Moshi-moshi Minna-san…
Ketemu lagi dengan saya, Mia^^
Belakangan ini saya sedang menghabiskan liburan sekolah saya dengan mengetik cerita-cerita gaje(?) hehe.. Dan ini adalah salah satu dari cerita gaje(?) saya XD
Sumarry : Sakura, Ino dan teman-teman asramanya sedang menghabiskan liburannya diluar asrama. Mereka sudah sangat lama tak keluar asrama. Dan fanfic ini pun dibuat untuk menceritakan liburan mereka yang mengubah kehidupan mereka dan memberikan pengalaman yang amat berharga bagi mereka.
Rating : T
No Warning :p
Disclaimer : Always Masashi Kishimoto.
"Holiday Make It Happen"
Sebuah sekolah khusus Putri, Ginha School merupakan sekolah perempuan yang paling terkenal di desa Konoha. Sekolah ini terdiri dari beberapa tingkatan, dari SD, SMP, sampai SMA. Sekolah Asrama ini memiliki banyak peraturan yang sangat ketat, juga ekskul yang amat banyak. Dari ekskul basket, voli, paduan suara, musik, dan lainnya. Sakura Haruno, yang merupakan murid terpandai di sma ini adalah ketua osis sma Ginha.
Suatu hari di SMA Ginha.
"Pagiii", sapa Yamanaka Ino, sahabat Sakura dengan senyuman yang sangat lebar seperti biasanya.
"Pagi Ino. Sekarang saatnya kau piket! Ayoo!", jawab Sakura sambil menyodorkan sebuah sapu cokelat kepadanya.
"Isshh.. Kenapa kau ingat jadwal piketku sihh?", desah Ino kepada Sakura.
"Karena aku ketua kelas bodoh! Sudah! Cepat piket!",bentak Sakura sambil berlalu keluar kelas.
"Sialan Sakura!huh!", gumam Ino sendirian sambil menyapu ruang kelas.
"Ino! Tidak boleh berkata kasar seperti itu", sahut Hinata polos.
"Kata kasar bagaimana?", jawab Ino sok polos.
"Kata 'Sialan' tadi"
"Aha! Barusan kau juga mengatakannya kan Hinata? Tidak baik", seru Ino sambil menggeleng-gelengkan kepala sambil tertawa jahil.
"Ups! Maaf! Aku tak sengaja… ahh.. dasar bodoh..", gumam Hinata dengan sangat polosnya dan tidak sadar kalau Ino sedang menjahilinya.
"Ohoho, tak apa-apa Hin, tak apa-apa", jawab Ino sambil tersenyum jahil.
Ino yamanaka memang terkenal sebagai anak yang sangat jahil dan agresif di Ginha School. Bukan hanya itu, dia juga terkenal sangat pemalas, bandel, dan lain sebagainya. Nasibnya saja yang baik karena dia bersahabat dengan Sakura sang ketua Osis yang amat dihormati, apabila tidak, mungkin dia akan dimusuhi seluruh siswi SMA Ginha karena sifat-sifat meyebalkannya tadi. Sedangkan Hinata Hyuuga, anak polos yang pendiam ini sangat sering menjadi korban kejahilan Ino dari SD. Karena kepolosannya yang telah melebihi KKM inilah, kepintarannya menjadi tertutup, sehingga banyak orang sangka dia itu kurang pintar atau kata kasarnya adalah bodoh. Padahal dia adalah salah satu siswi yang amat pandai tak kalah dengan Sakura sang ketua Osis.
Ning-Nong
Ning-Nong
Bel tanda masuk pun berbunyi, seluruh siswi masuk ke kelas masing-masing untuk memulai pembelajaran.
"Pagi", sapa guru Kurenai sambil berlalu masuk ke kelas.
"Pagi buu", sahut para murid sambil duduk manis di kursi masing-masing.
