Chapter 8

My Life Your Life

GS Kyumin

Pairing : My beloved couple Kyumin (Kyuhyun x Sungmin)

Cast : Member SJ

Rating : T to M

Warning : Don't bash my Pair.. Oke..

Summary : Sungmin yeoja yang periang mempunyai seorang eomma yang terbaring dirumah sakit karena penyakit yang menyerang saraf pada otaknya. Sungmin berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara hingga ia masuk perangkap seorang Cho Kyuhyun yang akhirnya menjadikannya pembantu dan pemuas nafsunya. Bagaimana cerita mereka berdua hingga hati mereka dipersatukan oleh sebuah kata yang tak pernah habis "cinta"

Chapter sebelumnya

.

CKLEK

.

"Lee Sungmin...!"

Mulutku terbuka lebar saat melihat siapa yang ada di hadapanku

"Kau...!"

.

Pleaseee... If You Dislike, Don't Read Ok..

.

Happy Reading^^

.

Normal POV

.

"Bisakah kita bicara sebentar Lee Sungmin?" seorang yeoja paruh baya dengan pandangan memohon sedang menatap Sungmin yang terlihat mematung di depan pintu apartemen Kyuhyun

"Dari mana kau tau aku ada di sini?" jawab Sungmin ketus pada istri baru ayahnya ini "Ah.. Aku lupa, bukankah Appa selama ini menyelidikiku? Pasti bukan hal yang sulit untuk mengetahui dimana aku tinggal...!" jawab Sungmin masih dengan nada ketusnya "Masuklah...!"

.

.

Yeoja paruh baya yang ada dihadapannya justru kelihatan sangat gugup, ia terlihat menggigit bibir bawahnya untuk menghilangkan kegugupannya. Ia terlihat duduk di sofa ruang tamu Kyuhyun. Sungmin menyuguhkan segelas coklat panas, setidaknya ia memang tidak bisa berlaku jahat terhadap seseorang karena memang sifatnya yang sangat ramah terhadap orang.

.

"Cepat katakan..! Apa yang ingin kau bicarakan?" Sungmin bertanya sambil memalingkan wajahnya

"Aku memang tidak punya hak bicara banyak padamu Min.. Kau pasti juga sangat membenciku karena aku telah merusak keluargamu"

"Untunglah kau menyadarinya" jawab Sungmin ketus

Taeyeon terlihat menundukkan kepalanya, sudut matanya sudah dipenuhi air mata yang begitu ditahannya

"Jangan membenci Appa mu Min.. Aku tak pernah melihatnya sesedih kemarin saat kau datang kerumah kami. Kau tau, bahkan baru kemarin dia menyebutku dengan sebutan yeobo.. Dan baru kemarin dia menyentuhku, di..dia memelukku saat kau pergi kemarin Min... Kau tahu Min.. Mungkin ini adalah balasanku karena mengambil Appamu dari kehidupanmu. Dia tak pernah sedikitpun menyentuhku, dia tak pernah sedikitpun berhenti memikirkan kalian, di..dia.. Hiks.. Tidak pernah sedikitpun membuang rasa sayang untuk kalian."

Sungmin terlihat sedikit terkejut melihat Lee Taeyeon seorang namja paruh baya yang memang terlihat masih muda, elegan, glamour terlihat begitu kacau di hadapannya. Tak sedikir air mata yang dikeluarkannya, Sungmin tak yakin itu hanya sebuah gurauan. Mata yang memang sedikit tak terlihat karena wajah yang menunduk itu terlihat begitu sedih, lelah dan begitu tertekan.

"Huhh... Aku tak tau apa perkataanmu benar atau tidak.. Ahh.. Apa kau di suruh Appa kesini?" Sungmin masih saja berusaha tidak ramah pada yeoja paruh baya yang di hadapannya, entah kenapa ia malah merindukan eomma nya saat melihat sosok yeoja yang ada di hapannya ini.

"Dia pasti akan begitu marah padaku jika dia tahu aku ada disini Min.. Dengarkanlah ceritaku Lee Sungmin...!" suaranya terdengar begitu tegas, matanya menyiratkan sebuah kejujuran dan setiap katanya terdengar begitu ingin meyakinkan

"Huhhh..."

