Naruto © Masashi Kishimoto
Numb Girl © Gracia De Mouis Lucheta
Genre : Romance™/ Angst /Drama/Hurt-Comfort
Rated : T
Warning : Misstypo, OOC, AU.
For *SasuSaku Lovers*
Enjoying for Reading and Review…
~0~0~0~0~0~0~0~0~0~0~0~0~0~0~0~
Chapter 6
-The Imaginary-
Terinsipirasi dari lagu Evanescence –Imaginary-
Sebaiknya anda mendengar lagu Imaginary dan Lithium
Karya Evanescence dalam membaca chapter ini
.
.
Semua hal yang berkaitan dengan tata ruang panggung telah siap dengan desain warna merah marun latarnya juga diletakkan grand piano warna hitam yang akan digunakan seorang pianis muda di Konoha et campus dengan berperawakan tinggi memiliki rambut warna merah muda sebahu dari fakultas seni akan tetapi menurut kata-kata warga di kampus ini dia disebut numb girl atau lebih dikenal gadis mati rasa.
Acara tahunan akan dimulai sebentar lagi dan semua tamu dari kampus-kampus lain sudah berdatangan tak terkecuali anak pemegang saham seperti Sasuke Uchiha –anak bungsu dari Fugaku Uchiha-, Shikamaru Nara, dan Sabaku No Gaara tak lupa anak dekan fakultas seni –Naruto Uzumaki telah duduk di kursi VIP yang tersedia di sana.
Walau keluarga mereka saling bermusuhan baik Uchiha dan Sabaku, Sasuke dan Gaara masih berhubungan itupun secara diam-diam. Dari raut muka mereka masih tersimpan kekesalan pertemuan empat hari yang lalu dengan kakak mereka karena tanpa diketahui ,kakak mereka mencari seluk beluk gadis bernama Sakura Haruno bahkan katanya jangan ikut campur.
Di samping mereka ada pasangan masing-masing kecuali bungsu Uchiha karena sikap dinginnya yang terlihat dari wajah pucatnya. Naruto Uzumaki bersama Hinata Hyuuga, Shikamaru dengan Ino Yamanaka sedangkan Sabaku No Gaara dengan Matsuri.
Di tempat lain, seorang gadis berpakaian gaun warna biru tua tanpa lengan dengan aksen renda hitam serta dia memakai sarung tangan senada dengan gaun yang dipakai juga rambut merah mudanya digelung rendah dan diberi konde dengan bunga lily of the valley.
Dia memasang raut datar seperti biasa, akan tetapi dalam relung hatinya dia ingin menjerit-jerit akan penderitaan yang dialaminya walau dia tahu keluarga Sabaku adalah sepupunya juga Kakashi adalah paman darinya. Tetapi dia tahu kalau dia berlindung dengan mereka, maka Anko dan Orochimaru akan mencelakai mereka.
Tak dapat dipungkiri sekarang, pemuda bernama Sasuke Uchiha mencoba membantunya dengan melindungi dirinya yang terkadang aneh bagi Sakura, dia bukan siapa-siapa dari bungsu Uchiha. Saudara bukan…pacar bukan…kenapa dia harus lelah menaiki tangga dan menghadapi Kabuto juga memberikan penginapan untuknya.
Sakura harus mengakhiri semua mulai hari ini bahkan nyawa sekalipun harus dia pertaruhkan bahkan dia mengingat perkataan Anko beberapa jam yang lalu. "Kalau kau ingin keluarga Sabaku dan Uchiha juga pamanmu Kakashi Hatake selamat, tanda tangani surat warisan ini dan jika kau tidak mau maka aku akan mencelakai keluarga mereka sampai mati. Karena kau tahu, akulah yang membuat keluarga mereka bermusuhan juga membunuh ayah dan ibumu. Dengan menfitnah keluarga mereka, bahkan tanpa berpikir mereka melayangkan tinta permusuhan. Ya, pada awalnya bibi hanya bermain-main sebentar dengan mereka tapi daripada itu laksanakan sekarang. Rencana yang bagus bukan, Sakura!", kepalanya tiba-tiba pusing berulang kali ocehan Anko tersebut menguar di gendang telinganya.
