

"A... Apa kau ingin makan?" kuberanikan diriku untuk bertanya padanya

"Aku sudah memesan makanan, mungkin sebentar lagi akan sampai, kau siapkan keperluannya saja didapur" katanya dengan nada ketus.

.

Hei tak bisakah orang ini berkata dengan lembut, dan menatap mataku saat bicara. Dan satu lagi, apa gunanya aku jika dia memesan makanan cepat saji.. Huhh

.

Akupun bergegas kedapur menyiapkan peralatan untuk makan. Kesibukan tanganku terhenti saat aku melihat Kyuhyun keluar dari kamar yang memang terlihat dari arah dapur. Dia terlihat tergesa kearah depan sambil berbicara dengan seseorang dari handphonenya

.

"Sungmin... Kemari..." Hahh... Aku benar-benar seperti pembantu saat ini, hei aku memang pembantu kan

.

Aku duduk di sofa diruang tamu apartememen ini. Dihadapanku terlihat seorang namja yang lebih muda dari Kyuhyun melihatku sambil tersenyum. Seperti senyum yang tertahan..

"Ehm..." Kyuhyun terdengar berdehem saat aku mengamati jengkal wajah namja yang ada dihadapanku ini

"Ahh... Shim Changmin imnida" katanya mengenalkan namanya padaku sambil mengulurkan tangannya. Akupun menyambut tangan itu sebentar "Aku pengacara Kyuhyun, Kyuhyun sudah menceritakan perjanjian yang kalian buat.. Jadi Lee Sungmin kau tinggal tangan dibagian ini" katanya menunjukkan sebuah berkas padaku

.

"Huffh.." Aku membuang nafasku sekali lagi, kuambil pulpen yang diatas meja ini, tanganku bergetar gugup hingga akhirnya aku menggoreskan tanda tanganku pada berkas perjanjian ini

Tapi..

Eh... Tanda tangaku tak terlihat pada dokumen ini

"Astaga Kyu, sepertinya pulpenku habis, bisakah aku pinjam pulpenmu" kata pengacara muda dihadapanku ini

Kulihat aura Kyuhyun benar-benar gelap, dia seperti ingin memakan pengacara ini hidup-hidup, wajahnya terlihat benar-benar marah. Hingga akhirnya ia berdiri menuju kamarnya

.

"Noona..." suara namja dihadapanku ini memutus pandanganku pada Kyuhyun yang baru saja meninggalkan kami

"Ah ne?" kataku

"Kuharap kau sudah memikirkannya dengan baik, berhati-hatilah pada bocah nakal itu" katanya sambil tersenyum

"Ahh..." hanya itu yang keluar dari mulutku, aku benar-benar bingung.. Aku sudah terjebak dalam permainan monster itu. Yang ada difikiranku hanya berharap waktu segera berlalu dan waktu 3 bulan itu akan segera habis.

.

"Ini..." aku melihat sebuah pulpen berada tepat hampir dihidungku

Aku mengambilnya dan akhirnya tanganku benar-benar menulis tanda tangan itu. Aku sempat melihat senyum dari pengacara Shim setelah aku menandatangani berkas itu.

"Cepat kau pergi" sekali lagi aku mendengar betapa tidak sopannya monster yang ada disampingku ini, bahkan pada pengacaranya sekalipun

"Hufhh..." aku mendengar helaan nafasnya setelah mengantar pengacaranya itu kedepan pintu hingga ada suara menginterupsinya

"Permisi Tuan... Ini pesanan tuan"

.

.

"Cepat makan.. Aku sudah sangat lapar"

Dan disinilah sekarang, kami berdua duduk didepan TV diruang santai sepertinya, karena ada sofa kecil panjang yang sedang aku duduki.

Hanya ada suara TV yang bergema di apartemen ini, aku hampir membuka suaraku karena suara canggung ini benar-benar mengusikku. Aku sempat berfikir, setidaknya bukankah lebih baik kami berteman, hingga dia tidak akan berfikir macam-macam padaku jika dia menganggapku teman baik bukan

.