"Min.. Dengarkan... Dulu..."

.

Flashback

.

"Taeyeon..."

"Ne Appa..."

"Aku menemukan ini di bawah bantal tidurmu.."

DEG

Wajah Taeyeon berubah jadi memucat, ia sangat takut ayahnya akan memarahinya

"Begitu menyayangi namja yang sudah beristri ini kah kau Yeon?"

"Hiks... Maafkan aku Appa, aku telah mengecewakanmu..."

"Jangan minta maaf pada Appa, kau berhak mendapatkan apa yang kau inginkan.. Akan Appa buat dia meninggalkan istrinya untukmu.. Kau fokuslah pada pengobatanmu, Appa akan membuatnya jatuh untuk mu dan menjadikanmu Lee Taeyeon..! Dan membuatmu hidup bahagia dengan impianmu"

Namja paruh baya itu terlihat mengelus surai kecoklatan yeoja yang sedang duduk dikursi rodanya

DEG

.

Lee Taeyeon hanya bisa terkejut mendengar ucapan Ayahnya, apakah benar ia akan bahagia. Ia tak yakin akan hidup bahagia walau bisa bersama namja yang ia sukai, ia tak yakin namja sebaik Yongwoon akan meninggalkan istri dan anaknya yang sangat cantik itu.

.

Taeyeon POV

.

Entah apa yang Appa lakukan untuk menjerat Kangin, yah ia sering disebut seperti itu oleh teman-temannya. Aku mulai memperhatikannya saat aku sering datang ke perusahaan Appa, mengaguminya, menyuruh beberapa anak buah Appa dengan rahasia menyelidikinya. Aku yakin Appa mengancam keselamatan istri dan anaknya untuk bisa merubah fikirannya dan menyetujui pernikahan ini.

.

Bersanding dengannya di atas altar, tidur dengannya di atas tempat tidur yang sama walau hanya bisa melihat punggungnya, menangis saat ia memandang foto keluarganya dengan sedih, atau berusaha menutup telingaku saat anak buahnya mencari tau informasi keluarganya.

.

Pindah ke rumah baru dan meninggalkan hal-hal berbau Appa sudah aku lakukan sebagai syarat yang ia ajukan, merahasiakan pada Appa bahwa ia belum bercerai dengan istrinya. Penyakitku sembuh saat hidup bersamanya, walau hidup seperti mayat dan penuh kedinginan aku berusaha tetap menjadi istri yang baik. Tak pernah sedikitpun aku mendapatkan senyuman yang tulus yang biasanya aku lihat dari bibirnya saat ia di kantor dulu. Tapi aku kuat karena ia selalu ada disisiku.. Katakan aku egois, aku memang egois.. Aku tidak bisa hidup tanpanya, oksigenku seakan habis saat dia tak ada disisiku.

.

Aku kaget Ia mulai berani menyelidiki istri dan anaknya sendiri. Dia terlihat bahagia karena bisa mengamati istri dan anaknya sendiri, seperti ingin meninggalkanku. Aku memang mempunyai anak buah untuk menyelidikinya, aku langsung lunglai dan tak berdaya.. Tubuhku merosot kebawah seakan tak ada lagi kekuatan, saat aku membuka mata aku melihat wajahnya yang khawatir. Itulah pertama dan terakhir kalinya aku tersenyum olehnya, sejak itu hanya kedinginan yang menyelimuti kehidupanku.

.

Flashback end

.

.

"Maafkan aku Lee Sungmin, Kangin tidak bersalah.. Jangan membencinya lagi, aku rela diceraikannya asal dia bisa tersenyum seperti dulu.. Aku sudah lelah Min.. Hiks.. Aku tak sanggup saat ia meraung-raung memanggil namamu.. Aku sudah sangat berdosa memisahkan kalian, aku bahkan ingin mati saat melihat ia menangis saat Ibumu meninggal.. Aku ingin bunuh diri melihat betapa tersiksanya dia, namun usahaku gagal saat ia melihatku ingin melakukannya.. Ia memukulku dan berkata jangan tambah lagi kebodohan yang aku lakukan.. Hiks.. Jangan membencinya Lee Sungmin"

Sungmin terdiam dan melihat yeoja yang ada di hadapannya dengan kalut, karena tangisnya tak henti-hentinya keluar dari matanya. Sungmin merasa ada batu besar yang menghantam kepalanya saat mendengar cerita Taeyeon, ia merasa Appanya jauh terluka dibandingkannya dengan Eommanya. Ia juga tak berani menyalahkan yeoja yang ada di hadapannya, ia terlihat sangat rapuh. Hingga ia teringat tentang pesan Eommanya sebelum meninggal.

