Disclaimer: Para Tokoh yang ada di sini adalah milik Our Queen Jk. Rowling. Fanfic ini kutulis hanya sebagai bukti kecintaan serta kerinduanku pada para tokoh Harry Potter.
Rated: T - – Family – Harry Potter & Narcissa Malfoy
Sang pahlawan perang kita Harry Potter sedang dilanda kebingungan yang sangat dahsyat.
Ia sedang bingung hadiah ulang tahun apakah yang akan ia berikan untuk sang ibu angkatnya. Sedangkan ulang tahun Narcissa tinggal seminggu lagi.
Selama ini Harry tidak pernah memberikan sebuah kado ulang tahun untuk ibu manapun tidak pada Lily tidak pula pada Molly juga pada Mrs Grenger.
"Oh Melin, kado apa yang harus aku berikan ? " Keluhnya pagi itu di meja makan gryffindor ketika sarapan.
Tanpa Harry sadari, Ginny Weasley yang duduk di sebelahnya sudah terlihat merona merah.
Iya, sang gadis mengira kekasihnya sedang sibuk memikirkan kado valentine yang cocok untuknya.
"Harry, buat apa kau bingung. Kado apa pun yang kau berikan, Ginny pasti akan suka. Betul tidak Gin ?" Celetuk Hermione yang duduk tepat berada di depan sepasang kekasih itu.
"Eh ? Kado buat Ginny ? Setahuku yang berulangtahun di bulan ini adalah Mum, Mione, bukan Ginny. " Jawab Harry penuh dengan keheranan
"Oh, kukira kau sedang memikirkan kado untuk Ginny," ujar Hermione salah tingkah.
Harry hanya memandang kedua gadis itu dengan penuh keheranan "Apakah ada hari special dibulan ini selain ultah Mum, Gin ?"
"E... kurasa tidak ada Harry," jawab Ginny lirih rona merah dan sinar penuh pengharapannya yang tadi menghias wajah cantiknya sirna dalam sekejap.
Hermione yang melihat itu hanya bisa melemparkan tatapan penuh penyesalan dan pengertian. Hermione seolah sedang berujar maafkan aku dan bersabarlah.
Tanpa Ginny dan Hermione sadari Harry masih berusaha untuk mengingat hari special apa yang telah ia lupakan.
Namun ia tak berani menanyakan hal itu pada Ron, Harry sadar Ron sang kakak yang over protectif itu akan marah padanya jika ia ketahuan melupakan hari special adiknya itu walaupun Harry adalah sahabatnya.
Alhasil Harry pun berencana menanyakannya pada Draco, mana tau kakaknya itu tau hari special apa yang telah ia lupakan.
-o0o-
Siang itu usai kelas ramalan Harry pun bergabung dengan Draco, Blaise & Theo di meja Slytherin
"Oh... tumben sekali adikku ini meninggalkan sang kekasih untuk makan siang bersama kakaknya," sindir Draco ketika dilihatnya sang adik berjalan mendekatinya, yang dijawab hanya dengan sebuah senyum tipis oleh Harry.
"Draco, apakah kau telah menemukan kado untuk Mum ? " Tanya Harry setelah lama diam
"Hahaha... Draco, jangankan kado untuk ibunya, kado valentine untuk gadis incarannya saja ia masih belum bisa memutuskan akan memberikan apa." Ejek Theo dengan suara lantang.
"Stss... Theo!" Ujar Sang Pangeran Slytherin pada sahabatnya itu.
"Oh Merlin... VALENTINE...!" Ujar Harry tiba-tiba. Ketiga pria Slytherin yang mendengar perkataannya itu hanya saling bertukar pandangan penuh keheranan.
"Kenapa adikmu ini Draco ? " Tanya Blaise pada Draco
"Huh... Entahlah." Jawab Draco singkat.
"Terima Kasih kalian telah mengingatkanku." Harry pun menceritakan kejadian tadi pagi pada ketiganya.
"Huahahaha... Kasihan sekali adik iparku itu. Sepertinya aku harus mengusulkan dia untuk pindah kelain hati saja." Goda Draco
"Tanpa kau usulkan, sepertinya ia pasti sudah berencana pindah kelain hati, Draco." Ujar Harry lesu
Mendengar jawaban sang adik, Draco pun merasa tidak tega.
"Sudah bagaimana kau memberikan Ginny hadiah sebuah perhiasan, Harry. Bisa aku pastikan dia pasti suka."
"Hahaha Draco, jangan bilang kau berencana memberikan hadiah valentine sebuah perhiasan pada si bungsu ... " belum selesai Theo mengatakannya tangan pucat Draco telah berhasil lebih dulu menutup mulutnya.
"Awas, klo kau berani menyelesaikan kata-katamu itu Nott." Ancam Draco. Ya, hanya kakak beradik Malfoy-Potter serta kedua sahabat Draco ini yang tau siapa tepatnya gadis yang sangat dicintai Draco.
Harry akhirnya memutuskan akan membeli sebuah kalung untuk Narcissa & sebuah gelang untuk Ginny pada kunjungan Hogsmeade akhir pekan ini.
-o0o-
Harry tersenyum senang, sebuah kado berbungkus kertas kado bewarna hijau Slytherin & sebuah lagi yang berbungkus merah Gryffindor telah tersimpan dengan indahnya di kopernya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memberikannya pada kedua orang terkasihnya itu.
