DISCLAIMER: Ojamajo Doremi © Toei Animation, 1999-2004. Tidak ada keuntungan komersial sepeserpun yang saya dapatkan dari fic ini.

Catatan Author: Dan akhirnya, tiba di chapter 8! \(^o^)/

Hihiy, lagi-lagi saya dapet libur kerja bukan di akhir pekan, jadi saya bisa menyempatkan diri untuk update fic ini bukan di hari Sabtu lagi, hehehe…

And now, here's the chapter.


Hazuki's Life

.

Chapter 8 – The Meaning of Friends


'Kenapa jadi begini? Sekarang… aku sangat bingung…'

Hazuki sedang berada di dalam kamarnya sambil memegang selembar kertas berisi pengumuman bahwa ia lulus ujian masuk SMP Karen.

'Apa yang harus kulakukan? SMP Karen memang sekolah impianku, tapi… aku sudah berjanji pada Doremi-chan bahwa aku akan masuk ke SMP Misora bersamanya. Bagaimana ini?' pikir Hazuki, 'Mungkin sebaiknya, aku tidak memberitahu yang lainnya dulu tentang hal ini. Mereka belum boleh tahu kalau… aku lulus ujian masuk SMP Karen.'

Hazuki benar-benar sedang kebingungan sekarang. Di dalam hatinya, ia ingin sekali masuk SMP Karen, tapi disisi lain, ia juga sudah terlanjur berjanji pada Doremi supaya mereka berdua bisa satu sekolah lagi, di SMP Misora.

SMP Karen adalah bagian dari sekolah khusus wanita Karen. Selain SMP, sekolah tersebut juga terdiri dari SMA dan akademi. Konon, banyak musisi kenamaan yang lulus dari sekolah tersebut, dan Hazuki ingin sekali mengikuti jejak para musisi itu. Ia ingin menjadi violinist, dan menurutnya, akan lebih bagus jika ia bersekolah disana.

Tapi disisi lain, ia juga tidak bisa mengelak bahwa ia mulai menyukai untuk bermain biola saat ia dan Doremi memainkan lagu 'Akatonbo' saat mereka masih TK dulu, setelah mereka berbaikan (baca di chapter 1), karena itu ia menjadi sangat bingung untuk memilih SMP mana yang akan ia masuki.

Rencananya, Hazuki tidak ingin memberitahu Doremi dan yang lainnya dulu tentang kelulusannya di ujian masuk SMP Karen, tapi ternyata, mereka tetap saja mengetahuinya sebelum Hazuki memberitahu mereka. Tamaki Reika memberitahu mereka semua saat mereka sedang berganti sepatu di ruang loker uwabaki.

Hazuki merasa takut kalau-kalau Doremi marah padanya hanya karena ia tahu bahwa Hazuki ingin bersekolah di SMP Karen, jadi setiap kali Doremi memanggil Hazuki, ia terus berkata pada Doremi bahwa ia akan bersekolah di SMP Misora, walaupun mungkin Doremi memanggilnya bukan untuk menanyakan padanya tentang hal itu.

Tapi tentu saja, pada akhirnya Hazuki tidak bisa menyembunyikan tentang keinginannya untuk bersekolah di SMP Karen dari Doremi.

Di suatu pagi, tanpa sengaja Doremi dan Hazuki bertemu di sebuah persimpangan saat mereka berjalan menuju sekolah dari rumah mereka masing-masing. Saat itulah, Hazuki memberanikan diri untuk memberitahu Doremi bahwa ia ingin bersekolah di SMP Karen, tapi itu bukan berarti ia ingin merusak persahabatan mereka yang selama ini mereka jalin dengan baik.

Tanpa diduga, Doremi tidak keberatan kalau Hazuki memang ingin bersekolah di SMP Karen. Ia bahkan memberikan ucapan selamat kepada Hazuki atas keberhasilannya dalam mengikuti ujian masuk sekolah itu.

Hazuki merasa lega bahwa Doremi tidak marah padanya, setidaknya, itu yang ia rasakan selama beberapa hari kedepan, sampai tiba saatnya hari kelulusan mereka dari SD Misora.

Awalnya semuanya berjalan lancar, sampai pada akhirnya, semua orang menyadari bahwa Doremi belum datang juga ke sekolahnya untuk menghadiri upacara kelulusannya.

