Haunted School

By:Hikary_Cresenti_Ravenia

Disclaimer : Bleach punya Tite Kubo

Rated :T

Warning :OOC,Gajeness,Mistypo,alur beantakan,Bad EYD

Enjoy My Fic


Ichigo Pov`s

Suasana duka menyelimuti kami saat ini. Ya,kami. Aku dan Shuuhei telah kehilangan 2 sahabat kami, Renji dan Kaien. Tapi bukan hanya kami, Rukia juga. Ia harus kehilangan sahabatnya Arisawa Tatsuki, dengan kematian yang sangat sadist dan tragis. Aku mengerti,pasti sangat berat melihat sahabat harus meninggal di depan kita,tanpa dapat berbuat sesuatu. Ku lihat Rukia, dia masih menangis terisak, dia sangat terlihat shock atas kejadian ini. Dan juga karena kejadian ini kami diliburkan dari sekolah.

"Ichi.. "panggil Shuuhei

"Apa Shu?" tanyaku

"Kita, maksudku kita harus menyelesaikan ini semua. Sudah cukup kematian tragis di tempat ini. Aku.. aku hanya tidak ingin jika hal ini harus terulang lagi! Jadi.. "kata Shuuhei

"Aku mengerti Shu,tapi bagaimana caranya?" Tanyaku

Dia terdiam, ya ini pertama kalinya ia kehilangan akal seperti ini, dia yang biasanya paling bisa mendapatkan jalan keluar,kini hanya diam. Kejadian ini pasti benar-benar mengerikan dan menimbulkan trauma baginya. Apalagi melihat sahabat harus di bawa lari dan dibunuh tanpa bisa melakukan apapun,hal itu pasti sangat menyakitkan.

"Ichi.. " katanya lagi

"Apa Shu?" tanyaku

"Kau.. kau ingat tidak? Jalan maksudku arah yang waktu itu di gunakan Bu Kyouka?" tanyanya

"Maksudmu?" tanyaku

"Itu, dari awal, terus naik ke atas. Kemudian belok kanan lalu berjalan 3 langkah ke kiri dan melakukan gerakan seperti membuka pintu. Kau ingat?" tanyanya lagi

"Tunggu dulu,jangan bilang kalau kau.. "

"Tidak ada jalan lain,Chi. Aku.. aku tidak ingin ada korban lagi," katanya sambil menunduk. Nada bicaranya penuh keputusasaan. Dia, dia bukan seperti Shuuhei yang ku kenal. Entah mengapa aku merasa kalau dia juga akan pergi dan tidak akan kembali. Aku takut. Sangat takut. Aku tidak ingin kehilangan sahabatku lagi.

"Tapi Shu.. "

"Bukankah,jika hal ini berahir lebih baik? Dengan begitu tidak ada ketakutan lagi yang harus dialami oleh para murid. Dan juga,mereka yang telah meninggal juga pasti akan lebih tenang kan?" katanya lagi sambil tersenyum

'Aku tau apa yang dimaksud olehnya. Tapi jika seandainya gagal? Bagaimana? Aku tidak mau harus kehilangan sahabatku satu-satunya,' kataku dalam hati

Seakaan bisa membaca pikiranku dia menjawab

"Tenang saja chi. Kau tidak perlu hawatir berlebihan. Aku janji,semuanya akan baik-baik saja," katanya lagi

"Tapi… "

"Sudahlah ,kau mau harus memendam perasaan sukamu pada Rukia karena rasa takut? Sebagai sahabat aku tidak bisa membiarkan hal itu,Chi. "katanya lagi

"Baiklah Shu," kataku

"Ichigo,Shuuhei aku juga ikut," kata Rukia

"Eh.. tapi.. "kata shuuhei kaget

"Kumohon, aku tidak mungkin berdiam diri setelah semua yang terjadi. Lagi pula demi Tatsuki,aku akan membantu kalian," kata Rukia lagi

"Baiklah," kata Shuuhei

Meskipun berat kami memutuskan untuk setuju.

Malam hari pukul 10.45

Kami telah bersiap-siap,lalu masuk ke sekolah tersebut. Kami menggunakan rute yang dilalui Bu Kyouka saat di rumah sakit.

"Kalau Rutenya benar,pasti di sekitar sini," kata Shuuhei

"Semoga cara ini berhasil," kata Rukia

Kami terus melanjutkan perjalanan hingga sampai di sebuah ujung koridor.