"Baiklah anak-anak, sebelum kita memulai pembelajaran, ibu akan memperkenalkan kalian dengan murid baru"
"Murid baru? Pindahan mana bu?", sahut Ino tidak sabaran.
"Sabar Ino, itu akan dijelaskan nanti oleh murid pindahan itu sendiri. Kalau begitu (menoleh keluar pintu), Ayo silahkan masuk"
Para murid : *Hening*
"Baik anak-anak, ini dia murid baru yang akan belajar bersama dengan kita mulai sekarang. Ayo silahkan perkenalkan diri"
"Hm! Hai, nama saya Temari. Saya murid pindahan dari desa Sunagakure, mohon bimbingannya ya!", sapa Temari dengan tersenyum riang.
Para murid : "Haii Temari",balas para murid serentak.
Setelah memperkenalkan diri, Temari langsung duduk di sebuah bangku kosong tepat disebelah Ino.
"Hai, aku Ino",bisik Ino kepada Temari.
"Hai Ino, aku Temari(tersenyum), salam kenal"
"Hm! Kalau boleh tau, kenapa kau pindah sekolah?",Tanya Ino dengan entengnya.
"Oh, aku pindah karena paksaan ayahku", jawab Temari dengan singkatnya.
"Yah, tapi.. kenapa ayahmu memaksamu untuk pindah?", balas Ino dengan muka penasaran.
"Karena aku tomboy dan tak bisa diatur!", seru Temari dengan muka kesalnya.
"Jadi… apa hubungannya?", Tanya Ino dengan polosnya.
"Ya karena itulah.. aku dipindahkan ke asrama ini agar aku bisa lebih disiplin. Karena katanya disini peraturannya sangat ketat kan? Maka dari itu, ayahku memaksaku pindah dari sekolah biasa di Suna, jadi ke asrama Konoha yang ketat ini dengan maksud untuk memberiku pelajaran karena ketidak disiplinanku!",seru Temari dengan nada sedikit lebih kencang, yang mengakibatkan beberapa siswi menoleh kepadanya.
"Ssstt! Jangan berisik! Sedang apa sih kalian?", seru Sakura kepada Temari dan Ino.
"Kami sedang berkenalan Sakura!", bisik Ino.
"Ya ampun, berkenalannya nanti saja saat istirahat. Sekarang kan waktunya untuk belajar!", bentak Sakura kepada Ino.
"Baik kalau begitu Ino, mohon bimbingannya", lanjut Temari sambil tersenyum manis.
"Hey hey, minta bimbingannya jangan kepada Ino. Ino itu bukan lah orang yang tepat untuk dimintai bimbingan", sahut Sakura kepada Temari.
"Oh! Baiklah kalau begitu, mohon bimbingannya ya Sakura", balas Temari polos.
"Yep!"
"ishh…",desah Ino sambil mengeryitkan dahinya.
Ning Nong
Ning Nong
Waktu istirahat pun dimulai. Para siswi langsung bergegas keluar ruangan kelas, namun langsung terhenti karena kedatangan kepala sekolah mereka, nyonya Tsunade, yang sekaligus adalah hokage.
"Hai, anak-anak. Bisa minta waktunya sebentar?", sapa sang kepala sekolah, Nyonya Tsunade kepada murid-muridnya.
Para murid : "Hai buu.. tentu", sahut para murid serentak.
"Baik. Jadi begini, sebentar lagi kan kita akan selesai 1 semester tahun ini. Biasanya kalian akan diberikan liburan sebulan di asrama. Tapi sekarang, ibu mengusulkan untuk meliburkan kalian sebulan diluar asrama."
Para murid : "Apaaa? Waahh!", seru para murid kegirangan.
"Tapi bu, kan sudah peraturannya kalau anak sma Ginha tidak boleh berlibur keluar asrama sampai lulus nanti?", sahut Sakura tidak setuju.
