Chapter 5

My Life Your Life

GS Kyumin

Pairing : My beloved couple Kyumin (Kyuhyun x Sungmin)

Cast : Member SJ

Rating : T to M

Warning : Don't bash my Pair.. Oke..

Summary : Sungmin yeoja yang periang mempunyai seorang eomma yang terbaring dirumah sakit karena penyakit yang menyerang saraf pada otaknya. Sungmin berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara hingga ia masuk perangkap seorang Cho Kyuhyun yang akhirnya menjadikannya pembantu dan pemuas nafsunya. Bagaimana cerita mereka berdua hingga hati mereka dipersatukan oleh sebuah kata yang tak pernah habis "cinta"

Chapter sebelumnya

"Huhhh... Begitu senang kau Lee Sungmin? Sudah jam berapa ini?"

"Aku lagi tidak ingin berdebat Kyu..."

"Kau...! Tidurlah di kamar tamu!"

BRAKK

Deg...

Sungmin kembali meneteskan air matanya.

"Kyu... Bisakah kau pinjami aku bahumu saat ini... Hiks..." sungmin bergumam kecil saat melihat kamar tidur Kyuhyun tertutup dengan keras

.

Pleaseee... If You Dislike, Don't Read Ok..

.

Happy Reading^^

.

Normal POV

Pagi ini seperti biasanya Sungmin mempersiapkan segala kebutuhan Kyuhyun. Sungmin masih terlihat kusut dengan wajahnya yang sedikit memucat. Sekuat apapun Sungmin mencoba melawan hatinya, hasilnya hanya sama yaitu pasrah. Terlalu banyak yang difikirkan Sungmin, Kesehatan ibunya, semakin banyak orang aneh yang Sungmin rasa mulai membuntutinya, hingga masalah yang harusnya ia tak fikirkan "Cho Kyuhyun".

.

"Arrgh..." Sungmin mengacak rambutnya dengan pelan "Urgh..." seraya memejamkan matanya. Hingga ia mendengar bunyi pintu kamar dibuka, dan terlihatlah sosok yang entah kenapa Sungmin rindukan.

.

"Tak perlu memasak.. Aku akan makan diluar, dan pulanglah sesukamu untuk hari ini" hanya kalimat dingin itu yang Sungmin dengarkan. Sungguh demi apapun, Sungmin memilih bentakan Kyuhyun tiap pagi yang memarahinya belum mandi, belum memanaskan air untuk mandi, belum menyiapkan baju dan jas Kyuhyun, atau yang lainnya.

"Kyu..."

BRAK

Hanya terdengar bunyi apartemen yang ditutup dengan kencang oleh Kyuhyun

"Kyu..kumohon.. Jangan tambah beban fikiranku di saat seperti ini..." Sungmin menengadahkan kepalanya keatas berusaha menahan air matanya yang akan segera kembali jatuh. Tubuhnya merosot dan terduduk di lantai dapur yang dinginnya tak akan sanggup mengalahkan dinginnya hati Sungmin saat ini.

.

.

.

Disebuah kafe dipinggir jalanan kota seoul terlihat 3 namja tampan yang sedang menyeruput kopinya masing-masing. Tak sedikit wanita yang menatap 3 namja itu, baik yang didalam kafe maupun yang lewat didepan kafe. Tempat mereka duduk sangat strategis dengan kaca yang bisa dilihat dari luar. Tak ayal keberadaan mereka menjadi pusat perhatian. Memakai kaca mata hitam, jaket, dan lengkap dengan topi untuk mengelabui orang yang mungkin mengenali mereka.

.

"Siapa dokter itu?"

"Kyu.. Jangan membahas yang tidak perlu dulu!" namja bermata sipit itu berkata dengan nada jengah "Kapan kau bisa dewasa Kyu...? Aku sudah membantumu sejauh ini..!"

"Baiklah, Kyu.. Aku tak punya banyak waktu untuk membantumu, Urusan Nyonya Cho akhir-akhir banyak sekali.. Aku begitu kewalahan mengurus masalahnya dengan menyelidiki hal-hal yang kadang tak berguna.." namja dengan mata indah itu berkata dengan wajah kesalnya

"YAK... Yesung hyung dan kau Lee Donghae, aku bahkan baru kali ini minta bantuan kalian. Aku selalu menyelesaikan masalahku sendiri sebelumnya, urusan seperti ini aku benar-benar tidak bisa... Lagipula aku bahkan tak menyangka masalahnya akan serumit ini bukan?"

.

Lee Donghae nama namja bermata indah itu hanya menganggukan kepalanya tanda setuju dengan perkataan Kyuhyun.

.

"Hei.. Bukankah aku sudah mengatakannya dari awal, seharusnya kau melakukannya dengan wajar, bukan dengan cara seperti ini. Bahkan kau menyuruh Changmin jadi pengacara..! Hahahaha yang benar saja Kyu,, Changmin bahkan baru lulus dari kuliahnya.." Yesung berkata sambil tertawa dengan matanya yang hampir menghilang.

"Aku tidak menyangka akan serumit ini, bahkan orang itu tak segan-segan memojokkan perusahaan. Mau kutaruh dimana wajahku saat bertemu eomma jika terjadi sesuatu dengan perusahaan, eomma pasti akan terkikik seharian melihat wajahku."

.

"Kyu.. Aku menemukan ini di kamar Nyonya Lee.." Donghae menyerahkan sebuah penyadap suara yang tertempel pada dinding kamar rumah sakit.

.

"Lalu? Pelakunya?"

"Kami masih belum tau.. Mengenai orang itu, kami masih menyelidikinya.. Dia tidak seperti orang jahat.. Dia bahkan selalu melindungi Sungmin.."

"Tapi yang anehnya, dia melakukan hal seperti itu pada perusahaan" Donghae menambahkan dan mengangkat kaca mata yang bertengger pada hidungnya.