Kemudian Sakura melangkah ke panggung tanpa menoleh sedikitpun bahkan seluruh isi panggung sunyi senyap. Akan tetapi ada beberapa orang fokus akan gadis itu tak terkecuali Gaara,Ino,Shikamaru,Naruto,Hinata bahkan Sasuke dan Kakashi memperhatikannya. Dengan petikan-petikan dari jemari indahnya melantunkan lagu Imaginary dari Evanescence, nada-nada yang menyakitkan terdengar menggema seluruh isi panggung.
Semua terdiam mendengar lantunan musik yang dipetik dari Grand Piano oleh Sakura Haruno…
I linger in the doorway
Of alarm clock screaming
Monster calling my name
Let me stay
When the wind will whisper to me
Where the raindrops, as they are falling, tell a story
Bahkan Sakura menyanyikan dengan penuh penghayatan dengan menutup mata emerladnya, tanpa sedikitpun air menetes dari pelupuk matanya. Dia menahan itu semua karena dia adalah gadis mati rasa, tapi bukan sepenuh mati rasa.
In my field of paper flowers
And candy clouds of lullaby (flowers)
I lie inside myself for hours
And watch my purple sky fly over me (flowers)
Tamu-tamu yang menyaksikan dan mendengarkan lagu yang dilantunkan oleh Sakura meneteskan air matanya dengan rasa sakit dalam hati. Mereka tanpa sadar mengetahui penderitaan dari gadis ini dengan menyembunyikan rasa itu dan menjadi mati rasa.
Sasuke juga menghayati lagu itu bertekad kuat untuk melindunginya bahkan taruhan nyawa sekalipun karena dia tahu tempat tinggal Sakura dan terlihat banyak preman juga dua orang dan satu orang tidak asing di mata onyxnya. Dia yakin Sakura menderita di sana…
Juga pemuda di sampingnya, Gaara sebagai sepupu dari Sakura tidak bisa berbuat apa-apa untuk melindunginya sekalipun. Dia harus bersikeras merebut Sakura dari Sasuke Uchiha yang mendominasi untuk melindungi Sakura walau keretakan hubungan persahabatan yang harus mereka berdua alami akan terjadi.
Don't say I'm out of touch
With this rampant chaos – your reality
I know well what lies beyond my sleeping refuge
The nightmare I built my own world to escape
Sakura menyakinkan pendengar yang ada di seluruh panggung bahwa dia menjadi mati rasa karena berusaha menyimpan penderitaan yang dialaminya karena pembunuhan orang tua di depan matanya bahkan persekutuan Uchiha dan Sabaku akibat dari dirinya. Dan saat ini, Sakura menetes matanya sambil tertawa.
Dia tidak tahan lagi atas pikiran-pikiran yang menusuk otaknya hingga membuat hampir dirinya menjadi psikopat. Sasuke tahu hal ini pasti akan terjadi, dia bangkit dari kursi penontonnya hingga membuat teman-teman di sampingnya kaget. Juga Gaara, sepupu Sakura juga bangkit dari kursinya akan tetapi ketidakhadirannya di kursi pada saat bersamaan tidak di ketahui oleh teman-temannya
Swallowed up in the sound of my screaming
Cannot cease for the fear of silent nights
Oh, how I long for the deep sleep dreaming
The Goddes of imaginary light
(paper flowers)
Dengan perasaan tertekan nada-nada yang ia tekan melalui tuts-tuts piano juga nyanyian jeritan serta membuat tangisan Sakura pecah begitu saja tetapi juga tertawa. Pemuda berambut Dark Blue langsung mendekati Sakura dan berhadapan tatapan mata mereka tanpa sadar.
