DISCLAIMER: Ojamajo Doremi © Toei Animation, 1999-2004. Tidak ada keuntungan komersial sepeserpun yang saya dapatkan dari fic ini.
Catatan Author: Sampai di chapter 6! \(^o^)/
Yah, berhubung jadwal kerja saya yang selalu fleksibel, jadi minggu ini (lagi-lagi) saya mengupdate lebih awal dari biasanya, dan sekarang, untuk ketiga kalinya, saya akan menceritakan tentang… #$%&^*! Blah blah blah… (ehm, mungkin penjelasan ini bisa diabaikan. Langsung lihat ke judul chapter aja kalau mau tahu apa yang diceritakan disini, oke! ;) )
Warning: Bittersweet chapter.
Hazuki's Life
.
Chapter 6 – For You, I Won't Ever Scare
"Hana-chan, kumohon, kau minum susu ini ya? Sedikit saja," pinta Hazuki kepada Hana-chan yang sedang terbaring tak berdaya. Bayi itu mendadak sakit keras sejak pagi tadi.
Hazuki sengaja membuatkannya susu, agar bayi itu mau meminumnya, karena Hazuki yakin sekali bahwa Hana-chan pasti butuh energi yang cukup untuk melawan penyakit yang dideritanya.
Namun tetap saja, bayi itu menolaknya, walau semua orang disekitarnya tahu bahwa bayi itu pasti sedang lapar.
Doremi, Hazuki, Aiko, Onpu, Pop, juga Majorika dan Lala terus berusaha merawat Hana-chan agar bayi itu bisa sembuh, tapi hasilnya nihil. Kondisinya bahkan menjadi semakin parah.
Hana-chan sempat menangis selama beberapa jam karena rasa sakit yang dideritanya, tapi semakin lama kondisinya semakin melemah sampai ia tidak mampu lagi menangis.
Dalam kebimbangan, akhirnya mereka memutuskan akan membawa Hana-chan ke Majokai malam itu juga untuk berobat pada Majoheart.
Mereka menunggu sampai bulan tersenyum muncul dilangit, yang membuat mereka dapat pergi ke Majokai.
Mereka terkejut saat mendapati jumlah air yang mengalir di air terjun kecil yang menjadi gerbang ke Majokai berkurang.
"Pasti sedang ada masalah di Majokai," kata Majorika.
Walaupun begitu, mereka tetap bertekad membawa Hana-chan ke Majokai, ke klinik penyihir milik Majoheart.
Setibanya di sana, mereka bertemu dengan Majopi dan Majopon. Doremi memberitahu mereka tentang kondisi Hana-chan sekarang dan juga, meminta tolong kepada mereka agar memanggilkan Majoheart secepatnya.
Saat itu, Majoheart sedang berada di istana, menemui Jou-sama, jadi Majopon memutuskan untuk pergi ke istana dan memberitahu Majoheart tentang kondisi Hana-chan sementara Majopi menunggu mereka di klinik bersama Hana-chan, Hazuki, Doremi, Aiko, Onpu dan Pop.
Tak berapa lama kemudian, Majopon kembali bersama Majoheart. Dokter penyihir itu lalu memeriksa kondisi Hana-chan yang semakin melemah.
Majoheart menyuruh Majopon untuk menyelimuti Hana-chan dengan lapisan kapas dari pohon Life Wood. Doremi dan yang lainnya menanyakan kondisi Hana-chan kepada Majoheart.
"Kalau ini terus berlanjut, Hana-chan bisa..." ia tidak meneruskan kata-katanya, karena ia tahu bahwa mereka bisa menebak dengan mudah apa lanjutannya. Hana-chan bisa meninggal...
Tanpa berpikir panjang, Doremi lalu mengeluarkan picotto poronnya. Hampir saja ia menggunakan sihir terlarang untuk menyembuhkan Hana-chan kalau saja Majorika tidak melompat kearahnya dan mencegah hal itu terjadi.