"Saya tau, tapi peraturannya sekarang sudah dirubah. Karena banyak orangtua kalian yang protes. Lagipula ibu pikir juga tidak baik mengurung kalian seperti ini. Jadi mulai sekarang kemaskan barang-barang kalian, karena liburan tinggal 5 hari lagi."
Para murid : "Baik buu!"
Nyonya Tsunade pun langsung pergi keluar kelas, hendak pergi kekelas sebelah untuk memberikan informasi yang sama.
"Uwaaa! Ini hebat kan Sakura! Akhirnya kita bisa keluar dari asrama membosankan ini! Yeay!", seru Ino dengan girangnya kepada Sakura.
"…"
"Sakura?", Tanya Ino bingung dengan reaksi Sakura.
"Ah! Eeh.. iyaya, sangat hebat..", jawab Sakura sambil tak lama kemudian menundukkan kepalanya.
"Eeh, um.. tenang saja Sakura! Liburan nanti kau menginap dirumahku saja!",seru Ino dengan tatapan serius.
"Ohaha, tidak usah Ino. Tidak usah repot-repot", balasnya.
"Aku serius! Aku ingin menghabiskan liburan ini denganmu Sakura.. kalau tak mau tak apa sih, memang aku terlalu payah ya, sampai-sampai temanku sendiri tak mau berlibur denganku", lanjut Ino sambil memasang tanpang memelasnya.
"Eeeehh.. bukan begitu Ino, tapi aku tidak mau menyusahkanmu"
"Kenapa kau berpikir begitu! Tidak mungkin lah, tenang saja.. lagipula semua anggota keluargaku sudah mengenalmu dengan baik dan menganggapmu sebagai salah satu keluarga kami. Jadi.. mau yaaa?", seru Ino dengan manjanya.
"Ahh.. baiklah, tapi tidak mungkin aku menginap dirumahmu selama sebulan. Mungkin hanya seminggu"
"Oke!"
Sakura akhirnya mengalah pada Ino, dan telah memutuskan untuk menginap dirumah Ino liburan nanti hanya dalam jangka waktu seminggu. Ino mengajak Sakura untuk tinggal sementara dirumahnya saat liburan itu, dikarenakan orangtua Sakura yang sedang berada diluar desa. Ino merasa kasihan kepada Sakura apabila di liburan ini dia hanya kesepian sendiri dirumahnya. Maka dari itu, dia menawarkan Sakura untuk liburan dirumahnya. Orangtua Sakura adalah pemilik perusahaan terbesar di Konoha yang bernama HarunoCorp . karena itu, mereka sangatlah sibuk dan sekarang sedang mengurusi berbagai kegiatan perindustrian diluar desa.
Hari yang ditunggu-tunggu oleh semua murid pun datang. Setelah pembagian rapot, mereka diperbolehkan untuk mengemasi barang-barang mereka dan berlibur. Ino yang telah megemasi semua barangnya beberapa hari lalu sudah menunggu di depan gerbang pagi-pagi sekali, tidak sabar untuk liburan bersama sahabatnya Sakura.
Ning Nong
Ning Nong
"Baik. Sampai bertemu lagi sebulan kemudian ya anak-anak", seru Nyonya Tsunade sambil melambai-lambaikan tangannya.
"Yaaa buuuu", seru anak-anak serempak bersemangat.
"Sakura, selamat liburan ya. Tolong sampaikan salam ibu kepada kedua orangtuamu", menepuk bahu Sakura sambil tersenyum.
"Baik bu", jawab Sakura.
"Hati-hati ya semua!", lanjut Nyonya Tsunade dari kejauhan.
"Ya buu!", jawab para murid serempak seraya berjalan menjauhi sekolah.
Semua murid berhamburan pergi keluar gerbang sekolah Ginha. Mereka semua terlihat bersemangat dengan koper ditangan mereka masing-masing. Banyak siswi yang begitu terkagum ketika melihat segerombolan anak lelaki melewati mereka, seakan melihat artis besar saja. Maklum, mereka sangatlah jarang melihat lelaki dari SD sampai sekarang. Hal itu pun juga terjadi pada Ino.