.

"Apakah eomma mengetahuinya?"

"A...a..aku tidak tau.. Tapi matanya yang bening itu tak pernah sedikitpun menyiratkan kebencian padaku saat beberapa kali kami bertemu, dia yeoja berhati malaikat. Aku sangat merasa bersalah padanya.. A...a..ku..."

BRUK

.

"Nyonyaaa... Nyonya..." Sungmin gelagapan saat melihat yeoja yang ada di hadapannya jatuh dari kursinya. Ia tak bisa berfikir banyak dan langsung mengambil Hpnya dan menghubungi Donghae

.

PIP

"Yeobseyo.. Donghae-ssi bisakah kau membantuku?" Sungmin berbicara dengan nafas yang terputus-putus karena begitu takut

"Ada apa Lee Sungmin?" Donghae bertanya tak kalah kalut mendengar pertanyaan Sungmin.

Donghae memang tidak mengawasi Sungmin saat Sungmin berada di apartemen Kyuhyun

"Istri Appaku pingsan di apartemen Kyuhyun, bisakah kau kesini dan membantuku membawanya kerumah sakit?"

"Ne... Tunggu sebentar, aku akan segera tiba"

PIP

.

Sungmin berjalan ke kanan dan ke kiri berusaha menghilangkan kegugupannya. Keringat dingin mengucur dari pelipisnya, ia berapa kali berujar

"Kyu... Apa yang harus aku lakukan... Hiks.. Kyu cepatlah kembali... Aku takuut..."

.

Sungmin berjalan dengan sedikit berlari kearah pintu saat mendengar bel berbunyi, ia dengan cepat membukakan pintu

"Dong..."

"Apa dia ada di dalam Min?"

"Appa...!"

Kangin berjalan dengan cepat dan melihat istrinya yang sedang pingsan telah bersandar di kursi dengan nafas yang sedikit tak terlihat

"Sudah kuduga dia kesini dan akan begini... Kau tak usah khawatir, wajahmu memucat Min.. Dan hapus air matamu itu..."

Kangin mengangkat tubuh mungil istrinya itu dan menggendongnya ala bridal style

"Appa..."

"Jangan khawatir... Tutup pintumu dan jangan membuka pintu untuk orang sembarangan.. Hati-hati dan jaga dirimu"

.

.

Sungmin memandang Punggung Ayahnya dengan mata yang berair. Ia tak bisa menahan air matanya. Sungguh ia merasa bersalah pada Ayahnya yang selama ini juga sangat "sakit".

.

"Sungmin...! Kau tak apa-apa...? Mana Yeoja itu?" Tanya Donghae ingin masuk ke dalam apartemen Kyuhyun

"Kau siapa?" Sungmin memandang namja dengan mata yang begitu indah itu sedang menatap cemas kearahnya dengan mata yang menyipit. "Apa kau orang jahat?" Sungmin terlihat memasang kuda-kuda untuk melawan Donghae.

"Min... Aku Donghae...! Kau bisa memoto wajahku dan bertanya pada Kyuhyun" Jawab Donghae sedikit agak takut melihat ekspresi Sungmin yang menakutkan

"Donghae...? Kyaaa... Kau tampan sekali.. Maukah kau kukenalkan dengan temanku, dia sangat baik walau sedikit jelek..."

.

Donghae menaikkan satu alisnya melihat perubahan ekspresi Sungmin yang begitu cepat. Ia menengok kearah dalam apartemen Kyuhyun.

"Min.. Mana yeoja yang kau katakan?"

"Ahh.. Dia sudah dibawa Appa"

"Min.."