Tapi kemudian, Hazuki, Aiko dan Onpu juga mengeluarkan picotto poron mereka, juga berpikir untuk menyembuhkan Hana-chan dengan menggunakan sihir.
Hazuki memang pernah menggunakan sihir terlarang sebelumnya, dan ia pernah bersumpah tidak akan pernah menggunakannya lagi, tapi demi keselamatan Hana-chan, ia rela menggunakannya lagi, asalkan Hana-chan selamat.
"BAKAMONO!" teriak Majoheart, "Kalian tidak boleh melakukan hal itu!"
Tapi mereka tetap bersikeras bahwa keselamatan Hana-chan lebih penting dari segalanya. Mereka tidak takut, walau harus mempertaruhkan nyawa mereka sekalipun. Itu lebih baik daripada mereka harus melihat kondisi Hana-chan yang semakin lemah seperti sekarang ini.
Tiba-tiba Jou-sama menghampiri mereka, dan memberitahukan kepada mereka bahwa hanya ada satu cara untuk menyembuhkan Hana-chan: mereka harus mengambil bunga berwarna merah bernama Love Supreme yang dapat mengabulkan permohonan. Bunga itu terdapat didalam sebuah hutan yang menyeramkan bernama Noroi no Mori (hutan kutukan).
Tapi untuk masuk kesana, mereka menghadapi resiko yang besar.
Selama ini, sudah banyak penyihir yang mencoba masuk ke sana dan tidak keluar dengan selamat. Salah satu dari mereka memang ada yang berhasil keluar dengan selamat, tetapi ia terkena kutukan untuk tidur selama seribu tahun.
Namun itu semua tidak membuat Doremi dan yang lain merasa gentar. Mereka tetap ingin pergi kesana demi menyelamatkan Hana-chan. Karena itulah, Doremi, Hazuki, Aiko dan Onpu memberanikan diri masuk ke hutan itu, dengan dibekali kristal sihir mereka yang akhirnya dikembalikan oleh Jou-sama.
"Inilah saat yang tepat bagi kalian untuk menggunakannya," kata Jou-sama.
Awalnya, Pop juga ingin ikut dengan mereka, tapi Doremi menentangnya. Dengan berurai air mata, akhirnya Pop menerima bahwa ia tidak bisa masuk ke hutan itu bersama dengan yang lainnya.
"Poppu-chan, kalau Hana-chan sudah sembuh nanti, tolong jaga dia demi kami ya?" pesan Hazuki kepada Pop, yang kemudian dijawab dengan sebuah anggukan kepala dari majominarai berambut merah muda itu.
Majoheart berjanji kepada mereka untuk menjaga Hana-chan selama mereka berada di dalam hutan itu. Ia menjamin bahwa Hana-chan tidak akan meninggal sebelum mereka keluar dengan membawa bunga itu.
Setelah menggunakan Magical Stage untuk berubah menjadi Royal Patraine, mereka berempat berjalan masuk ke hutan yang gelap itu. Di dalam sana, mereka sempat berilusi tentang keluarga mereka masing-masing, tak terkecuali Hazuki yang membayangkan bahwa ia sedang berbelanja gaun bersama sang mama di sebuah butik.
Dalam ilusinya, ia membayangkan bahwa sang mama memilihkan sebuah gaun panjang berwarna jingga untuknya, dan ia sedang mencoba gaun tersebut di dalam sebuah kamar pas yang berada di butik tersebut.
Hazuki memandangi gaun yang dikenakannya, 'Indah sekali…'
Tapi kemudian, Hazuki teringat dengan apa yang seharusnya ia lakukan sekarang: mencoba menemukan bunga Love Supreme untuk menyembuhkan Hana-chan. Ia berhasil melarikan diri dari ilusinya tersebut, yang ternyata dibuat oleh mantan Ratu Majokai yang memerintah dua periode sebelum Jou-sama agar mereka menyerah untuk mencari bunga Love Supreme tersebut.
