Chapter 4
My Life Your Life
GS Kyumin
Pairing : My beloved couple Kyumin (Kyuhyun x Sungmin)
Cast : Member SJ
Rating : T to M
Warning : Don't bash my Pair.. Oke..
Summary : Sungmin yeoja yang periang mempunyai seorang eomma yang terbaring dirumah sakit karena penyakit yang menyerang saraf pada otaknya. Sungmin berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara hingga ia masuk perangkap seorang Cho Kyuhyun yang akhirnya menjadikannya pembantu dan pemuas nafsunya. Bagaimana cerita mereka berdua hingga hati mereka dipersatukan oleh sebuah kata yang tak pernah habis "cinta"
Chapter sebelumnya
Setelah membereskan semuanya aku berjalan menuju kamar itu.. Oh Tuhan.. Aku benar-benar takut sekarang..
Kaki dan tanganku gemetaran tak bisa diatur
"Sudah selesai Minnie?" eh dia menyebutku Minnie "Kemarilah...!"
Pleaseee... If You Dislike, Don't Read Ok..
Happy Reading^^
.
Sungmin POV
.
"Kemarilah..." aku mendengar suaranya memanggilku. Dia terlihat sudah menyamankan dirinya berbaring di single bed besar itu..
Oh Tuhan bolehkah aku minta sebuah permintaan sekarang, aku ingin pindahkan nyawaku ke 3 bulan yang akan datang.
.
Aku mendekat ketempat tidur itu, aku meremas ujung piyama yang kupakai, sungguh aku benar-benar gugup melihatnya sudah terbaring dengan pasrah. Ini pertama kalinya aku tidur dengan seorang namja. Hei aku tidak berbohong, aku bahkan tidak pernah punya namjachingu di umurku yang sudah 25 tahun ini. Aku masih ingat Hyukki berkata aku terlalu menutup diriku.
.
"Emmh.. Kemarilah!" katanya padaku dengan matanya yang masih tertutup. Tubuhnya terlentang dengan 1 tangan kanan yang dilebarkannya. "Tidurlah disini..!" ucapnya seraya menggerakkan tangan kanannya.
.
Sungguh aku benar-benar gugup
DEG
DEG
Akan diapakannya aku sekarang, aku masih belum bisa jika harus melayani bocah monster ini. Aku baru ingat Wookie mengatakan bahkan monster ini lebih muda 2 tahun dariku.
.
Kulihat dia membuka matanya "Kenapa cuma duduk disitu?" suaranya masih terdengar ketus, tak pernah sedikitpun anak ini berkata sopan dan lembut padaku. Akhirnya aku membaringkan tubuhku tepat disampingnya, meletakkan kepalaku dipangkal tangan kanan yang sudah disiapkannya untukku.
.
GREB
"Eh..."
Kurasakan ia memelukku, ia merapatkan tubuhku dengan tubuhnya, membuat tubuh kami saling berhadapan..
DEG
DEG
DEG
Entah cuma perasaanku, aku merasa detak jantung kami bersahutan tak beraturan. Ia melingkarkan 1 tangannya yang bebas dipinggangku, sementara tanganku masih kusatukan didada. Aku bisa merasakan Ia menekan tengkukku agar kepalaku bisa menyandar di dadanya yang bidang dan kemudian diletakkannya bibirnya tepat dikepalaku. Nyaman.. Sungguh.. Benar-benar hangat, bahkan pelukan eomma pun tak sehangat pelukannya ini. Aku merasa begitu nyaman dipelukannya, tanpa kusadari kini bibirku menyunggingkan sebuah senyuman.
.
"Tidurlah... Kau pasti lelah" demi apapun di dunia ini, ini pertama kalinya aku mendengar suaranya dengan nada begitu lembut
"Sajang... Eh.. Kyu...?"
"Hmmm...?"