"Orang itu menyelidiki perusahaan, menyelidikimu, dan menyelidiki Sungmin dengan sangat baik. Aku tidak tau dia bekerja untuk siapa.."

"Aku mungkin bisa sedikit membaca apa yang ada difikiran orang itu" Kyuhyun tersenyum dan berkata dengan penuh bangganya "Mungkin dia cemburu padaku"

"Huhhh... Apa yang harus dicemburui dari kau Kyu...? Tak ada tak ada" kata Yesung melambai-lambaikan tangannya diwajah Kyuhyun

"YAK...! Sekarang bubar dan jangan sampai lengah, aku tak mau sesuatu yang buruk terjadi pada perusahaan.. Kalian sangat tau itu"

"Hahahaha..." perbincangan mereka pagi itu ditutup dengan tawa Yesung dan Donghae secara berbarengan

.

.

Yesung dan Donghae adalah tangan kanan dan kepercayaan keluarga Cho. Cho Hankyung sangat menyayangi yesung dan sebaliknya Nyonya Cho Heechul sangat menyayangi Donghae. Yesung dan Donghae diambil keluarga Cho dari panti asuhan sejak kecil, dan sejak itulah Yesung, Donghae dan Kyuhyun menjadi akrab. Sejak kecil Kyuhyun bahkan selalu dimanja Yesung dan Donghae. Sejak kecil Kyuhyun adalah tipe orang yang sangat mandiri, dia tidak pernah mau dibantu oleh siapapun untuk mencapai apa yang ia inginkan.

.

.

Disebuah taman kecil di taman rumah sakit dua orang yeoja terlihat duduk dibangku panjang dibawah pohon kecil dengan suasana yang agak canggung. Sungmin terlihat memandang wajah Wookie yang ada disampingnya, sementara Wookie terlihat memandang kearah langit dengan sendu.

"Min mianhe... Jeongmal mianhe..." Kata Wookie dengan nada penuh penyesalan memecah keheningan antara keduanya

"Kau minta maaf karena sudah mengacuhkanku, membantu orang suruhan Kyuhyun mencari tau hal semua tentangku, membocorkan kebiasaanku, dan kelemahanku.. Aku tidak tau alasannya, tapi kurasa kau punya alasan yang tepat.. Kau begitu mengenalku kan...?" Sungmin menghadapkan wajahnya ke wajah Wookie yang masih menatap langit di siang itu.

Wajah Ryeowook memucat, keringat dingin keluar dari pelipisnya. Ia tidak menyangka Sungmin menyadarinya...

"Min... Tenang...!" Wookie memegang tangan Sungmin dan menggenggamnya erat, menatap wajah Sungmin dengan penuh keyakinan "Tenang Min... Kata Yesung oppa..."

"Oh... Jadi Yesungkah orangnya... Pantas saja... Aku hampir salah mengira orang Wookie..." kata Sungmin memotong ucapan Wookie dengan terkikik pelan..

"Min...? Kau tak mengerti, aku masih selalu mengawasimu dan menjagamu.. Aku bahkan selalu memasukkan obat tidur kedalam minuman Kyuhyun agar dia tidak melakukan hal yang macam-macam... Aku...aku..."

"Sudahlah Wookie... Masih banyak tanda tanya dalam otakku, entahlah.. Akhir-akhir ini keganjilan disekelilingku semakin banyak saja..." ucap Sungmin dengan terkikih pelan...

.

"Min aku akan menjelaskannya nanti, sekarang bagaimana keadaan eommonim, apa eommonim baik-baik saja?"

"KKkkkkk... Kau terlalu asyik dengan pacar barumu ya?"

Wookie terdiam... Ia hanya bergumam dan menatap langit dengan wajah bersalahnya

Mianhe Min... Kau hanya tak tau.. Aku bahkan sering menjenguk eommonim di saat malam hari karena diminta orang itu, disaat kau tak ada.. Aku selalu menemani eommonim di malam hari menggantikan Shin Ahjumma, bahkan orang itu juga sering menjenguk eommonim. Min mianhe.. Aku sudah terlanjur berjanji padanya.. Aku tak bisa menceritakan semuanya sekarang, sebelum kau menyadarinya sendiri, aku yakin pilihanku kali ini tidak salah Min. Baru kali ini aku merasa terlalu yakin terhadap sesuatu...

"Kajja Wookie, kau pulang saja... Kau pasti lelah... Bukankah hari ini libur kerja, biasanya kau akan pulang kerumahmu"

Sungmin menarik tangan Wookie dan tersenyum tulus. Wookie menatap wajah Sungmin yang tersenyum dengan bingung

"Jangan berwajah seperti itu Wook, he... Aku terlalu percaya padamu, karena itu aku akan terus mempercayaimu" kata Sungmin tersenyum memperlihatkan gigi kelincinya dengan wajah yang terlihat berbunga.

Wookie langsung memeluk Sungmin, memberikan pelukan hangat dan menenangkan...

"Tau kah kau Wookie... Pelukan seperti ini yang kuinginkan sejak semalam.." kata Sungmin pelan dengan sedikit tertawa kecil.

.

"Sungmin ah.." Suara namja membuyarkan tanda tanya Wookie melihat ekspresi Sungmin yang terlihat begitu memahaminya..

.

Sungmin dan Wookie terlihat berbalik kearah suara secara berbarengan

.

"Dokter Choi?"

Wookie menatap dingin kearah Dokter Choi..

"Min aku pulang dulu... Aku akan pulang kerumah, eomma menyuruhku membantunya menyiapkan sesuatu di rumah" kata wookie pada Sungmin

"Ne.. Sampaikan salamku pada eommonim Wook"

"Ne.."

Sungmin menatap bingung kearah wookie karena perubahan raut wajahnya yang terlihat menjauh dari tempat duduk mereka setelah dokter Choi datang

.