"Jalan buntu nih,"kataku

"Mungkin ada pintu tersembunyi," kata Shuuhei sambil mencoba mencari knop pintu tersebut

Lalu kami berhasil menemukan knop tersebut dan sebuah pintu terbuka.

Disana terdapat puluhan siswa,mereka seperti sedang belajar. Tapi ada yang aneh dan ganjil. Mereka menulis dengan menggunakan tinta dari darah mereka sendiri. Ini benar-benar mengerikan, sangat mengerikan. Bahkan ada yang sampai memotong pergelangan tangan atau kakinya,demi untuk mendapatkan sebuah tinta untuk di tulis di kertas tersebut. Tapi rata-rata isinya, sebuah penyesalan karena melanggar peraturan. Yang paling mengerikan adalah seorang siswi yang telah kehilangan kedua kaki dan tangan kirinya. Ia mulai memotong bagian lehernya untuk mendapatkan darah. Dan ada juga siswi lain,yang telah meninggal dengan kepala putus dan tubuhnya terus mengeluarkan darah. Tapi tanganya terus menulis surat tersebut.

"Kai!sadar!" kata Shuuhei mengguncangkan tubuh Kaien yang pingsan

"Astaga Kai!" aku dan Rukia pun menyusulnya.

Beberapa saat Kaien membuka matanya, mata nya terlihat sayu.

"Kai, Bro! kau baik-baik saja kan?" kata Shuuhei lagi

"Shu.. kau pergilah dari tempat ini. Dia dia tidak mau jika ada yang datang ke sini tanpa izin," gumam Kaien

"Pokoknya, kau juga harus ikut! Aku tidak mungkin meninggalkanmu disini!" kata Shuuhei lagi

"Pergilah Shu, dunia kita berbeda. Aku sudah mati,dan aku tidak bisa keluar dari sini. "kata Kaien lagi

Tiba-tiba

"Kya!"

"Rukia!" kataku kaget

Aku benar-benar tidak menyadari keberadaan mahluk tersebut,yang kini telah mencekik Rukia.

"Lepaskan Rukia!" teriakku

Tapi ia mengabaikan perkataanku.

"Ichi,kau cepat bawa pergi Rukia," gumam Shuuhei

"Tapi bagaimana caranya?" tanyaku

"Serahkan padaku. Hei! Matsuri! Cepat kau lepaskan gadis itu! Aku mencintainya!" teriak shuuheo

Aku benar-benar kaget. Tiba-tiba ia melepaskan Rukia dan menuju kea rah Shuuhei.

"Cepat,chi! Bawa Rukia pergi dari sini!" kata Shuuhei

"Tapi,kau sendiri?" kataku bingung

"Tenang saja,meskipun harus mati aku rela Chi. Setelah ini,tolong bawa bu Kyouka ke sini hanya dia yang bisa menenangkannya," kata Shuuhei lagi

"Ugh.. "

"Shuuhei!"

"Cepat.. pergi… "kata Shuuhei lagi

"Maaf,Shu," kataku lalu segera membawa Rukia pergi dari tempat tersebut.

Saat kembali waktu telah menunjukkan pukul 3 pagi.

"Ichi… " kata Rukia

"Hhh… aku tak berguna.. "gumamku putus asa

"Ichi… "

"Aku… harusnya aku melindungi semuanya! Bukan melindungi tapi dilindungi!" gerutuku

"Ichi.. aku tau ini berat untukmu, kita harus sabar. Bagaimana kalau kita istirahat saja. Nanti jam 10 pagi kita ke rumah sakit," kata Rukia lagi

"Kau benar," kataku

"Kya!"

"Ada apa?" kata Rukia bingung

"Ayo kita lihat," kataku

Lalu kami pun menuju ke asal suara tersebut,Ruangan seni. Disana ditemukan tubuh Shuuhei, bersimbah darah sebuah pedang anggar menembus jantungnya dan beberapa pisau keris menancap di bahunya.

"Nemu-san apa yang kau lakukan disini?" Tanya Rukia

"Rukia, sebenarnya aku.. mendapat telepon dari hp Shuuhei, dan juga sebuah SMS yang mengatakan ingin menemuiku disini. Makanya aku kesini,tapi.. " kata Nemu seorang perempuan berambut hitam pendek. Ia merupakan primadona dari SMA ini, dan Shuuhei memang naksir dengannya.

Kono yode anata wo ai no …

"Eh, ada pesan.. " kata Nemu mengeluarkan Hpnya dan langsung terkejut saat mengetahui siapa pengirim pesan tersebut. Air mata kembali mengalir dari matanya dan ia langsung menangis terisak.

