Chapter 7
My Life Your Life
GS Kyumin
Pairing : My beloved couple Kyumin (Kyuhyun x Sungmin)
Cast : Member SJ
Rating : T to M
Warning : Don't bash my Pair.. Oke..
Summary : Sungmin yeoja yang periang mempunyai seorang eomma yang terbaring dirumah sakit karena penyakit yang menyerang saraf pada otaknya. Sungmin berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara hingga ia masuk perangkap seorang Cho Kyuhyun yang akhirnya menjadikannya pembantu dan pemuas nafsunya. Bagaimana cerita mereka berdua hingga hati mereka dipersatukan oleh sebuah kata yang tak pernah habis "cinta"
Chapter sebelumnya
.
"Kenapa menangis? Hmmm..."
"Maafkan aku Kyu... Sudah kubilang kau harus berhati-hatikan.. Hiks..." air mata Sungmin masih mengalir dengan sendirinya. Kyuhyun tangkupkan tangannya di kedua pipi Sungmin
"Kau tau sesuatu?" Kyuhyun mengernyitkan alisnya dan menatap kedalam mata Sungmin dalam...
"Kyu... Aku...aku..."
BRUK
"Lee Sungmin...!"
.
Pleaseee... If You Dislike, Don't Read Ok..
.
Happy Reading^^
.
Normal POV
.
"Lee Sungmin...!"
Kyuhyun berjongkok meraih tubuh Sungmin yang jatuh, ia tak memperdulikan sakit yang ada di bagian bawah kakinya. Ia papah tubuh Sungmin yang sedikit berisi itu kedalam kamarnya. Ia baringkan tubuh Sungmin dengan sangat hati-hati di tempat tidurnya. Kyuhyun sangat cemas hingga ia ingat ucapan Wookie bahwa Sungmin sering pingsan disaat tertekan.
"Eungh..."
Kyuhyun baru saja akan keluar kamar untuk mengambil air putih jika tidak mendengar lenguhan kecil dari bibir Sungmin
"Min... Oh Tuhan Min, aku sangat cemas.. Kau tak apa-apa?" kyuhyun mengelus wajah yang terlihat pucat itu, ia dekap tubuh Sungmin yang masih terbaring agar terduduk sepertinya.
"Kyuuu... Hiks... Aku takut... " Sungmin mengeratkan pelukannya dalam tubuh itu.. "Kyu apa kau baik-baik saja? Kenapa kakimu bisa diperban seperti itu? Sungmin terus bertanya dalam dekapan hangat Kyuhyun..
CUP
Ia kecup dahi Sungmin, di tangkupkannya tangannya di pipi Sungmin, ia gesekkan hidungnya dengan hidung Sungmin
"Tenangkan dirimu Min...! Aku akan mandi sebentar, kita makan lalu kita tidur, Ne?"
"Ne..." ucap Sungmin sambil menggenggam tangan Kyuhyun kuat hingga ia lepaskan dengan lambat, sangat takut jika tangan itu tak akan menyentuh dan membelainya dengan hangat seperti biasanya.
.
.
Kyuhyun sudah menyelesaikan mandinya dan tak menemukan Sungmin di dalam kamarnya. Ia memakai kaos putih tipisnya dan sebuah boxer, ia keluar kamar dan melihat Sungmin telah menyiapkan dua piring pasta di dapur.
"Eumh... Harum..." Kyuhyun mulai mendekat pada Sungmin
"Mau makan dimana Kyu? Di dapur atau di ruang santai?" Sungmin mengangkat kedua piring dan melihat kearah Kyuhyun dengan penuh tanda tanya?
"Di ruang santai saja..." Kyuhyun menjawab dingin dan duduk di sofa yang cukup 2 orang itu.
Sungmin memberikan 1 porsi pasta pada Kyuhyun, duduk disampingnya dan mulai memasukkan pasta itu kedalam mulutnya.
.
"Eh... Kau sudah selesai Kyu? Apa terlalu sedikit?"
"Tidak... Ini sudah cukup!" Kyuhyun berkata dengan tersenyum, ia terlihat begitu mengagumi sosok yeoja yang ada di sampingnya, walau sedang makanpun Sungmin terlihat sangat cantik
"Kau sudah baikan Min...?"
"Eh... Ne..." Sungmin mengunyah pasta dimulutnya dengan susah payah saat melihat wajah Kyuhyun yang kini menatapnya, ia bisa merasakan jantungnya yang berdegub lebih cepat saat Kyuhyun menatapnya dengan penuh cinta.
"Kau jangan terlalu khawatir, aku baik-baik saja.. Kakiku hanya luka biasa" kata Kyuhyun sambil mengusap noda saus pasta di sudut bibir Sungmin
"Ahh.. Aku sudah selesai Kyu..." Sungmin berdiri dengan gugup dan mengambil piring Kyuhyun dan membawanya kedapur untuk dibersihkan.
Kyuhyun berdiri dan menuju kamarnya, suasana antara mereka berdua benar-benar canggung. Sungmin bahkan terlihat berdoa terlebih dahulu di depan pintu kamar Kyuhyun sebelum memasukinya.
.
.
