Chapter 10

My Life Your Life

GS Kyumin

Pairing : My beloved couple Kyumin (Kyuhyun x Sungmin)

Cast : Member SJ

Rating : T to M

Warning : Don't bash my Pair.. Oke..

Summary : Sungmin yeoja yang periang mempunyai seorang eomma yang terbaring dirumah sakit karena penyakit yang menyerang saraf pada otaknya. Sungmin berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara hingga ia masuk perangkap seorang Cho Kyuhyun yang akhirnya menjadikannya pembantu dan pemuas nafsunya. Bagaimana cerita mereka berdua hingga hati mereka dipersatukan oleh sebuah kata yang tak pernah habis "cinta"

Chapter sebelumnya

.

Sementara itu seorang namja terlihat begitu marah saat seseorang yang menemuinya baru saja pergi

"Cho Kyuhyun... Beraninya kauuuu..."

"Sungmin hanya akan jadi milikku..."

.

Pleaseee... If You Dislike, Don't Read Ok..

.

Happy Reading^^

.

Sungmin POV

.

Kyuhyun memang terkadang berani untuk menyentuhku, tapi dia tidak berubah dia masih menghindar saat bertemu mata denganku disaat menghawatirkan(?). Aku menyukainya, sungguh menyukainya... Dia namja aneh, ia tidak akan berbuat macam-macam jika aku tidak menggodanya terlebih dahulu... Huffhh.. Pantas saja Eomma Chullie kadang menghubungiku dan menanyakan apakah Kyuhyun masih kaku denganku.

.

Waktu tidak terasa berlalu, 4 hari lagi perjanjian bodoh ini akan berakhir. Saat aku ke sebuah mall dengan Hyukki dan Wookie seminggu yang lalu aku bertemu seseorang yang kukenal, dia menggandeng seorang yeoja cantik. Kami bertemu, keringat dingin keluar dari pelipisnya.. Aku hanya tertawa melihat tingkahnya, dia memang terlihat masih muda.. Aku juga tak percaya saat dulu Kyuhyun mengatakannya pengacaranya.

Changmin.. Yah.. Kyuhyun mengatakannya seperti itu saat perjanjian kami dulu disepakati dengan wibawanya, bocah yang terlihat muda dan manis ini berpakaian casual tanpa jas yang ia pakai dulu.. Mengaitkan tangannya di pinggang yeoja cantik itu. Victoria, yeoja itu menyebut namanya saat aku menyapa Changmin.. Yeoja itu mengatakan mereka teman baik Kyuhyun... Victoria mengenalku, ia bilang Kyuhyun sering membicarakan aku pada mereka dan ia pernah melihat fotoku di handphone Kyuhyun. Satu lagi kebodohan Kyuhyun yang membuat aku terkikik geli, Hyukki dan Wookie hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat aku yang terlihat bodoh menyukai sifat Kyuhyun yang seperti ini.

Aku bingung, yah aku bingung.. Entah aku akan tinggal dimana setelah perjanjian ini berakhir, aku tak ingin merepotkan Wookie lagi. Setelah Eomma tidak ada uangku sudah lebih dari cukup untuk menyewa sebuah apartemen sederhana. Entahlah.. Aku masih ingin bersama Kyuhyun, menjadi errrr pembantunya... He.. Merapikan tempat tidurnya, membuatkan makanan untuknya, membersihkan apartemennya, mencuci semua pakaiannya dan emm tidur dalam pelukan hangatnya.. Semuanya terasa bagai candu untukku.

Tapi...

Entahlah, batas waktu perjanjian sudah hampir dekat, tapi Kyuhyun tak sedikitpun terlihat cemas. Dia memang pernah mengatakannya, dia akan menikahiku dan mengubah namaku menjadi Cho Sungmin... Tapi... Dia tidak pernah mengatakannya dengan resmi padaku..

"Ufffh..."

Aku hanya bisa menghela nafas jika mengingat itu, mungkin ia akan mengatakannya di tanggal batas waktu perjanjian itu. Hubunganku dengan Appa juga tidak ada kemajuan, aku masih belum berani menemuinya.. Lagipula dia juga salah, kenapa tidak memberi tahuku kenyataan sebenarnya dari dulu.

Kyuhyun juga pernah berkata, harusnya aku menemui Appa! Menyelesaikan kesalahfahaman yang ada dan hidup akur dengan keluarga barunya.

"Jika kau butuh teman menemui Appamu aku akan menemanimu Min... Bukankah dia juga akan menjadi Appaku?"

Aku masih ingat perkataan Kyuhyun itu, mungkin besok sebaiknya aku memang menemui Appa.

.

.

Normal POV

.

"Min... Kenapa melamun?"

"Eh..." Sungmin menatap Wookie yang menatapnya dengan penuh tanda tanya dari arah meja kerjanya yang berseberangan dengan meja Sungmin

"Pekerjaanmu sudah selesai?"

