DISCLAIMER: Ojamajo Doremi © Toei Animation, 1999-2004. Tidak ada keuntungan komersial sepeserpun yang saya dapatkan dari fic ini.
Catatan Author: Masuk di chapter 2! \(^o^)/
Karena hari Minggu pagi saya ada keperluan, jadi saya memutuskan untuk mengupdate chapter ini lebih awal, yaitu Jumat malam (biasanya saya update atau publish fic hari Sabtu malam).
Well, tanpa banyak basa-basi, ini dia!
Hazuki's Life
.
Chapter 2 – Birthday and Valentine with the Cucumber and Chocolate
"Otanjoubi omedeto, Hazuki-chan!" seru sekelompok kecil anak TK yang sedang berkumpul di sebuah rumah besar untuk merayakan hari ulang tahun salah seorang teman mereka, Hazuki.
"Minna, arigatou. Aku senang kalian bisa datang kemari hari ini." Hazuki tersenyum. Ia lalu memandang kesekitar, "Tapi ngomong-ngomong... mana Doremi-chan?"
"Rencananya sih, dia mau datang kemari bersamaku, tapi... saat aku mendatangi rumahnya, ibunya bilang dia sedang sakit dan harus beristirahat di kamarnya selama beberapa hari," jawab Nanako.
"Pantas saja. Tadi pagi wajahnya terlihat pucat dan... ia juga tidak seceria biasanya di sekolah..."
"Halo semuanya," sapa seorang nenek yang menghampiri anak-anak itu di balkon rumah Hazuki sambil membawa nampan berisi beberapa piring sushi, "Karena ini hari yang spesial, Baaya sudah menyiapkan menu spesial untuk kalian."
"Baaya!" seru Hazuki dengan riang, "Apa menu spesial yang kaumaksud tadi?"
Hazuki lalu menatap sushi yang dibawa Baaya, "Ah, Baaya, sushi-sushi yang kaubuat lucu sekali. Apa kami boleh memakannya sekarang?"
"Tentu saja boleh, Hazuki-ojousama. Baaya kan membuat ini semua untuk kalian makan, bukan untuk pajangan. Saa, douzo."
Baaya kemudian meletakkan piring-piring sushi itu diatas meja, sedangkan Hazuki dan teman-temannya dengan kompak mengambil piring berisi sushi buatan Baaya lalu memakan sushi tersebut, "Itadakimasu!"
"Ah, Baaya, sushi buatanmu ini enak sekali," puji Hazuki, "Bentuk dan warnanya juga lucu, terutama bagian yang warna hijau ini. Benar-benar lezat."
"Benarkah? Padahal Baaya pikir, Hazuki-ojousama tidak akan mungkin memakannya kalau Hazuki ojou-sama tahu itu apa."
"Eh? Memangnya itu apa?"
"Itu adalah ketimun, Hazuki-ojousama."
"Apa? Ketimun?" tanya Hazuki, tidak percaya, "Tapi kok... rasanya lebih enak dari biasanya? Maksudku...
"Baaya sengaja membuatkan sushi ketimun ini supaya Hazuki-ojousama tidak pilih-pilih makanan lagi."
"Sou?" sahut Hazuki, "Arigatou, Baaya. Kau memang selalu baik padaku..."
Baaya, pengasuh Hazuki, memang sudah dianggap sebagai nenek Hazuki sendiri, jadi Baaya tahu betul apa yang Hazuki suka dan tidak.
'Baaya, arigatou. Sekarang aku jadi suka ketimun.'
.
Satu tahun kemudian...
Di tanggal yang sama, namun di tahun yang berbeda, Hazuki memberikan beberapa potong coklat kepada Masaru, karena ia tahu bahwa hari itu juga adalah hari valentine.
Terlebih karena Masaru adalah satu-satunya anak laki-laki yang menjadi sahabat dekat Hazuki.
Doremi memergoki Hazuki saat ia sedang memberikan coklatnya itu.
"Cie cie, Hazuki-chan," ujar Doremi sambil menghampiri Hazuki dan tersenyum, setelah Hazuki memberikan coklatnya kepada Masaru, "Lama-lama kamu naksir Yada-kun kan? Buktinya, tadi kamu ngasih coklat ke dia."
"M-memangnya kenapa?" sahut Hazuki gugup. Pipinya memerah, "Aku memberinya coklat karena... karena dia sahabat terbaikku."
"Yang benar?"
"Mou, Doremi-chan... jangan membuatku malu begini..."
