Konnichiwa!

Lama tak jumpa! #eh #dikemplang. Baru juga beberapa jam yang lalu=3= hehe. Sepertinya saya terlalu terburu-buru update fanfic nya^^" (pantes chapter sebelumnya banyak yang salah nulis! #digampar). Akhir-akhir ini saya lagi suka ngetik sih, habis saya bosan liburan dirumah gak ngapa-ngapain TT^TT #DL.

Nah! Daripada Curhat gapenting, kita lanjut saja ya chapter 2 saya yang dibuat secepat kilat. Here we go…!

Sumarry : Sakura, Ino dan teman-teman asramanya sedang menghabiskan liburannya diluar asrama. Mereka sudah sangat lama tak keluar asrama. Dan fanfic ini pun dibuat untuk menceritakan liburan mereka yang mengubah kehidupan mereka dan memberikan pengalaman yang amat berharga bagi mereka.

No Warning!

Disclaimer : Always Masashi Kishimoto.

"Holiday Make It Happen"

Sesampainya disana, mereka dicegat oleh petugas bioskop yang berambut orange, bermata biru dengan pipi yang tergores-gores(?). Setelah dilihat tanda pengenalnya, dia bernama Uzumaki Naruto.

"Berhentiiii!", seru petugas bioskop berambut orange ini dengan tatapan yang sangat mengerikan.

"Ihhhh! Memangnya ada apa sih?", seru Ino dengan kagetnya.

"Diam! Jangan bergerak!"

Kemudian petugas muda ini langsung berbicara dengan seseorang melalui walkie talkie nya. Tampaknya dia sedang melaporkan sesuatu dengan ekspresi wajah yang amat serius.

"Baik! Sekarang kalian ikut aku!", bentak petugas sambil memborgol tangan Ino dan Sakura.

"Hey! Tunggu dulu! Memangnya kami salah apa?", seru Sakura dengan tatapan bingung dan sebal.

"Benar! Kami tidak berbuat apa-apa kan?", lanjut Ino dengan suara yang amat kencang.

"Sudah! Ikut aku dulu!", bentak petugas bioskop bernama Naruto ini dengan muka bengisnya, yang membuat Ino dan Sakura tunduk kepadanya.

Akhirnya mereka dibawa ke sebuah ruangan bawah tanah yang tampaknya seperti ruang interogasi yang amat gelap dan menyeramkan. Disana, Ino dan Sakura diborgol sambil duduk disebuah bangku kecil yang persis menghadap ke sebuah jendela besar, persis layaknya di sebuah ruang interogasi sungguhan.

"Baik. Sudah sampai tuan", seru Naruto si petugas kepada atasannya melalui walkie talkie nya.

"Hey! Cepat beritahu kami apa maksud dari semua ini?", Seru Sakura dengan kesalnya.

"Lihat saja nanti"

Beberapa menit kemudian seorang pria berbadan besar dan berambut putih datang ke ruangan mereka, yang setelah dilihat kartu namanya, dia bernama Tuan Jiraiya. Salah seorang lelaki tersukses di desa konoha yang memiliki banyak perusahaan ternama, seperti bioskop Konofilm ini, dan pemandian air panas terkenal 'Konohote' atau disebut juga Konoha Hot Water.

"Baik! Jadi benar dia orangnya Naruto?", seru Jiraiya si pemilik bioskop ternama ini dengan nada yang amat tinggi dan berat.

"Ya! Saya yakin! Sepertinya dia menyamar menjadi perempuan tuan!", tegas Naruto dengan yakinnya.

"Hey! Kami memang perempuan! Baka!", teriak Sakura kesal.

"Sudah! Biar kuperiksa dulu", sela Jiraiya dengan tatapan mesumnya.

"Periksa apa maksudmu?", Seru Sakura dengan mata terbelalak besar dan amat kaget.

"Hihi.. coba buktikan kalau kalian perempuan dengan melepas pakaian kalian sekarang", jawab Jiraiya dengan muka mesumnya dan tawa jahatnya.