"Ne..." Kata Sungmin sambil tersenyum pada Wookie yang terlihat bahagia hari ini

"Min kau tau malaikat pelindungmu Kin Jungmo resign dari perusahaan"

"Benarkah...? Hmmmm.." Sungmin terlihat sedikit berfikir dan menganggukan kepalanya dengan pelan

"Min taukah kau? Hyukki sekarang sudah punya namjachingu, ternyata dia Donghae.. Teman Yesung Oppa dan Kyuhyun Min... Dia sangat tampan Min.. Mereka terlihat sangat serasi, Hyukki yang tidak bisa diam itu akhirnya mendapatkan pasangan yang sangat mirip dengannya... Kkkkk" Wookie bercerita dengan sangat antusias tanpa menghiraukan Sungmin yang sedang menatapnya jengah

"Aku tau... Hyukki bahkan selalu menghubungiku tiap malam saat ingin tidur hanya untuk bercerita namjachingu barunya itu, aku bahkan sampai kewalahan Wookie..." Sungmin terlihat menghela nafasnya pelan hingga ia melihat Kyuhyun yang berjalan menghampirinya.

.

Kyuhyun tak pernah berubah, ia masih dingin pada setiap orang termasuk pada Sungmin jika tidak berada di apartemennya. Pembawaannya yang calm, wajah tampan yang dingin, senyum tipis dari bibir tebal itu adalah ciri khas Kyuhyun yang sangat terkenal di kalangan karyawan dan rekan kerjanya. Semua karyawan juga mengetahuinya, bos mereka sedang menjalin hubungan dengan seorang yeoja cantik dan manis yang juga karyawan yang sangat telaten dan banyak di sukai namja di perusahaan mereka maupun perusahaan lain.

.

"Min..." Kyuhyun berhenti di depan meja Sungmin dan menatap wajah Sungmin yang masih duduk manis di kursi kerjanya. Sungmin mendongakkan kepalanya dan tersenyum memandang wajah tampan namja yang sedang tersenyum hangat padanya.

"Ne Kyu..."

Kyuhyun meletakkan kedua tangannya sebagai tumpuan di meja Sungmin hingga tubuhnya sedikit menunduk agar Sungmin tidak terlalu mendongak menatapnya.

"Aku mungkin akan lembur, kau pulanglah duluan.. Kau terlihat lelah.."

DEG

Entah kenapa Sungmin masih merasakan perasaan ini, jantungnya masih berdetak dengan kencang saat melihat wajah namja tampan yang ada dihadapannya ini sedang menyunggingkan sebuah senyuman tulus penuh cinta. Walau selalu berada di dekat Kyuhyun, perasaan berdebar seperti ini masih saja menghinggapi perasaannya. Siapa yang tidak luluh melihat pesona Kyuhyun yang begitu sempurna bagi siapa saja yang melihatnya.

"Ahh.. Ne... Apa perlu aku temani?" kata Sungmin lembut

"Tidak perlu.. Belakangan ini aku lihat kau terlihat pucat dan mudah lelah, jadi istirahat saja di apartemen" Senyum hangat dan menyejukkan itu kembali menghias bibir Kyuhyun, senyuman langka yang hanya diberikannya pada Sungmin. Selebihnya ia hanya kebanyakan memberi orang dengan senyuman evilnya.

"Ne.. Kyu, belakangan ini memang aku mudah lelah" Sungmin bersuara dengan nada yang sedikit keras karena ia benar-benar lelah akhir ini "Pekerjaan kantor yang banyak akhir-akhir ini membuatku sedikit pusing juga... Tapi sudah biasa Kyu..." Kata Sungmin tersenyum lembut menatap mata indah yang ada dihadapannya.

.

"Omooooo... Jangan-jangan kau hamil Min..." Wookie yang memang menguping pembicaraan Kyuhyun dan Sungmin bersuara dengan polosnya tanpa menyadari perubahan wajah Kyuhyun dan Sungmin yang berubah merah.

DEG

DEG

Mata Kyuhyun dan Sungmin seketika membulat, mata mereka bertemu dan saling menatap kaku namun tersirat sebuah harapan di pancaran mata indah mereka. Kyuhyun menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal, Sungminpun terlihat memutus tatapan mereka dengan cepat.

"Wookie diamlah..!" Kata Sungmin dengan nada pelan... Yah tentu saja mereka malu karena Wookie mengatakan itu bukan karena tanpa alasan, Wookie sudah 2 kali melihat tanda aneh di leher Sungmin dan dengan pasti Sungmin selalu mengelak semua dugaan Wookie.

"Ne... Kau juga jangan terlalu kelelahan dan jangan pulang terlalu malam Kyu.. Aku akan pulang duluan..." Sungmin mengusap pelan punggung tangan Kyuhyun yang masih bertumpu pada meja kerjanya dan menatapnya penuh penekanan seakan bicara cepatlah kembali ke ruanganmu sebelum yeoja kecil itu berkata macam-macam lagi.

