Chap 2 :

"Tapi kau memang benar, kau lelaki tertampan yang penah hadir dalam hidupku. Lelaki yang membuatku ingin membunuh berjuta perempuan yang menggilaimu"

Hari minggu, tepatnya di sore hari pukul lima lebih lima belas menit kau menjemputku untuk kencan pertama kita.

kau begitu tampan hari ini, dan lihatlah senyum yang terus mengembang di wajahmu . senyum yang selalu membuat aku terbang.

Kau membawaku pergi berdua dengan mobil sport warna hitammu, dengan suasana yang kuharapkan akan berjalan romantis.

Kau menajakku ke bioskop, ku pikir kita akan menonton sebuah film romantic. Ternyata tidak! Kau memperkenalkan sebuah film yang katamu romantis dengan adegan yang sangat berutal di mataku. Hey, Cho apa ini yang disebut romantic? Dasar evil! Dan saat itulah aku mempikir bahwa kau bukan seseorang yang romantis Cho Kyuhyun.

Katamu, keberutalan itu sebagai pembuktian ketulusan cinta, dan itu romantic. Itu menurutmu Cho! Untukku, romantic adalah lilin yang menyala, makan malam dipinggir pantai, warna – warni bunga, dan alunan music slow. Tapi kau tetap kukuh pada pendirianmu, bahwa keberutalan itu adalah romantic, kau bilang pendapatku tentang romantic itu seseuatu yang membosankan. Dan pikiranku tentang kau yang tidak ada sisi romanticnya pun semakin kuat diotakku.

Ah, kau romantic atau tidak. Sebenarnya aku tak memepermasalahkan itu, bahwasannya aku sudah mulai mencintaimu, ah sebenarnya pertama kali kita bertemu aku juga sudah mulai mencintaimu. Mungkin sekarang lebih tepatnya aku sangat mencintaimu, terlalu singkat memang tapi ya beginilah, aku tak bisa membohongi diri sendiri. Hati kecilku berkata aku sangat mencintaimu, Cho kyuhyun.

Ku pandangi kau dengan perasaan heran, terlihat dalam mataku betapa kau terpikat oleh layar besar di depan mata kita dengan aksi – aksi yang kau anggap romantic itu. Aku masih belum bisa mendapatkan porsi romantic dalam film yang kau elu – elukan itu. Bukankah lebih romantic melihat aksi Leonardo Di Caprio dan Kate Winslet di film Titanic? Kau bilang itu juga romantic, tapi lebih romantic film yang sedang kita saksikan ini. Hemm, baiklah aku tak berkomentar lagi. Kau sangat keras kepala Kyu. Hingga akhirnya aku mendapatkan juga porsi romantic, aku dibuat menangis oleh adegan itu. Saat sang actor pria harus menyerahkan kekasihnya kepada orangtuanya di sebuah café ice cream. Seketika kau menoleh ke arahku.

"romantic kan?" aku balas tatapanmu dengan anggukan kepala. Kau lantas mengelus kepalaku dengan jemarimu. Lagi – lagi hangat yang kurasa.

Hari ini adalah pertama kalinya aku mengerti arti romantic dan itu karena mu Cho Kyuhyun, lelaki keras kepala dan kenanakan yang sangat amat aku cintai.

"Romantis itu bukan sekedar apa yang mata kita lihat, walau itu perlu. Namun romantic lebih pada kedalaman perasaan orang yang menciptakannya. Menciptakan suatu ketulusan, kerelaan, dan pengorbanan untuk orang yang dicintai." Katamu, sambil tersenyum hangat kepadaku. Perkataanmu membuatku benar – benar tersadarkan akan arti romantic yang sebenarnya.

Langit malam kota Seoul mala mini sangat indah, bertabur bintang hasil lukisan sang pencipta.

Sekeluarnya dari gedung bioskop, kau membawaku kesebuah restoran yang cukup mewah. Katamu kau sangat menyukai masakan disini.

Kau pesan makanan untuk kita berdua kepada seorang pelayan.

Dua orang pelayan datang menghampiri meja kami, membawa dua posri makanan dan dua gelas minuman.

Kita makan dalam suasana hening, seketika aku sangat merasa damai sangat damai.

Sesekali aku curi – curi pandang ke arahmu, dank au juga begitu. Kami tersenyum jika pandangan kami bertemu. Ah Cho Kyuhyun, aku sangat mencintaimu. Dan kapan kau akan mengatakan "Saranghae" ? inikan sudah kencan pertama kita?

Kami sudah selesai dengan makan yang tersaji di depan meja, lantas kau menarikku untuk keluar dari restoran itu. Aku kaget, apa dia akan pergi tanpa membayar makanan ini? Atau makanan ini terlalu mahal sehingga kau tak mampu membayarnya?