"Min... Apa aku mengganggumu?"

"Eh tidak... Temanku baru saja pergi" kata sungmin sambil membenarkan duduknya menatap lurus kedepan

"Apa kau ingat ini...?" dokter Choi terlihat memperlihatkan sebuah gelang yang terbuat dari anyaman kepada Sungmin, ia menatap wajah Sungmin dengan penuh harap

"Kau...?"

Sungmin menutup mulutnya yang hampir terbuka penuh, menatap tak percaya pada sosok tampan yang ada dihadapannya sosok yang dulu pernah berjanji pada Sungmin akan menikahinya saat ia dewasa. Sosok yang pernah membuat Nyonya Lee gelabakan mengurus Sungmin karena anemia Sungmin kambuh dan membuat Sungmin harus dilarikan kerumah sakit selama satu bulan. Sosok yang dulu terlihat kurus dengan rambut licinnya yang sekarang berubah menjadi namja berotot, gagah, tampan dan begitu berkarisma. Alangkah bodohnya Sungmin tidak mengenali dimple yang ada di pipi Siwon...

"He.. Kau baru menyadarinya Min...?" Siwon terlihat cengingiran melihat ekspresi Sungmin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

.

Mulut Sungmin yang sedikit terbuka dengan mata yang membulat itu membuat Sungmin terlihat begitu polos, cantik, imut dan menggemaskan di saat bersamaaan. Siwon menatap Sungmin dengan mata yang tak berkedip sejak tadi.

.

"Kau tak berubah Min! He.. " Siwon mengelus pipi Sungmin lembut

"Wonnie...?"

"Hmmm... Kenapa tidak memelukku?" sahut Siwon dengan senyuman yang bisa membuat siapapun jatuh pada senyumannya itu

GREB

"Hiks... Wonnie... Aku lelah..." Sungmin menyamankan tubuhnya dipelukan Siwon dengan posisi yang masih duduk dibangku panjang di taman itu. Ia membiarkan tangis yang entah kenapa tak pernah berhenti keluar dari matanya itu merembes di bahu Siwon. Siwon tersenyum dan menyamankan bahunya sebagai sandaran Sungmin yang semakin menangis dengan tersedu.

.

.

Seorang namja berkulit pucat dengan wajah merah melihat kearah Sungmin dan Siwon dengan tatapan yang membunuh dibalik dinding rumah sakit bercat putih itu.

"Aku mulai muak menjalankan rencana ini Min, huh..!"

Namja itu menjauh dengan wajah yang mengeras dan dengan tangan yang mengepal sangat keras. Ia akan berlalu dengan cepat sebelum akhirnya melihat seorang namja bermasker dengan garis mata dan alis yang lumayan dikenalnya menggunakan pakaian perawat rumah sakit sedang berdiri diam dibalik tiang besar yang tak jauh dari taman. Namja itu terlihat berwajah yang tak jauh berbeda dengan Kyuhyun. Berwarna merah dengan garis dahi mengeras menatap fokus kearah Sungmin. Ia mengamati namja itu dari atas hingga bawah, fokus matanya memudar saat mendengar sebuah teriakan...

.

.

"Dokter Choi..."

Siwon dan Sungmin melepas pelukan kerinduan yang penuh kehangatan itu mendengar teriakan seorang perawat.

"Dokter Choi, kondisi Nyonya Lee semakin memburuk"

.

Sungmin POV

Entah apa yang aku rasakan sekarang, aku merasa benar-benar nyaman berada dalam pelukan Siwon. Walaupun pelukan Kyuhyun lebih hangat dari Siwon.. Oh Tuhan apa yang aku fikirkan disaat seperti ini. Lamunanku buyar saat mendengar teriakan seseorang

"Dokter Choi, kondisi Nyonya Lee semakin memburuk"

DEG

DEG

Aku bisa melihat wajah Siwon mengeras.

"Dokter Park sudah menanganinya, tapi Dokter Parak menyuruh saya untuk memanggil anda" nafas perawat itu masih terlihat tersengal diantara bicaranya.

.

Saat itu juga kulihat Siwon langsung berdiri, ia menggenggam tanganku dan menarikku ikut bersamanya. Sepanjang lorong rumah sakit aku hanya diam, begitu juga dengan Siwon.. Aku sibuk dengan fikiranku sendiri, aku takut hal terburuk akan menimpa eomma. Sungguh aku belum siap kehilangan eomma, dia adalah satu-satunya alasan hingga aku bertahan sampai sekarang. Entah kenapa disaat genting seperti ini aku malah merindukan bocah monster itu.

DEG

Aku melihat kearah ruangan yang baru saja tertutup saat kulalui, entah kenapa aku merasa orang yang barusan masuk ruangan itu memperhatikanku. Aku tak bisa berfikir banyak sekarang. Yang ada difikiranku hanya eomma.

.

"Min.. Kau tunggu disini, aku akan masuk membantu dokter Park!"

"Tunggu...!" Aku menarik tangan Siwon dan menatap penuh pada mata Namja tampan dihadapanku ini..

"Ada apa Min...?" Siwon mengelus pelan rambutku dan merapikan sedikit poni yang memang basah karena keringatku "Tenanglah.. Kau cukup berdoa, aku akan mengusahakan yang terbaik untuk eomma..." Kulihat Siwon tersenyum hingga akhirnya mengecup dahiku sekilas dan masuk kedalam ruangan khusus itu.

.

Sungguh aku tak tau lagi saat ini, sejak bicara dengan eomma kemarin perasaanku memang begitu buruk. Eomma tak sadarkan diri lagi setelah bicara denganku semalam hingga pagi tadi aku menjenguknya. Tangisku sekarang tak tertahankan lagi, aku benar-benar merasa sendiri, aku tak tau lagi harus mengadu kemana. Lihatlah eomma, orang yang kau harapkan aku memaafkannya bahkan tak ada disaat seperti ini. Apa dia yang harus kupanggil Appa seperti apa yang aku inginkan eomma?