"Hmm... Arraseo..." Kyuhyun berkata sambil tersenyum dan mengelus pelan rambut indah Sungmin.

.

.

.

Ddrrtt...

"Yeobseyo..."

"Miiiiin... Apa kau di apartemen Kyuhyun? Miin..." Terdengar suara Wookie dan Hyukki yang ribut dari seberang telpon

"Ne... Ada apa?" Kata Sungmin yang baru selesai mandi dan mengeringkan rambut panjang sedadanya yang basah.

"Kami akan menjemputmu ne? Kita nonton bersama, ada film bagus... Aku sudah mencoba mengajak Donghae tapi dia bilang dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya kali ini, sepertinya dia takut dengan Kyuhyun Min...Huhh.."

"Yesung Oppa juga sudah kuajak, tapi dia juga menolakku.. Katanya dia harus lembur dengan Kyuhyun di kantor... Aku sedang bosan Min, temanilah kami..."

.

Sungmin sedikit berfikir, ia memang jarang menghabiskan waktu bersama dengan temannya lagi semenjak tinggal bersama Kyuhyun red pembantu Kyuhyun. Tapi ia sudah berjanji untuk istirahat pada Kyuhyun, tubuhnya memang mudah lelah akhir-akhir ini. Tapi rasanya Sungmin tidak tega menolak permintaan dua sahabat baiknya yang sedang merengek ini.

.

"Ne... Baiklah... Aku akan segera bersiap, apa kalian sudah dijalan?"

"Mungkin sekitar 15 menit lagi kami sampai Min" Kata hyukki dengan begitu semangat

"Ne... Eh tunggu apa kalian tau apartemen Kyuhyun?"

"Tenang, Yesung Oppa pernah memberitahuku Min..."

PIP

.

.

Sungmin sudah siap dengan dress selutut berwarna biru muda dan kalung panjang yang menjuntai manis di lehernya. Rambut panjangnya yang sedikit di blow di bagian ujungnya membuat kesan feminin dan cantik semakin menguar dari wajahnya. Lipstik merah muda yang tipis, dan riasan yang minimalis membuat kesan betapa manisnya Sungmin saat ini. Sejak 5 menit yang lalu dia sudah rapi dan menunggu Hyukki dan Wookie di kursi tamu Kyuhyun sambil memainkan Handphonenya.

.

Ia terlihat kaget mendengar bel yang berbunyi dan segera menuju pintu utama dengan tergesa hingga membawa tasnya yang belum tertutup rapat.

CKLEK

"Tumben kalian datang leb... Euuupppphhh..."

Tring tring tring Pluk... Hanya terdengar beberapa alat kosmetik Sungmin yang jatuh dari tas yang ada di tangannnya saat sebuah sapu tangan yang berbau obat bius menyengat masuk kedalam indera penciumannya.

Ia belum sepenuhnya tidak sadar saat mendengar orang yang tidak dikenalnya ini berbicara melalui alat yang di selipkan sedemikian rupa di dekat bibirnya yang terhubung dengan telinganya berkata "Aku akan membawanya ke Hongik..! Ne baik Jungmo..!" Sungmin disandarkan ditembok apartemennya dan dengan sedikit kesadarannya mengambil lipstik yang ada di dalam tasnya dan menggoreskannya pada dinding depan di samping pintu dengan lemah dan tergesa " .J" hingga kesadarannya benar-benar hilang.

Pluk

.

.

DEG

"Lee Sungmin, apa kau baik-baik saja...?" Kyuhyun memegang dadanya dan memukulnya dengan sedikit kencang "Apa dia sudah pulang ke apartemen?"

Drrrt...

"Donghae ah... Kau dimana?"

"Aku sedang menemani Nyonya Cho.."

"Sungmin dimana?"

"Dia sudah pulang ke apartemenmu Kyu..! Aku sedang sibuk.. Sebentar lagi akan selesai, kita sambung nanti!"

PIP

.

.

DEG

"Lee Sungmin..." Fikiran Kangin saat ini menguap entah kemana, bayangan wajah Sungmin yang sedang ketakutan membuat pergerakan tangannya terhenti seketika dari pekerjaannya.

Drrrrt

"Bos... Dia bertindak...!"

PIP

"Shindong...! Siapkan aku mobil... Kita akan segera pergi" Kangin melepas jasnya dan keluar dari ruangan kerjanya. Ia memang sosok bos perusahaan yang jarang ke kantor, dia hanya berdiam di rumah dan terus berada di depan komputernya untuk memantau dan mengerjakan urusan perusahaannya yang begitu banyak.

"Taeyeon...! Ambilkan jaketku..!" Katanya berteriak dengan kencang hingga muncullah yeoja paruh baya cantik dengan tergesa dari kamar dengan satu buah jaket hitam yang ada ditangannya.