"Ahhh... Nanti akan kutexting nomor hyukki untukmu, kau pergi saja Donghae ah.. Aku akan segera ke kantor, aku hampir terlambat... Gomawo sudah mau kemari"

BRAK

Sungmin menutup pintunya dengan sedikit agak kencang membuat Donghae terjingkak kaget dan menggaruk kepalanya yang tak gatal

"Dia pribadi yang unik, sangat cocok dengan Kyuhyun yang juga aneh.. Terlalu polos...!"

.

.

.

.

Sungmin POV

.

"Pekerjaan hari ini tidak banyak.. Sudah 5 hari ia pergi, sejak itu dia tidak ada menghubungiku Huhh..."

Aku begitu bosan saat ini, sejak Kyuhyun pergi aku selalu tidur di apartemennya ini. Aneh bukan...? Yeah aku justru merasa lebih nyaman tidur disini dibandingkan harus menginap di tempat Hyukki atau Wookie. Aku begitu bosan hingga aku ingat sesuatu, aku masih memikirkan cerita yeoja paruh baya itu. Mungkin aku akan memperbaiki hubunganku dengan Appa, eomma juga pernah memberi pesan seperti itu saat sebelum ia pergi.

Surat... Bodohnya aku belum membaca surat yang ditulis eomma. Shin ahjumma memberikannya saat eomma pergi.

"Haisss... Dimana aku meletakkannya..." aku berusaha mengingat dan membongkar ke 3 tas yang biasa aku pakai hingga aku menemukan secarik kertas di kantong tas yang dibelikan eomma.

"Tulisan Eomma"

.

Untuk anakku Lee Sungmin

Mungkin saat kau membaca ini eomma sudah tidak ada Min.. Eomma menulis ini saat keajaiban datang, tangan eomma bisa digerakkan Min...

Maafkan eomma karena tak memberitahu penyakit eomma sejak awal

Penyakit eomma memang tidak bisa disembuhkan Min...

Eomma harap kau kuat tanpa eomma, karena masih ada Appa yang menyayangimu

Sekali lagi maafkan eomma tak menceritakan bahwa eomma tahu alasan Appa meninggalkan kita, eomma pernah bertemu dengan yeoja itu.. Dia yeoja yang sangat rapuh, eomma tak bisa menceritakannya padamu karena takut kau akan membenci yeoja itu, lagipula umur eomma tak lama.. Dia sangat mencintai Appa, Eomma rasa Appa sangat beruntung dicintai Yeoja itu. Terimalah yeoja itu sebagai istri Appamu Min... Dia yeoja yang baik...

Jadilah yeoja yang kuat Min... Eomma percaya kau pasti bisa sekalipun tak ada Eomma.. Dan tetap jadilah seorang yeoja dengan berhati bersih seperti mawar putih

Ah.. Kau tau, saat tidur di rumah sakit eomma sering dijenguk namja tampan, pernah sewaktu eomma bangun eomma tanyakan namanya katanya namanya Cho Kyuhyun, sepertinya dia menyukaimu.. Ah tapi eomma juga bertemu siwon, namja yang pernah membuatmu sakit saat kecil itu Min.. Sekarang dia jadi dokter hebat..

Kau sudah dewasa, carilah namja yang mencintaimu dan yang kau cintai

Eomma berharap hubunganmu dengan Appa segera membaik, cobalah mengerti keadaannya yang ingin membantu seorang yeoja rapuh, tanamkan itu difikiranmu Min

Eomma sangat menyayangimu...

.

.

"Eomma... Kenapa menanggung semuanya sendiri.. Hiks..." akhirnya tangisanku pecah juga. Sungguh dia tak ingin aku membenci yeoja itu, eomma memang berhati malaikat.

.

.

Normal POV

.

Sungmin membaringkan tubuhnya di bed Kyuhyun dan meresap surat ibunya dengan mata terpejam. Ia berusaha menguatkan hatinya, mengingat banyak rahasia yang sebenarnya melingkupi kehidupannya. Takdir memang mengharuskannya hidup seperti ini, ia berusaha sabar dan menerimanya, berusaha menjalankan yang ada di hadapannya dengan lebih baik hingga tak ada lagi yang terluka.

.

Ddrrrtt...