Seperti biasa Kyuhyun terlihat merentangkan satu tangannya dengan mata tertutup. Sungmin berusaha mengatur detak jantungnya sendiri. Tak seperti biasanya, kali ini Kyuhyun menghadapkan tubuhnya kearah tangannya yang ia rentangkan, tak seperti biasa yang selalu telentang menghadap keatas. Perlahan Sungmin menaiki bed dan meletakkan tubuhnya disamping Kyuhyun, kepalanya ia letakkan di tangan Kyuhyun yang terentang.
.
Sungmin beranikan dirinya untuk menatap wajah Kyuhyun, ia mainkan jari telunjuknya di wajah tampan itu, dari dahi, mata, hidung, bibir dan dagu
"Aku tau kau belum tidur,he..." Sungmin terkekeh pelan
"Hmmm..." hanya deheman yang keluar dari mulut itu
"Saranghae...Kyunie..."
DEG
Mata Kyuhyun sontak terbuka, ia tak menyangka Sungmin akan mengucapkannya di saat semua yang ada masih semu. Kyuhyun tak yakin Sungmin memahami bahwa dia lebih menyayangi Sungmin dari yang ia fikirkan. Kyuhyun tak yakin Sungmin memahami bahwa ia menyayangi Sungmin jauh sebelum Sungmin mengenalinya. Kyuhyun tak yakin Sungmin bisa memahaminya yang telah dengan pengecutnya membuat perjanjian bodoh dan mengikat Sungmin dengan perjanjian yang tak bisa dipertanggungjawabkan itu.
Mata mereka bertemu, Sungmin sempat tersentak kaget melihat perubahan wajah Kyuhyun yang begitu kaget.
"Min..." Kyuhyun menatap wajah yang tersenyum dihadapannya itu dengan penuh kasih sayang
"Kau fikir aku bodoh hah bocah nakal..!"
TUK
Jitakan kecil mendarat di kepala Kyuhyun dari jari yang lentik itu
"Aku kadang memang sedikit bodoh Kyu, he...! Tapi terkadang aku juga sangat pintar, apa kau tak pernah bertanya pada Wookie eoh..?" Sungmin memeluk Kyuhyun yang terlihat masih kebingungan dengan apa yang Sungmin katakan, ia masih mengartikan ucapan Sungmin.
"Bukankah aneh Kyu, ada namja yang bisa tidur dengan seorang yeoja secantik aku dan tak menyentuhku sedikitpun,he... Errr pengecualian untuk malam kemarin karena aku yang.. Ah lupakan..! kau juga selalu memutus kontak mata kita saat suasana canggung menghampiri kita, aku mungkin sempat tertipu saat pertama kali kau bilang akan menjadikanku pelayan dan pemuas nafsumu, aku sempat tertipu dengan wajah mengerikanmu, kkkk... Ahh Kyu...bukankah aneh..? Rumahmu selalu bersih dari debu setiap harinya, padahal aku tak pernah membersihkannya sekalipun.. Apa kau menyuruh seseorang membersihkannya saat aku kekantor?"
"Hmmm..." Kyuhyun hanya menjawabnya dengan deheman dan anggukan di bahunya. Kyuhyun semakin mengeratkan pelukan mereka "Ahjumma yang membersihkannya Min.."
"Hehehe... Aku sudah menduganya Kyu.. Kau bahkan bisa membuat Wookie berpihak padamu, aku sempat bingung anak itu tidak memarahiku saat aku harus hidup bersamamu. Padahal dulu ia sangat protektif padaku... Aku yakin dia tak akan membiarkanku hidup dengan namja yang dia tidak tau bagaimana sifatnya"
"Dia tak sebaik yang kau fikirkan Min... Dia bahkan selalu memasukkan obat tidur dalam minumanku... Dia terlalu polos ingin menipuku, aku bahkan harus membuang minuman dikantor tiap hari gara-gara yeoja itu Min...He..."
Kyuhyun terkekeh dan menyesap harum rambut Sungmin
"Eh jinjayo?"
"Ne... Aku fikir Yesung hyung bisa meyakinkannya kalau aku benar-benar.. eumh.. eumh.. me..menyayangimu... Ternyata Wookie tetap saja selalu mencurigaiku..hehe..." Kyuhyun masih saja terdengar gugup mengatakan bahwa ia begitu menyayangi Sungmin
"Kkkkk... Dia memang begitu Kyu...! Ahh.. dan satu lagi..."
"Eh masih ada lagi yang kau sadari?"
"Ne... Kau bahkan menjenguk oemma saat sakit.. He.. Mana ada namja jahat yang seperti itu" Sungmin mencubit hidung mancung Kyuhyun pelan
"Apa dokter kesayanganmu itu yang memberitahumu?" nada bicara Kyuhyun berubah jadi kesal
"He is My Friend... Just My Friend Kyunie..." Sungmin menangkupkan dahinya dengan dahi Kyuhyun sambil tersenyum hangat
"Saranghae Min.."
"Nado Kyu..."
"Kau Yeojachinguku..!"
"Kau Namjachinguku!"
"Kau percaya padaku Min?"
"Aku bukan orang bodoh yang tidak bisa melihat cinta dari matamu Kyu"
"Kau Mencintaiku?"