"Ada apa Nemu-san?" Tanya Rukia

"Siapa yang ngirim SMS?" Tanya Kaien

"shuuhei-san.. "kata Nemu

"Eh.. !" kata kami kaget

Saat ku lihat, memang Shuuhei yang mengirim pesan sebuah pesan perpisahan.

Pukul 08.00 Ahirnya jenazahnya di bawa oleh ambulans. Ya aku memang sedih, sangat sedih. Tapi tidak ada cara lain lagi, menangisinya berlarut-larut pun tidak ada gunanya.

"Ichi, jadi bagaimana sekarang?" Tanya Rukia

"Sebaiknya kita ke tempat Bu Kyouka," kataku

"Kau benar, ayo. " kata Rukia

Lalu kami pun menuju ke Rumah sakit tempat Bu Kyouka dirawat.

"Bu kami butuh bantuan," kataku

Tapi Bu Kyouka tidak memperdulikan ku dan terus berjalan mengelilingi ruangan tersebut.

"Bu Kyouka, kami mohon. Hanya Ibu yang bisa membantu kami untung menyelesaikan masalah dengan Matsuri Kudo," kata Rukia

Mendengar nama Matsuri Bu Kyouka terlihat kaget, ekspresinya langsung berubah.

"Matsuri Kudo katamu?" tanyanya kaget

"Iya Bu. Sudah banyak teman kami yang meninggal hanya karena melanggar peraturan sekolah Bu," kata Rukia lagi

"Ini salahku.. "kata Bu Kyouka

"Eh… " kata kami bingung

"Seandainya saja malam itu aku tidak membakarnya di sana. Pasti… hal ini tidak akan terjadi.. "kata Bu Kyouka lagi

"Maksud Ibu?" tanyaku

"Matsuri Kudo adalah siswi dari SMA Kusajishi. Ia terkenal dengan wajahnya yang manis, dan sikapnya yang sopan. Serta prestasinya yang mengagumkan. "kata Bu Kyouka

"Lalu kenapa ibu membakarnya?" Tanya Rukia

"Dia, dia menggoda suamiku.. "kata Bu Kyouka lagi

"Eh.. "kata kami kembali kaget

"Makanya karena cemburu,malam itu juga. Dia kubakar di ruangan tersebut. "kata Bu Kyouka mengahiri ceritanya

" O begitu.. "kata Rukia

"Tapi hal ini tidak bisa di tolerir lagi! Aku tidak akan membiarkan para murid-muridku harus mati dalam keadaan mengenaskan lagi. Aku sudah mendengar dari Bu Hinamori, tentang kematian teman-teman kalian yang tragis. Oleh karena itu, malam ini aku akan kesana dan menenangkan arwahnya," kata Bu Kyouka

"Benarkah Bu?" tanyaku

"Tentu saja, aku tidak ingin SMA Kusajishi menjadi SMA Kutukan lagi," kata Bu Kyouka

"Baiklah kalau begitu kami ikut," kataku

"Baiklah, nanti pukul 9 malam kita kesana," kata Bu Kyouka lagi

"Baik,Bu," kata kami

Maka dimulailah perburuan kami malam itu.

Pukul 9 malam,kami memasuki sekolah tersebut. Dengan tenang kami berjalan mengikuti Bu Kyouka, rutenya sama seperti rute yang di coba oleh Shuuhei kemarin. Kali ini kami telah membawa minyak tanah dan korek api untuk melenyapkan hantu tersebut dengan membakarnya.

Ahirnya kami tiba di tempat tersebut, setelah Bu Kyouka membuka pintu terlihatlah seorang siswi berambut pirang dengan mata bewarna biru. Matanya menunjukkan kebencian yang mendalam.

"Kau.. Aku takkan membiarkanmu melukai para murid-murid ku lagi!" bentak Bu Kyouka

Tiba-tiba hantu tersebut kembali mencekik Bu Kyouka.

"Bu Kyouka!" kata kami panic

"Cepat baker tempat ini.. "kata Bu Kyouka lagi

"Tapi Bu.. "kataku bingung

"Lakukan saja! Aku akan baik-baik saja," kata Bu Kyouka lagi

"Ayo, Ichi.. "kata Rukia

"Iya.. "

Lalu kami segera menyiram minyak tanah tersebut, lalu melangkah mudur dan menghidupkan api untuk membakar ruangan tersebut. Hantu tersebut meraung kepanasan, tiba-tiba ia keluar dan hendak menyeret kami berdua. Kami pun mundur hingga kami benar-benar tersudut.