"Aku nggak bermaksud membuatmu malu," kata Doremi, "Baiklah, aku tidak akan mengungkit-ungkit lagi soal... coklat valentinemu."
Hazuki mungkin tidak terlalu mengetahui tentang hari valentine saat itu, tapi entah mengapa, ia merasa perlu untuk memberikan coklat kepada Yada Masaru...
'Entah kenapa, menurutku Masaru-kun adalah sahabat terbaikku... bahkan lebih spesial dibandingkan dengan Doremi-chan...'
.
Tahun berikutnya, saat mereka duduk di kelas 1 SD Misora, Hazuki berniat ingin memberikan coklat lagi kepada Masaru, dan kali ini, mama Hazuki sendiri yang membuat coklat itu.
Pada awalnya, Ny. Reiko membuat coklat itu hanya untuk suaminya, Tn. Akira, tapi karena jumlah coklat yang dibuatnya terlalu banyak, ia memberikan sebagian dari coklat itu kepada Hazuki untuk kemudian diberikan kepada Masaru.
Di lain pihak, Masaru ingin sekali memberikan hadiah ulang tahun spesial untuk Hazuki.
"Kira-kira... apa ya, yang bisa kuberikan sebagai hadiah ulang tahun Fujiwara tahun ini? Aku tidak punya ide..." gumamnya saat ia melewati taman Misora.
Ia lalu melihat beberapa batang bunga yang tumbuh dengan indah disekitarnya.
'Mungkin aku bisa memberikan bunga-bunga itu untuknya,' pikir Masaru, 'Aku akan memetik bunga-bunga itu.'
Masaru kemudian mulai memetik beberapa tangkai bunga kecil yang tadi dilihatnya.
Saat Masaru masih asyik memetik bunga-bunga itu, Hazuki datang menghampirinya lalu memberikan coklat buatan mamanya kepada Masaru. Masaru sempat menyembunyikan beberapa tangkai bunga yang sudah dipetiknya di belakang punggungnya saat Hazuki memberikan coklatnya.
"Masaru-kun, ini... coklat untukmu," ujar Hazuki sambil menyodorkan sekotak coklat.
"Arigatou," balas Masaru sambil salah satu tangannya menerima kotak coklat pemberian Hazuki dan tangannya yang satu lagi menyodorkan beberapa tangkai bunga yang baru saja ia petik, "Otanjoubi omedeto!"
Dengan senang, Hazuki menerima bunga-bunga itu, "Arigatou. Ureshii."
Mereka lalu berbincang-bincang sambil sesekali Masaru memakan coklat pemberian Hazuki, sampai kemudian ada seorang gadis kecil seusia mereka mendatangi mereka dan memberikan sekotak coklat kepada Masaru.
Masaru tidak menerima coklat itu. Ia bahkan menolaknya mentah-mentah.
Gadis kecil berambut biru keunguan itu lalu berkata dengan nada protes, "Kenapa? Tadi coklat Hazuki-chan malah kauterima."
"Itu karena Fujiwara..." awalnya Masaru ingin memberikan alasannya yang sesungguhnya, tapi kemudian ia merasa malu dan akhirnya menambahkan, "...ulang tahun hari ini."
"Oh. Jadi ternyata itu hanya coklat ulang tahun saja. Kalau begitu, kau mau terima coklat valentine-ku kan?"
"Tidak!"
"Kenapa? Kau kan suka coklat!"
"Aku sangat membenci coklat!"
Saat Masaru mengatakan hal itu, tanpa sengaja ia menjatuhkan sekotak coklat pemberian Hazuki tadi, yang akhirnya membuat Hazuki merasa sedih dan juga menjatuhkan bunga-bunga yang tadi diberikan Masaru untuknya. Hazuki lalu berlari menjauhi Masaru yang masih berdiri terpaku disana.
Saat mereka naik ke kelas 2, Hazuki memergoki Masaru yang sedang menolak sekotak coklat pemberian seseorang, bahkan ia berkata kepada gadis itu kalau ia membenci hari valentine.
'Lebih baik aku tidak memberinya coklat...'
Catatan Author: Akhirnya selesai juga chapter pendek yang satu ini...
Tenang dulu, readers. Saya janji kok, chapter depan akan lebih panjang dari ini... janji deh ya? *puppy eyes* Kalau bisa sih, mungkin lain kali akan saya pertimbangkan untuk bikin chapter yang jumlah katanya 6k plus!
Oh iya, apa yang saya tulis diatas bersumber dari Motto episode 36 dan Naisho episode 11. Semoga readers bisa mengerti apa yang saya tulis kali ini ya?
Mind to RnR?