"Hei.. Bukankah sudah kujawab?" kata Sungmin mempoutkan bibirnya
"Ada banyak yang ingin aku katakan dan tanyakan, tapi saat ini lebih baik kau tidur dulu.. Kau terlihat lelah"
"Ne..."
Mata mereka kembali bertemu, menutupnya perlahan hingga kedua bibir mereka kembali bertaut.. Menyesap rasa manis dari bibir masing-masing, memiringkan kepala ke kiri atau ke kanan hingga mendapatkan posisi yang pas untuk melakukan french kiss.
"Eunghh... Eumh.."
Tangan Kyuhyun sudah masuk kedalam baju Sungmin ingin menggapai dua gundukan yang selalu menggodanya, hingga matanya membulat dan ingat apa yang sedang dilakukannya akan membuat ia hilang arah lagi. Matanya membulat dan refleks ia menghentikan cumbunya dibibir itu
"Ah... Min.. Kita tidur saja"
Wajah Kyuhyun memerah dan meletakkan kepala Sungmin di dadanya, ia peluk tubuh yang memang lebih pendek darinya itu
"Kkkkkk... Kau tak berubah Kyu, aku sangat menyukai sifatmu yang ini..."
CUP
Sungmin daratkan bibirnya dengan cepat dibibir yang tebal itu hingga seringaian nampak terbentuk dari bibir itu. Sungmin memandang ngeri kearah Kyuhyun, ia peluk tubuh tubuh yang selalu menghangatkannya itu
"Kajjja..kajja kita tidur kyu" Kata Sungmin gelagapan
"Hehehe.. Ternyata kau takut juga Min..."
Seperti biasa Kyuhyun mengelus rambut Sungmin hingga yeoja cantik itu terlelap dengan tenang di pelukannya.
.
.
Lee Sungmin POV
.
Aku tidak tuli dan aku tidak bodoh. Jelas-jelas aku mendengar perbincangan Kyuhyun dan Yesung hyung semalam. Kaki Kyuhyun terluka karena tembakan, aku jelas mendengarnya ia mengatakan peluru. Aku tau Appa pasti serius dengan ucapannya, dan aku begitu yakin ini adalah ulah Appa. Haiss.. Apa masih bisa dia kusebut Appa setelah meninggalkan eomma begitu saja. Namja itu begitu kejam, entah apa yang difikirkannya melalukan hal itu pada Kyuhyun, mungkin anak buahnya itu sudah mencuci isi otaknya.
.
Huhhh
Dan disinilah aku sekarang, berada di istana baru seorang Lee YoongWon. Huh..! Rumahnya sangat besar, dulu aku dan eomma hanya bisa menyewa rumah kecil setelah ditinggalkannya.
.
.
"Lee Sungmin..?"
"Ah..ne.."
Sepertinya kedatanganku diketahuinya terlebih dahulu, karena aku merasa di sambut saat ini. Seorang yeoja seumuran dengan eomma membukakan pintu yang baru saja kupencet belnya. Aku melihat yeoja itu dari atas hingga bawah, yeoja yang anggun, walau masih terlihat cantik oemma aku yakin yeoja ini adalah Lee Taeyeon istri baru Appa. Aku melihatnya dengan kesan acuh dan tak memperdulikan wajahnya yang terlihat cemas itu.
"Aku ingin bertemu dengan suamimu...!" kataku ketus
"Dia ada di ruangannya, mari aku antarkan Min..." aku menatapnya dengan mata yang kubuat membulat, hei dia baru saja memanggilku dengan Min, dia seperti sudah mengenalku lama saja. Jujur aku muak melihat wajah yeoja ini, karena dia Appa meninggalkan eomma. Walau sejujurnya Appa lah yang harus disalahkan, kenapa dia bisa meninggalkan eomma demi yeoja di hadapanku ini, apa yang lebih dari eomma? Eomma bahkan lebih cantik dari yeoja ini. Entah cuma perasaanku walau dia terlihat sangat kaya, wajahnya tidak menunjukkan bahagia sama sekali. Mungkin itu balasan karena telah menghancurkan rumah tangga orang. Ahh.. Eomma bahkan saat hidupnya masih memakai Lee di depan namanya. Yah.. Appa memang tidak pernah mau menceraikan eomma, tapi eomma tidak mau jika Appa beristri lagi, karena itulah kami pergi dari rumah. Tapi aku selalu menyebut bahwa Eomma dan Appa bercerai karena tak ingin sedih melihat Eomma memikirkan yeoja yang ada di depanku ini.
.
.
Aku menghentikan langkah kakiku saat yeoja paruh baya ini berhenti di sebuah ruangan.
"Appamu ada di dalam Min... Masuklah? Dia terlihat tersenyum padaku. Aku tak menghiraukan ucapannya dan masuk kedalam ruangan yang ada dihadapanku
.
.
CKLEK
"Min..." entah mataku sudah salah, dia terlihat menatapku dengan penuh kasih sayang, seperti kerinduan yang sudah tertumpuk terlalu banyak.