"Apakah aku harus tidur disini setiap malamnya?" aku beranikan diriku untuk bertanya, aku rasa monster yang ada di dalam tubuhnya sedang istirahat
"Aniya..." katanya pelan
"Eh..!"
"Kenapa? Kecewa? Kau ingin tidur disini setiap malamnya?"
"Bu..bu...bukan begitu... Tapi.."
"Kau tidak usah protes, sekarang tidurlah...!" huhh, aku barusan membangunkan kembali monster yang ada di tubuhnya. Nadanya bicara kembali meninggi dan membuatku tak berani berkata apa-apa lagi.. Setidaknya monster ini kelihatannya tidak akan melakukan apapun padaku.. Errr... Malam ini...
"eh..." aku bergumam agak pelan saat merasa tangan kanannya mengelus kepalaku pelan...sangaaat pelan hingga akhirnya aku benar-benar terlelap dalam pelukannya
.
.
.
Normal POV
.
Saat semua pengorbanan yang kau lakukan terbuang percuma maka ingatlah sebuah pengorbanan yang kau lakukan tak pernah sia-sia dan pasti akan membuahkan hasil di saat yang tepat.
Sungmin terlihat menggeliat dipagi hari pertamanya sebagai pembantu di apartemen Kyuhyun.
"Eungh... " Sungmin melenguh membuka matanya dan mengerjapkan matanya berkali-kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya
"MWO...? KYAAAAAAAA...! Siapa kau? Siapa kau?" sungmin berteriak saat melihat wajah namja yang sangat dekat dengan wajahnya, bahkan ujung hidung merekapun saling bersentuhan
BRUK... Sungmin dengan refleks mendorong tubuh yang ada disampingnya itu.
"Arghhhh..." Kyuhyun beringsut bangun dari lantai kamar yang dingin sambil memegang pinggangnya dan menatap Sungmin dengan marah. "Apa yang kau lakukan Lee Sungmin?"
"Astaga mati aku...! Mi..mianhe Kyu.. Aku sangat kaget menyadari ada seseorang disampingku saat bangun tidur. Ini baru pertama kalinya aku.. aku" Sungmin tergagap dan menghampiri Kyuhyun untuk membantunya berdiri.
"Sudah... Jangan hiraukan aku.. Sana mandi dan siapkan aku makanan, dan satu lagi siapkan bekal untuk makan siangku" Entah kenapa wajah Kyuhyun berubah menjadi merah saat berbicara dengan Sungmin.
.
Sungmin beranjak kekamar mandi sambil memperhatikan Kyuhyun yang kembali ke tempat tidur dan menyelimuti seluruh bagian tubuhnya. Ia menggelengkan kepalanya bingung, kelakuannya tidak seperti bos besar yang sering di elu-elukan karyawan yang ada dikantornya. Iapun mengerjakan pekerjaannya pagi ini dimulai dengan membersihkan semua ruangan, walaupun sungmin bingung karena tak ada sedikitpun debu ditemukan di apartemen mewah ini. Hingga akhirnya dia hanya mencuci pakaian Kyuhyun dan dirinya sambil memasak sarapan dan bekal makan siang Kyuhyun.
.
.
Disebuah ruangan dengan bunyi musik klasik yang terdengar merdu seorang namja paruh baya memandang sebuah gambar yang ada ditangannya. Ia curahkan semua perasaannya saat menatap gambar itu.
Tes
Tes
Tetesan air mata itupun tak kuasa lagi ditahannya. "Mianhe... Aku akan berusaha menjaga permata yang sangat kau sayangi itu.."
.
.
"Yeobo...? Orang kesayanganmu itu sudah datang.. Dari tadi dia menunggumu.." suara seorang yeoja terdengar hingga membuat ia harus menyembunyikan benda yang sedari tadi dipegangnya.
"Ne.. Suruh saja dia masuk" katanya membalikkan tubuhnya dan menatap yeoja itu dengan senyumannya yang penuh cinta.