Ketiga sahabatnya juga demikian. Mereka juga berhasil keluar dari ilusi mereka masing-masing saat mereka ingat bahwa Hana-chan membutuhkan mereka.
Setelah beberapa lama berjalan, akhirnya mereka menemukan apa yang mereka cari: setangkai bunga merah bernama Love Supreme.
Namun saat mereka mencoba mengambil bunga tersebut, mereka dihalangi oleh sang mantan Ratu dengan adanya rintangan berupa jurang disekeliling bunga itu. Hazuki sendiri bahkan hampir saja terjatuh ke dalam jurang tersebut kalau saja Aiko, Doremi dan Onpu tidak sempat menolongnya.
Mereka akhirnya memutuskan untuk mencoba melewati rintangan itu secara bergiliran satu persatu. Mereka tetap bertekad untuk mendapat bunga itu walaupun mereka harus terkena kutukan yang membuat mereka harus tidur selama seribu tahun.
Hazuki mengamati dua dari ketiga sahabatnya yang terlebih dulu mencoba mengambil bunga itu: Aiko dan Onpu. Keduanya sangat berani dalam menghadapi apapun resikonya yang akan mereka alami, termasuk tidur selama seribu tahun, tapi dengan mudahnya, mereka langsung jatuh tertidur sesaat setelah mereka mencoba melewati rintangan untuk meraih bunga itu.
'Apa yang salah?' pikirnya, 'Kami semua sama-sama mencintai Hana-chan seperti anak kandung kami sendiri, tapi kenapa Ai-chan dan Onpu-chan tidak diberi kesempatan untuk benar-benar meraih bunga itu sebelum mereka tertidur? Apa cinta mereka kepada Hana-chan belum cukup?'
Ia lalu menoleh ke arah Doremi, yang juga belum mencoba untuk melewati jurang penghalang itu, sama seperti dirinya.
'Kalau Doremi-chan yang melewati jurang itu duluan, apa dia akan mengalami hal yang sama? Tapi… bagaimana denganku?' pikir Hazuki. Tanpa terasa, air matanya mulai menetes, 'Kalau kami semua mendapatkan hasil yang sama seperti itu, lantas… untuk apa kami kesini?'
'Tidak mungkin. Pasti ada cara untuk kami mendapatkan bunga itu, tapi… masalahnya, siapa yang benar-benar akan mendapatkan bunga itu?'
Hazuki lalu teringat bahwa sejak awal, Jou-sama hanya menunjuk Doremi sebagai ibu Hana-chan. Ia, Aiko dan Onpu hanya ditugaskan untuk membantu Doremi merawat bayi itu.
'Kurasa Doremi-chan yang akan mendapatkan bunga itu nantinya. Kalau begitu…'
"Hazuki-chan, biar aku yang mencobanya sekarang," ujar Doremi yang akhirnya membuat Hazuki berhenti berpikir.
Doremi mulai melangkah ke arah jurang itu, tapi kemudian, Hazuki menggenggam tangannya dan membuatnya berhenti melangkah. Gadis berkacamata itu berkata, "Aku saja yang mencobanya, Doremi-chan."
"Hazuki-chan?"
"Sekarang, biar aku yang mencobanya, karena aku yakin bahwa… yang bertugas untuk mengambil bunga itu untuk Hana-chan adalah kau, Doremi-chan."
"Eh?"
Hazuki terus berjalan, mencoba melewati rintangan di depannya. Ia bahkan tidak peduli jika saat itu, Doremi memanggilnya. Ia memberanikan dirinya, meskipun pada awalnya ia merasa ketakutan saat berada di dalam hutan itu, karena demi Hana-chan, ia tidak akan pernah merasa takut menghadapi segala macam rintangan.
Sebelum ia jatuh tertidur, Hazuki sempat meneteskan air mata sambil memanggil Hana-chan dengan suara yang sangat pelan. Kacamatanya terlepas saat ia jatuh tertidur.