"Hentikan Sakura, ini akan membuat kau menyakiti diri sendiri." Ucap Sasuke membuat Sakura menghentikan nada terakhirnya.
Di kejauhan, ada sekumpulan orang yang akan mencelakai isi panggung ini jika Sakura menerima uluran perlindungan dari salah satu pewaris Uchiha. "Sakura, ingat kata-kata bibimu, kalau kau berani melanggarnya maka kau harus mati sekarang juga dengan seluruh penderitaanmu." Desisnya.
"Apa maumu, Uchiha? Jangan menghalangiku bernyanyi…apakah salah aku tertawa sambil menangis? Apakah aku gila?" Bentak Sakura masih duduk di kursi tua Grand Piano.
"Sakura, hentikan nyanyianmu itu. Dan jangan tertawa dibalik kesedihanmu itu! Aku akan menopang penderitaanmu!" Ucap terkesan perintah dari Sasuke.
"Cih, kau bukan siapa-siapa aku! Gara-gara kalian, aku seperti ini. Mengerti kau,Uchiha!" Teriak Sakura langsung meninggalkan panggung itu.
Tanpa Sakura sadari, Gaara sudah berada di depannya menghalangi langkahnya untuk kabur dari panggung ini. Semua isi panggung ini bingung akan aksi dari pewaris besar dari Sabaku dan Uchiha sudah berada di atas panggung.
"Gara-gara kami kau jadi seperti ini, Sakura. Bahkan aku tahu, orang tuamu di bunuh kan! Aku ini sepupumu masih mempunyai ikatan darah yang mengalir di pembuluh nadimu, jadi jangan berusaha bersembunyi dari penderitaanmu." Ucap setengah berteriak Gaara menggema di panggung.
Naruto dan Ino kaget akan ucapan Gaara yang membongkar hubungannya dengan gadis mati rasa bernama Sakura mungkin membuat seluruh isi ruangan gempar dan mendesas-desuskan info ini kepada semua orang.
"DIAM, KALIAN YANG BERADA DI SINI JANGAN HARAP MEMBERITAHUKAN HAL INI KEPADA ORANG LUAR!" Teriak Naruto.
Karena lengah, dari awasan mata onyx dan jade. Sakura mengambil sebilah pisau dan menggoreskan mata pisau itu di tangannya.
"Sakura, hentikan tanganmu itu menyakiti tubuhmu!" Sasuke menarik tangan Sakura yang memegang pisau hingga jatuh di lantai panggung itu.
"Wah…wah, bagus sekali perlindunganmu Tuan Uchiha dan Tuan Sabaku, karena kalian berkomplot untuk melindungi gadis itu. Bisa saja ayah dan ibu kalian menghukum kalian berdua. " Desis laki-laki berambut panjang menuruni tangga panggung dengan micropon terpasang di wajahnya.
"Orochimaru, ada apa perlu kau kemari?" Ucap Shikamaru sangar karena dia tahu orang yang berada di sana adalah buronan dari kepolisian Konoha yang dipimpin oleh Shikaku Nara- Ayahnya-.
Tanpa menghilangkan tatapan maut, Orochimaru menggerakan tangannya seakan menyerah kepada Shikamaru.
"Oh, ada anak kepala kepolisian di sini. Aku takut—" Orochimaru mendelik gadis di samping Shikamaru, "—Um, juga gadis di sampingmu itu adalah sahabat kecil dari Sakura bahkan anak dekan –Naruto Uzumaki juga Hinata Hyuuga dan Matsuri. Kalian semua berkumpul di sini untuk…kematian." Ancamnya.
Sasuke menghentikan aliran darah yang mengucur deras di tangan Sakura dengan mengambil saputangan panjang yang ia simpan di sakunya dan mengikat kuat hingga aliran itu terhenti dan mendengar ucapan bahkan terdengar ancaman dari Orochimaru, tapi kemana Anko dan Kabuto?