"Aku tak akan berbasa basi..! Tidak cukupkah kau menyakiti aku dan Eomma? Tak cukup kau meninggalkan kami demi yeoja kaya itu? Sekarang kau mau melukaiku lagi dengan menyakiti namja yang aku cintai eoh...?" aku sudah tidak bisa mengontrol emosiku saat ini, aku muak melihat wajahnya yang sok perhatian padaku, aku benci melihat matanya yang teduh saat menatapku. Alisnya terlihat berkerut saat aku berkata dengan nada yang sedikit meninggi.
.
"Min.. Apa maksudmu dengan namja yang kau cintai?"
"Aaaah... Apa kau sudah ditipu tangan kananmu itu? KIM JUNGMO? Apa yang dia katakan padamu sampai kau mau melukai seorang namja yang bahkan kau tak mengenalnya Huh...! Aku tak tau apa yang dikatakan Jungmo padamu, yang perlu kau tau aku mencintai namja itu! Cho Kyuhyun.. Namja yang baru saja kau lukai!"
Wajahnya masih terlihat dingin, ketampanannya tak pernah berkurang dari dulu hingga sekarang, dia terlihat berfikir keras dan dengan wajah yang memerah dia terlihat mengepalkan tangannya
"Aku hanya minta satu hal padamu Appa, Ahh.. Apa aku masih bisa menyebutmu Appa? JANGAN PERNAH IKUT CAMPUR DENGAN KEHIDUPANKU LAGI!"
"Min..."
"Aaaah... Aku baru sadar, jadi selama ini Jungmo yang terlihat baik padaku itupun kau yang menyuruhnya? Ooh.. Aku tersanjung dan terima kasih.. Pantas saja dia selalu ada di saat aku kesusahan... Dia anak buahmu yang sangat pintar Appa, aku fikir dia memang teman baikku... Kau menyuruhnya menyelidiki semua tentangku? Aku bahkan pernah melihatnya mengendap masuk keruanganku, aku fikir dia perlu sesuatu.. Aku salah.. Malam itu aku melihatnya bertemu denganmu dan aku mendengarnya... Kau menyuruhnya mencelakai Kyuhyun... Apa hakmu mencampuri urusanku Huhh...!" amarah ini serasa akan meledak dalam kepalaku
.
"Min... Appa hanya mencemaskanmu, Appa tak tau bagaimana lagi cara berkomunikasi denganmu, kau terlalu membenci Appa Min.. Appa tau.. Appa bodoh.. Bagi Appa hanya dengan selalu menjagamu Appa bisa melakukan kewajiban Appa" wajahnya yang angkuh perlahan menunduk, aku bisa melihatnya, sudut matanya sudah diisi cairan asin yang hampir meluber keluar
.
"Appa bicara kewajiban? Huhh... Kemana kau saat aku dan eomma kesusahan, kau bahkan tak pernah menjenguk eomma kerumah sakit.. Appa tau.. Saat eomma bilang dia tidak bisa disembuhkan duniaku serasa runtuh, aku tak punya orang yang bisa kujadikan sandaran, kemana kau saat itu? Apa sedang bersenang-senang bersama keluarga barumu? Kemana kau saat eomma butuh pelukanmu, kemana kau saat eomma meringis kesakitan dan menyebut namamu... Kemana kau saat eomma butuh orang yang selalu membuatnya nyaman, ke..kemana kau saat eomma pergi meninggalkanku? Hiks... "
Aku tak bisa menahannya, air mataku jatuh saat mengingat masa sulitku bersama eomma
"Min..."
"Jika kau masih merasa punya tanggung jawab padaku, itu bukan berarti dengan cara mencelakai orang yang aku cintai! Aku tau kau keras, aku tau kata yang keluar dari mulutmu adalah harga mati"
"Appa... Tidak..."
"Cukup Appa... Aku fikir aku sudah bicara terlalu jauh... Jangan pernah ikut campur kehidupanku mulai sekarang.. Aku pergi...!"
.
Aku melangkahkan kakiku dengan cepat meninggalkan ruangan itu menuju pintu utama rumah besar ini. Mataku tak sengaja melihat yeoja paruh baya sedang berdiri tegang sambil meremas ujung bajunya. Dia menatapku dengan penuh belas kasihan, aku tak tau apa yang difikirkannya, mungkin ia takut suaminya akan kembali pada anaknya yang bodoh ini. Aku tak ambil peduli dan segera pergi dari rumahnya ini.
.
Fikiranku berkecamuk saat ini, mungkin ada baiknya aku ke tempat Hyukki. Appa, Jungmo, aku takut mereka berbuat hal nekat lagi. Kyuhyun, aku takut dia akan terluka lagi. Aku baru mengingat sesuatu, Kyuhyun dan aku bahkan pernah masuk ke ruangan Jungmo secara diam-diam. Yah saat kami harus masuk ke dalam lemari yang ada di ruangannya. Apa Kyuhyun tahu sesuatu? Apa dia juga menyelidiki sesuatu tentang Jungmo?
.
.
Normal POV
Setelah kepergian Sungmin, namja paruh baya yang sedari tadi berdiri di dekat mejanya sudah merosot jatuh sambil menjatuhkan air mata yang tak henti-hentinya keluar dari matanya.