.

"Ini...!" aku menengadahkan kepalaku keatas, karena aku memang sedang duduk diruangan tunggu dan kulihat sosok Jungmo ada dihadapanku sambil membawakan sekotak tisu kecil "Kau pasti tak membawanya kan?" katanya sambil tersenyum.

"Gomawo...hiks.." kataku padanya

"Aku kebetulan disini karena menjenguk keluargaku yang sedang dirawat disini, lalu aku melihatmu disini sambil menangis.."

Seperti biasa dia pasti memberikan alasan kenapa ia selalu berada disisiku saat genting seperti ini. Kulihat dia duduk disebelahku sambil tersenyum "Semua akan baik-baik saja... mari kita berdo'a bersama.. Siapapun yang sedang mengalami kesulitan semoga dapat melaluinya dengan baik" Dia tersenyum kembali dan berdiri hendak meninggalkanku

.

"Jungmo ah..."

"Ne..." Kulihat dia membalikkan lagi tubuhnya untuk menghadapku

"Gomawo..." kataku tulus padanya, dia tersenyum lagi dan akhirnya meninggalkan aku sendiri lagi disini menunggu kemungkinan hal terpahit yang akan aku alami di dunia ini.

.

.

Normal POV

Tanpa Sungmin sadari sejak tadi ada namja yang selalu mengekorinya kemanapun ia pergi.

Tut...tutt...tuttt

PIP

"Kau benar-benar tak berguna hyung, jangan pacaran saja kerjaanmu hyung, Suruh Wookie datang kerumah sakit segera, kalau perlu suruh yeoja penjual bunga itu juga ikut. Aku ada urusan sebentar!"

PIP

...

Tuttt tuttt...tutt

PIP

"Hae ah.. Apa kau sibuk?"

"..."

"Kalau begitu kau ikut aku"

"..."

"Huhh.. Baiklah, kita bertemu ditempat biasa"

PIP

...

Tuttt...tuttt..tutt

PIP

"Eomma, aku Pinjam Donghae Sebentar... Dan eomma jangan mentertawaiku terus seperti itu"

PIP

...

"Sungmin ah..." teriak dua yeoja itu berbarengan. Sungmin mengangkat kepalanya yang sedari tari tertunduk lemas dan berdiri karena kaget

"Hyukki... Wookie.. Hiks" dan tangis itu kembali pecah, mereka bertiga saling berangkulan

"Hiks...eomma...eomma" kata Sungmin terbata

"Min.. Tenanglah... Eomma akan baik-baik saja" Kata Hyukki menenangkan.. Mereka bertiga menunggu didepan ruangan hingga tak terasa haripun sudah malam.

.

CKLEK

Siwon terlihat keluar dari ruangan itu bersama seorang dokter, Sungmin terlihat bangkit dari duduknya diikuti Hyukki dan Ryeowook.

Siwon tersenyum dan mendekat pada Sungmin hingga dipeluknya Sungmin dan disesapnya wangi harum rambut Sungmin.

"Eomma mungkin lebih bahagia di alam sana, dia pasti sangat bangga jika punya anak yang kuat sepertimu Min. Aku masih ingat saat terakhirku bicara dengan eomma, dia bilang.. Sungmin anak yang sangat pintar Siwon ah, eommonim yakin dia bisa menjaga dirinya" kata Siwon merengkuh tubuh Sungmin lebih dalam

"Jangan bercanda Wonnie... Eomma baik-baik saja kan? eomma baik-baik saja kan?" Tangis Sungmin semakin keras, Sungmin berusaha melepaskan pelukan Siwon dari tubuhnya

"Lepaskan... Lepaskan aku Wonnie... Aku.. Aku ingin melihat eomma... Lepaaaaaasssss Wonnie... Hiks... Hiks..." Siwon semakin mengeratkan pelukannya

Ryeowook menatap Jengah terhadap tingkah Siwon "Biar aku dan Hyukki yang menemani Sungmin masuk kedalam" kata Ryeowook sambil melepaskan Sungmin dari pelukan tangan kekar Siwon

.

CKLEK

.

"Min... Berjanjilah kau harus kuat, jangan terlalu histeris.. Nanti eommonim akan sangat sedih melihatmu begitu" kata Hyukki saat akan masuk ruangan itu. Wookie terlihat memegang bahu Sungmin yang masih bergetar, walau tangispun pecah dari kedua sahabat Sungmin ini. Sungmin hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju apa yang diperintahkan Hyukki

.

Tangis ketiga yeoja itu pecah lagi saat melihat seorang yeoja paruh baya dengan mata tertutup, kulit memucat, dan dengan senyum malaikatnya terlihat begitu tenang pergi. Wookie hanya bisa menutup mulutnya dengan tangnnya berusaha meredam isakan yang ia keluarkan. Sementara Sungmin dan Hyukki hanya bisa menangis dengan sesegukan disamping mayat eomma Sungmin.

.

"Sungmin ah... Ini ada pesan yang ditinggalkan ibumu..."

"Shin ahjumma..." Sungmin mengambil surat berwarna merah muda yang ada ditangan Nyonya Shin.. "Kau bisa membacanya nanti, ahjumma akan mengurus pemakaman eomma mu.. Kau tak perlu khawatir..!"

.

.

.

.

Hari itu suasana hati setiap orang terlihat murung, Sungmin masih berada di tempat pemakaman. Acara sudah selesai, hanya tertinggal Sungmin, Wookie, Hyukki, Siwon, Shin Ahjumma dan beberapa karyawan kantor yang memang dekat dengan Sungmin termasuk Kim Jungmo. Wookie terlihat masih menenangkan Sungmin, walaupun ia sudah berhenti menangis tapi matanya masih menyiratkan sebuah kesedihan. Tak jauh dari tempat pemakaman seorang namja paruh baya sedang berdiri dengan wajah yang menunduk. Raut wajahnya begitu sedih, mata membengkak pun masih bisa terlihat dari matanya.