"Dimana anak buahmu itu, Orochimaru?" Tanya Gaara.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Gaara, Orochimaru melancarkan serangan terutama Sasuke dan Gaara. Isi seluruh ruangan panggung tersebut panik dan keluar kecuali Naruto dan Shikamaru masih menantang maut untuk menghalangi langkah penyusup.
Sakura yang sadar menepis bantuan Sasuke dan kabur keluar menemui Anko untuk menyelesaikan surat warisan itu juga dia harus menghilang dari mereka yang berusaha membantunya.
Dengan langkah tergopoh-gopoh, Sakura menemukan titik temu dan melihat Anko sudah mengancamnya masuk ke dalam mobil warna hitam. Tak terkecuali Sasuke dan Gaara mengejar Sakura dan menghalangi langkahnya.
"Kita bertemu lagi tuan Gaara, ayo bermain-main sebentar." Ucap Kabuto menghentikan langkah Gaara dan Sasuke yang sudah mencapai mendekati Sakura.
Dengan berat hati, Gaara memberi isyarat kepada Sasuke untuk mengejar Sakura. Lagi..lagi, dia harus menyerahkansepupunya kepada Sasuke.
"Maumu apa Kabuto? Selesaikan ini sekarang juga…" Desis Gaara.
Sasuke berhasil menarik tangan Sakura dan jatuh ke pelukannya, tanpa dia sadari pukulan telak menumpu di bahunya hingga Sakura lepas dari pelukannya dan masuk ke dalam mobil Anko. Dia menggeram kesal dengan meninju tangannya di lantai hingga berlumuran darah.
Kemudian dia tersungkur…
.
.
Itachi dan Sasori sudah mengetahui perihal persekutuan diantara keluarganya,bukan keluarga Itachi dan keluarga Sasori membunuhnya tapi Anko dan Orochimaru. Mereka memasuki Konoha et Campus, dan kaget melihat Sasuke tersungkur di sana.
Dengan pesan dari Matsuri yang diterima oleh Sasori, mereka langsung membawa Sasuke untuk mengejar rombongan Anko membawa Sakura untuk lari dari kota ini untuk menghilang selamanya yang berarti harus lenyap dari dunia ini.
"Sasori, kau tahu dimana sekarang Anko keparat itu membawa Sakura?" Ucap Itachi menyetir kemudi mobilnya.
"Aku tahu, tapi bagaimana dengan mereka yang masih ada di sana?" Cemas Sasori.
"Sudahlah, yang penting menghentikan rencana busuk mereka." Ucap Itachi lagi
Merekapun mengejar mobil Aspache warna hitam…
Naruto mencoba menghubungi ayahnya, tapi gagal karena suara tembakan hampir mengenai dan mencelakai tubuhnya. Dia juga mencemaskan keadaan sahabat kecilnya –Sakura-, bahkan dia sangat bodoh tidak bisa melindungi sahabatnya yang selalu ceria itu.
Dorr..Dorr
Tembakan bertubi-tubi dilayangkan kepada Shikamaru yang selalu menghindar, "Sampai kapan anak kepala kepolisian kabur—huh? Apakah kau takut Shikamaru atau tunanganmu ini mati dihadapanmu." Ucap Orochimaru mengadahkan pistolnya di dahi Ino.
Mata onyx Shikamaru membulat, "Inooo…"
Tak terlebih Gaara mencoba menahan serangan beruntun dari Kabuto –mantan pelayan keluarga Sabaku-, sedikit mencemooh Kabuto mencoba membuat emosi Gaara memuncak dan kalap . "Inikah sepupu dari Sakura bahkan tidak bisa melindunginya, kenapa selalu dibawah naungan Uchiha!" Desisnya.