"Yeobo..." Lee Taeyeon kaget melihat suaminya menangis dengan tersedu, ini pertama kalinya ia melihat dengan matanya sendiri sosok kuat dan tegar yang biasa ia hadapi terlihat sangat rapuh, tangisnya terdengar pelan, bahunya bergetar tanda ia begitu menahan tangisnya. Biasanya ia hanya melihat mata yang membengkak atau mata yang memerah saat suaminya itu sedang memandang foto keluarganya dulu. Ia langsung duduk dan mendekati tubuh suaminya yang sudah terduduk di lantai yang dingin.
"Yeobo... Dia..dia...dia.. Begitu membenciku.. Lee Sungmin.. Anakku begitu membenciku, Appa seperti apa aku ini..." Suaranya terdengar bergetar. Ia rengkuh tubuh istrinya dan ia letakkan kepalanya di bahu yeoja yang sudah menemaninya ini.
Sementara sang istri hanya terkaget tak percaya saat suaminya kini memanggilnya dengan sebutan yeobo, ia juga bahkan serasa bermimpi saat namja yang ada dihadapannya sekarang ini memeluknya dengan kuat. Ia ingin menangis, tapi berusaha kuat dengan menepuk pelan punggung namja yang sangat rapuh ini untuk menenangkannya.
.
.
.
Kyuhyun POV
.
"Yesung hyung... Benarkah malam ini kita harus segera ke Jepang?"
"Ne Kyu... Appa mu sudah membelikan tiketnya, kita berangkat 2 jam lagi.. Kau bisa ke apartemenmu dan mengambil barang yang akan kau bawa.. Mungkin kau juga errr... Ingin berpamitan dengan istrimu itu" nadanya jelas terdengar mengejekku
BLUSH
Entah kenapa wajahku serasa panas mendengar ucapannya, secara tidak langsung ia memang sedang menyindirku
"Hyung.. Jangan memojokkanku.. Aku pasti akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa?"
"Apa kau melakukannya lagi Kyu?" wajahnya terlihat serius saat bertanya padaku
TUK
"Awww"
Aku mendaratkan Handphone ku pada kepalanya
"Mungkin dengan itu kepalamu bisa tambah kecil hyung, aku masih bisa mengontrol diriku"
"Hahahahaha..." Lihat matanya yang kecil semakin hilang saat sedang tertawa "Aku fikir kau tidak bisa menyentuh wanita Kyu, bahkan saat kuliah kau pernah hampir di perkosa wanita karena wanita itu tergila-gila padamu dan anehnya kau bahkan tidak tegang sedikitpun saat wanita itu sudah full naked dihadapanmu... Hahahaha.." oh Tuhan jika ada jarum disini mungkin aku akan menjahit mulutnya
"Aku pria normal, dulu aku tidak tegang karena aku sama sekali tidak menyukai wanita itu.. Dan aku merasa jijik saat dia berusaha melucuti pakaianku"
"Ahahahaha... Untung saat itu aku dan Donghae datang tepat waktu dan menyelamatkanmu, kau bahkan sangat lemah dengan wanita! Karena itupula aku mengizinkanmu menjalankan misi ini karena kufikir kau tak akan macam-macam pada Sungmin... Hahahaha..." suaranya terdengar memenuhi otakku, aku bisa gila jika didekat makhluk ini terus
"Wajar saja... Wanita itu mengikat tangan dan kakiku.. Aku tak bisa bergerak dan berbuat apa-apa.. Sudah...! Aku mau ke apartemen"
"Hahahahaha..." astaga.. Aku benar-benar ingin menyumpal mulutnya dengan kaos kakiku, dia tak henti-hentinya tertawa bahkan kulihat air matanya hampir keluar gara-gara tertawa terlalu keras.
.
.
CKLEK
.
.
"Lee Sungmin...!"
"Sungmin...!"
"Min...!"
Aku memasuki apartemen dengan tergesa, waktuku tidak banyak.. Aku harus segera bergegas untuk berkemas.. Sepertinya Sungmin belum pulang kesini setelah bekerja, mungkin dia mampir ke tempat Wookie atau penjual bunga itu.
Aku akan meninggalkan note saja untuknya...
.
To : Minnie..
Min maafkan aku tidak menemuimu, aku diburu waktu.. Appa menyuruhku berangkat ke Jepang malam ini.
Aku tinggalkan sedikit uang tunai di atas meja kamar jika kau membutuhkan sesuatu.
Ahh yang penting jangan bukakan pintu sembarangan, berhati-hatilah...
Aku mungkin pergi selama seminggu.. Jika kau merasa kesepian kau boleh menginap di apartemen Wookie atau di tempat Hyukki, aku pergi dengan Yesung hyung.. Aku menitipkanmu pada Donghae.. Hei jika kau tak keberatan kenalkan Hyukki pada Donghae, dia terlihat stres karena tak punya pasangan...hehehe...
Jika kau menginap di tempat temanmu pastikan pagi atau malam kau harus ke apartemenku. Aku di marahi eomma saat ia tau aku memperkerjakan Ahjumma double.. Di rumah dan di apartemenku..he...
Jaga dirimu baik-baik saat aku tidak ada.. Saranghae... He..
.
Hahaha bodohnya aku, pertama kali jatuh cinta pada seseorang dan lihatlah aku seperti bodoh. Pantas saja eomma begitu suka menggodaku... Aku memang terlihat bodoh saat harus berurusan dengan yeoja...