"Tuan, Nyonya Taeyeon sedari tadi menghubungi anda" kata seorang namja yang sedari tadi setia menunggunya.

"Baik... Mari kita pulang" Namja itu mengusap pelan air mata yang jatuh dari sudut matanya hingga berujar lirih... "JungSoo, Sungmin ah... Maafkan appa yang bodoh ini"

.

Tak jauh dari tempat namja paruh baya itu berdiri seorang namja berambut coklat berdiri disamping mobilnya yang terparkir. Tak ada mata bengkak sehabis menangis terlihat dari matanya, hanya terlihat wajah yang suram dengan kantung mata yang membesar.

"Kyu sudahlah... Malam ini dia pasti pulang kerumahmu, dia pasti tidak berani melanggar perjanjian bodoh yang kau buat itu. Kau bahkan belum makan dari tadi malam, kita pulang.. Dan kau istirahatlah.. Lihat kantung matamu itu, Nyonya Cho akan tertawa senang melihat keadaanmu yang mengenaskan seperti ini" Kata yesung meremehkan

"Huhh... Baiklah... Kau kembali keperusahaan, biar Donghae yang akan mengikuti orang itu...!"

Kyuhyun terlihat memasuki mobilnya, walau sebelumnya kembali menoleh kearah wajah yeoja yang masih diam dengan wajah yang sembab memerah itu.

.

.

.

"Yak Lee Hyukjae...! Kim Ryeowook...!"

"Hahaha..." terdengar tawa dua yeoja yang sedari tadi menemaninya, tak rela meninggalkan Sungmin dengan wajah yang sembab itu terus bersedih

.

Disinilah mereka sekarang, duduk di bangku taman yang terletak tak jauh dari toko bunga Hyukki sambil memakan es krim.

"Sudah kubilang aku ingin stroberi, kalian sudah berjanji akan membelikan apapun yang aku mau!" kata Sungmin sebal sambil mengerucutkan bibirnya.

"Kami memang berjanji seperti itu jika kau berhenti berwajah sendu seperti itu, lihatlah wajahmu masih sama seperti itu" Kata Wookie sambil terus memakan es krim yang ada ditangannya.

"YAK...! Baiklah" Kata Sungmin membuat senyum yang dipaksakan dari bibirnya walau akhirnya membuat wajahnya jadi lucu

"Aegyooo manisnya... Baiklah! Wookie berikan es krim stroberi itu padanya...Hahahaha" tawa Hyukki menggelegar diikuti Wookie.

"Huh kalian keterlaluan" Sungmin mengatakannya dengan wajah kesal, namun akhirnya ia menggapai tangan Hyukki dan Wookie yang terbebas.. "Gomawo..." Kata Sungmin pelan diikuti senyum manisnya.

"Haisss Min... Kau mengubah suasana lagi Min..." kata wookie kesal

"Ahahaha..." Tawa Sungmin akhirnya pecah melihat usaha keduanya temannya yang berusaha menghiburnya.

.

"Sungmin ah...!" Teriak seorang namja, hingga membuat ketiga yeoja yang ada ditaman itu menolehkan kepala mereka mencari sumber suara.

"Wonnie...?" Kata Sungmin melihat seorang namja dari dalam mobil yang terlihat melambaikan tangannya. Namja itu akhirnya keluar dari mobilnya dan menghampiri Sungmin.

"Min... Boleh kita bicara sebentar?"

"Boleh... Katakan saja Wonnie..!" Kata Sungmin tersenyum manis

"Hmmm.. Sebenarnya bolehkah..." Kata Siwon menatap kearah dua yeoja yang ada disamping Sungmin..

"Haaah... Min kami pergi dulu, silahkan kalian bicara.. Aku dan Wookie akan menunggumu di toko bungaku" Kata Hyukki beranjak menarik tangan Wookie.

Sungmin mengerjapkan matanya bingung, walau akhirnya mengangguk setuju. Sungmin dan Siwon sempat melihat tatapan tidak suka semacam "Jangan dekati Sungmin" dari mata kecil Wookie.

.

.

"Kamu sudah agak baikan Min...?" Kata Siwon memberikan sekaleng cola pada Sungmin

"Ne... Mereka berdua selalu bisa mengembalikan moodku..kkkk" Sungmin terkikik pelan hingga menyebabkan bulatan pipinya mengembang "Walau aku masih sedih, setidaknya aku harus kuat seperti yang eomma inginkan". Ia menatap kearah langit yang biru di sore itu

.

"Min... !"

"Ne?" Sungmin menolehkan kepalanya menatap mata indah namja yang ada dihadapannya

"Mungkin kau sudah melupakannya" Siwon perlahan menggenggam tangan Sungmin dan menatap lekat kearah foxy Sungmin "Mungkin pula ini terlalu cepat, aku hanya ingin menepati janjiku, apakah kau mau jadi kekasihku Min?"

DEG

Sungmin diam dengan wajah yang mulai kaku

"Aku tau ini terlalu cepat, tapi aku ingin memulainya lagi denganmu dari awal. Sebenarnya ada seseorang yang juga menungguku, tapi aku lebih memilih untuk menunggumu. Aku sudah terlanjur jatuh pada pesonamu Min" Siwon berkata dengan wajah yang terlihat serius sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Sungmin

DEG

"Aku... Menunggumu.. Aku rasa kau masih dalam suasana sedih, karena itu fikirkanlah Min..."