"Ichi.. bagaimana ini?" kata Rukia ketakutan

Ku peluk tubuh mungilnya untuk melindunginya. Aku sendiri tidak atu harus bagaimana. Aku hanya berharap keajaiban dating untuk menolong kami,dan doa ku terkabul.

Sesaat kulihat arwah mereka berempat, Renji,Kaien,Shuuhei dan Tatsuki tersenyum kea rah kami. Aku memang tidak tau apa yang diucapkannya. Beberapa saat kemudian hantu tersebut menghilang bersamaan dengan arwah keempat temanku itu.

Aku hanya menghela nafas dan memperhatikan sekelilingku, tiba-tiba Bu Hinamori muncul.

"Syukurlah, semuanya telah berahir," kata Bu Hinamori

"Maksud ibu?" tanyaku

"Dia sudah pergi dengan tenang,jadi tidak ada yang perlu di takutkan lagi," kata Bu Hinamori

"Ibu benar," kataku tersenyum

'Terimakasih banyak Renji,Kaien,Shuuhei dan juga Tatsuki, terimakasih telah melindungi kami dari hantu tersebut. Kalianlah sahabat terbaikku,' gumamku

Lalu aku tak sadarkan diri.

'Ichi.. Ichigo.. '

Ku buka mataku perlahan, semuanya putih dan di hadapanku telah berdiri mereka berempat

"Renji.. Kaien.. Shuuhei.. Tatsuki.. "kataku kaget

"Kau baik-baik saja Ichi?" Tanya Kaien

"Ah,ya aku baik-baik saja Kai," kataku

"Yokatta," kata Renji

"Ichi, kau jaga rukia baik-baik, kalau sesuatu terjadi padanya aku tak segan-segan untuk menghukummu dengan menarikmu ke neraka," kata Shuuhei sambil nyengir]

"Bukan hanya shuuhei,aku juga," kata Tatsuki sambil tersenyum

"Ah, tenang saja. Aku janji aku akan menjaga rukia dengan baik. Kalian tidak perlu hawatir," kataku lagi

"Baiklah,kami harus pergi. Sampai jumpa lagi Ichigo," kata Kaien

Lalu mereka berempatpun menghilang.

"Ichi.. Ichigo.. "

Ku buka mataku dank u lihat sekelilingku.

"Rukia… "

"Kau baik-baik saja Ichi?" Tanya Rukia hawatir

"Tenangs aja aku baik-baik saja," kataku

"syukurlah,aku benar-benar hawatir,bego!" kata Rukia

"Maaf, deh. Maaf," kataku tersenyum

Lalu suasana hening menyelimuti kami.

"Rukia.. "

"Ada apa?"

"Maukah.. kau.. jadi pacarku?" tanyaku gugup,bisa dipastikan wajahku sudah merah seperti tomat. Untung saja mereka tidak ada,kalau ada mungkin mereka pasti sudah menggodaku habis-habisan.

"Aku.. aku mau Ichi.. "kata Rukia tersenyum lembut

"Benarkah?" kataku senang

Rukia hanya mengangguk. Segera ku kecup bibir mungilnya tersebut.

"Aku mencintaimu rukia," kataku

"aku juga mencintaimu Ichigo," kata Rukia

Sejak saat itu semuanya kembali aman dan damai, dan juga hubunganku dengan Rukia yang terus berlangsung.

~The END~


"Yay! Ahirnya update juga! Gommen Minna atas keterlambatanya," kata Hikary

"Makasih juga pada Readers-tachi yang udah bersedia untuk Read,Review apalagi ngefollow dan ngefav," kata Hisagi

"Nah, cerita ini berahir sampai disini, sampai jumpa di cerita selanjutnya. Sayonara!" kata Hikary

Special Thanks for:

Shuukai ShuShi Kaihisa Lover(thanks bro atas idenya, hehehe) Winter Aoi Sakura,Krystaleire,Uzumaki. Kuchiki,Guardian of MineralAishie Sciffer,Nizayuki,Chirain,sykisan, Megumi Matsuda, Kamikaze Shiron-Akari dan para Readers yang udah Mau baca.

"Minna-san Akemashite Omeetou! semoga tahun depan jauh lebih baik dari tahun ini"

"Mind To Review this Last Chapter?"