"Ye..yeobo.. Kau mau kemana?" Kata Taeyeon dengan gugup sambil memakaikan jaket pada Kangin yang terlihat juga tergesa-gesa

"Jangan mengikutiku...! Ingat itu! Kau di rumah dan jangan ceroboh lagi..!" Kangin berkata dengan nada yang penuh penekanan dan wajah yang serius tanda ucapannya tak bisa di bantah dan hal mutlak yang harus dituruti. Ia hanya bisa melihat wajah Taeyeon yang mengangguk, entah apa yang dirasakan Kangin.. Mata Taeyeon yang begitu menghawatirkannya mengingatkannya pada sosok malaikat yang selalu memenuhi otaknya.

CUP

Mata Taeyeon terbelalak seketika saat sebuah kecupan ringan mendarat di pelipisnya. Kangin bergegas pergi ditemani Shindong dan beberapa anak buahnya hingga deru mobil yang terdengar pertanda mereka sudah pergi.

Taeyeon menyentuh pelipisnya dan menangis seketika, ia memegang dadanya yang berdetak dengan cepat, berdenyut ngilu bukan karena sakit, tapi meronta seakan begitu merindukan sentuhan dari sosok yang baru saja pergi hingga ia hanya bisa bergumam "Jung Soo ah.. Dia sangat menyayangimu eonni... Gomawoo.. Gomawooo.. Kau tak perlu khawatir, dia bahkan hanya mau menyentuhku saat jantungmu telah berdetak di tubuhku" katanya sambil mengelus bagian dadanya.

.

Kangin menatap pintu rumahnya saat pergi dari rumah itu dan berkata dalam hati "Entah apa yang kalian berdua lakukan padaku.. Jung Soo ah.. semenjak kau pergi aku serasa melihat dirimu di dalam diri Taeyeon"

.

.

.

"Sungmin memang sangat beruntung Hyuk... Kyuhyun sangat mencintainya... Orang lain mungkin bisa ditipu oleh Kyuhyun, tapi kita tidak akan... Hahaha.."

"Apartemen ini kelihatan sangat mahal... Beruntung sekali dia bisa mendapatkan Kyuhyun" kata Hyukki yang terlihat kesusahan karena heels yang dipakainya terlalu tinggi.

"Tidak juga.. Kurasa kita beruntung tidak punya kekasih monster seperti Sungmin"

"Hahahaha..." Tawa keduanya pecah kembali hingga pintu depan apartemen Kyuhyun

"Eh...!"

"Kenapa Wookie..?"

"Ini seperti lipstik Sungmin" Wookie berjongkok dan mengambil lipstik itu sementara Hyukki menekan bel beberapa kali karena Sungmin juga tak membuka pintunya.

"Hei.. Bukankah kita sudah membuat janji dengannya, kenapa dia begitu lambat... Bukankah aku yang suka lambat, dan dia yang selalu tepat waktu bahkan leebih dulu dari waktu..." kata Hyukki berusaha mengambil Handphonenya setelah beberapa kali menekan bel bahkan berteriak memanggil Sungmin.

"Hyukki... Entah kenapa aku jadi takut, apa sebaiknya kita hubungi Kyuhyun..."

"Haisshh... Kau ini kekanakan sekali, tunggu.. Aku akan menghubunggi Sungmin dulu"

"Bagaimana...?" Kata Wookie setelah melihat Hyukki yang terlihat gusar beberapa kali dengan Handphonenya

"Handphonenya mati Wookie... Dia kemana.. Apa dia pergi?"

"Hyuk.. Aku benar-benar takut...!"

"Baiklah, kita beritahu Kyuhyun!"

.

.

.

Ddrrtt...

Kyuhyun mengangkat Handphonenya yang bergetar di atas meja kerjanya.

"Yeobseyo..." Kyuhyun melihat id pemanggil pada layar Hpnya dan terlihat nama Wookie dari Handphone berwarna hitam itu "Ne...ada apa Wookie..." Yesung mengalihkan wajahnya pada Kyuhyun, ia memang sedang di ruangan Kyuhyun untuk menemani Kyuhyun lembur.

"..."

"Sungmin? Dia tidak bersamaku, dia ada di apartemen" Kyuhyun mulai menatap Yesung dengan wajah cemas, entahlah.. Ia merasa khawatir saat ini dan tak punya alasan kenapa ia bisa begitu khawatir.

"..."

"MWO..?" Jantung Kyuhyun serasa berhenti berdetak, ia mengepalkan tangannya kuat dan mematikan Handphonenya "Hyung... Kita ke apartemenku sekarang..!" Yesung hanya mengikuti perkataan Kyuhyun tanpa berani menanyakan apa yang terjadi. Wajahnya yang merah, urat yang kelihatan di pelipis kanannya menandakan betapa Kyuhyun sedang marah saat ini.