Ternyata, Doremi merasa bahwa semua sahabat baiknya (termasuk Hazuki) membenci dirinya, karena itu, ia lebih memilih untuk mengurung diri di Maho-dou daripada harus menghadiri upacara kelulusan di sekolahnya dan mengingatkannya bahwa ia akan berpisah dengan para sahabatnya itu.

'Doremi-chan, pasti kau begini karena keputusanku untuk masuk SMP Karen. Kenapa kau malah berkata bahwa kau tidak keberatan saat itu, kalau akhirnya, hari ini kau malah bertingkah seperti ini? Kenapa, Doremi-chan?' pikir Hazuki.

Ia, juga Aiko, Onpu, Momoko, Hana-chan – yang selama setahun ini menyamar menjadi anak kelas 6 SD dan juga menjadi murid kelas 6-1 bersama Doremi dan Momoko – serta teman-teman seangkatan mereka di SD Misora terus berusaha meyakinkan Doremi agar ingin keluar dari Maho-dou.

"Doremi-chan, kau telah banyak menolongku dalam berbagai hal. Berkat bantuanmu, sekarang keluargaku kembali utuh. Kau adalah yang terbaik dari semuanya," kata Aiko, "Hanya kau yang bisa mengerti perasaanku yang sebenarnya."

"Ai-chan..."

"Doremi-chan, kalau aku tidak mengenalmu, aku pasti masih jadi seorang idola yang tidak peduli dengan penggemarnya. Aku pasti tidak akan bisa memahami perasaan para penggemarku sendiri," ujar Onpu, "Kau juga membuatku mengerti arti sahabat yang sesungguhnya."

"Onpu-chan..."

"Doremi-chan, kalau tidak ada kau, aku akan membenci Jepang," ujar Momoko, "Sejujurnya, dulu aku tak ingin pindah kemari, tapi karena ada kau, semuanya berubah. Aku merasa beruntung pindah kemari dan memiliki sahabat yang baik sepertimu. Kau sahabat terdekatku disini... Thank you, Doremi-chan."

"Momo-chan..."

'Sekarang giliranku bicara. Apa yang harus kukatakan padanya?' pikir Hazuki, 'Baiklah, pokoknya Doremi-chan harus keluar dari sana, atau… nanti aku akan…'

"Doremi-chan, kalau kau masih tidak mau keluar dari sana, aku juga tidak akan ikut upacara kelulusan," ujar Hazuki yang kemudian duduk bersimpuh disana, "Aku hanya ingin bersamamu disini."

"Hazuki-chan, jangan lakukan itu," sahut Doremi, masih tetap berada di dalam Maho-dou, "Kau tidak perlu melakukannya."

Hana-chan lalu menyodorkan kristal barunya, "Baik, Hana-chan akan membongkar rahasia Hana-chan didepan yang lainnya kalau Doremi nggak mau keluar juga!"

"H-hana-chan, jangan!" seru Doremi yang kemudian berlari ke pintu depan Maho-dou yang tadi pegangannya diikatnya dengan kuat. Ia berusaha keras untuk membuka ikatan itu, mencoba mencegah Hana-chan agar ia tidak menggunakan kekuatan sihirnya di depan orang banyak.

Diluar, Hana-chan terus saja mengucapkan mantranya secara perlahan, seperti sengaja diperlambat, "Pororin... Pyuarin... Hanahana... pi..."

Doremi tak tahan lagi, dan akhirnya berhasil membuka pintu itu dengan cara merusak pegangan pintunya. Ia akhirnya keluar dari sana.

Tapi pada akhirnya, ia tahu kalau Hana-chan tidak bersungguh-sungguh ingin menggunakan sihir disana. Di depan pintu yang terbuka itu, Hana-chan menyambut Doremi dengan sebuah pelukan hangat.

Setelah kejadian itu, semua terjadi sesuai rencana. Hazuki akhirnya bersekolah di SMP Karen, tapi itu bukan berarti ia tidak bisa bertemu lagi dengan Doremi. Ia bahkan sering berkunjung ke rumah sahabat terbaiknya itu.

'Meskipun tidak satu sekolah lagi, kami akan tetap jadi sahabat baik.'


Catatan Author: Oke, hanya ini yang bisa saya sampaikan di chapter yang satu ini. Semoga readers berkenan membacanya ya?

Chapter selanjutnya akan bercerita tentang… sesuatu yang spesial. Pokoknya tunggu saja ya?