Perlahan Siwon mengelus pipi mulus dan kenyal itu, dan beranjak pergi dari taman itu meninggalkan Sungmin yang masih menganga ditempatnya

"Huffhhh..." hanya helaan nafas itu yang terdengar hingga ia beranjak ketoko bunga Hyukki dan dengan pasrah menceritakan semuanya saat dua makhluk yang sedari tadi memperhatikannya memberondong dirinya dengan berbagai macam pertanyaan.

.

.

.

CKLEK

.

Sungmin masuk ke dalam apartemen mewah itu. Matanya tertuju pada sebuah kamar yang tertutup rapat. Ia memutar matanya dan menemukan sepatu yang sudah tergeletak manis ditempatnya. Ia yakin Kyuhyun sudah datang dan sedang tidur di kamar itu.

.

"Hufh.. Sungmin apa yang kau fikirkan.. Tentu saja bocah monster itu tidur dengan tenang sekarang, jangan terlalu berharap ia akan memikirkanmu Min" Gumam Sungmin sambil memukul kepalanya pelan

Ia beranjak ke kamar tamu karena yakin Kyuhyun masih marah dan pasti akan memarahinya jika ia lancang tidur di kamar Kyuhyun tanpa ada perintah dari orang itu. Sungmin membersihkan diri dan mengambil air putih dari lemari pendingin di dapur. Sungmin terlihat begitu lelah hari ini, ia bahkan berfikir akan begitu nyamannya malam ini jika berada dalam pelukan seorang namja yang sedang tidur di seberang kamarnya itu. Sungmin terlihat melirik ke kamar Kyuhyun sebelum ia memasuki kamar tamu.

.

"Huffhh... Aku hari ini terlalu banyak mengeluh sepertinya" Katanya pelan sambil membaringkan tubuhnya di bed yang sama besarnya dengan yang ada dikamar Kyuhyun. Sungmin memiringkan badannya menatap foto keluarga yang ada dikamar itu. Seorang yeoja anggun dengan mini dressnya dan seorang namja tampan dengan tuxedonya sedang mengapit seorang namja kecil dengan wajah angkuh.

Sungmin tersenyum kecil mengingat siapa bocah kecil itu

GREB

"Eh..." Sungmin membelalakkan matanya saat sepasang lengan kekar melingkar dipinggangnya. Ia begitu hafal pelukan hangat dan bau yang keluar dari pemilik lengan itu. Ia tersenyum memandang foto bocah yang ada di foto itu

"Kyu..."

"Hmmm..." hanya terdengar deheman dari namja yang sedang memeluknya itu

"Kenapa tidur disini?" pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Sungmin, padahal sejak tadi ia begitu merindukan saat-saat seperti ini

"Bukankah kau harus melayaniku? Aku ingin tidur memelukmu malam ini" hanya ucapan dingin itu yang menjawab pertanyaan Sungmin. Sungmin tersenyum dan membalikkan wajahnya untuk menghadap wajah Kyuhyun. Kyuhyun sedang menutup matanya dan menghirup aroma yang ada pada rambut Sungmin dan menunduk untuk menghirup aroma dari wajah Sungmin. Lagi, Sungmin hanya tersenyum melihat wajah yang ada didepannya

"Kau bau Stroberi...!" kata Kyuhyun mengakhiri pekerjaannya hingga meletakkan bibirnya dirambut Sungmin

"Kyu...?" Sungmin memanggil Kyuhyun pelan sambil melingkarkan tangannya dipinggang kyuhyun hingga merapatkan tubuhnya di tubuh namja tegap itu

"Tidurlah... Kau pasti lelah, semua akan baik-baik saja" Katanya seraya menempelkan bibirnya di dahi Sungmin dan mengelus rambutnya pelan.

Sungmin makin merapatkan tubuhnya, menenggelamkan wajahnya di dada Kyuhyun, menyamankan dirinya dengan senyum menghiasi bibirnya, hingga nafasnya terlihat teratur menandakan ia telah tertidur. Nyaman dan gugup itulah yang Sungmin rasakan ditidurnya.

"Saranghae Min..." CUP kata Kyuhyun setelah memastikan Sungmin tertidur pulas

.

.

.

Sungmin POV

.

Pagi ini aku mendapatkan tenaga yang berlebih setelah kejadian malam tadi. Aku bangun lebih awal, kulihat wajah kekanakannya tertidur dengan tenang. Ia terlihat lelah, entah apa yang dilakukannya semalam. Aku menyiapkan sarapan dan bekal makan siangnya sambil mencuci pakaiannya. Tak ada yang berubah, aku begitu menyukai pekerjaan ini. Bukan... ! Aku begitu menyukai berada didekatnya.

.

"Kyu... Bangun..." kataku dengan pelan membuka selimut yang menutup seluruh tubuhnya. Entah kenapa setiap pagi setelah aku bangun dia selalu dalam keadaan seperti ini, menyelimuti seluruh tubuhnya.

"Hmm... AKU MASIH MAU TIDUR..!" suara menakutkan itu akhirnya kembali, aku hanya tersenyum melihat kelakuannya "KAU... Kerjakan saja tugasmu dengan benar..!"

Katanya menimpali dari dalam selimutnya

"Aku pergi kekantor duluan, sarapan dan bekal sudah kusiapkan..! Mungkin aku akan pulang terlambat, aku akan mengurus semua urusan rumah sakit dan merapikan apartemenku sebentar...! Aku pergi Kyu.."

"Kyu?"

"YAK... Pergilah kau Lee Sungmin, kau benar-benar mengesalkan!" akhirnya dia membuka selimutnya.

.

Aku masih ingat wajahnya yang memerah tadi, dia pasti sangat marah karena aku mengganggu tidurnya. Hari ini akan menjadi yang sangat panjang.