"Oalaahh!", seru Ino ketika melihat segerombolan anak lelaki melewatinya.
"Ya ampun Ino", Seru Sakura sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sakura! Sudah setahun aku tidak melihat lelaki! Harusnya kau tau perasaanku dong!"
"Iyalah iya. Padahal kau kan sering melihat lelaki di majalah", jawab Sakura enteng.
"iihh Sakura! Beda dong!"
"Haha, iya deh iya"
Kemudian beberapa lelaki datang melewati mereka berdua. Salah seorang lelaki itu adalah tetangga Sakura, yang bernama Lee.
"Heyy! Sakuraaa! Lama tak jumpaa!", seru Lee ketika berpapasan dengan Sakura.
"Oh! Hai Lee. Iya, kau juga", Jawab Sakura sambil tersenyum manis.
"Tambah cantik saja kamu Sakura,hehe. Apa kabar?"
"Haha, biasa saja. Baik, Lee sendiri?"
"Sangat baik! Hehe (melirik ke Ino), siapa temanmu ini Sakura?"
"Oh.. ini Ino Yamanaka. Sahabatku dari SD di asrama Ginha"
"Oh! Salam kenal!" ucap Lee sambil menyodorkan tangannya kepada Ino dengan maksud untuk berjabat tangan.
Ino : "Ah.. eehh ya, salam kenal juga" jawab Ino sambil mengabaikan tangan Lee seakan tidak melihatnya.
"Oh..um.. kalau begitu Sakura! Aku duluan ya..", lanjut Lee.
"Ah! Iya Lee", jawab Sakura sambil tersenyum.
Kemudian Lee dan teman-temannya pun pergi meninggalkan mereka berdua.
"Ino…!", bentak Sakura kepada Ino dengan nada kesal.
"Apa?", jawab Ino sok polos.
"Kenapa kau sombong sekali tadi? Katanya kau ingin sekali melihat dan kangen dengan lelaki? Tapi kenapa kau tadi sombong sekali?", seru Sakura dengan muka kesalnya.
"Ya ampun Sakura tidak mengerti ya? Aku hanya ingin melihat lelaki yang tampan! Bukan seperti yang tadi!"
"Memangnya Lee kenapa?", Tanya Sakura semakin kesal.
"Dia itu jelek", jawab Ino dengan entengnya.
"Jahat kau Ino! Dia itu temanku!"
"Ya tapi kenyataannya memang begitu kan? Yasudah lah aku minta maaf kalau aku salah" lanjut Ino sambil melengoskan kepalanya.
"Haahh.. Ya aku maafkan", balasnya.
Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai ke rumah Ino dengan berjalan kaki. Sesampainya disana, mereka disambut dengan hebohnya oleh keluarga Yamanaka. Dan mereka pun langsung masuk ke kamar Ino untuk membereskan kamar.
"Ahh.. kangen sekali rasanya..", seru Ino sambil mengamati ruangan yang sudah lama tak ditempatinya.
"Iya. Aku juga kangen kamarku..", balas Sakura sambil tersenyum palsu.
"Tenang saja Sakura, minggu depan juga kamu akan pulang kerumahmu dan bertemu ayah ibumu kan?", seru Ino berusaha menghiburnya.
"Yah kalau mereka sudah pulang.."
"Mereka pasti akan pulang! Pasti!", Jawab Ino dengan muka serius.
"Haha. Semoga saja", balasnya sambil tersenyum.
"Loh? Ini foto siapa?", Tanya Sakura kepada Ino sambil mengeryitkan dahi.
"Ahhh! Sakura jangan lihat!", Seru Ino dengan paniknya ketika melihat Sakura menemukan foto masa kecilnya.