"Jangan bertanya macam-macam malam ini, aku lelah dan ingin cepat tidur" katanya ketus, Hei apa dia bisa membaca fikiran orang "Bereskan semua ini, dan cepat susul aku kekamar"

DEG

DEG

DEG

Oh Tuhan.. Apa yang akan dilakukan namja ini padaku, aku benar-benar belum siap menyerahkan keperawananku pada namja sebejat dia. Tapi apa yang bisa aku lakukan, aku hanya bisa pasrah pada monster ini

.

Aku membawa piring ini kedapur dan membersihkannya, Hei bukankah aku sangat untung sekarang.. Aku makan gratis, semuanya dibiayainya, mendapatkan uang 500 juta, aku tidak dipecat, tapi... Apa justru itu semakin aneh.. Mungkin akan sebanding dengan apa yang akan dia ambil dari ku

GLEK

Aku menelan ludahku dengan susah payah...

.

Setelah membereskan semuanya aku berjalan menuju kamar itu.. Oh Tuhan.. Aku benar-benar takut sekarang..

Kaki dan tanganku gemetaran tak bisa diatur

"Sudah selesai Minnie?" eh dia menyebutku Minnie "Kemarilah...!"

TBC

Hahahaha... Mianhe.. Segitu dulu ya..

Ga dapet banget feelnya ya..? Author benar-benar minta maaf...

Author akan coba jawab beberapa pertanyaan dari reviewers

Kenapa Siwon memanggil Min dengan Sungmin-ah itu nanti akan dijelaskan pada chap selanjutnya

Kenapa ga YAOI? Nanti author beberapa hari kedepan bakal bikin YAOI berchapter ko.. Sabar ya...

Juru kunci yang dimaksud dichapter sebelumnya itu? Maksudnya seseorang yang sangat penting yang dimanfaatkan, sedikit terjawab di chapter ini kan.. Tapi akan sangat terjawab di akhir chapter nanti.. He..

Trus katanya kenapa ga ada feel kalo Kyu tertarik ama Ming? Mianhe sebelumnya kalo author ga hebat bikin Feel Feelan.. Hehe.. Yang jelas author di chapter sebelumnya ga pernah bilang Kyu tertarik ama Ming ya...

Trus tanda baca dan lainnya dalam penulisan author usahakan ya... :)

Kenapa terlalu banyak Sungmin POV? Ceritanya emang gini readers semua.. He.. Kyuhyun POV akan ada ditengah chapter

Author dulunya adalah reader FF kyumin yang paling benci kalo FF itu sad ending, so pasti kalo FF buatan author happy ending semua...kkkkk XD

Dan 1 lagi Kalo yang nanya tentang ceritanya... Rahasiaaaaa... He... *jangan pukul author

Thanks to...

KMS Kyuminshiper, yewookie9, NaeKyu, HeeYeon, Rosa Damascena, NaeKyu, , Keys47, Margareth Pumpkins, meyy-chaan, Sasya, Kim soo nie, Lian Cul Ah, Cho hyekyung, Kyurin Minnie, dirakyu, riririska, DadjoePranatha, Dessykyumin, mingi, rf, nurichan4, yunteukwon, sha, cho minyu, love haehyuk, Park Min Rin, min190196, FiungAsmara, tekawee, fariny, coffeewie kyumin, cho han kyu 137, jmjm, kang sung hye, Aey raa kms, thiafumings, fennyfenny, nannaa, ChoKyunnie, kyumin forever, bunyming, May AngelBunny, Liaa Kyuminelf, reaRelf, , Kyuminlover, JiYoo861015, Momoshfly2401, Ming, DANHOBAKMING, clouds54, Aurin Lee, is0live89, minnieGalz, dan beberapa reviewers yang ga kebaca di email.. Gumawo udah review :*

Aku sayang kalian