Tapi bukanlah seorang Gaara kalau tidak bisa menahan emosinya dan melayang pukulan telak terhadap Kabuto hingga terkapar di lantai. "Maaf, jangan berusaha memprovokasiku mantan pelayanku. Karena aku tidak suka itu!"
Gaara langsung menyeret Kabuto dan harus menemui Naruto dan Shikamaru yang sedang kesusahan menghadapi Orochimaru dan penyusup lainnya.
.
.
.
In Uchiha Corporation
.
.
.
Dengan perasaan kaget, Fugaku Uchiha –Direktur Uchiha Coorporation- mendapat telepon yang nampak tak asing di telinganya. Dia mencerna apa yang dikatakan oleh penelepon misterius itu "Anakmu baik sulung dan bungsu berkomplot dengan keluarga Sabaku untuk melindungi Sakura. Dan sekarang mereka mengejar dan berkelahi dengan Orochimaru untuk mengejar Sakura. Apakah sekarang tindakanmu Tuan?"
Fugaku mencoba menghubungi Itachi, akan tetapi nomornya tidak aktif. Dia menggeram kesal apa yang dilakukan kedua anaknya masih berhubungan dengan keluarga Sabaku –musuhnya-, tak habis pikir apa yang ada dibenak Itachi dan Sasuke. Apakah ada yang disembunyikan darinya? Dia harus tahu itu…
"Kalian harus menjelaskan ini semua…" Geram Fugaku membanting tangannya di meja kerjanya.
Fugaku menghubungi ayah dari Shikamaru yaitu Shikaku untuk menghentikan keributan di Konoha et Campus juga mencari kedua anaknya dan harus di sidang untuk diminta penjelasan sekarang tak peduli nyawa gadis –anak sahabatnya- tengah terancam.
"Apakah ini yang harus kulakukan? Tapi bagaimana dengan gadis bernama Sakura?" Ucapnya dalam hati.
Dia tahu apa yang harus dilakukan karena dia meminta anak buah Shikaku mengawasi gerak gerik Anko.
Tanpa Fugaku sadari, tindakan kali ini membuat Anko beserta anak buahnya bisa bebas melancarkan rencana utamanya walau mereka di awasi.
.
.
.
Panggung yang semula tertata rapi kini hancur tak berbentuk, kain-kain yang menghiasi ruangan itu berlubang dan tali penyangga pun putus juga sound systemnya rusak akibat tembakan bertubi-tubi dari penyusup tak terkecuali Orochimaru mengancam Shikamaru dengan melayangkan pistol di dahi Ino –Tunangan dari Shikamaru-. Mereka terdesak dan terpojok yang membuat penyusup itu menyunggingkan senyuman kemenangan.
Tetapi…
"Jangan bergerak dari kalian…" Ancam sekumpulan orang-orang berpakaian polisi menghentikan penyusup dan membawanya ke mobil tahanan, tapi Orochimaru berhasil kabur dan menghempaskan tubuh Ino hingga tersungkur dan beruntungnya Shikamaru menopangnya.
"Shikamaru-sama, maaf bantuan terlambat. Anda dan nona Ino tidak apa-apa kan?" Ucap laki-laki berambut hitam cepak menghampiri mereka.
"Kami tidak apa-apa…"
Naruto yang berhasil selamat kemudian menghampiri Shikamaru, "Shika, gawat!" dengan nada penuh kekhawatiran membuat Shikamaru menatapnya, "Apa yang gawat?"
Dengan penjelasan dari Naruto, Shikamaru mencoba menghubungi ayahnya untuk diminta penjelasan. Apa maksudnya ini?
"Ayah…"
"Ada apa Shikamaru?"
"Apa yang ayah lakukan? Menghentikan Sasuke mengejar komplotan Anko yang membawa Sakura!"
"Itu perintah dari ayahnya Sasuke, Shikamaru."
"Ayah, mereka itu yang membunuh orang tua Sakura dan membuat Sakura menjadi mati rasa!"
