Konnichiwa! Gommen ne kalo update nya lama^^"

Dan Inilah Chapter 4 nya yang dibuat dengan singkat._.v

Selamat membaca \^^

Sumarry : Sakura, Ino dan teman-teman asramanya sedang menghabiskan liburannya diluar asrama. Mereka sudah sangat lama tak keluar asrama. Dan fanfic ini pun dibuat untuk menceritakan liburan mereka yang mengubah kehidupan mereka dan memberikan pengalaman yang amat berharga bagi mereka.

Rating : T

Genre : Friendship/Romance

No Warning :p

Disclaimer : Always Masashi Kishimoto.

"Holiday Make It Happen"

Lalu Sakura dan Ino pun segera pergi menuju lapangan. Disana banyak sekali yang ikut menyaksikan pertandingan basket mereka. Dan terlihat banyak sekali orang tua pemain yang ikut menonton, salah satunya keluarga Yamanaka. Namun, Sakura terlihat amat sedih karena ketidakhadiran kedua orangtua nya. Itulah yang membuatnya selalu melamun belakangan ini, dia merindukan kedua orangtuanya.

Pertandingan pun dimulai. Kedua tim terlihat begitu serius karena kedudukan seri. Kedua tim bermain seimbang. Sorak-sorai penonton pun begitu hebat. Termasuk keluarga Yamanaka yang amat heboh. Sampai-sampai membuat para pejalan kaki penasaran dan ikut meramaikan suasana. Tak terkecuali Naruto dan Sasuke yang sedang berada diluar jam kerja sambilannya.

"Oi Sasuke tunggu!", panggil Naruto kepada Sasuke yang selalu berjalan duluan tanpa memperhatikan sekelilingnya.

"Ada apa?", jawab Sasuke seraya menghampiri Naruto yang sedang menoleh mengarah ke lapangan Konoha.

"Itu lihat! Itu mereka kan? Tak kusangka mereka pemain basket!", seru Naruto dengan wajah yang terkagum-kagum.

"Lalu? Memangnya kenapa kalau mereka pemain bermain basket?", tanya Sasuke dengan nada dan wajah yang terlihat tidak tertarik sedikit pun.

"Yaampun! Jangan bilang kau tidak tau tentang gosipnya ya Sasuke?", tanya Naruto balik dengan tatapan wajah yang terlihat amat kaget dan tidak percaya.

"Gosip apa lagi? dasar tante-tante! Kerjaanmu ngegosip terus"

"Ih enak saja kau! bukan begitu! Gosip alias berita ini kan sudah sampai ke sekolah kita! Kalau pemain basket SMA Ginha sangat hebat! Sugoi!", teriak Naruto dengan mata yang berbinar-binar.

"Cih! Ternyata hanya itu. Yasudah ayo!", seru Sasuke sambil bertekad untuk melanjutkan perjalanan. Namun… Naruto menghilang.

Dari dalam lapangan, tepatnya di tempat duduk penonton paling belakang disebelah pojok kiri.

"Oi Sasuke! Sini!", panggil Naruto seraya berteriak dari salah satu kursi penonton.

*Glek* Cepat sekali….

Kemudian dengan terpaksa, Sasuke ikut menyaksikan pertandingan basket tersebut. Naruto terlihat amat bersemangat saat menonton pertandingan tersebut, sedangkan Sasuke… pastinya anda tau bagaimana ekspresinya saat ini.

Dan kita kembali ke pertandingan. Sakura sangat khawatir dengan kondisi tim nya saat ini. Baru pertama kalinya Sakura merasa se khawatir ini, karena lawannya kali ini adalah tim basket dari SMA Sunagakure yang amat hebat. SMA Suna ini adalah lawan terakhir untuk menentukan mereka lanjut atau tidaknya ke tingkat Nasional. Selanjutnya nanti di tingkat Nasional, mereka akan bertanding dengan SMA khusus lelaki, namun masih belum diperkirakan lawannya dari SMA mana. Maka dari itu, inilah saat mereka untuk berjuang mati-matian memperebutkan kemenangan atas Suna agar dapat lanjut ke tingkat Nasional.

Sakura pun merasa sangat susah untuk meraih kemenangan. Namun untungnya, teman-teman tim Ginha selalu mendukungnya. Dan pada akhirnya, mereka pun dapat mengatasi SMA Suna dan meraih kemenangan.

Pendukung SMA Ginha sangat gembira, begitu juga dengan para murid SMA Ginha yang ikut menonton, juga keluarga pemain seperti keluarga Yamanaka. Akhir permainannya sangat hebat, dengan Sakura yang mencetak angka amat tinggi melalui dunk nya. Naruto pun terlihat sangat terpukau dengan permainan Sakura serta yang lainnya. Dan Sasuke pun tanpa diduga juga ikut terlihat kaget dan terpukau sampai-sampai merekam aksi dunk nya Sakura! Memang pertandingan yang amat hebat.

Di ruang ganti.

"Kita menang! Yes!", teriak Ino dengan girangnya.

"Iya, syukurlah… ini semua berkat kerjasama keras tim kita. Saya sebagai ketua sangat bangga", seru Tenten sembari tersenyum manis didepan tim nya yang terduduk lemas karena kecapekan.

"Tenten benar sekali. Tapi, sebagian besar juga karena Sakura ya. Dia kan yang paling berjuang dan mencetak skor terbanyak untuk tim kita", lanjut Ino.