"Enak saja kau! Memangnya kami ini apa? Segitu murahannya kah? Tidak akan!", jawab Sakura dengan nada yang amat tinggi sambil melengoskan kepalanya.

"Benar! Kami takkan semudah itu melepas nya! Ini sama saja seperti pelecehan, sialan!", Seru Ino dengan tatapan yang benar-benar mengerikan dan nada suara yang amat tinggi.

"Ohoho.. tenang..tenang.. aku hanya bercanda. Kurasa memang bukan kalian ya"

"Tu-tunggu dulu tuan! Tapi dia yang berambut kuning itu benar-benar mirip kan? Tidak mungkin salah", Sela Naruto dengan muka seriusnya.

"Memang iya, tapi.. ada satu hal yang menyebabkan bahwa dia bukanlah lelaki sialan itu", jawab Jiraiya sambil mengamati Ino.

"Memangnya apa tuan?", Tanya Naruto dengan bingungya, karena menurutnya Ino sangatlah mirip dengan orang yang sedang dicari oleh mereka.

"Hm… Tangannya", jawab Jiraiya dengan tatapan serius.

"Tangannya?", Tanya Naruto bingung.

"Kau tidak melihatnya dengan teliti ya Naruto? Kalau orang sialan itu memiliki mulut aneh dibalik telapak tangannya yang berfungsi untuk mencuri barang-barang curiannya", jelasnya.

"Ah! Ohya! Kalau dia…", seru Naruto sambil beranjak pergi menghampiri Ino.

"Hey! Apa-apaan kau?", seru Ino ketakutan.

"Oh! Benar.. kalau begitu aku yang salah ya..", jawab Naruto sambil menunduk malu.

"Hah.. jadi kalian kira kami ini pencuri itu?", sahut Sakura dengan tampang kesalnya.

"Lebih tepatnya kami mengira temanmu itu pencurinya, dan kau partnernya", jawab Jiraiya sambil berlaga sok keren.

"Gommen..", sela Naruto sambil menunduk.

"Cih! Kalau begitu cepat buka borgol ini!", bentak Ino kepada Naruto.

"Ah! Baik!", seru Naruto sambil cepat-cepat membuka borgol Ino dan segera menghampiri Sakura untuk hal yang sama.

"Huh! Makanya jangan asal tangkap dong, membuang-buang waktu saja!"

"Tau nih.. padahal kita baru saja keluar dari asrama dan berniat untuk bersenang-senang bersama. Malah jadi seperti ini", lanjut Sakura dengan muka kecewa.

"Jadi kalian.. anak asrama Ginha?", Tanya Naruto dengan mimic muka tidak percaya.

"Hm! Aku ketua osis SMA nya!", bentak Sakura kesal.

"Kau..? ketua SMA yang…", seru Naruto sambil ketakutan dan melangkahkan kakinya kebelakang 3 langkah.

"Memangnya dia kenapa?", Tanya Jiraiya bingung.

"Dia murid Nyonya Tsunade kepala sekolah kami yang amat kuat. Begitu pula Sakura!", jawab Ino.

*glek* "Sekali lagi.. maafkan aku", Sahut Naruto dengan tampang paniknya, seakan akan dimakan oleh binatang buas.

"Cih! Baiklah aku maafkan", jawab Sakura sambil melengoskan kepalannya.

"A-arigatou..", jawab Naruto lega.

"Tsunade ya? Apa kabarnya dia?", Tanya Jiraiya dengan muka serius.

"Dia baik-baik saja."

"Oh begitu rupanya. Kalau begitu Naruto! Antar mereka kembali ke depan."

"Baik tuan"

Kemudian Sakura dan Ino kembali digiring kedepan bioskop oleh Naruto. Kesalahpahaman pun berakhir. Sebenarnya, pencuri yang dimaksud tuan Jiraiya dan naruto adalah Deidara. Deidara terkenal sebagai pencuri paling dicari di konoha yang amat profesional. Karena tinggi dan bentuk rambutnya yang amat menyerupai Ino lah yang membuat mereka menyangka bahwa Ino adalah Deidara itu.