PIP

"Kyu...?"

"Min...! Kau tak apa-apa, baru saja Donghae mengabariku kau menghubunginya tadi pagi.. Apa ada sesuatu yang buruk yang terjadi"

"Kyu... Hiks..."

Sungmin bercerita dengan nada terputus-putus dikarenakan sambil menangis tersedu. Sementara Kyuhyun hanya bisa mendengarkan cerita Sungmin dengan tegang

"Tenanglah.. Besok aku akan pulang ne? Aku akan membantumu menyelesaikan masalahnya ne?"

"Jinjayo? Besok kau pulang?" Mata Sungmin terlihat berbinar saat Kyuhyun mengatakan bahwa besok ia akan pulang

"Ne... Jagalah kesehatanmu, saranghae..."

"Ne... Nado saranghae Kyu..."

PIP

.

"Hei apa dia sangat sibuk? Bahkan saat menelponkupun cuma sebentar... Huffh.."

.

Normal POV

.

Sungmin kembali membaringkan tubuhnya pelan pada kasur itu, ia begitu tak faham dengan perasaannya. Ia jatuh cinta dengan Kyuhyun saat tau betapa Kyuhyun menjaganya, betapa Kyuhyun serius dengan setiap tatapan matanya, betapa Kyuhyun lembut di setiap sentuhannya. Sungmin terlihat begitu bodoh, ia menggulingkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri diatas kasur, menutup wajahnya yang mulai memerah karena membayangkan sosok Kyuhyun yang begitu sempurna.

"Lee Sungmin sepertinya kau benar-benar gila, bahkan baru tadi aku sedih karena masalah Appa, sekarang aku seperti orang bodoh memikirkan namja monster itu.

.

.

"Eh..."

Sungmin bergegas bangun saat mendengar bunyi bel dari arah luar. Ia sedikit berlari menuju pintu utama.

CKLEK

.

DEG

DEG

.

Sungmin berdiri mematung melihat siapa yang datang, ia menelan ludahnya dengan susah payah. Yeoja yang ada di hadapannya memandang Sungmin dari atas hingga bawah. Sungmin begitu ragu yeoja yang ada di hadapannya ini berumur 40an, yeoja ini seperti berumur 20an. Ia begitu takut saat yeoja yang ada di hadapannya itu melepas kacamatanya, keringat dingin sudah bercucuran dari pelipis Sungmin.

.

"Lee Sungmin?"

"Ah ne... Eommonim.. Masuklah.." Sungmin menggeser tubuhnya dan membiarkan yeoja cantik ini memasuki apartemen anaknya sendiri "A..a..aku akan membuatkan sesuatu yang hangat.. Duduklah..!"

.

Sungmin merutuki dirinya sendiri karena tidak menginap di tempat Wookie. Ia menuju dapur untuk membuat dua gelas coklat hangat.

.

"Eommonim..." Sungmin membawa dua gelas coklat hangat dan memanggil Heechul yang tidak terlihat di sofa utama. Ia meletakkan dua gelas yang ia bawa di atas meja dan mencoba mencari Heechul.

Sungmin terperanjat kaget saat melihat Heechul yang sedang berbaring di tempat tidur di kamar Kyuhyun. Sungmin benar-benar merasa bodoh karena melupakan bahwa orang yang bertamu bahkan sang empunya apartemen. Ia ingin berbalik dengan pelan walau akhirnya kakinya terpelintir pelan karena gerakan yang dibuatnya terlalu cepat.

"Uhhh..." Sungmin mengaduh pelan berusaha meminimalkan suaranya agar tidak mengganggu nyonya besar Cho itu.

.

"Sungmin..." Nyonya Cho akhirnya bangun dari posisi berbaringnya, ia meletakkan tas, mantel dan kaca matanya di atas meja dekat bed Kyuhyun.

"Ah mianhe aku mengganggumu Eommonim..." entah kenapa Sungmin masih tidak bisa mengontrol kegugupannya saat berhadapan dengan yeoja paruh baya ini.

"Hmm..." Heechul hanya menjawabnya dengan deheman "Ah... Aku akan kedepan segera, kau duluanlah aku akan mengganti pakaianku sebentar... Bukankah bajumu di sini banyak Sungmin?"