.

.

Yesung terlihat kaget saat melihat Wookie dan Hyukki berada di depan apartemen Kyuhyun dengan wajah ketakutan.

"Apa benar kalian sudah membuat janji dengannya?" kata Kyuhyun masih dengan wajah yang mengeras dan memerah.

"Ne.. Kyu" kata Wookie dan berjalan bersama Hyukki di belakang Kyuhyun untuk masuk kedalam apartemennya, saat sebelah kaki Kyuhyun menginjak masuk ke dalam ia menghentikan kakinya hingga membuat Hyukki juga menghentikan kakinya, mengikuti arah tatapan Kyuhyun yaitu kebawah.

Betapa kagetnya Kyuhyun, Yesung, Wookie dan Hyukki melihat bedak, cincin, dan beberapa alat make up yang bisa dipastikan milik Sungmin berceceran di bawah.

"Eh.. Aku juga menemukan lipstik di depan" kata Wookie dengan polosnya

Kyuhyun menoleh pada Wookie dan menatap lipstik itu dengan seksama "Dengan tutup yang sudah terbuka?" Tanya Kyuhyun

"Ne.."

Tanpa menghiraukan Yesung yang memanggilnya, Kyuhyun melihat ke dinding luar dan melihat hangul yang tercetak dengan lipstik tipis. Ia pergi tanpa memberi penjelasan sedikitpun pada Yesung yang sedari tadi berteriak memanggilnya.

.

.

Sepeninggal Kyuhyun, Yesung melihat ke arah tembok dimana Wookie mendapatkan lipstik Sungmin. Dengan sedikit kebingungan Yesung mengeja kata itu seraya terus berfikir.

PIP

"Donghae ah... Aku membutuhkanmu..."

"Ada apa Hyung...?"

"Ke apartemen Kyuhyun sekarang, dia selalu begitu.. Tak pernah ingin merepotkan orang lain, namun selalu gegabah mengambil keputusan.."

"Kau bicara apa hyung?"

"Haiiisssh..." Yesung sedikit mengacak rambutnya mendengar respon Donghae yang dingin padanya "Jangan banyak tanya, dan cepat ke sini...!"

"Ne...!"

PIP

.

.

.

Sementara itu di sebuah apartemen bernama Hongik

.

Sungmin POV

.

"Eungh..."

Aku membuka mataku, berusaha menyamankan mataku dengan cahaya yang sangat terang di ruangan ini. Tanganku terikat kebelakang, aku terbaring dengan gaya menyamping di tempat tidur yang cukup besar.. Aku yakin ini apartemen Hongik yang dibicarakan orang yang membiusku barusan. Yah aku pernah kesini, aku ingat... Saat aku menemani Hyukki pada seorang temannya yang bernama Junsu. Dia tinggal di apartemen Hongik, aku yakin Hongik yang dibicarakan orang yang menangkapku ini adalah sebuah apartemen.

Mulutku tertutup dengan sebuah sapu tangan berwarna merah muda yang terikat hingga belakang kepalaku. Aku rasa aku tidak salah dengar, orang itu menyebut nama Jungmo.. Apa Jungmo yang menyuruh orang itu menangkapku? Hei apa alasannya.. Bukankah Jungmo anak buah Appa? Mengapa dia melakukan ini padaku? Apa Appa yang menyuruhnya? Aku tak yakin Appa melakukan hal ini padaku.

.

"Kyuu..." Entah hanya namanya yang bisa aku sebut saat ini, aku sangat takut.. Aku tidak bisa menggerakkan tanganku, kakiku juga terikat dengan kuat.. Hei apa yang akan dilakukan orang itu padaku.

.

CKLEK

"Sungmin ah..."

DEG

Aku melihat Jungmo yang masuk ke dalam kamar dengan senyum yang tak bisa kuartikan, kurasa sedikit menakutkan. Dia membawa kentang goreng yang terlihat lezat, ah aku baru sadar.. Dia memang selalu mengetahui apa yang aku suka dan tak aku suka karena dia selalu saja berada di sekelilingku entah sejak kapan.

"Kau lapar? Ahhh... Aku lupa, mulutmu masih tertutup...!" Ia mendekatiku, mengangkat sedikit tubuhku agar terduduk dan melepaskan ikatan di mulutku tanpa melepas ikatan di tangan dan kakiku.

"Aku membawakan kau kentang goreng dan jus strawberry kesukaanmu, bukankah ini yang sering kau makan saat di kantin kantor Sungmin ah..." Entah mengapa aku begitu takut saat melihat senyumnya itu, senyum yang menakutkan, bukan senyum hangat yang biasa aku lihat yang keluar dari bibirnya.

Aku masih diam dan berusaha menatap wajah Jungmo dan berusaha membaca apa yang ada difikirannya.