Setelah mereka sampai didepan bioskop, Naruto terus-terusan meminta maaf kepada Sakura karena ketakutan. Akhirnya, Ino meminta Naruto mengganti rugi masalah ini dengan memberikan tiket gratis untuk film yang akan diputar besok. Dan Naruto pun menyampaikan permintaan ini ke tuan Jiraiya, yang akhirnya diperbolehkan. Setelah itu, Sakura dan Ino kembali pulang dengan muka cemberut dan kecewa. Tetapi untungnya mereka mendapatkan tiket gratis besok yang membuat mereka merasa tidak dirugikan.

Keesokan harinya di Bioskop Konofilm.

"Akhirnya, tiba juga saatnya kita menonton ya Sakura!", sahut Ino kepada Sakura yang masih kesal karena kejadian kemarin yang membuatnya tidak menonton film pilihannya itu.

"Hm..? kok petugasnya berbeda ya?"

"Ah! Benar. Bukan si petugas bodoh berambut orange kemarin", balas Ino.

Kemudian mereka pun menghampiri petugas yang sedang sibuk membereskan karcis sambil berbincang-bincang santai dengan walkie talkie nya. Pemuda itu terlihat amat menyeramkan menurut Ino dan Sakura karena tatapan matanya yang amat tajam seakan-akan dapat membunuh mereka berdua dalam sekejap. Namun siapa sangka, Sakura ternyata jatuh hati pada lelaki itu pada pandangan pertama!. Namun, Sakura tidak mengungkapkan isi hati nya itu kepada teman baiknya sendiri, Ino. Dan ketika Sakura mendekati petugas tampan berambut hitam bermata tajam itu, dia langsung mengetahui namanya dari kartu nama petugas yang terletak tepat dibagian sebelah kiri bajunya, Uchiha Sasuke.

"Ada yang bisa saya bantu?", Tanya petugas tampan tersebut kepada Sakura yang sudah berada tepat didepannya.

"Ah.. em.. ka-kami…", jawab Sakura dengan terbata-bata saking kagetnya setelah mendengar suara pria tampannya itu yang amat keren.

"Kami ingin menonton film. Ini karcisnya", sela Ino sambil mengambil karcis dari tangan Sakura dan memberikan karcisnya bersamaan dengan karcis Sakura kepada petugas pujaan Sakura, temannya itu.

"Oh.. baik. Silahkan masuk", jawab petugas dengan gaya nya yang sangat cool dengan tatapan mata menuju kepada Sakura yang masih kaku di depannya sambil melamun.

"Sakura! Kau tak apa-apa?", sahut Ino bertekad menyadarkan Sakura dari lamunannya yang membuat Sasuke bingung.

"Ah! Ehh.. ya! Aku tak apa-apa. Maaf", jawab Sakura dengan kagetnya setelah mendengar sahutan Ino.

"Baik. Ayo masuk"

"Y-ya! Baik", seru Sakura sambil berlari cepat.

Selagi mereka berdua masuk ke dalam bioskop, Sasuke sibuk memainkan walkie talkie nya. Ternyata dari tadi dia sedang berbicara dengan rekan sekaligus sahabat karibnya yang ternyata juga petugas bioskop ini, Uzumaki Naruto.

"Jadi.. dia orangnya?", sahut Sasuke kepada Naruto dari walkie talkie nya setelah Sakura dan Ino masuk kedalam bioskop.

"Hm! Benar! Menyeramkan kan?", jawab Naruto dengan nada yang sedikit lebih tinggi.

"Tidak. Malahan, menurutku dia agak aneh ya…", lanjut Sasuke sambil memainkan rambut hitamnya yang amat keren.

"Aneh? Dia itu sangat seram tau! Salah orang mungkin kau!"

"Tidak. Dia sama persis seperti yang ada di foto.", jawab Sasuke dengan singkatnya.

"Aneh kenapa memangnya?", Tanya Naruto dengan nada yang sedikit bingung dan penasaran.

"Ya aneh saja. Eh sudah dulu ya Naruto! Aku sibuk nih. Maaf ya!", seru Sasuke sambil mematikan walkie talkie nya.

