Hai Minna-san! Seperti permintaan kalian, kali ini Ucchan bikin cerita SasoDeiTobi! Heheeh, sepertinya itu kesukaan para reader ya? Cerita roman sweet yang agak angst! Ooh~ (udah mulai gaje).
Ucchan mau bales review dulu!
Strawberry Dei'Danna : Oke deh, Ucchan bikin SasoDeiTobi~! Danna-chan semangat terus yo!
BERLIAN CAHYADI : osh! Ucchan usahain! Bantu Ucchan dengan Reviewnya terus ya, Cah-chan!
Fbl Blue Wolf: ya! Makasih masukannya, Wolf-chan!
Gigin Arnita: boleh deh! Ucchan usahain ya! Kisa Itanya Chapt 2~
HwanB : okee Hwa-chan! Heheh, bener tuh. Yang ternista diantara yang ternista *ditendang SasoDeiTobi*
NgalorNgidol12: baik, Ucchan terima masukkannya! Bantu Ucchan lagi ya!
Kai Shadowchrive Noisseggra: KAI-CHAN~! Itachi itu mungkin emang tunangan Kai-chan, tapi Itachi-koi juga Suamikuuu~ *Ucchan dikeroyok Itachi FG*
Nah, sampai situ deh, Reviewnya!
Silahkan dibaca! Dan arigato buat reviewnya ya~!
Akatsuki ketemu BULE!
Disclaimer: Masashi Kishimoto-chan~
Warn: gaje, full of OCC, dan… eh apa lagi ya? *taboked* banyak typo kayaknya. Sorry 'bout that!
:DEIDARA POV:
Byuurshhh (bunyi ombak *geplaked!*)
Aku berjalan dipinggir pantai tepat saat matahari mau tenggelam. Karena bosan terus di Markas, aku lebih memilih ke pantai. Yah, dari pada kaga ada kerjaan kan?
Ah ya, perkenalkan aku Deidara. Panggil aja Deidei chan *dibom Dei asli* aku adalah anggota Akatsuki paling imut. Yah, setidaknya begitu kata fans-fansku (narsis banget kamu nak…).
Aku ninja pelarian dari Iwagakure. Jenis jurus andalanku, adalah jutsu tipe logia, yaitu jutsu ledakan * Author dibantai fans One Piece*
Yah, kenapa jadi curhat gini sih? Oke, back to story!
Aku berjalan dipinggir pantai hanya dengan mengenakan kaus jaring dan celana Akatsuki-ku.
Oh Yeah! Dei keliatan sangat seksi~ *reader: Author hidung belang!*
Haaah, Tobi dan Danna mana ya? (jauh disana, Tobi dan Danna mu sedang mencarimu tauk) katanya mau nyusul (perasaan mereka gak bilang begitu deh…) aku khawatir…
Akhirnya karena udah capek berjalan, aku memilih tuk duduk hanya beralas pasir putih cantik di pantai Konohagakure ini sambil memandangi (baca:melototi) matahari yang mau tenggelam. Ah, romantis sekali, coba kalau aku disini dengan ditemani Siwon SUJU… ah… impian…
Sedang asik-asiknya membayangkan lekuk tubuh Siwon (reader&Deidara asli: MESUM!), tanpa kusadari, ada orang berdiri dibelakangku dengan senyum yang lebih mirip cengiran (katanya gak sadar? Kok bisa tahu? Author: ya Ucchan nggak kasih tahu! *Dikeroyok* reader: banyak bacot lu!)…
:END DEIDARA POV:
"hufh… huffhhh… si Tobi mana sih?" Sasori ngos-ngosan sambil melihat sekeliling. Lupa akan Kouhai manisnya yang sekarang berada dalam bahaya. Posisi Sasori sekarang ada di pantai Sunagakure sebelah barat. Bego banget kan?*dihajar Sasori FC*
Tiba-tiba, BUAKKKH! " Aauw!" " Aaduuh!" dengan bloonnya, Tobi menubruk Sasori dengan PELAN. *tubrukan mana sih neng, yang pelan?* Cari mati aja tuh anak…
" Woi Tob! Make mata gak sih lu?" sembur Sasori beserta kuah lokalnya.