Dan akhirnya, tinggal Doremi sendiri yang belum mencoba melewati rintangan itu dan mengambil bunga merah yang berada di sana.
Sang mantan Ratu masih saja mencoba mencegah Doremi untuk mendapatkan bunga itu, tapi tetap saja tak berhasil. Ia sudah bertekad bulat untuk mengambil bunga itu apapun yang terjadi, dan ia tidak akan terpengaruh oleh apapun yang dikatakan oleh mantan Ratu tersebut. Ia tidak akan menyerah.
Satu hal lagi yang membuatnya pantang menyerah: kata-kata Hazuki sebelum ia mencoba melewati rintangan itu.
Setelah Aiko, Onpu dan Hazuki, memang tidak ada yang bisa diharapkan lagi selain dirinya, karena itulah, Doremi tetap nekat melewati rintangan itu.
Dan memang, pada akhirnya apa yang dikatakan Hazuki terbukti benar. Doremi berhasil mendapatkan bunga itu sebelum akhirnya ia jatuh tertidur bersama yang lain, dan disaat yang bersamaan, hutan yang mereka masuki itupun menghilang.
Mengetahui hal tersebut, Majorika, Lala, Pop, Jou-sama, Majorin dan Majoheart mendatangi Hazuki, Doremi, Aiko dan Onpu, yang telah jatuh tertidur.
Majoheart lalu memeriksa mereka berempat, "Tidak salah lagi. Mereka telah terkena kutukan itu, dan aku tidak yakin kalau mereka bisa bangun sebelum seribu tahun."
Majoheart kemudian menatap tangan kanan Doremi dan menyadari sesuatu disana: bunga Love Supreme yang telah berubah warna. Mereka berhasil mendapatkannya.
Jou-sama yang terharu kemudian berniat membangunkan keempat gadis itu dengan menggunakan sihir, namun ditentang oleh Majorin yang dengan cepat mencegah hal itu terjadi.
Situasi menjadi tegang saat Majopi dan Majopon datang membawa Hana-chan dan melapor kepada Majoheart kalau kondisi Hana-chan semakin memburuk.
Tapi tiba-tiba, bunga Love Supreme yang berada di tangan kanan Doremi bercahaya. Kelopak bunga itu lalu terbang mendekati Hana-chan, yang kemudian sembuh dan terbangun dari tidurnya.
Hana-chan lalu terbang mendekati Onpu, Aiko, Hazuki dan Doremi yang terbaring disana. Ia mencoba memanggil mereka, walaupun semua orang disekitarnya tahu bahwa mereka berempat tidak akan bisa merespon panggilan itu...
Pop yang sudah tak tahan lagi menggendong Hana-chan dan berkata kepada bayi itu kalau mereka akan tidur dalam waktu yang lama. Seketika, Hana-chan mengucapkan kata pertamanya: mama, yang pada akhirnya membuat Pop terkejut.
Tak lama kemudian, sebuah keajaiban terjadi. Doremi dkk terbangun dari tidur mereka. Ternyata, perkataan Hana-chan tadi secara tidak langsung membuat mereka terlepas dari kutukan itu.
Tapi sayangnya, karena kristal sihir mereka pecah, mereka sudah tidak lagi menjadi penyihir dan harus berpisah dengan Hana-chan.
'Tidak apa-apa kalau kami tidak bisa menggunakan sihir lagi, karena ini sebanding dengan hasilnya: Hana-chan selamat,' pikir Hazuki, 'Aku rela melakukan semua ini demi Hana-chan.'
Catatan Author: Akhirnya selesai juga…
Oke, mungkin saya nggak harus ngasih tahu readers semuanya tentang apa yang akan diceritakan di chapter depan, jadi ya… kalau mau tahu, tebak aja sendiri ya? ^^ *kabur sebelum dihajar*