"Cih! Langsung dimatikan. Kebiasaan, padahal aku penasaran", gumam Naruto sambil kembali menjalankan waktu jam istirahatnya dengan memakan mie ramen kesukaannya.

3 setengah jam berlalu, Sakura dan Ino keluar dari bioskop karena film sudah selesai. Mereka pun sangat senang karena film yang mereka tonton sangat memuaskan. Akhirnya mereka bertekad untuk pulang karena hari sudah larut malam. Tetapi tekadnya dihancurkan oleh pengganggu yang amat mereka benci, Naruto si petugas bioskop yang menyebalkan(bagi mereka berdua).

"Oiy oiy! Bagaimana film nya? Bagus kan?", sahut Naruto sambil menyeruput minumannya.

"Ya, sangat bagus. Terima kasih atas karcis gratisnya", jawab Sakura dengan singkat yang bertekad untuk menghindari Naruto, tetapi rencananya sia-sia.

"Eiit! Mau kemana nyonya ketua osis?", lanjut Naruto dengan ekspresi genitnya yang hampir menyerupai tuan Jiraiya kemarin sambil menepuk bahu Sakura.

"Aku ingin pulang lah baka! Cepat minggir!", bentak Sakura sambil menepis tangan Naruto yang barusan berada di pundaknya.

"Sombongnyaa.. kau tidak mau bermain-main dulu kah?"

"Aku tak perlu bermain-main! Sudah minggir! Issh!", Geram Sakura saking kesalnya.

"Ahh masa sihh…? Hik!", lanjut Naruto dengan suara nya yang semakin melemah dan wajahnya yang tiba-tiba berubah seketika menjadi merah muda, yang ternyata dia sedang mabuk karena minuman yang tadi ia minum dan terjatuh pingsan di tubuh Sakura.

"Hyaahh! Ino! Tolong bangunkan dong!", seru Sakura panik karena tubuhnya yang ditimpa oleh Naruto.

"Ah! Ya!", jawab Ino sambil segera membangunkan Naruto dan menidurkannya di kursi taman tak jauh dari sana.

"Duh.. menyusahkan saja. Sudah jam 9 malam pula. Ayo pulang Ino"

"Hm! Tapi… kau yakin kita akan meninggalkannya sendirian disini? Kalau kenapa-k enapa bagaimana…?", lanjut Ino sedikit takut dan bingung.

"Benar juga sih. Kabarnya disini daerah yang kurang aman kalau malam hari ya? Lalu.. bagaimana?", seru Sakura menjadi panik.

"Duh.. kita antar dia kerumahnya saja deh", jawab Ino sambil meletakkan tangan Naruto dibahu nya yang bermaksud untuk merangkulnya dan membawanya pulang kerumahnya.

"Tapi Ino.. ini sudah terlalu larut malam. Lagipula, memang kau tau dimana rumahnya?", Tanya Sakura dengan tatapan yang terlihat amat bingung.

"Nih! Di kartu identitasnya", jawab Ino sambil memperlihatkan kartu identitas Naruto kepada Sakura.

"Ohya.. pintar juga kau Ino! Kalau begitu kita harus cepat! Ayo", seru Sakura sambil ikut meletakkan tangan Naruto di bahu kirinya dan merangkulnya pulang kerumahnya.

15 menit kemudian, mereka sampai di sebuah rumah kecil yang terlihat amat sederhana, dan itu lebih mirip kos-kosan daripada rumah pribadi. Dan ternyata benar, itu adalah kos-kosan khusus petugas bioskop pemberian dari tuan Jiraiya. Dan saat mereka mengetuk pintu rumah tersebut, keluar lah seorang lelaki yang terlihat keren dengan rambut acak-acakan dan muka yang amat familiar yang belum lama ini mereka kenal, ternyata dia adalah petugas pujaan Sakura!, Uchiha Sasuke.

-TO BE CONTINUED—

OK! Inilah Chapter 2 nya. Gommen kalau ceritanya agak gaje(?) dan banyak kesalahan kata T^T, maklum buatnya terlalu terburu-buru*salah sndiri*. Mohon review dan bimbingannya…. ^^