"Aku tau kau masih sangat menyayanginya, terima kasih telah memberikan banyak kebahagiaan padaku selama ini" kata yeoja itu pelan hingga tidak terdengar ditelinga namja tegap nan tampan yang baru saja dipanggilnya yeobo itu sambil berbalik beranjak pergi.
.
.
"Masuklah... Apa ada perkembangan yang mencolok?"
"Tuan... Anak itu telah pergi dari apartemennya, malam tadi dia tidak menginap diapartemennya"
"Dimana dia sekarang?" Kata namja tampan itu sambil menggenggam tangannya kuat hingga buku-buku tangannya nampak terlihat
"Mianhe tuan, sepertinya ini bersangkutan dengan keanehan yang baru saja kuceritakan beberapa hari lalu"
"Apa saja yang kau lakukan hahh...?" suara lantang itu membahana, dengan teriakan bernada berat dan dengan tubuh yang besar namja itu mengangkat kerah namja muda yang ada dihadapannya
"Kutanya apa saja yang kau lakukan? Apa kau sudah menyelidikinya? Apa yang Dia inginkan?"
"Aku masih menyelidikinya tuan, aku melakukannya dengan sangat hati-hati karena Dia bukan orang yang sembarangan, itu juga atas perintah tuan beberapa hari lalu"
"Huhh..." namja tampan bertubuh tegap itu melepaskan cengkramanannya pada kerah namja yang lebih muda darinya itu "Aku rasa kau sangat tau... Berhati-hatilah, maafkan aku tadi? Dan jika ada perkembangan segera kabari aku, karena aku tak akan membiarkan satu orangpun menyentuhnya! Akan aku pastikan Dia yang berani menyentuhnya akan kuberi pelajaran yang tidak main-main.."
.
.
Wookie POV
.
"Aku sudah mencampurnya oppa... Sungguh..! Aku sudah mencampurkan minuman itu dengan obat tidur yang bekerja dengan bertahap"
"Benarkah?"
DEG
Mungkin saat ini wajahku sedang bersemu merah. Yesung sengaja menyeretku ke lorong sepi dikantorku. Wajahnya sangat dekat denganku, ia memojokkanku di dinding yang memang tak akan terlihat jika orang tidak ingin ke toilet. Ia mengurung tubuhku dengan kedua lengannya.
"Be.. ..benar oppa..."
"Hahh... Baguslah..!, lain kali biar aku yang melakukannya.. Kau tak usah ikut lagi Wookie..."
Untung suasana kantor masih sepi, jika tidak pasti sudah ada orang yang melihatku bersamanya dengan posisi seperti ini.
"Chagi... Kau terlihat sangat cantik hari ini.. CUP" aku bisa merasakan bibirnya menempel dibibirku pelan. Nafasku tersendat, entah kenapa beberapa hari ini menjalani hubungan dengannya membuat aku benar-benar jatuh cinta padanya. Ia hanya menekan bibirnya pada bibirku, taka ada lumatan atau French Kiss tapi ini sungguh sudah membuat hatiku berdebar hingga jantungku ingin keluar dari tubuhku. Ciuman yang sangat manis, lembut dan nyaman.
.
"Ehem... Sudah kubilang kau pasti akan berterima kasih padaku nantinya hyung"
"Eh..."
Aku langsung saja mendorong dada Yesung oppa saat mendengar suara yang familiar itu terdengar ditelingaku. Kami langsung melihat kearah sumber suara dan hanya seringaian dari bibir tebal itu yang aku lihat.
"YAK CHO KYUHYUN, berani kau mengganggu kesenanganku"
"Kau jangan berteriak KIM JONGWOON, atau kelakuanmu akan kulaporkan pada Appa, aku tak yakin posisimu akan segera tergantikan oleh Lee Donghae, hahahahaha, aku bahkan tak yakin kau sudah menyelidiki masalah itu..!" kulihat Kyuhyun tertawa walau nada terakhir bicaranya terdengar serius.