DEG

DEG

"Ah... N..n..ne.. Ada di lemari pada sekat bagian kiri" Sungmin bisa merasakan dunianya serasa berhenti seketika. Ia sempat berfikir apa Kyuhyun bercerita banyak tentangnya.

"Mungkin aku akan menginap disini saja malam ini"

DEG

"Oh Tuhan... Apa lagi ini" Sungmin bergumam dalam hati dan menuju ruang tamu sambil meminum coklat hangatnya, berharap ada sedikit kehangatan yang menjalar pada tubuhnya yang sekarang begitu dingin .

.

Heechul POV

.

Manis sekali yeoja itu, sungguh yeoja bernama Lee Sungmin itu benar-benar hebat bisa membuat Kyuhyun jatuh hati. Menatap wanitapun dulu dia tidak berani, aku hampir tertawa semalaman saat aku menginterogasi Yesung dan bertanya apa rencana Kyuhyun untuk menjerat Sungmin. Aku fikir Kyuhyun tak akan berhasil karena dia yang terlalu dingin dan pemalu terhadap yeoja, ternyata fikiranku salah. Jelas Kyuhyun begitu tertarik, wajahnya seperti anak belasan tahun, kulitnya mulus dan kencang.

.

Aku mencoba melihat seluruh isi kamar Kyuhyun, tak ada yang berubah.. Hanya saja ada pernak pernik wanita yang terdapat dilemarinya. Aku fikir Kyuhyun begitu senang bisa tinggal bersama Yeoja itu, tapi aku bisa pastikan Kyuhyun belum menyentuh wanita itu sedikitpun.

.

"Haaaahhh... Dia terlalu dingiin dan pemalu, siapa yang menurunkan sifat itu padanya, pasti gen Hankyung menular padanya.." aku baru saja selesai berganti pakaian, rasanya baju piyama Sungmin sangat pas dibadanku.. Walaupun sedikit errrr pendek.

.

Aku melangkahkan kakiku ke ruang tamu, kulihat dia terlihat sangat gugup.. Kkkk sepertinya sedikit menggoda kelinci Kyuhyun ini seru juga

.

"Ehmmm..." aku berdehem dengan agak kerasa agar ia sadar akan kedatanganku.

"Eommonim..." Katanya dengan nada terkejut.. Kkkk sepertinya memang sangat menyenangkan menggodanya.

"Kau Lee Sungmin?"

"Ne... " dia terlihat tak berani menatapku... Aku duduk tepat di sampingnya, menyeruput coklat hangat bikinannya... Yah.. Ini enak, sepertinya dia lebih hebat dariku dari segi urusan rumah dan dapur

"Apa Kyuhyun merepotkanmu?" dia terlihat mengalihkan wajahnya kearahku dan menatap mataku dengan tatapan gugup, aku semakin tak tega jika harus menggodanya, wajahnya terlalu polos.. Aku tak akan bertanya macam-macam padanya, toh Donghae selalu menceritakan perkembangan Kyuhyun padaku.

"Aniya Eommonim..."

"Hey... Jangan memanggilku eommonim, panggil aku eomma saja ne Min..?"

"Eh.." kulihat dia mengangkat wajahnya dan memandang wajahku dengan tatapan bingung, aku hanya tersenyum melihat tingkahnya, bahkan wajahnya yang bingung pun terlihat begitu menggemaskan... Oh Tuhan.. Kyuhyun benar-benar tak salah pilih

"Ne... Eom..eomma...!" wajahnya terlihat berbinar walau berusaha menutupi malunya dengan semburat yang langsung memenuhi pipi bulatnya.

"Nah bagus... Begitu..."

"Sungmin ah..."

"Hmm.. Nde Eomma..."

"Apa Kyuhyun pernah menyentuhmu?" Entahlah, kenapa aku bertanya hal seperti ini padanya, Eh dia terlihat gugup.. Wajahnya membeku seketika, keringat dingin terlihat keluar dari pelipisnya...

"Ommmmo... Sungmin ah... Jangan-jangan kalian..."

"Eom.. Eomma..."