.
.
Drrrrt... Drrttt
"Yeobseyo...?"
"Kyu... Lee Yoong Woon yang menyuruh penembak itu menembakmu"
"Lee Yoong Woon? Apa dia orang yang sama yang pernah sempat menggoyahkan perusahaan kita?"
"Ne...! Kata penembak itu saat ia beraksi ia diawasi, dan aku lihat orang yang ada di mobil yang ada di depan perusahaan saat itu adalah Jungmo.. Kita benar.. Jungmo adalah anak buahnya... Apa kau tau hal yang mengejutkan?"
"Huh..! Apa?"
"Dia Appa Sungmin.."
DEG
"Aku bisa membacanya Hae.. Aku rasa tidak ada Appa yang jahat di dunia ini"
"Aku masih belum tau apa motif mereka Kyu.. Eomma mu sedang berusaha menjodohkanku dengan beberapa yeoja.. Aku tak konsentrasi akhir-akhir ini"
"Sudah kubilang aku bisa membacanya.."
"Apa maksudmu Kyu?"
"Sepertinya ada yang cemburu padaku"
"Donghaeeee... Cepat...! Bersiaplah.. Aku akan mengajakmu kencan buta..! Dengarlah Kyu betapa gilanya oemma mu itu.."
"Hahahaha... Cepat sana pergi, kau tak perlu menyelidikinya lagi.. Kau hanya perlu jaga Sungmin"
PIP
.
.
Normal POV
.
.
Namja paruh baya yang sedang terduduk dalam pelukan yeoja itu tersentak saat posisinya yang sedang memeluk seseorang.
"Ahh.. Mianhe..." katanya sembari melepas pelukan itu
"Gwaenchana... Apa perlu aku buatkan teh atau kopi yeobo?" yeoja itu terlihat tersenyum penuh haru
"Tidak... Tolong panggilkan KIM JUNGMO Sekarang, suruh dia menghadapku...!" nada bicaranya telah berubah menjadi sangar, wajahnya mengeras dan tangannya mengepal kuat tanda ia sedang begitu marah
"Yeobo... Tapi.. "
"Jangan mengaturku, kau sudah berjanji tak akan mencampuri urusanku saat aku mau menikahimu dan meninggalkan keluargaku"
"Baiklah..." yeoja itu terlihat menunduk sambil berdiri dan pergi dari ruangan suaminya itu.
.
.
BUG
BUG
"Ahhh..."
DUAG
Terlihat ada darah yang menetes dari sudut bibir Jungmo, beberapa pukulan keras mendarat dengan sempurna diwajah dan perutnya
"Apa saja yang kau lakukan Hahh..! Kau membuat keadaanku semakin sulit..! Apa kau menipuku?"
"Apa maksud tuan?"
"Kau bilang Sungmin menjadi pemuas nafsu Cho Kyuhyun. Kau bilang ia menjadikan Sungminku pembantunya, kau bilang dia sangat sedih dan terlihat murung akhir-akhir ini, kau bilang namja itu menjadikan Sungmin budaknya, kau bilang Sungmin sangat tersiksa bersama namja itu.. Kau bilang hanya dengan menyingkirkan Kyuhyun maka Sungmin akan terbebas dan bahagia. Kau bahkan kuberi alat yang canggih untuk selalu membuntuti Sungmin. Kau bahkan kuberi uang yang tak sedikit untuk melakukan ini"
BUGH
"Ahhh..."
"Aku memang bodoh tak sadar karena biasanya kau selalu bertugas dengan baik, aku terlalu bodoh dan bersedia melakukan apa yang kau katakan.. Aku sudah terlanjur percaya padamu"
DUAG
Namja paruh baya itu mencengkram kerah baju Jungmo dengan kuat. Tubuhnya yang tambun membuatnya mempunyai kekuatan yang sangat besar
"Apa kau mencoba mencari alasan? Huhh.. Kau tak mungkin mendapatkan informasi yang salah mengingat ada banyak anak buah yang kuturunkan untuk membantumu mengikuti Sungmin kemanapun"
"Aku tidak berbohong tuan, namja itu memang menjadikan Sungmin pembantunya...!"
"Kau masih mencari alasan? Apapun yang mereka lakukan itu bukan urusanmu.. Aku suruh kau menjaga Sungmin dari orang yang ingin berbuat jahat padanya bukan dari orang yang dicintainya. Sungmin baru saja kesini dan dia bilang ia mencintai namja itu"
DEG
"Aku yakin sekali kau juga mengetahuinya KIM JUNGMO...!"
Jungmo terdiam, wajahnya berubah memucat.. Tentu saja ia mengetahuinya.. Ia memasang alat penyadap untuk memantau Sungmin tidak hanya di rumah sakit saat ibunya sakit, ia memasang alat penyadap di ruangan Sungmin, di Apartemen Sungmin dulu, bahkan saat Sungmin pindah ke apartemen Kyuhyun ia juga menempelkan penyadap dalam pulpen Sungmin yang ada di dalam tas Sungmin. Namun beberapa hari terakhir kerja Jungmo tak bisa leluasa karena ia merasa ada orang yang juga selalu membuntutinya. Penyadap di pulpen Sungminpun sudah tidak berfungsi lagi, ia baru sadar orang yang dihadapinya juga tak kalah hebat dengannya
"Tuan... Aku bisa menjelaskannya..."