Tanggal 13 Februari malam, Harry sedang menuliskan kartu ucapan selamat ulang tahun untuk Narcissa di ruang rekreasi Gryffindor.
Dear Mum,
Happy Birthday.
Terima kasih telah membuatku merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang ibu.
Semoga Mum selalu sehat agar bisa selalu bersama kami anak-anakmu, bersama Aku dan Draco.
Cium sayang
Anakmu
Harry Potter
"Bagaimana Gin, apakah ada kata-kata yang harus aku tulis lagi ?" Tanya Harry pada kekasihnya yang duduk disebelahnya. Ginny hanya menggeleng.
"Baiklah kalau begitu, ini tinggal disatukan dengan kado yang kemarin telah aku beli. Lalu besok aku tinggal menyuruh Hedwig untuk mengirimkannya." Ujar Harry sambil memanggil kado untuk ibunya itu.
"Harry, sepertinya ini sudah malam sebaiknya aku akan ke kamarku,"ujar Ginny sambil beranjak dari kursi di depan perapian, tapi sebuah tangan kokoh menahannya.
"Please, temani aku Gin." pinta Harry
Ginny yang masih kesal dan kecewa dengan kekasihnya yang melupakan hari valentine itu tidak mampu menolak dan kembali duduk di samping Harry.
Waktu pun beranjak menuju tengah malam, satu persatu anak-anak Gryffindor telah kembali ke kamar mereka, hanya sepasang kekasih ini yang masih setia duduk di depan perapian. Sang gadis telah tertidur dibahu sang pemuda.
Tepat tengah malam, Harry sang pemuda itu membangunkan kekasihnya.
"Ginny, bangun sayang." Ujarnya lembut.
"Oh, Harry ada apa ? Aku mengantuk." Ujar Ginny setelah beberapa kali dibangunkan Harry
"Happy valentine, sayang. Maaf beberapa hari yang lalu aku melupakan hari special ini." Ujar Harry sambil memberikan sebuah kado berbungkus kertas merah ke tangan Ginny
Ginny yang masih bingung & setengah mengantuk ini hanya terdiam menatap sebuah kado ditangannya.
"Bukalah Gin," pinta Harry. Ginny pun membuka kado tersebut, tak lama tampak olehnya sebuah gelang berantai putih nan indah.
Harry pun mengambil gelang itu dan memakaikanya pada Ginny.
"Happy valentine sweet heart." Ujar Harry sebelum memberikan sebuah ciuman pada Ginny.
"Harry, aku tidak bermimpikan ?" Tanya Ginny setelah Harry melepaskan ciumannya
"Entahlah, mungkin kau bermimpi, tapi kalau besok pagi gelang ini masih melingkar di tangan kananmu itu berarti kejadian malam ini nyata," Ujar Harry sambil tersenyum.
"Sana sebaiknya kita kembali ke kamar kita masing-masing dan melanjutkan tidur." Usul Harry
-o0o-
Tanggal 14 Februari pagi. Ginny yang baru saja terbangun merasa ada sesuatu yang melingkar di tangan kanannya. Ia pun teringat akan perkataan Harry tadi malam, Ginny lalu mengangkat tangannya & kemudian tersenyum.
Ginny pun bergegas bersiap-siap dan tak lama kemudian Ginny keluar kamar dan dilihatnya Harry sedang memanjat lukisan Nyonya Gendut.
Ginny berusaha mengejar Harry yang sedang berjalan menuju kandang burung hantu, untuk menugaskan Hedwig mengantarkan kado ulang tahun Narcissa Malfoy.
"Happy valentine, Harry." Ujar Ginny sambil memeluk Harry yang berhasil dikejarnya.
Harry hanya tersenyum kemudian berkata, "bukannya tadi malam kita telah merayakannya, Gin."
*TBC*
Sorry kelamaan updatenya, habis kemaren kelamaan nyari info tanggal lahirnya Narcissa Malfoy, dan ternyata tidak ada di sumber manapun yang menyatakan tanggal lahir Narcissa Malfoy. Alhasil aku buat aja tanggal lahirnya Narcissa itu tgl 14 Februari tadinya mau milih tanggal 8 maret yg bertepatan dg international women's day (dan sekalian ultah mamaku juga *ih pamer*) tapi rasanya kurang seru.
Dan udah sekitar satu minggu ini aku sedang asik dengan maenan baru *baca grup pohon cerita* (fanfic harpot yg dibuat secara kroyokan) ayo yg berminat baca ato ikutan nulis silahkan gabung aja ke grup facebook Pohon Cerita . Fanfic "Ini kisah cintaku" adalah fanfic yg awalnya aku mulai & insya Allah aku yang mengakhiri.
Nb : Hedwig tidak menjadi salah satu korban perang dalam ceritaku ini.
Sun-T ~ silahkan... semoga makin banyak cerita tentang Narcissa yg menjadi ibunya Harry seperti cerita Snape yg menjadi ayahnya Harry.
irlie & dmhp drarry lover ~ blom ada ide menuju ke sana tp semoga bisa aku realisasikan (walau sedikit sulit utk direalisasikan idemu itu drarry).
Vany Malfoy Cissy ~ hem... siapa yach ? klo aku aja boleh gak ? (huahahaha siap2 dileparin Tom Felton) LOL