'kyuu.. kau akan membawa ku kabur dari sini? Kau mau kita dikejar – kejar dan diteriaki maling?' kataku sambil memukul lenganmu. Seketika kau berhenti dan menolehku. Kau tertawa, apa yang membuatmu tertawa?
"HAHAHAHA, tenang saja. Makanan yang tadi itu gratis. Ini restoran milik ibuku.." katamu

'aiisssh, seharusnya kau bilang dari awal bodoh!'

"kalau aku bilang dari awal kau akan meminta menabah porsi bodoh!" ucapmu, sambil mengacak – ngacak tatanan rambutku ini.

"Minie, kau jangan meminta pulang sekarang ne? aku masih ingin bersamamu.." katamu, dengan senyum manis. Dan oh apa itu? Kau memanggilku dengan sebutaan Minnie?

'mm, baiklah. Kenapa kau memanggilku Minnie kyu?'

"bukan apa – apa aku hanya suka memanggilmu Minnie saja hehe.. kajja kita masuk ke mobil." Kau membuka pintu mobil dan mempersilahkan ku masuk.

Kau membawaku kesebuah pantai, hah untuk apa malam – malam seperti ini kepantai?

'kyuu, untuk apa kita disini?' kataku sambil bergetar menahan dingin, jelas saja angin pantai membuatku kedinginan.

"untuk melihat laut, tenang aku tidak akan mengajakmu berenang malam – malam" katamu, dan lagi – lagi kau tersenyum, menampilkan senyuman indah untuk kesekian kalinya. Kau membuka jas mu dan memakainya di punggungku

"pakailah ini…" katamu dan benar jas ini sangat hangat.

'gomawo..'

Kau memeluk pinggangku dari samping, meletakan kepalamu di bahuku. Seketika diriku bergetar, hatiku berdegub kenancang, dan mukaku yang mulai memanas. Kau manja Kyu.

"Minnie.."

'hmmm?'

"ini sudah kencan pertama kita kan?"

'iya' aku tersenyum mendengar pertanyaan kekanak – kanakan mu.

"terus?"

'apaa?'

"aish, kau ini. Jawabmu kau mau menjadi yeojaching-ku Lee Sungmin?" kau mengangkat kepalamu kau menatapku dalam.

'iyaa' aku menganggukan kepala dan tersenyum kearahmu.

Seketika kau daratkan ciuman di bibir mungilku ini. Hangat.

'kenapa kau menciumku? Dasar mesum!'

"kaukan yeojachingu-ku kajja kita pulang aku tak mau kau masuk angin" kau menarik tanganku dan menuntuntu masuk kemobil.

Ini sudah hampir tengah malam, dan mungkin memang sudah tengah malam.

Kau masuk kedalam rumahku, hanya untuk meminta maaf kepada orang tuaku karena sudah membawa ku pulang tengah malam.

"Ahjushi, maafkan aku membawa puteri anda sangat lama" katamu sambil membungkukan badanmu berkali – kali. Dan anehnya lagi, ayah tidak marah . aneh sangat aneh.

"baiklah tak apa, Kyu. Menginaplah disini" kata ayah, yang membuatku kaget.

Dan malam itu, Kyuhyun menginap di rumahku. Dan yang membuatku terkejut Kyuhyun adalah anka dari teman ayah, pantas saja ayah baik padanya.

Pagi ini ruang makan dirumah ku berbeda dari sebelumnya sekarang menjadi ramai karena ada Kyuhyun disini. Sesekali dia menjahiliku dan bermanja – manja kepada ibuku. Hey, dia ibuku kyu bukan ibumu!

Setelah sarapan, ayah pergi ke rumah sakit tempat bekerja ayah. Salah satu rumah sakit besar di Seoul.

Aku dan Kyuhyun pergi ke kampus. Sebelum ke kampus kami pergi ke apartement kyuhyun. Dia tinggal di apartement karena bosan tinggal dirumah katanya.

Hari – hariku selalu bahagia setelah ia menjadi namjachingku, aku sangat sangat sangat mencintainya.

"Minnie?"

'hmmp?'

"jika kita lulus kuliah nanti, aku akan melamarmu dan kita akan menikah kau mau menikah dimana?" katamu, yang membuat aku tersentak.

'ya di gereja'

"bukan itu maksudku minnie"

'iya iyaa, aku ingin menikah di pulau jeju kyu.'

"baiklah kita akan menikah di jeju, nanti kau ingin mempunyai anak berapa minni?"

'dua anak cukup kyu, kalau kau ?'

"sebanyak – banyaknya hehe" kau tersenyum mesum kepadaku. Ck, kau ini dasar Cho Kyuhyun mesuum!

'tidak! Melahirkan itu sakit kyu.'

"aku akan selalu ada disampingmu jika kau melahirkan Minnie" katamu, kau tersenyum kepadaku dan mendaratkan ciuman lembut di bibirku.

TO BE CONTINUE