"Hei... Dari tadi kau tak bicara? Apa kau takut?" Ia membelai rambutku dengan pelan dan mendekatkan wajahnya ketelingaku "Tidak usah takut Sungmin ah..." Sungguh demi apapun yang ada di dunia ini, seluruh tubuhku bergetar ketakutan saat ia menghembuskan nafas di sekitar leherku. Aku tak pernah mengalami ketakutan seperti ini, aku merasa akan terjadi hal buruk yang menimpaku.

"Jungmo...! Apa yang kau lakukan padaku? Menculikku?" Kataku sinis walau dengan nada yang bergetar dan lagi berusaha menangkap fikirannya dari ekspresi wajah.

"Hehe... Kau tau? aku menyayangimu, aku mencintaimu Min... Aku bahkan selalu melindungimu bukan? Mana mungkin aku menculikmu..."

DEG

Aku merasa Jungmo yang ada di hadapanku bukan Jungmo yang aku kenal, yang biasanya selalu tersenyum hangat, ramah, dan tulus.

"Min... Jangan memasang wajah serius seperti itu.. Apa ada yang ingin kau katakan?" dia tak beranjak dari sampingku, mengelus wajahku dengan pelan, tidak..!Bukan pelan tapi mengerikan dan menakutkan.

"Jungmo.. Ap..apa.. Yang kau inginkan?" Kataku dengan terbata sambil memalingkan wajahku agar ia berhenti menyentuh wajahku

"Aku ingin dirimu..! Aku sudah bekerja sangat lama untuk ayahmu, mengikutimu, menjagamu, menolongmu, hei bahkan bukankah Wookie menyebutku malaikat pelindungmu..? Ayahmu memecatku Min... Dia marah saat tau aku membohonginya, memanfaatkannya untuk membunuh Cho brengsek itu...!"

DEG

Suaranya berubah menjadi agak bergetar, seperti menahan amarah yang akan meletup letup dari dalam otaknya

"Kau tau.. Menjagamu begitu lama atas perintah orang tua yang menyedihkan seperti ayahmu awalnya aku fikir membosankan. Menjaga seorang yeoja dan mengirinya kemanapun, itu sangat membosankan bukan? Tapi aku salah.. Aku malah menyukainya, menyukai pekerjaanku karena orang yang aku jaga adalah kau Sungmin ah..." Jarinya yang panjang itu kini bergerak lambat mengusap dahiku, hidungku hingga bibirku. Sungguh aku hanya bisa diam, aku begitu takut padanya kali ini. Dadaku bergejolak bukan karena gugup tapi seperti amarah yang akan meledak.

.

"Lepaskan...! Lepaskan aku..." aku berusaha meronta saat ia mulai menggerakkan jarinya yang ada dibibirku mulai turun ke leher dan menuju dadaku "Lepaskan aku...! "Apa yang kau mau hah...!" Bentakku kasar padanya dan berusaha menggeser tubuhku menjauhinya hingga tangannya mencengkeram kedua bahuku berusaha menghentikanku yang mulai kalap.

"Jangan melawan dan jangan bertindak bodoh! Aku masih berbaik hati untuk memperlakukanmu dengan lembut. Jangan sampai aku berbuat kasar padamu Min...!"

Hiks...

Tangisku pecah walau dengan nada pelan, air mataku jatuh dengan sendirinya. Aku begitu ketakutan saat melihat matanya yang seperti menyala merah dan siap menerkamku kapan saja. Ia longgarkan cengkraman tangan berototnya pada bahuku dan dengan wajah yang menakutkan itu ia terus saja berceloteh hingga membuatku semakin ketakutan.

"Jangan menangis sayang..." kali ini ia mengusap air mataku yang jatuh dengan ibu jarinya "Ada aku... Bukankah sekarang kita hanya berdua, kau hanya milikku.. Bukan milik Cho bodoh itu.. Aku sudah lama menyembunyikan perasaanku padamu, kau saja yang tak peduli padaku... Bukankah aku selalu ada untukmu Min?"

"Jungmo... Kumohon, kau salah... Bukan seperti ini caranya... Aku mencintai Kyuhyun dan kumohon lepaskan aku... Jangan melakukan hal bodoh yang akan membuatmu menyesal kemudian... Sungguh aku merasa senang bisa berteman denganmu, jangan membuat perasaanku berubah untuk membencimu... Hiks... Karena itu.. Ku..kumohon.. Le..lepaskan aku Jungmo ah..."

.

"Cuih...! Tidak...! Kau harus tau kau hanya milikku, bukan milik orang lain..! Dan takkan ada yang bisa memilikimu selain aku, walaupun kau harus terikat selamanya seperti ini dihadapanku, dan bukan Cho Kyuhyun..!"

"Hiks... Jungmo ah.. Lepaskan aku.. Kumohon... Hiks"

Dia seperti begitu marah saat aku mulai berani banyak bicara dan mulai mendekatiku dengan jarak yang begitu dekat...