"Kau menyukai Sungminku?"
DEG
Pertanyaan Lee Yoong Won benar-benar tepat sasaran, ia semakin yakin dengan perasaannya saat melihat perubahan di wajah Jungmo. Perlahan Yoong Won melonggarkan cengkramannya pada kerah baju Jungmo
"Kau tau? Aku sudah menganggapmu seperti anakku sendiri, aku begitu senang saat kau bersedia bekerja di tempat Sungmin bekerja dan bersedia mengawasi dan juga membuntuti Sungmin kemanapun." Ia berjalan menuju kursinya dan membiarkan Jungmo berdiri dengan meringis menahan sakit pada wajah dan tubuhnya
"Aku senang kau bekerja dengan baik, kau selalu memberitahu perkembangan Sungmin padaku. Ternyata kebaikanmu juga karena kau menyukai Sungmin, aku tak menyalahkanmu" nada bicaranya mulai melemah dan menatap kearah Jungmo dengan tatapan teduh namun tajam "Aku tak menyalahkanmu menyukai Sungmin, kau tau benar Sungmin menyukai namja lain, kau tau yang membuat aku muak denganmu? Kau membohongiku dan membuat Sungmin makin membenciku... Kau mengaturku agar aku melukai namja itu, kau tak memberitahuku kalau Sungmin menyukainya"
"Tuan..."
"Jangan panggil aku tuan... Mulai sekarang kau bisa mencari pekerjaan lain.. Dan jangan ganggu Sungmin lagi... Aku akan mencari orang lain untuk menggantikan pekerjaanmu.. Kau sudah terlalu kelewatan dalam pekerjaanmu..."
Wajah Jungmo memerah menahan marah, tapi ia tau benar siapa yang ada di hadapannya. Ia mengepalkan tangannya sambil pergi dari ruangan itu.
.
.
.
Sungmin POV
.
"Hufh..."
Aku mendesah pelan saat sampai di apartemenku.. Eh bukan.. Apartemen Kyuhyun maksudku. Rasanya aku ingin sekali menyandarkan kepalaku di bahunya, dia pasti sudah pulang. Sepatu kerjanya kulihat memang sudah berada di tempatnya, tapi sepatu santai yang biasa kenakan tidak ada di tempatnya.
Aku memeriksa keseluruh ruangan, mulai dari kamarnya, kamar mandi, kamar tamu, dan dapur ia memang tak kelihatan
"Apa ia pergi setelah bekerja...?"
Aku akan segera kekamar untuk membersihkan diri, namun mataku menemukan note yang tertempel di kulkas.
.
Yah aku lupa, kemarin ia bilang akan ke Jepang.. Tapi aku tak menyangka malam ini dia akan pergi. Mataku bergerak membaca note yang ditinggalkannya. Apa! katanya aku harus berhati-hati.. Huhh.. Aku rasa dia yang harus berhati-hati.. Ah benar juga aku akan menginap di tempat Wookie saja, aku sudah lama tidak ke apartemennya sejak tinggal errr bersama dengan Kyuhyun. Apa? Aku dititipkan pada Donghae... Hei.. Dia fikir aku anak kecil.. Aku bisa menjaga diriku dengan baik. Eh..! Dimarahi eomma? Eomma?
Aku harus membersihkan apartemen Kyuhyun setidaknya sebelum ke kantor atau sesudah ke kantor. Entah kenapa aku merasa gugup saat membayangkan ibunya, aku melihat fotonya.. Dia yeoja yang sangat anggun, cantik dan sangat berkharisma. Aku tidak yakin ibunya suka denganku, apalagi untuk anak sebaik dan sesempurna Kyuhyun.
"Hufh..." lagi... Aku hanya bisa menghela nafas
.
Aku rasa aku sangat merindukannya saat ini, apalagi setelah kejadian yang terjadi antara aku dan Appa tadi sore. Aku melangkahkan kakiku ke kamar Kyuhyun.. Mandi dan akhirnya terbaring di bed yang nyaman ini. Aku memainkan Hpku sebentar dan alangkah kagetnya aku saat aku melihat di kontakku sudah ada namanya, Yesung oppa, Donghae.. Siapa itu Donghae? Ah.. Aku pernah mendengarnya dari Wookie, dia adalah sahabat Kyuhyun.. Ah.. Kyuhyun bilang dia menitipanku pada Donghae, emmhh.. Mungkin semacam orang kepercayaan seperti Yesung oppa. Ah iya apa katanya tadi.. Mengenalkan Hyukki dengan Donghae, mungkin nanti aku akan memintanya menemaniku ke toko bunga Hyukki saja...
.
.
Aku mulai menyesap harum Kyuhyun pada bed ini hingga aku merasakan Handphoneku bergetar
Drrrttt...
Eh... Kyuhyun?
"Yeobseyo Kyu..."
"Hmm..."
"Ada apa Kyu? Apa pekerjaanmu baik-baik saja disana?"
"Hei aku bahkan baru sampai, kau sudah bertanya tentang pekerjaanku..."