"Oh iya Ryeowook, kulihat Lee Sungmin mencarimu"
BRAKK
Hanya terdengar bunyi bantingan pintu toilet setelah namja itu menghilang dari penglihatanku
.
"Oppa aku keruanganku dulu"
"Ne... Kau ingat tugasmu kan? Berhati-hatilah chagi"
"Ne..." kataku sambil menganggukan kepalaku setelah sebelumnya ia mengecup dahiku sebentar
.
.
.
Normal POV
.
.
Cklek..
Terlihat seorang yeoja dengan mengendap masuk kedalam sebuah ruangan. Ia terperanjat mendengar bunyi pintu yang telah dibuka seseorang. Aktifitasnya terhenti hingga ia memutuskan masuk kedalam lemari yang letaknya berada dipojok ruangan yang merupakan sudut mati
.
"Hmmph..."
Mata Sungmin membulat saat sepasang lengan kekar memeluknya dan menutup mulutnya. Mata mereka bertemu.. lagi...lagi... Mata namja yang menutup mulutnya juga tak kalah terperanjat dan membelalakkan matanya. Ia menurunkan tangannya yang ada dimulut Sungmin dan meletakkan telunjuknya diatas bibir Sungmin.
Deg
"Ssst..." Kata Kyuhyun, Sungmin hanya terlihat mengangguk kecil. Kyuhyun merapatkan tubuh mereka berdua, karena memang lemari yang mereka gunakan untuk bersembunyi tidak terlalu besar, namun cukup tinggi hingga mampu memuat seorang Cho Kyuhyun. Beruntunglah mereka berdua karena isi lemari yang mereka gunakan untuk bersembunyi telah dibersihkan, hingga tak ada kertas-kertas bekas yang tidak terpakai didalamnya.
.
Mereka berdua bisa merasakan nafas yang sama-sama saling memburu, detak jantung yang saling bersahutan. Entah apa yang dirasakan Sungmin sekarang, sekali lagi... Ia tersenyum dalam pelukan Cho kyuhyun, pelukan yang begitu memabukkan dan membuatnya tenang.
.
"Kyu..."
"Hmm..."
"Apa yang kau lakukan disini?"
Kyuhyun terlihat melihat kearah luar dari celah lemari besar tempat ia bersembunyi. Tubuhnya yang condong kedepan membuat Sungmin yang ada dalam pelukannya ikut merapatkan pelukan agar ia tidak terjatuh. Sungguh saat ini detak jantung Sungmin berdebar dengan sangat kencang.
"Aku sedang melakukan pengawasan..."
"Hmm...? Apa kau selalu melakukan pengawasan dengan cara seperti ini? Bersembunyi dalam lemari?"
"Tidak juga! tergantung benda apa yang bisa kupakai untuk bersembunyi, lalu? Kau kenapa ada diruangan ini dan masuk kedalam lemari ini? Aku hanya meminta kau jadi pembantuku dirumah, tak perlu sampai kantor.."
"Ahh... Aku hanya ingin main-main, tapi karena ada orang yang masuk, aku takut aku dikira melakukan macam-macam, karena itu aku bersembunyi" jawab Sungmin mencari alasan
.
Kyuhyun terlihat masih menatap kearah keluar, matanya tak bergerak sedikitpun dari objek yang sedang diamatinya diluar. Kyuhyun dan Sungmin diam sebentar, mereka bicara tanpa menatap satu sama lain karena saling berpelukan
"Kyu..."
"Hmm..."
"Apa aku harus tidur setiap malam di apartemenmu?"
"Tidak juga...!"
"Lalu kapan aku bisa menikmati waktu liburku?"
"Saat kau rasa ada kegiatan penting yang harus kau lakukan, pergilah...! Tapi kau harus benar-benar menyelesaikan tugasmu di rumahku terlebih dahulu"
"Jinjayo...?"
"Hmmm..."
"Arraseo...! Gumawo..." Sungmin mengeratkan pelukannya, hingga dada Sungmin terasa sangat menempel pada dada Kyuhyun
"Min..."