"Kyaaaa... Gomawo... Kau memang hebat, terima kasih telah menyembuhkan keanehan Kyuhyun ku..."

"Eh..." dia terlihat kaget dengan ucapanku

"Errr... Sungmin ah... Kau harus hati-hati, jangan pernah membangunkan sifat evil yang kuturunkan padanya... Kajjja... Kita pergi keluar saja, kita makan di luar... Bagaimana? Aku benar-benar bahagia malam ini, aku akan menceritakan semuanya pada Cho Hankyung... Kyaaaaa" aku tak segan berteriak dengan kencang dihadapan Sungmin, entahlah... Kulihat wajah Sungmin kembali pucat, aku tak peduli.. Aku menariknya ke dalam kamar, menyuruhnya ganti baju dan membawanya ke sebuah restoran favoritku. Aku merasa punya anak yeoja, kami bahkan sangat mirip... Cantik..!"

.

.

.

.

Normal POV

.

Seorang namja terlihat bingung melihat Handphonenya, ia melihat nomor yang tertera di Handphonenya.

"Huhh... Kyuhyun dan Sungmin memang pasangan yang aneh, siapa namanya aku lupa... Mmh... Hyukjae, Kyuhyun menyebutnya begitu.. Hyukki, Sungmin menyebutnya begitu... Huhh... Tapi sepertinya tak salahnya aku coba, aku tak mau di jodohkan oleh Nyonya Cho, dia pasti mencarikan aku yeoja aneh lagi... Sepertinya lebih baik aku katakan aku memang punya seorang yeojachingu" Donghae terlihat menggerutu di dalam mobilnya, ia masih di dalam perjalanan pulang menuju kediaman keluarga Cho setelah mengantarkan Heechul ke apartemen Kyuhyun.

.

Drrrt...

From : Nyonya Cho Heechul

"Donghae... Belikan bunga mawar sebentar, kau masih di jalan bukan? Letakkan di kamarku, bilang pada hankyung aku menginap di apartemen Kyuhyun, ganti juga bunga yang ada di ruang tamu, perintahkan itu pada Ahjumma...! Kau tolong belikan saja.. Ne Chagi? :)"

.

"Hufhh.." Donghae terlihat membuang nafas, ia memang terkadang sangat direpotkan oleh Nyonya esentriknya itu. Tapi bagaimanapun Donghae merasa kesal dengan Heechul ia tetap tak bisa marah, karena Heechul bahkan kadang lebih menyayanginya dibandingkan dengan Kyuhyun, ia telah menganggap Donghae dan Yesung seperti saudara untuk Kyuhyun

.

To : Nyonya Cho Heechul

"Ne..."

.

Donghae terlihat masih memegang Handphonenya, melihat nomor yang diberikan Sungmin dan menamainya "Hyukki". Ia terlihat memberhentikan mobilnya di depan toko bunga. Ia kembali menimbang-nimbang apakah harus menghubungi yeoja bernama Hyukki itu.

.

"Noona..."

DEG

Wajah Donghae terpaku melihat yeoja cantik si penjual bunga yang di hadapannya, Handphonenya masih ia tempelkan di telinganya karena akhirnya ia memberanikan diri untuk menghubungi yeoja yang disarankan Kyuhyun dan Sungmin.

"Mencari bunga apa tuan? Eh...?" Hyukki terlihat terhenti bertanya dengan Donghae dan berusaha mengambil Handphonya yang berdering di sakunya dan memberi jawaban, dahinya mengernyit karena nomor tanpa nama yang muncul dilayar Handphonenya.

"Aku mencari bunga mawar" Donghae lupa mematikan Hpnya, matanya masih terfokus pada wajah Hyukki, sementara tangannya belum beralih di samping telinganya yang memegang Hpnya.

"Eh..." Hyukki merasa sangat kaget saat suara yang muncul dari Hpnya persis dengan suara yang dikatakan namja yang ada di hadapannya yang terlihat mematung.

"Kau Hyukki?"

"Ne..."

Donghae terlihat tersenyum, dan berkata dalam hati "Tak kusangka Kyuhyun dan Sungmin begitu hebat memilihkan yeoja untukku"

.

.

.