"Diam...!" jarinya kembali mengusap bibirku dengan seduktif "Diam kataku...!" wajahnya berubah memerah karena marah "Kau tau.. Kau sangat cantik Min... Melihatmu begini saja aku benar-benar sudah tergoda Min..."

"Lepaskan aku...!" Kini aku berteriak dengan kuat.

Ia terlihat begitu marah dan dengan gerakan cepat ia menarik tengkukku, berusaha meraih bibirku namun dengan sekuat tenaga yang tersisa aku palingkan wajahku hingga bibirnya menyentuh pipi kananku.

"Jangan melawan Min, kau akan menyesal jika tau akibatnya"

"Lepaaaaaas...!" aku mulai berontak saat ia kembali ingin meraih wajahku. Dia lelaki dan aku ingat itu, dia sangat kuat hingga aku hanya bisa mengeerakkan tubuh bagian atasku untuk melawannya. Aku merasakan tubuhku terbaring dan terhempas dengan kuat di tempat tidur ini setelah sebuah tamparan keras kudapatkan di pipiku.

"Sudah kukatakan jangan melawan Min...!"

Dengan tangan terikat kebelakang, kaki yang terikat kuat di kaki bawah dan pahaku membuat aku tak bisa melakukan hal banyak untuk melawannya. Posisi seperti ini sungguh membuatku tidak nyaman. Aku merasa aku ingin mati saja saat ia mulai menindih tubuhku. Tubuhku bergetar dengan hebat, air mataku jatuh dengan deras, kepalaku pusing dan dengan wajah memerah karena begitu ketakutan aku hanya bisa bergumam dalam hati.

Eomma.. Aku takut...! Kyun ah... Dimana kau? Tolong aku...! Appa... Bisakah kali ini kau datang membantuku...?

.

.

Normal POV

"Hyung cepat...!"

Dua orang namja terlihat begitu cemas dari dalam mobil yang mereka kendarai.

"Apa kau yakin dengan analisismu itu Hae ah..?"

"Jangan banyak bicara, cepat... A itu adalah Apartemen, Hongik itu adalah nama salah satu apartemen yang cukup terkenal di Seoul ini karena fasilitasnya yang bagus namun harganya yang cukup terjangkau, J itu Jungmo. Bukankah sudah kukatakan, beberapa hari ini aku mencurigai Jungmo karena dia menghilang dan ada beberapa orang aneh yang mengikuti Kyuhyun dan Sungmin saat pulang ke apartemen. Apartemen Kyuhyun mempunyai keamanan yang sangat bagus, oleh karena itu mereka butuh waktu untuk bisa masuk ke apartemen Kyuhyun. Baju OB yang kita temukan di tempat sampah dekat lift mungkin adalah alat penyamaran mereka. Apa kau sudah faham? Mengapa kau begitu lelet Hyung? Cepat lebih cepat...! Kita bisa dihukum Kyuhyun seperti tidak di perbolehkan bertemu dengan yeojachingu kita jika terjadi sesuatu pada Sungmin" ucap Donghae panjang lebar

"Kau tau begitu banyak... Kenapa tak menceritakannya pada Kyuhyun?"

"Aku sudah menceritakannya.. Salah dia sendiri tidak mengizinkanku menjaga Sungmin jika dia sudah berada di apartemen, dia bilang dia tidak ingin Sungmin merasa terganggu!"

Yesung hanya menjawab ucapan Donghae dengan wajah mengeras dan menginjak pedal gas dengan kencang.

.

Drrrrttt

"Yeobseyo..."

"Chagiya... Kami benar-benar takut..."

"Tenanglah Hyukki, aku akan segera mengabarimu jika kami bertemu Sungmin ne?"

"Ne... Hati-hati...!"

"Ne..."

PIP

.

.

.

.

"Sungmin ah... Sungguh kau sangat cantik"

CUP

Sebuah ciuman lembut mendarat di dahi Sungmin

Hiks

"Kumohon Jungmo... Lepaskan aku..hiks.."

Jungmo terlihat tak menghiraukan ucapan Sungmin yang terdengar sangat bergetar, ia membelai wajah yang ketakutan itu dengan seduktif dari dahi, mata, hidung, pipi, dagu dan berputar-putar mengelilingi tepi bibir Sungmin.

"Aku sangat yakin bibirmu sangat manis Min..kkk..."

Jungmo mulai memainkan jarinya di leher Sungmin dengan gaya seduktif

DEG

Wajahnya terlihat mengeras saat melihat ada beberapa tanda kemerahan di leher Sungmin dan dengan nada sedikit berteriak ia berkata

"Huhh...! Apa kau senang bersama Cho Kyuhyun itu hingga ada banyak tanda di lehermu Huh..! Apa baiknya dia? Lihat... saat kau seperti ini saja dia tidak bisa melindungimu bukan? Hanya aku yang pantas berada disisimu..!" Jungmo begitu kalap saat melihat tanda kepemilikan yang diyakininya adalah milik Kyuhyun pada leher Sungmin.