"Hmmm... "
"Aku tarik lagi ucapanku"
"Eh.. Mwo?"
"Gunakan waktu sore sampai jam 10 malammu dengan baik jika kau ada keperluan, karena diatas jam 10 malam kau sudah harus ada di apartemenku"
"Hahh..." Sungmin terdengar menghela nafas dengan nada normal
"SSstt.. Min jangan terlalu keras, pelankan suaramu!" Kyuhyun menatap Wajah Sungmin, jarak mereka sangat dekat sekarang, bahkan hidung mereka hampir bersentuhan.. Sungmin benar-benar merasa terhipnotis oleh mata itu, dan seperti biasa saat moment canggung mereka terjadi maka Kyuhyunlah yang memutus terlebih dahulu tatapan penuh arti itu hingga memeluk Sungmin agar wajah mereka tidak saling bertemu lagi.
"Min..."
"Hmm..." Sungmin berdehem menanggapi Kyuhyun. Ia tak ingin pelukan ini berhenti saat ini juga, jangan salahkan Sungmin karena ia benar-benar menyukai sentuhan seorang Cho Kyuhyun
"Uang yang kau inginkan sudah aku transfer"
"Eh... Jinjayo...?"
"Hmmm..." Kyuhyun mengeratkan pelukannya kembali seakan tangan ingin terlepas "Min sepertinya suasananya sudah aman, kita harus keluar'
BRUK
"Awww"
Mereka berdua terjatuh karena Kyuhyun yang tak sengaja membuka pintu lemari tanpa aba-aba. Posisi mereka sekarang benar-benar strategis dengan Kyuhyun yang menindih Sungmin dibawah
" ..kyu..." untuk berapa detik mata itu kembali bertemu lagi dengan wajah yang sangat dekat. Hingga seseorang kembali memutus tatapan itu dan berdiri dengan cepat
"Apa yang kau lakukan Lee Sungmin? sudah hampir 30 menit aku didalam sana menahan berat tubuhmu yang tidak wajar itu dan sekarang saat ingin keluar kau masih saja memelukku.. Cih..! Kau hanya pembantuku, dan cepat keluar dari ruangan ini jika kau tak ingin ketahuan masuk ruangan orang sembarangan"
DEG
Kyuhyun meninggalkan Sungmin yang masih terpaku dengan ucapan Kyuhyun. Adakah makhluk paling aneh didunia ini selain Kyuhyun? Wataknya bisa berubah dalam hitungan detik saja. Entah kenapa mata Sungmin memanas mendengar kata-kata Kyuhyun tadi.
Tes..
Tes..
"Yah aku hanya pembantunya, bodohnya kau Lee Sungmin" Kata Sungmin menghapus air mata disudut matanya.
.
.
.
1 bulan sudah perjanjian itu berlalu. Perusahaan atas pimpinan Kyuhyun berjalan dengan sangat lancar. Sungminpun masih menjadi pembantu Kyuhyun, Sungmin sempat merasa heran, 1 bulan bersama Kyuhyun tak ada hal lebih yang diminta Kyuhyun. Seringaian dan tawa iblis Kyuhyun saat mengatakan ia akan jadi pelayannya dan melayani semua keinginannya yang sudah membuat Sungmin ketar ketir tak pernah ia alami. Ia sempat berfikir Kyuhyun akan menjadikannya budak pemuas nafsu bocah monster itu. Sungmin hanya menyiapkan makan pagi, siang dan malam Kyuhyun. Membersihkan apartemenpun tak pernah Sungmin lakukan karena entah kenapa masih saja tak ada debu sedikitpun didalamnya. Mencuci pakaian Kyuhyun, dan bahkan dimanfaatkan Sungmin untuk mencuci pakaiannya sendiri.
.