"He..."
"Kau baik-baik saja?"
"Ne... Kau kenapa?"
"Hanya sedikit menghawatirkanmu..!"
"Jinjayo... He..."
"Dari tadi kau tertawa terus Min.. Apa kau sudah mau tidur?"
"Ne...! Perusahaan siapa yang memegang sementara Kyu? Bukankah Yesung hyung juga ikut denganmu?"
"Mungkin Appa akan memantau beberapa hari Min..."
DEG
Entah kenapa aku sedikit merasa gugup saat Kyuhyun membicarakan orang tuanya, entah apakah ia sudah menceritakan hubungan kami pada orang tuanya
"Kenapa diam?"
"Ah... Aa..a..aniya..."
"Tidurlah Min... Aku senang kau baik-baik saja... Apa terjadi sesuatu hari ini?"
"Tidak Kyu... Aku.. Aku... Ha..hanya sedikit merindukanmu?"
"Sayang sekali Min... Hanya sedikitkah? Padahal aku sangat merindukanmu.." suaranya terdengar kesal
"Ah... A..aniya.. Aku juga sangat merindukanmu" oh Tuhan lihat betapa bodohnya aku sekarang seperti remaja yang sedang jatuh cinta, umurku bahkan lebih tua darinya
"Tidurlah... Saranghae..."
"Nado... Eh Kyu.. Mungkin malam seterusnya aku akan menginap di tempat Wookie.."
"Ne... Jaga kesehatanmu"
"Ne..."
PLIP
Aku merasa benar-benar beruntung, akupun langsung tertidur setelah mendengar suaranya.
.
.
.
Keesokan harinya
Aku baru saja sampai di apartemen Kyuhyun setelah bekerja. Ternyata memang lebih mudah saat ada atasan dibandingkan dengan tidak. Sungguh ini bukan karena perasaan, biasanya Yesung oppa selalu memantau dan memberikan instruksi pada kami.
Hari masih sore, aku membersihkan apartemen Kyuhyun dan langsung menuju pintu depan saat mendengar bel dari luar.
Aku sedikit berlari karena sedang berada di dapur awalnya dan
CKLEK
"Lee Sungmin...!"
Mulutku terbuka lebar saat melihat siapa yang ada di hadapanku
"Kau...!"
TBC
Huwwwa mianhe baru bisa update.. Author masih sakit gigi.. Saat gigi author sedang merajalela sakitnya, ketika imajinasi author datang dan sudah depan notebook kadang2 sakit giginya datang tiba2 dan blanklah seketika *ini kenapa jadi curhat
Soal kenapa Eomma dan Appa Sungmin berpisah akan diceritakan di chap depan, trus kalo ampe chap berapa author belum tau.. Mungkin 10 atau 12.. Hehe
Yang nanya ada hubungan apa Wookie ama Appanya Sungmin itu ga ada..yang Wookie telpon di chap kemarin itu adiknya.. Kan ada kemarin itu dia bilang nae dongsaeng.. Dan kalau reader masih ingat adik Wookie itu pas Chap 2 author kasih tau adalah Kim Kibum
Ok.. Kalau soal cerita sekarang udah jelas kan? Kalo masih belum faham ama ceritanya maafkan author ya, atau coba diulang lagi deh bacanya..he.. Author sudah berusaha semaksimal mungkin... Mianhe
Kalo sehabis ini ada yang protes feel feelan lagi, maafkan author yang ga hebat bikin feel ya^^
Sebenarnya udah mau Publish FF yang YAOI, udah ada 1 chap tapi belum saya edit.. Doakan cepet selesai juga yah..
Dan penghargaan yang setinggi-tingginya author berikan pada reader yang udah mau review.. Gomawo..gomawo...
Thanks to ^^
Cho Minyu, reaRelf, maya siwonest everlasting friends, nannaa, cha, DANHOBAKMING, kyuqiemin (mianhe kalo ga ketulis di chap kemarin ya^^), cho minyu, JaeLiey, leekyuhyuk, dessykyumin, desi2121, Vey900128, kyumin forever, Heeyeon, Rosa Damascena, bunyming, sha, 137line, Cul Ah, Raena (terima kasih memperhatikan sakit gigi author T^T), yumiewooki, nurwakhidah93, Monnom, cho han kyu, Sasya, clouds54, Liaa kyuminelf, DadjoePranatha, thiafumings, yunteukwon, KMS kyuminshiper, hyopetals, kyuminnnnnn, Lee Aurin, Aey raa kms, Kyo d'Monito Del Monte, Cho Kyuri Mappanyukki, Silver Bullet 1412, Margareth Pumpkins, ChoKyunnie, Erry Evilamingkyu, JewelStar, dewiELF, HyunMinChan, liekaneshiro, BiniCHO (semangat ujiannya^^), audrey musaena, 333LG, min190196, Jmjm, kyuminalways89, Fennyfenny, Keys47, Vhentea, alichan, is0live89, coffeewie kyumin, dhia bintang, lovegood cherry, KMS, Iam ELF anj JOYer, dan ada 1 nama yang ga kebaca namanya di email
Terima kasih banyak... Review kalian merupakan semangat utama author untuk terus menulis FF ini hingga END