"Waah, ini Ino ya yang berambut bob? Lucuuu"
"Ah! Jangan! Itu foto yang memalukan!"
"Memalukan? Lucu kok! Hihi..", Jawab Sakura sambil tertawa jahil.
"Ih Sakura. Itu fotoku saat masih sangat bocah. Sudah sini kembalikan!"
"Bocah? Saat umur berapa memangnya?"
"Lebih tepatnya saat aku berumur 5 tahun sebelum masuk SD", jelas Ino.
"Waah pantas saja! Tapi ngomong-ngomong.. anak laki-laki disebelahmu ini siapa Ino?", Tanya Sakura penasaran dengan foto anak laki-laki berambut hitam bermata tajam disebelah Ino.
"Ah.. sudahlah. Tidak ada gunanya juga kamu tau Sakura. Sini kembalikan!", seru Ino mulai kesal.
"Yah.. yasudah ini", lanjut Sakura sambil meletakkan kembali fotonya keatas meja belajar Ino.
Dalam waktu 30 menit, kamar Ino pun sudah selesai dimodifikasi, sekarang menjadi kamar Ino&Sakura. Barang-barang sudah tertata sangat rapi dan suasana kamar jadi terasa lebih hidup dari semula. Karena hari masih pagi, tepat pukul 9.30 pagi, mereka pun berencana untuk pergi jalan-jalan mengitari perumahan sekitar sambil mengingat kembali masa-masa lalunya. Sakura yang amat tomboy ini memakai pakaian yang terlihat kebesaran, dengan jaket dan topi. Sangat berlawanan dengan gaya berpakaian Ino yang amat feminim dengan baju tanpa lengan, rok pink, dan rambut diikat tengah.
Saat perjalanan.
"Ahh.. menyenangkan ya, rasanya sudah lamaaa sekali", seru Ino dengan mata berbinar-binar.
"Hm! Sangat menyenangkan!"
"Nanti kita lewat rumahnya Sakura juga ya! Kan sudah lama tuh"
"Ah tidak usah.. lebih baik setelah ini kita langsung saja pergi ke bioskop. Kata kakakmu kan ada film bagus jam 10.00 nanti", jawab Sakura dengan maksud tidak setuju.
"Ihh Sakura.. Ya sudahlah kalau begitu. Lagipula kita juga sudah dikejar waktu ini, film nya mulai 30 menit lagi sih"
"Nah, maka itu.. sebaiknya sekarang kita segera bergegas kesana"
"Ah tidak-tidak! Waktu begitu sepertinya masih cukup untuk melewati rumahmu..", seru Ino plin-plan.
"Yah tapii.."
"Sudahlah ayo!", seru Ino bersemangat.
"Haahh…", desah Sakura yang telah mengalah lagi dari Ino.
Kemudian, mereka pun telah sampai didepan rumah Sakura yang ternyata masih tidak berpenghuni. Rumah nya masih sangat gelap dan sangat sepi, tentu saja karena tak ada yang menghuni selama setahun ini. Sakura pun semakin sedih dan cepat-cepat pergi meninggalkan rumahnya. Ino yang melihatnya berlari pun langsung secepatnya pergi menyusul. Setelah mereka pergi melewati rumah Sakura yang masih kosong itu, mereka langsung berlari secepat kilat menuju bioskop yang film nya hampir dimulai, 5 menit lagi. Sesampainya disana, mereka dicegat oleh petugas bioskop yang berambut orange, bermata biru dengan pipi yang tergores-gores(?).Setelah dilihat tanda pengenalnya, dia bernama Uzumaki Naruto!
TO BE CONTINUED~
Nah inilah chapter pertamanya. Banyak yang salah kata? Iya. Kurang bagus? Comment. Gak suka? Don't read. hehe. Chapter selanjutnya sedang pada tahap pengetikan(?) Jadi mohon ditunggu dan review ya? hehe. Jaa~ mohon bimbingannya^^