Semua berjalan lancar, Sungmin merasa sangat senang walau entah kenapa semakin lama hidup bersama Kyuhyun membuat dia semakin tidak bisa mengontrol hatinya sendiri. Jujur, sungmin sangat mengagumi Kyuhyun. Tiap malam tidur bersama dengan pelukan hangat dan sentuhan lembut Kyuhyun dirambutnya membuatnya semakin mabuk dengan makhluk yang sangat menyebalkan itu. Walaupun sifat Kyuhyun akan selalu meledak dan membuat siapa saja ingin mencakar wajahnya, tapi Sungmin sudah terlanjur jatuh dalam kehangatan Kyuhyun. Ia merasa ada keteduhan yang begitu besar saat ia menatap mata Kyuhyun. Percaya atau tidak Sungmin merasa sudah jatuh pada sosok Kyuhyun .
.
.
Kyuhyun terlihat memasuki ruangan kerjanya dengan tergesa-gesa. Wajah tampannya terlihat mengeras dengan warna merah menyala.
"Apa yang terjadi hyung...?"
"Aku tidak tau pasti, orang yang kita curigai itu sepertinya terlebih dahulu mengambil tindakan. Aku tidak tau dia akan secepat itu mengambil tindakan. Aku juga masih menyelidiki apa tujuannya Kyu..!"
"Sepertinya dia bukan orang sembarangan hyung...dia mungkin berada dibawah orang kuat.."
"Sejauh ini perusahaan masih stabil, walau ada penurunan mendadak seperti ini, anak buah dilapangan mengatakan ini diakibatkan oleh perusahaan RAC Corp. Tapi sejauh ini aku dan Donghae masih bisa mengatasinya"
"Aku masih menunggu waktu yang tepat hyung, akan kubuka kedoknya nanti di saat waktu yang tepat jika dia berani berbuat macam. Aku hari ini akan mengawasinya."
.
.
Hospital
.
Sungmin POV
.
Aku benar-benar merasa senang sekarang, setidaknya kondisi eomma semakin terlihat membaik. Aku punya waktu yang lebih sekarang, pekerjaan di kantor selalu selesai sore setelah bocah monster itu memimpin perusahaan. Aku mendengar dari karyawan dia bekerja dengan bagus, hingga penghasilan perusahaan sangat stabil malah semakin meningkat. Eh tapi kalau aku tak salah dengar pagi tadi katanya ada perusahaan pesaing yang menghambat kerja perusahaan dengan sengaja. Entahalah aku tak mengerti tentang perusahaan terlalu banyak.
.
Aku menatap wajah eomma yang tersenyum padaku. Eomma terlihat sering tertawa dan bercanda padaku. Seperti saat ini eomma tak henti-hentinya mengejekku.
"Eomma lihat kau terlihat senang akhir-akhir ini Min? Apa kau sedang jatuh cinta?"
"Eomma..." kataku protes dengan wajah memerah
"Aegyooo anak eomma... Min..! Eomma sekarang jarang melihat Wookie, Hyukki masih sering mengunjungi eomma saat pagi hari, apa sekarang dia sibuk?"
"Eh.."
.
Aku baru sadar, kami hanya bertemu saat bekerja. Setelah aku menceritakan keadaanku dengan Kyuhyun dia terlihat menjauh dariku. Apa yang terjadi padanya? Dia juga terlihat tidak protes saat aku menjalin kerja dengan kontrak bodoh ini. Padahal dulu saat aku bersikeras ingin menjual diri dia terlihat sangat panik, bahkan selalu mengikutiku kemanapun aku pergi... Aku baru sadar akhir-akhir ini ada banyak keanehan yang ada disekelilingku. Aku bahkan berusaha mengumpulkan puzzle itu di otakku saat dalam dekapan Kyuhyun dimalam hari. Setidaknya ada beberapa potongan kecil yang dapat kukumpulkan. Aku ingin tersenyum saat ini juga...
.
.
"Min.. Apa yang kau fikirkan?"
"Ah.. Tidak ada eomma..."