"Terus bagaimana dengan Ino-chan? Kenapa kau menghawatirkan dia?"
"Ino adalah sahabat karib Sakura, aku tak bisa membiarkan hal yang merepotkan ini membuat Ino selalu menangis."
"Tapi, maaf. Shikamaru. Teman kalian sudah berhasil dihentikan." Tutup Shikaku
Shikamaru tak habis pikir apa yang dilakukan orang tuanya. Kemudian dia mengisyaratkan kepada Naruto menghubungi Gaara untuk berkumpul di rumah Shikamaru sore ini juga.
.
.
.
In Uchiha Mansion
.
.
Semua terdiam tanpa ada yang mengeluarkan suara, emosi-emosi bahkan amarah menguar di seluruh ruangan itu hingga hawa panas menyelimuti. Baik Itachi dan Sasuke tidak berani membuka suara. Hingga sang ayah mereka memasuki ruangan itu dengan tatapan tajam bahkan menusuk.
"Aapa yang kalian lakukan bersama keluarga Sabaku, Itachi?" Tanya Fugaku.
"Menuruti apa yang ayah pinta." Jawaban nan singkat dari Itachi membuang muka.
Fugaku mendelik kepada anak bungsunya…
"Sasuke, kenapa kau masih berhubungan dengan Gaara?" Tanya Fugaku
"Karena tidak ada permusuhan diantara kami, apa gunanya tidak berhubungan dengannya. Kalau perlu ayah tahu, Itachi-nii juga berhubungan dengan Sasori-nii."
"Ayah juga tahu kalau keluarga kita di fitnah oleh Anko alih-alih keluarga Sasori menyembunyikan Sakura. Padahal Anko membunuh orang tua Sakura. Dan satu hal lagi, apa yang ayah lakukan hari ini…menghentikan langkah kami mengejar mereka itu sudah mengancam nyawa Sakura." Jelas Itachi membalas tatapan sengit dari ayahnya.
Baik Itachi dan Sasuke tidak takut akan ancaman dari ayahnya karena yang mereka lakukan itu benar dan mengetahui fakta yang sebernanya.
Sang ibu hanya bisa diam menyaksikan pembicaraan ayah dan kedua anaknya, dia juga mengerti perasaan anaknya apalagi anak bungsunya sangat ingin melindungi gadis bernama Sakura. Karena naluri ibu, dia tahu kalau Sasuke menyukai Sakura walau anaknya sendiri tidak menyadarinya.
"APAA! KALIAN JUGA TERANCAM DAN—" Ucapan Fugaku terpotong karena hadir seorang tamu tak dikenalnya.
Seorang laki-laki berambut putih dengan masker yang menutup sebagian wajahnya permisi menginterupsi pembicaraan keluarga Uchiha. "Maaf, Tuan Fugaku. Saya akan menjelaskan apa yang sebernanya karena aku paman dari Sakura…"
"Kakashi sensei…" Gumam Sasuke menatap dosen yang memberikan tugas penelitian bahkan alih-alih dia sendiri memilih Sakura menjadi penelitiannya untuk mencari apa yang dialami oleh Sakura.
"Kau adalah paman dari Sakura…" Ucap Itachi.
"Baiklah Kakashi, silahkan jelaskan apa yang tidak aku ketahui dari dua anak pembangkang ini…"
.
,
,
In Sabaku Mansion
.
.
Tak menampik suasana di mansion ini juga mencekam dan hawa panas hingga kesejukan dari pohon-pohon yang menjulang disana hilang begitu saja tanpa izin juga bisa memasuki mansion itu.
"Sasori, ibu sudah bilang kalau kalian tidak boleh berhubungan dengan Uchiha!" Bentak Ibu Sasori,Kankuro, Temari dan Gaara.
Sasori hanya diam tidak mau menjawab apa yang dikatakan oleh ibunya, karena apa yang ia lakukan sebagai pengganti dari ayahnya adalah tidak salah bahkan benar. Tetapi kenapa di depan mata ibunya kalau menyangkut nama Uchiha dianggap salah.