" Nggak senpai! Tobi anak baik! Tobi gak make mata (?)! Tobi juga gak nyuri mata! Tobi juga bukan Madara Uchia!" jerit Tobi membuka aib. Sekarang semua mata tertuju pada mereka berdua.
" Woi Tob! Malu-maluin aja lu! Jauh-jauh gih!"bisik Sasori malu karena imej cowok cool-nya dirusak sama Tobi, pengganti dirinya yang BAGINYA SAMA SEKALI GAK MIRIP DIA untuk Deidara.
Tobi Cuma diam.
"? Hei? Tob? Woi, Tob?" Sasori khawatir kalau-kalau Tobi kena serangan jantung mendadak. Maklum, udah kadaluwarsa…*dimangekyou Tobi*
Tapi, tiba-tiba Tobi jatuh terduduk sambil masang tampang anak kucing kegiles truk, " Saso-koiih, kenapa? Kenapa dikau begitu tegaa? Setelah dikau ambil segalanya, dikau mau mencampakkan daku? Kejam nian dikauuuu~" tangis Tobi sambil menggigit sapu tangan dengan lebaynya dan meniru suara salah satu tokoh waria di One Piece (kok perasaan lari ke One Piece mlulu ya?) *Bon Clay: Daku tak selebay ituuu! (sambil berputar-putar)*.
Nah, hancurlah imej Sasori dihadapan nenek-nenek… *BUAKH!* maksud author dihadapan cewek-cewek cantik nan bening.
Dengan cepat, Sasori menyeret Tobi kegang kecil dipinggir jalan dan merapenya *"WOI" Sasori mengirim death glare keauthor* maksud saya (lagi) untuk menghajarnya.
Seandainya Sasori tahu kalau Tobi itu Madara… pasti seru… *author dibantai*
Sesampainya digang kecil itu, Sasori berbalik dan mengancam Tobi dengan datar, " Dengar, bocah autis! Aku ini cowok paling imut di Akatsuki!"… tapi tak mengurangi kenarsisannya.
" Lalu?" Tobi menatap sinis kearah Sasori.
Sasori mendekatkan mulutnya di telinga Tobi. " Lalu? YAH! Kau harus menyingkir dari jalanku! Jangan ikut campur apapun! Termasuk urusanku dengan Deidara! Kau tahu? Dia milikku!" bisiknya keras (?) ditelinga Tobi.
Tobi Cuma tersenyum dibalik topengnya dan berbisik tak kalah keras (reader: apaan sih?), " Buh, Deidara senpai itu milikku! Aku bahkan sudah pernah liat Deidara senpai ganti baju(!)!" naaah, Tobi ketahuan nakalnya yaaa~…
Sasori kaget, lalu memekik seperti gadis yang baru kehilangan keperawanannya *PLAK*,
" Aapaaaaaaaaaaaaa? Aku aja belum! Sial kau!" …
Tobi Cuma tertawa bak penjahat-penjahat di pilem kartun. Dasar nista… *dihajar Madara(!)*
"Hrrh! TOBIII!" tanpa basa-basi, Sasori langsung menghajar Tobi.
Tak terima diperlakukan seperti itu, Tobi balas meninju hidung pinokio *ditatap Sasori dengan penuh NAFSU*Sasori sampai patah.
"auuh" ringis Sasori.
Kesal, Sasori menendang ANU-nya Tobi.
"AAAAAAAAAAAAWHHH" desah(?) Tobi.
Maka dimulailah perang di gang kecil dekat situ*ditampar reader satu-satu (author: KEJAAAM~)*.
PUAKH! BUAKHH! GEEEK! NGEEEK(?) ! AAA~H(!)! PLUAAAKH! BRAAKK!
Sejam kemudian (PLAAAK!) semenit kemudian maksud author…
"woii, Tob… haahh… dari pada berantem gak jelas gini.. hhhahhh… mending cepetan cari Deidara deh! Gue dapet firasat buruk nih… hhh…" ucap Sasori ngos-ngosan teringat akan kouhai imutnya yang seksi *dibantai Deidara FC*.