"Min eomma ingin menyampaikan sesuatu, jika sebentar lagi eomma pergi maukah kau berjanji 1 hal dengan eomma?"
"Apa itu...? Jika eomma menyuruhku untuk berbaikan dengan Appa itu tidak akan terjadi, disaat eomma seperti ini dia bahkan tak ada untuk eomma..!'
"Min.. Dia Appamu.."
"Aku tau eomma, dan lagipula eomma tak perlu bicara seperti itu, kondisi eomma sekarang juga sudah membaik bukan? Aku akan mengatakan pada dokter Choi agar eomma dioperasi saja..."
"Min.. Dengarkan eomma, sekarang eomma akan memberitahumu.. Penyakit eomma tak bisa disembuhkan, mungkin sebentar lagi eomma akan pergi. Eomma menderita Spinocerebellar Degeneration atau Ataxia, ini penyakit langka dan belum pernah ada yang selamat dari penyakit ini"
.
Tubuhku berguncang hebat mendengar penuturan Eomma, aku lihat wajahnya berubah sendu walau dengan senyum yang masih menghiasi bibirnya. Sudut mataku mulai mengeluarkan sesuatu yang basah
Tes
Tes
.
"Eomma tak menyuruhmu tinggal ditempat ayahmu, eomma hanya ingin tak ada lagi kebencian dihatimu, terlebih pada appamu sendiri Min. Sungguh saat ini eomma ingin menghapus air matamu, atau bahkan ingin memelukmu dengan tangan ini lagi.. Tapi bahkan mengangkat tangan inipun eomma sudah tidak bisa menyuruh otak eomma lagi Min..."
.
.
Air mataku sudah tidak terbendung lagi, aku menangis dengan keras. Aku melihat eomma menutup matanya dengan lelah. Aku masih melihat gerakan nafas dari dadanya. Sungguh saat ini aku benar-benar takut..
"Dokter...! Dokter...!" aku berteriak dengan kencang dengan sesenggukan karena air mataku tak hentinya keluar.
"Sungmin-ah... Aku akan membawa eomma keruang khusus, kau jangan khawatir ne...?"
Aku merasa Siwon memeluk tubuhku erat, pelukannya serasa tidak asing bagiku.
"Suster.. Bawa Nyonya Lee segera"
Dan akhirnya aku melihat suster-suster itu membawa eomma tergesa menuju ruangan khusus.
"Mianhe Min... Aku tak bisa mengatakan apa penyakit Eomma padamu karena Nyonya Lee bersikeras tak ingin kau mengetahuinya. Ini diluar kuasa kami, kami sangat kaget Nyonya Lee sudah bisa bertahan sejauh ini. Dia bisa tersenyum tiap hari saat kau datang, dia bahkan bisa bicara saat kau datang. Tapi saat kau tak ada, dia hanya bisa pasrah dengan alat-alat yang tertancap ditubuhnya. Nyonya Shin selalu menanyakan kapan kau datang kemari agar kami punya waktu melepaskan alat itu dari tubuhnya. Itu permintaan eomma mu dan kami tidak bisa apa-apa untuk menghentikannya. Penyakit ini menyebabkan eomma kehilangan kendali terhadap syaraf-syaraf motoriknya secara bertahap hingga makin lama keadaan fisiknya semakin parah" setidaknya itulah penjelasan dokter Choi di telingaku saat aku mulai membasahi baju di dadanya dengan tangisku
.
.
"Hiks, ta..tapi aku mendengar dokter Jung mengatakan eomma akan sembuh jika aku mendapatkan uang 500 juta.. Hiks"
"Mungkin kau salah dengar, saat itu kata Nyonya Shin mereka sedang membahas alat kedokteran yang akan dibeli. Kau tak usah memikirkan uang 500 juta itu, aku bersedia membayar semua hutangmu pada Nyonya Shin..."