"Sungmin ah... Ayo kita tidur" Heechul menepuk bantal yang ada di sebelahnya menyuruh Sungmin untuk tidur di sampingnya.

"Ne..." Sungminpun membaringkan tubuhnya di samping Heechul

"Apa kau ingin aku peluk Sungmin ah?"

"Eh... Jika kau tak keberatan Eomma..."

"Tentu saja..." Heechul tersenyum dan memeluk Sungmin erat, sebenarnya ia juga tau apa yang terjadi pada Sungmin, ia menyelidiki Sungmin saat Kyuhyun pertama kali terlihat menyukai Sungmin. Ia tahu benar bagaimana kehidupan Sungmin.

Ia elus surai kehitaman Sungmin hingga Sungmin benar-benar terlelap dengan wajah yang tersenyum.

"Hahhh... Pantas saja Kyuhyun menyukainya saat pandangan pertama, dia benar-benar cantik dan manis... Errrr aku bahkan kalah dengan yeoja ini.. Kkkkk..."

Hingga sebuah ide terlintas di otaknya, ia mengambil fotonya yang sedang memeluk Sungmin tertidur dan mengirimkannya ke e-mail Kyuhyun..

SEND

Yeoja paruh baya ini akhirnya mengeluarkan evil smirk andalannya

.

.

.

.

Drrttt...

1 email masuk

Kyuhyun mengucek matanya yang sudah sangat mengantuk, ia kelihatan sangat lelah setelah urusannya di Jepang selesai, ia akan membuka cabang baru di Jepang.. Karena itu ia sangat sibuk, bahkan untuk menelpon Sungminpun sangat susah. Ia membuka Hpnya dan dengan mata yang membulat ia berteriak

"Mwoo? Eommmmmaaaa... Apa yang kau lakukaaaaaaaaaaan"

.

TBC

.

Hufh mianhe kalo mengecewakan ya, pendek pula.. Chapter depan author janji bakal lebih panjang, ini gara-gara gigi author... Kyumin momentnya dikit pula, chapter depan dan depannya lagi hingga end akan full kyumin moment ko n NC.. Hahaha

Sakit gigi author udah sembuh, mianhe ga bisa buat banyak moment buat HaeHyuk dan YeWook.

Ternyata author ga jago kaya author lain yang bisa update FF selang seling, jadi FF YAOInya aku tunda dulu setelah FF ini selesai ya...

Makasih banget yang ngoreksi Min manggil Yesung dengan hyung di chap kemarin.. Maafin author yang eamng kurang teliti ya.. TYPO dimana-mana.. Mianhe..

Buat yang masih bingung ama cerita.. Hahaha maaf.. Inilah kemampuan author ya..

Di moment Kyumin yang akan datang juga masih ada pembongkaran rahasia yang bikin kalian masih sedikit bingung ama Kyu..

N welcome buat reader baru ya...

Thanks to^^

Erry Evilamingkyu, Silver Bullet 1412, KMS kyuminshiper, Kyuqiemin, fafa, nurwakhidah93, nannaa, Cho Kyuri Mappanyukki, cho han kyu 137, Cul Ah, yumiewooki, Lee vanhae, BiniCHO, KimMyongiNara, desi2121 (Gumawo ya.. Author kedokter gigi ko.. Kemarin udah pake bawang putih juga), Aey raa kms, dessykyumin, nandaLJ1307, 137Line, Raena, Sasya, Chokyunnie, Margareth Pumpkins, min190196, rearelf, Monnom, SazkiaSiwonestELF, audrey musaena, Jmjm, chiikyumin, bunyming, is0live89, hima sakusa-chan, yunteukwon, Haesan, Baby Kim, Vey900128, thiafumings, lia, coffeewie kyumin, leeminad, Kyurin Minnie, DadjoePranatha, Lee Aurin, Keys47, cho minyu, mevy chaan, HeeYeon, lovegood cherry, kyumin forever, ai chan, Liaa kyuminelf, Fennyfenny, Vhentea, dan ada 5 reader yang kebaca namanya di email author.. Kalian bisa protes kalo nama kalian ketinggalan..

Gumawo udah mau review.. Review kalian merupakan semangat yang paling besar untukku buat melanjutkan FF ini