"hhh.. hhh.. iya senpai! Huh, asal jangan macam-macam dengan Dei senpai!" ujar Tobi sambil menyeka darah di dagunya.
"Oke, damai sementara waktu! Kita berpencar, oke?" Sasori mengkomando.
Tobi mengangguk dan mulai berjalan menjauh.
" Dei…" Sasori menutup matanya. Tiba-tiba perlahan muncul bayangan kabur di pikirannya. Deidara sedang digoda oom oom bule mesum…
:DEIDARA POV:
Uuun… coba bayangin… dihadapan kalian ada bule nyerocos inggris sambil melirik-lirik mesum tubuh kalian? Mending kalo cakep! Ini udah OOM-OOM! TUA BANGKOTAN GENDUT! Dan sialnya, hal itu terjadi padaku!
"emm, what's your name, beautifull lady~?"Tanya oom-oom mesum gak jelas itu padaku.
"hah?" aku bengong. Kaga ngerti dia bicara apa. Yang diketahui Cuma you sama what doang. Yang lain? MALES!
" I ask you, what's your name?" lagi-lagi oom-oom najis itu melirik dadaku. Dikira aku cewek apaan(?)!
Akhirnya karena aku gak tahu, aku jawab sembarang, "seni adalah ledakan, un!" teriakku mantap pake toa.
"ooh, what a long name! eeng, Sheni adlah ledhakan?" koreksi bule itu lalu mulai nyerocos gaje lagi.
Oooh~, Danna, Tobi! HELEP MEEE~
"hei, you know, you so beautifull… wanna have sex with me…?" raut wajahnya berubah serius. Ada apaan nih?
Karena gak tahu dia ngomong apa, aku Cuma ngangguk bego. Si bule tampak girang (iih, Oom-oom girang! *TENDANGED*).
Lalu, tiba-tiba dia mulai meraba-raba pahaku. WHAT? DIRABA-RABA oom-oom mesum gini! Mending sama Danna (author: hahahha! Dei mesum!)!
"h-hei, what-what yang lu lakuin! Me ini… ehhh, eh! Cowok! Woi! Denger ga?" si bule nggak mengindahkanku dan sekarang malah mulai menjilat-jilat perutku.
Rasanya lebih baik matiii! Mau diledakkin, eh, lupa bawa peledak. Kurang apa coba?
Aku mencoba melawan, tapi tangan ku dikunci oom-oom nyebelin itu.
Oooh, JASHIIII~N! tolonglah akkuuu~
:END DEIDARA POV:
Selesai, deh~(ditampar)
Eh, masih ada kok. Tunggu aja ya! Soalnya, Author kepalanya lagi blank…
"AUTHOR! Teganya dirimu membuatku terlihat nista dihadapan para wanita!" jerit Sasori pake toa tiba-tiba.
"iya! Dei juga un! DEI ITU COWOK!" teriak Deidara sambil nangis-nangis gaje.
"sudahlah, Deidara senpai, kan Tobi selalu menyayangimu…" ucap Tobi lembut sambil menyeka air mata dipipi Deidara (TobiDei FC: KYAAAH~).
"WOI" Sasori menatap miris ke Tobi dengan muka merah menahan amarah.
Tobi membuka sedikit topengnya hingga memperlihatkan mulutnya.
"week~" Tobi memanas-manasi Sasori dengan menjulurkan lidah. Anak ini…
"TOBIII! KAUUUUU!" dengan ikhlas, Sasori mulai menerjang kearah Tobi.
PUAK! BRAK! CRAAHG! NGGEKK(?)! BUAM!
Em, anu… (author mendekati dengan takut-takut)
"MINGGIR LO!" bentak SasoTobi pake toa.
(author sakaratul maut)
"un, baiklah, karena authornya udah gak bisa bicara lagi, Dei yang wakilin! RnR ya!" senyum Dei dengan kawaii (author: dan sexy~! *dilibas SasoTobi dan Dei FG*)