Hiks... Hiks.. Aku menangis semakin keras saat mendengar penjelasan dokter Choi
"Hiks... Tapi aku sudah membayar semua hutang pada Nyonya Shin.." aku tak tahan lagi, tangisku benar-benar pecah sekarang...
"Eh..! Darimana kau mendapatkan uang itu?"
"Hiks...hiks..." aku bahkan sudah melakukannya sejauh ini, dan aku memang sudah terperangkap olehnya
"Uljima... Aku rasa alat-alat yang ada di tubuh Nyonya Lee tidak boleh dilepaskan lagi, karena itu kau hatus kuat Sungmin ah.."
Aku tak tau, aku benar-benar merasa tidak asing dengan sentuhan Dokter Choi, aku merasa sangat sering diperlakukan seperti ini olehnya.
.
.
Disebuah rumah besar dengan headset ditelinganya namja paruh baya itu terlihat menghapus air matanya.
"Jung Soo.. Mianhe..."
.
.
Normal POV
.
Terlihat 2 namja sedang mengendap masuk ruangan dimana Nyonya Lee beristirahat sebelumnya.
"Ini kan? Kita lepaskan?" kata seorang namja tampan sambil menunjukkan sebuah benda kecil
"Ya.. Ternyata memang ada alat penyadap disini"
"Yesung Hyung... Sepertinya kita harus semakin waspada..!"
"Ayo kita pergi... aku akan mengabari Kyuhyun
To : Kyuhyun
Apa info semua kejadian barusan disini sudah cukup?
.
.
Sungmin terlihat lesu memasuki apartemen Kyuhyun hingga terdengar suara dengan nada keras terlihat
.
"Huhhh... Begitu senang kau Lee Sungmin? Sudah jam berapa ini?"
"Aku lagi tidak ingin berdebat Kyu..."
"Kau...! Tidurlah di kamar tamu!"
BRAKK
Deg...
Sungmin kembali meneteskan air matanya.
"Kyu... Bisakah kau pinjami aku bahumu saat ini... Hiks..." sungmin bergumam kecil saat melihat kamar tidur Kyuhyun tertutup dengan keras
.
.
TBC
.
.
Huwwwaa kependekan ya.. Mianhe ya... aku update cepat karena beberapa hari kedepan aku ga bakal bisa update cepat, mungkin 4 harian baru bisa updatenya... Udah semakin kebaca kan jalan ceritanya :)
Aku sempet sedih karena ada yang bilang tulisanku ga ada feel nya sama sekali, author memang benar-benar baru belajar nulis.. Tapi akhirnya semangat lagi ngebaca review yang nunggu FF ini... maaf banget jika Ff ini sama sekali ga dapet feelnya, author akan terus berusaha
Soal NC mungkin chapter depan ato depannya lagi, he... Akan banyak NC di chapter2 akhir.
Soal cerita, maafkan author yang ga bisa ngasih tau.. Yang masih ga faham bakal semakin faham jika terus baca sampai akhir, karena rahasia akan terbongkar satu-satu.
Terakhir... Review please... Author akan semangat jika melihat review kalian
Thanks to
.
Young010313, kyuminalways, dessykyumin, Rosa Damascena, , chiikyumin, Momoshfly2401, NaeKyu, Sasya, myy-chaan, clouds54, HyoBin KMS, yunteukwon, kim soo nie, audrey musaena, HeeYeon, Aey raa kms, Caxiebum, thiafumings, nannaa, reaRelf, KMS Kyuminshiper, is0live89, ChoKyunnie, yewookie, Margareth Pumpkins, cho han kyu 137, cho minyu, revaelf, love haehyuk, Liaa kyuminelf, DANHOBAKMING, revaelf, Vhentea, Kyurin Minnie, coffewie kyumin, FiungAsmara, desi2121, sha, keys47, Rei Fujisaki 27, tekawee, nandaLJ1307, dieshawardhani, bunyming, dana ada 2 reviewers yang ga kebaca namanya di email author
Aku sayang kalian^^