"Ibu harus tahu hal ini, yang membunuh paman dan bibi adalah ANKO. Dia biang keladi dari semua permasalahan yang membuat kita harus bermusuhan dengan keluarga Uchiha. Mereka yang salah satunya mantan pelayan dari keluarga kita ingin mengambil warisan dari hak milik Sakura." Jelas Gaara yang mewarisi sifat ayahnya dengan bijaksana mendinginkan suasana.
"Gaara, apa maksudmu?" Tanya ibunya.
Gaara menghela napas dan menceritakan hal yang terjadi mengenai perihal bahkan hal-hal yang tidak diketahui oleh kakaknya a.k.a Sasori mengenai kebenaran dari keluarga sepupunya.
"Ibu coba cerna kata-kata Gaara, aku mohon." Ucap Gaara meninggalkan ruangan itu dan meninggalkan mereka masih terdiam apa yang diucapkan si bungsu Sabaku.
"Gaara, walaupun kau berkata seperti itu kepada ibu. tapi, ibu tetap tidak setuju denganmu." Ucap Ibunya hingga langkah Gaara terhenti dan menoleh sebentar ke belakang.
Sasori bangkit dari tempat duduknya, "Ibu, maafkan Sasori dan Gaara. karena kami tetap akan menjalin bersama keluarga Uchiha. Gaara terkejut atas keputusan kakaknya dan tersenyum tipis dengannya.
"Kakak minta maaf karena tidak mengajakmu untuk mencari info tentang sepupu kita…" Lanjut Sasori menyusul adiknya dan meninggalkan mereka yang terdiam mendengarnya.
"Tanpa kakak ucapkan, aku sudah memaafkanmu. Yang terpenting, kita harus memperbaiki hubungan ini dengan Uchiha." Gumam Gaara.
.
.
.
.
.
.
Anko masih menunggu kedatangan Orochimaru dan Kabuto untuk menyaksikan harta warisan yang sepenuhnya milik Sakura akan jatuh di tangannya. Dengan senyum kemenangan menatap surat yang berada di tangannya akan menjadi bukti telak atas pemindahan warisan Sakura kepadanya.
Sakura sendiri masih berbalut gaun warna biru tua tetapi rambut merah mudanya tergerai kusut mencari cara untuk kabur dari kurungan ini. Dia menggigit bibirnya hingga berdarah kemudian melihat tangannya yang terluka tadi akibat darinya telah di bungkus dengan saputangan milik Sasuke Karena di sana ada lambang Uchiha dan tertera nama "S.U".
Dia ingin meminta bantuan dari mereka, baik dari Sasuke maupun sepupunya. Tetapi apa daya langkahnya harus terhenti. "Apa yang harus kulakukan sekarang, sebentar lagi tinta pena ini akan terukir jelas di surat itu dan aku pasti dibunuh oleh mereka.." Jerit frustasi menguasai emosi Sakura hingga dirinya tersungkur menatap pigura yang terpekur di meja itu.
"Ayah…ibu, aku akan menyusul kalian."
.
.
~*~*~TBC*~*~*~*~*~*~*~
Maafkan Gracia karena feelnya kurang baik dan kurang mengena, juga update nya sangat lama karena terbentur Ujian akhir semester kuliah juga tahun baru. Kurang sempat melanjutkan fic terbengkalai ini. Dan review kalian tidak bisa dibalas sekarang, mungkin chapter akan datang saya balas satu persatu karena saya terserang flu.
Yang fic berjudul When Love Hiding akan diupdate dua minggu lagi paling lambat, mohon maafkan saya.
Saran dari review kalian membangun emosi saya melanjutkan fic ini
Mohon RnR Ok*
Signed
Gracia De Mouis Lucheta
11 January 2012, at 11.46 a.m