Aku mengerjakan tugas kantorku dengan baik, entah kenapa Wookie selalu menginterogasiku tentang Siwon. Dikantor semua orang terlihat sangat memperhatikanku, tak terkecuali orang itu.. Seperti hari ini dia mencegatku yang akan ke ruangan kepala divisi dan bertanya "Sungmin.. Kau baik-baik saja bukan?" aku mengerutkan dahiku dan seperti biasa aku hanya tersenyum dan berkata "Ne.."

.

Sore hari aku harus kerumah sakit mengurus semua biaya rumah sakit dan lainnya. Walau Shin Ahjumma kebanyakan sudah membantuku, tapi uang yang diberikan Kyuhyun sangat berguna untukku. Aku juga bertemu Siwon, walau suasana canggung masih menghampiriku.. Tapi dia tetap mencairkan suasana, ia banyak membantu urusan rumah sakit. Untungnya dia tidak mempertanyakan apa-apa, dia seperti bisa membaca fikiranku kalau aku belum bisa menjawabnya sekarang. Dia juga yang akhirnya mengantarku ke apartemenku walau akhirnya harus disambut dengan wajah Masam Wookie. Entah apa yang difikirkan anak itu setiap bertemu dengan Siwon.

.

Dan disinilah aku sekarang, membeli beberapa makanan kecil di mini market dekat apartemen Kyuhyun. Aku masih tersenyum mengingat beberapa puzzle yang aku kumpulkan akhirnya membentuk satu gambar. Saking asyiknya aku berbelanja aku tak menyadari bahwa hujan mengguyur kota Seoul dengan derasnya. Aku hampir membeli sebuah payung jika tidak melihat seluet tubuh yang sangat aku kenal memasuki sebuah kafe. Aku masuk ke sebuah kafe yang bersebelahan dengan mini market. Aku kaget setengah mati melihat namja yang kukenal itu bertemu namja paruh baya yang begitu kukenal. Aku mengambil tempat duduk yang lumayan jauh, entah apa yang mereka bicarakan, aku memakai baju yang cukup tebal hingga sulit untuk dikenali. Suasana kafe cukup riuh karena banyak orang yang sekalian berteduh dari ganasnya hujan. Aku hanya mendengar ucapan namja paruh baya itu saat mereka berdua melewatiku dan berkata "Suruh anak buah kita untuk menghabisi namja angkuh Cho Kyuhyun itu"

DEG

DEG

Setelah mereka berdua menghilang, aku berlari menuju apartemen Kyuhyun, aku tak bisa berfikir lagi sekarang, menembus dinginnya malam dan ganasnya hujan. Aku hanya takut terjadi sesuatu pada dirinya.. Sungguh aku tak tau sejak kapan aku mulai menyukai bocah monster itu, rasanya sesak saat aku tak bisa menatap wajahnya, rasanya ada sesuatu yang akan meledak dari dalam jantungku jika ia mengacuhkanku, dan rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang akan terbang dari perutku saat mata kami saling bertemu. Dinginnya hujan pun seperti tak bisa kurasakan, aku benar-benar takut, aku tau betul betapa hebatnya namja paruh baya itu saat sesuatu yang mengerikan keluar dari mulutnya.

.

CKLEK...

"Kyuuu... Hiks.. Kyu..."

Kulihat dia keluar dari kamarnya dengan tubuh half naked yang hanya memakai celana pendek, aku menggigil dengan nafas tersengal karena berlari sambil menerobos hujan

"Oh Tuhan Min apa yang terjadi, kau mengagetkanku... Kau kenapa?" Kulihat wajahnya terlihat cemas melihat keadaanku. Aku benar-benar tidak bisa bicara banyak saat ini, aku benar-benat takut sesuatu yang buruk terjadi padanya. Dia memelukku dengan erat dan mengecup pelan dahiku.

"Kyuu.. Aku kedinginan..." kataku menggigil, aku mengeratkan pelukannya dan meremas belakangnya pelan. Dia terlihat kaget dan berusaha menjauh dariku, yah selalu saja begitu

"Min... Kau kedinginan, wajahmu pucat.. Mengapa kau menerobos hujan dan datang dengan nafas tersengal seperti ini? Apa yang terjadi? Apa kau baik-baik saja?"

"Aku hanya bisa mengangguk kecil" Tubuhku benar-benar basah sekarang, tetesan airpun jatuh dari baju, rok, ataupun rambutku.

.

Kyuhyun memelukku lagi, aku bisa pastikan sekarang celananya pun basah karena tubuh kami yang saling menempel. Aku tak tau mengapa pelukannya membuat tubuhku panas seketika, ada banyak kupu-kupu yang seperti ingin terbang dari perutku. Perasaan ini..perasaan yang begitu aneh yang tak pernah kurasakan. Ia mengangkat daguku dan mencium hidungku pelan... Hingga bibirnya menyentuh bibirku pelan

CUP

.

Normal POV

.

CUP...

"Ah.. Kau harus melepas bajumu Min" Kyuhyun mencairkan suasana yang sudah berubah kaku itu, selalu saja begitu.. Kyuhyun selalu menghindari tatapan mata Sungmin jika sudah berada sangat dekat dengannya

"Kyuuuuh..." Sungmin menarik Kyuhyun kembali dalam pelukannya "Aku benar-benar kedinginan" kata Sungmin masih dengan suara yang menggigil, bibirnya sudah memucat membiru

Ia menarik Sungmin kedalam kamarnya. Tanpa aba-aba Kyuhyun melepaskan kancing baju Sungmin perlahan, hingga ia bisa melihat dada Sungmin yang menyembul dari bra yang ia pakai. Kyuhyun menelan ludahnya dengan susah payah, sesuatu dibalik celananya terlihat mulai menegang.

"Kyuhhh" Kata Sungmin memeluk Kyuhyun lagi, ia rapatkan tubuhnya dengan Kyuhyun. Kyuhyun benar-benar tak bisa menahannya lagi. Ia ikut merapatkan tubuhnya yang memang sudah half naked.