DEG

Wajah Sungmin semakin mengeras saat ia ia kembali teringat Kyuhyun, ia merasa begitu kotor saat ini. Entah sebentar lagi mungkin Jungmo akan menyakitinya. Ia masih ingat malam tadi bagaimana tanda itu bisa ada di lehernya, menggoda Kyuhyun untuk mau makan sayur adalah kesalahan besar untuknya hingga terbentuklah tanda merah itu di lehernya. Ia masih ingat bagaimana Kyuhyun terus menahan diri agar hanya bisa memberikan tanda itu tanpa melakukan hal di jalur batas lagi bersamanya.

.

Jungmo kembali mendekatkan wajahnya pada Sungmin, walau akhirnya kembali dia hanya bisa mendaratkan bibirnya di pipi mulus Sungmin. Tangannya yang berada disisi kepala Sungmin ia lepas hingga tubuhnya benra-benar mendempet dengan Sungmin.

"Lepaaaaaasssssssssssssss..."

"Kubilang lepaassssss..."

Tubuh Sungmin meronta dengan keras, ia gerakkan tubuhnya sebisanya berusaha menjauhkan Jungmo dari atas tubuhnya.

PLAK

"Diam...! Lihatlah...!" Jungmo mulai melepas baju yang ia kenakan dan membuka zipper celananya dengan tergesa, sementara Sungmin hanya bisa menangis saat tangan Jungmo berusaha menahan tubuhnya agar tidak bisa melakukan sebuah gerakan sedikitpun sambil menindih tubuhnya dengan kuat

"Lihatlah...! Aku atau Cho Kyuhyun yang bisa memuaskanmu?"

SREET

Dirobeknya baju Sungmin bagian atas hingga memperlihatkan betapa mulusnya kulit Sungmin, betapa menggairahkannya kulit itu bagi siapa saja yang menatapnya.

"Sekarang kau lihat dan rasakan siapa yang bisa memberi kepuasan lebih bagi tubuhmu!"

Ia menahan tubuh Sungmin dan berusaha menarik tengkuk Sungmin walau Sungmin terus meronta hingga

.

.

BRAKKK...!

"KIM JUNGMOOOO...! HENTIKAN! BEDEBAH...!"

.

TBC

Huwwa mianhe kalau mengecewakan ama pendek pula, author udah berusaha semaksimal mungkin ko...

Gumawo buat yang udah mau review ya... Eh welcome juga buat reader baru yang udah review, bahkan ada yang baik banget mau ngoment dari part awal... *peluuuuuuk

Yang protes karena konfliknya sedikit mianhe ya, author ga suka terlalu nyiksa Kyumin... Kkkk.. Trus ada juga yang ga pengen nambah konflik lagi... Hehehe.. Tuh kan authornya jadi bingung... Kkkk.. Poko nya dinikmati aja n gomawo buat yang mau review ya.. Buat yang udah baca juga^^

Oh iya aku baru nyadar, kalo banyak yg request NC tiap ngereview.. Tapi pas chap NC reviewnya malah sedikit, jadi aku simpulkan... Kyaaa reviewersnya pada malu-malu kalo baca NC... Hihihi.. Ato NCnya emang kurang hot #author gagal bikin NC

Maklumin yaaaaah... Sampai jumpa di chap selanjutnya.. Aku sayang kalian...

Thanks to^^

reaRelf, nannaa, jmjm, Cho Kyuri Mappanyukki, Ragil P, kyumin forever, hima saku chan, Cul Ah, dessykyumin, thiafumings, KMS kyuminshiper, Liasungmin, SazkiaSiwonestELF, Lee Aurin, min190196, lia, liaa kyuminelf, Zhang Ary, Rochan, Aieckha, horsiwon, kyuqiemin, Monnom, Lee vanhae, 137line, mayasiwonest everlastingfriends, yunteukwon, desi2121, Aey raa kms, Erry avilamingkyu, sha, cho han kyu 137, clouds54, is0live89, audrey musaena, Silver Bullet 1412, Minniecintalia, Margareth Pumpkins, sasya, DANHOBAKMING, Iam ELF and JOYer, cha, chanmoody, yumiewooki, Kyurin Minnie, kim kyuna, kyuminnnnnn, cherrizka980826, Fariny, viyaditya, Heeyeon, Chizawa, kyuri kim, nandaLJ137 dan ada beberapa reviewers yang ga namanya ga kebaca di email author. Kalo ada yang kelewat mianhe ya... Kalian bisa protes di chap depan..

Sekali lagi terima kasih udah mau review, karena review kalian adalah penyemangatku untuk melanjutkan part terakhir di chapter depan... Kyaaaaaaa...