"Tidak Ino. Walaupun dapat mudah mencetak skor banyak, namun tanpa teman se-tim yang membantu mengoper bola dengan baik… Kemenangan takkan diraih", lanjut Sakura dengan bijaknya.

"Tepat sekali", seru Tenten sambil mengacungkan jempolnya.

Sementara itu…

"Sasuke! Hebat sekali ya! Apalagi si ketua osis berambut pink itu! hebatttt!", teriak Naruto dengan mata berbinar-binar.

"Hn", ucap Sasuke singkat sambil terus menatap lekat handphone nya.

"Oiy oiy! Liat apa sih? Sepertinya daritadi kau serius sekali? Lihat donggg", seru Naruto sambil memaksa Sasuke untuk menunjukkan apa yang sedang dilihatnya.

"Berisik!"

"Ih! Dasar pelittt! Huh! Kalau kau berani bertanya-tanya tentang basket lagi…. takkan kutanggapi!", teriak Naruto sambil melengoskan kepalanya.

"He? Eh… serius?", tanya Sasuke terlihat cemas.

"Huh!", ambek Naruto sambil tetap tidak mau memandang Sasuke.

"Cih! Curang kau! Yasudah ini", seru Sasuke terpaksa sambil menyodorkan handphone nya yang kemudian diambil oleh Naruto dengan cepatnya.

"HAH? ini kan…! Aksi dunk si rambut pink tadi! Direkam?", seru Naruto kaget dengan mata terbelalak besar tidak percaya.

"Hm", jawab Sasuke singkat dengan sikapnya yang tetap dan selalu…STAY COOL.

"Waaa! Jangan-jangan kau…. Jatuh cinta sama si rambut pink?"

"Hey! Bukan! Kau bodoh atau apa sih? Itu kan demi tim kita!", bantah Sasuke sambil memasang muka horror nya yang layaknya akan membunuh si Naruto saat itu juga.

"Heh? Tim kita? Ada apa dengan tim kita?", tanya Naruto dengan muka yang amat polos yang amat dibenci Sasuke.

"Tim basket kita akan melawan tim Ginha di tingkat kejuaraan Nasional nanti, BODOH!", teriak Sasuke amat kesal dengan kebodohan Naruto yang melebihi KKM sampai ingin mencekiknya.

"He? Serius? Kok aku gak tau ya?", tanya Naruto lagi dengan wajah yang sekarang melebihi polos… kalian tau artinya kan…

"Kau iniii! Padahal 3 hari yang lalu sudah diumumkan masih saja tak tau? Memang manusia yang benar-benar bodoh!", geram Sasuke sambil kembali mengambil handphone nya dan segera pergi meninggalkan Naruto sendiri. Sedangkan Naruto…

"Kapan… kok gak ingat? Hah? hah?", ucap Naruto sendirian sambil memukul-mukul kepalanya dengan wajah yang melebihi polos…

Sedangkan di kamar Ino dan Sakura…

"Apa? SMA Bonha? Serius? Kok bisa?", teriak Ino kaget ditelepon sampai terbangun dari tempat tidurnya.

"Ada apa Ino?", tanya Sakura dengan wajah yang terlihat amat bingung dan penasaran.

"Baik baik! Oke", seru Ino menutup telepon dari temannya Tenten.

"Ino! Ada apa?"

"Sakura! Lawan kita di tingkat nasional nanti adalah SMA Bonha!", teriak Ino sambil membelalakan matanya.

"Hah? kok bisa? Seharusnya kan kita melawan tim dari desa petir! Menurut perkiraanku sih…"

"Katanya, Tim dari desa petir mengundurkan diri karena suatu hal", jawab Ino singkat.

"Tapi seharusnya dengan begitu kita dinyatakan menang dong!"

"Tidak Sakura. Kau ingat tidak peraturannya? Tidak boleh ada yang mengundurkan diri, apabila ada… tim lawan akan digantikan dengan tim yang menang sebelumnya saat melawan tim yang mengundurkan diri itu", lanjut Ino menjelaskan.

"Oh iya… akan susah dong. SMA Bonha dikenal hebat soalnya"

"Hebat? Tapi kenapa waktu itu kalah?", tanya Ino.

"Karena ketidakhadiran sang ketua", jawab Sakura singkat.

"Siapa ketuanya? Pasti dia yang ter-jago ya?", seru Ino ingin tau.

"Hyuuga Neji. Ya, jago sekali! Tapi sayangnya, hanya Neji dan Shika yang kutahui informasinya. Yang lain tidak, malahan aku tak tau siapa lagi anggota tim nya", jawab Sakura dengan raut muka kecewa.

"Wah sayang sekali! Sepertinya kita harus berlatih keras ya sekarang! 2 minggu lagi lho!"

"Ya kutau", jawab Sakura.

"SAKURA! ADA TAMU UNTUKMU!", teriak Ibu Ino dari lantai bawah.

"Hah? tamu? Ah baiklah, aku turun dulu ya Ino!", seru Sakura sambil berlari ke lantai bawah.

"Yap!"

Sakura pun segera berlari cepat ke lantai bawah dengan perasaan yang sangat penasaran. Dan ternyata, kedua orangtua Sakura lah yang datang.

-TO BE CONTINUED-

Inilah chapter 4 nya! Semoga kalian suka ya, dan mohon bimbingannya T^T

Review nya ditunggu,hehe. Hope you like it, like or dislike please review^^