Kyuhyun mulai menjilat telinga Sungmin dengan pelan hingga ia kulum dengan penuh perasaan

"Eunghh... Ahmmm..." desahan itu akhirnya lolos dari mulut mungil Sungmin

"Min, bukankah ini ada diperjanjian kita..? Kau tidak keberatan kan?" Kyuhyun bicara dengan seduktif di telinga Sungmin sambil membelai pelan tengkuk dan belakang Sungmin...

"Eungh... Kyu..." Kyuhyun masih menjilati telinga Sungmin hingga turun ke rahang Sungmin

Kyuhyun bisa merasakan Sungmin mengangguk dalam dadanya sambil merapatkan dadanya yang lumayan besar itu pada dada Kyuhyun

Perlahan Kyuhyun tangkupkan tangannya di kedua pipi Sungmin, ia cium dahi, hidung, hingga bibir itu perlahan. Ia melumatnnya pelan hingga dengan sedikit agak kasar

"Eunghh... Emmmpph... Eummpph.. Ahhh..."

Sungmin mendesah di sela ciuman mereka dan membalas lumatan itu sebisanya karena ia memang menyukainya dan mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun dengan pasti. Mereka berdua sudah terbawa suasana, hingga hanya terdengar bunyi kecipak yang saling beradu, masing-masing enggan melepas dan terlarut dalam adu bibir yang saling ingin mendominasi.

"Min..." Kyuhyun mengakhiri ciumannya dan mengusap sudut bibir Sungmin. Hingga melumat bibir M itu lagi, menurunkan ciumannya ke leher Sungmin dan membuat tanda disana dan beralih kembali pada bibir merah yang sedikit terbuka itu.

Perlahan Kyuhyun mengusap belakang Sungmin, tangannya bergerak naik turun mengelus pelan hingga berhenti tepat di kaitan tali bra Sungmin, membuka kaitan bra hitam itu hingga terlepas tanpa melepaskan lumatannya di bibir Sungmin. Ia lemparkan bra itu entah kemana,

"Eunghh.." Kata Sungmin sambil memukul dada Kyuhyun, Kyuhyun tak peduli ia terus melumat bibir itu dan mulai meremas dada Sungmin yang bebas menggantung dengan pelan hingga desahan itu semakin keras

"Eummmh.. Kyuhh..." kesempatan itu tak disia-siakan Kyuhyun, ia memasukkan lidahnya kedalam mulut Sungmin, diabsennya setiap jengkal mulut Sungmin, merasakan betapa manis dan memabukkannya hingga ia tak berniat mengakhirinya hingga hanya terdengar kecipak mulut yang saling beradu. Namun oksigen sangat dibutuhkan, ia melepaskan ciuman panas itu dan turun pada dada Sungmin. Ia emut, hisap dan gigit dada itu perlahan hingga tempo menghisap dengan agak cepat senada dengan remasan yang ia berikan pada dada Sungmin yang menganggur. Kyuhyun hisap dada Sungmin hingga menimbulkan tanda merah disana dengan tangan kirinya yang tak henti-hentinya mengapit nipple Sungmin yang sudah sangat menegang.

Sungmin belingsatan merasakan nikmat yang tiada tara. Ia remas rambut Kyuhyun, tubuhnya ingin merosot kebawah, tapi ditahan Kyuhyun.

Kyuhyun benar-benar mengagumi tubuh Sungmin, ia bahkan tak melewatkan sejengkal tubuh Sungmin untuk dibelai dan dinikmatinya. Sungmin benar-benar tidak kuat hingga kakinya yang tak bisa diam menyenggol Junior Kyuhyun yang masih terbungkus.

"Shit" Kata Kyuhyun menghentikan aksinya dan melepaskan rok Sungmin hingga celana dalamnya yang basah itu. Tak lupa ia juga melepas celana yang ia pakai hingga mereka berdua benar-benar full naked

"Kyuuuuh..." kata Sungmin menelungkupkan wajahnya yang memerah karena malu di dada Kyuhyun dengan nada manja

"Min... Saranghae... Jeongmal Saranghae..." Kata Kyuhyun menangkup pipi Sungmin

"Eh..."

TBC

.

.

Hahahaha... Mianhe.. NC nya dipotong nya...

Jalan ceritanya udah semakin kebaca kan ya...?

Author mau mukulin diri sendiri karena emang ga hebat bikin feel.. Jadi maafkan author, dan dinikmati seadanya ya... :)

Terima kasih pada readers dan reviewers yang masih setia dengan FF saya, saya akan usahain FF ini selesai dan ga berhenti di tengah jalan. Oh iya ada reviewers yang hebat bisa nebak pas chap 4 kemarin... :)

Thanks to^^

Kyumin's child, mingi, Kyurin Minnie, Momoshfly2401, KyoKyorae, Margareth Pumpkins, KMS Kyuminshiper, cho han kyo 137, Park Min Rin, , DadjoePranatha, Aey raa kms, fariny, dieshawardhani, fennyfenny, minnieGalz, desi2121, Liaa kyuminelf, Monnom, Rosa Damascena, cho dinnie, riririskaa, Keys47, Sasya, ChoKyunnie, sung soo bin, HeeYeon, clouds54, kyumin forever, bunyming, thiafumings, revaelf, yewookie9, dessykyumin, NaeKyu, yunteukwon, cho minyu, sha, Kim soo nie, nannaa, Vhentea, meyy-chan, audrey musaena, reaRelf, jiYoo861015, 333LG, is0live89, DANHOBAKMING, coffeewie kyumin, biniCHO, ELFishyvira dan ada beberapa yang namanya ga kebaca di email author, buat yang namanya ga ada bisa protes ko... Author minta maaf sebanyak banyaknya

Gumawo udah mau review, review kalian membuat aku semangat buat lanjutin FF ini