Mending langsung baca ya?

ENJOY!

.

.


Gombal! (MoriChii version)

A Hey! Say! JUMP fanfic—Ini memang serangan gombalan dari Morimoto Ryutaro.

All Hey! Say! JUMP's members belongs to Kami-sama, their parents, and Johnny's Jimusho

Gombal! (MoriChii version) belongs to Mochiraito

WARNING! Contains: MoriChii and slight YabuNoo, Sho-ai NOT yaoi, OOCness, ABALness, GAJEness, LOCH(?)ness, EPIC FAIL plot, EPIC FAIL gombalan.

DON'T LIKE DON'T READ!

.

ENJOY!


.

.

Morimoto Ryutaro tengah sibuk dengan sebuah PSP di tangannya sejak tiga jam lalu. Posisinya yang awalnya duduk di atas sofa berwarna jingga di rumah milik Hey! Say! JUMP pun kini telah berubah menjadi tiduran dengan menjadikan paha Inoo Kei sebagai bantalnya. Kei yang memang sedang mengerjakan tugas kuliahnya membiarkan posisi mereka karena menurutnya tak masalah selama anggota termuda Hey! Say! JUMP itu tidak mengganggu dirinya.

Jari-jari Ryutaro bergerak lincah menekan tombol-tombol di PSPnya. Otaknya berputar menentukan serangan selanjutnya yang akan ia lancarkan pada lawannya. Akhirnya ia memenangkan permainan dengan sebuah tendangan yang dilancarkan karakter yang ia mainkan.

"Yattaaa~!" seru Ryutaro, mengepalkan tangannya kuat-kuat dan tersenyum bangga, "Inoo-chan akhirnya aku berhasil menang lawan boss di level 8!" ia mengguncang-guncang lengan pemuda yang menjadi sandaran kepalanya.

"Sou desu ka? Omedetou!" Kei melemparkan senyumnya, tangannya mengacak rambut pemuda penyuka hamster itu. Ryutaro mengembangkan senyum penuh kebanggaannya semakin lebar dan mengacungkan jempol kanannya.

"Hoi Ryuu, jangan mengganggu Inoo-chan dong. Dia sedang mengerjakan tugas kuliah tahu!" Tiba-tiba saja Kouta sudah berada di belakang mereka. Tanpa aba-aba lain, anggota tertua Hey! Say! JUMP itu memberikan jitakan gratis pada sang anggota termuda Hey! Say! JUMP.

"Ittai..." Ryutaro mengusap kepalanya yang baru saja dihadiahi jitakan ringan, "Mamaa... Yabu-kun wa hidoi yo..." tiba-tiba saja Ryutaro sudah berpura-pura menangis sambil menunjukkan kepalanya yang baru saja mendapat hadiah jitakan pada Kei.

"Mana? Sini kuusap biar sakitnya sembuh," kata Kei sebelum terkekeh geli karena menatap ekspresi kebingungan yang jelas terlihat di wajah tampan Kouta. Ryutaro menundukkan kepalanya dan membiarkan Kei mengusap kepalanya dengan halus.

"M-mama?" tanya Kouta, mengangkat sebelah alisnya bingung, "Mana mau aku punya anak gila hamster?" gumam Kouta.

Ryutaro menoleh, "Nani?"

"Iie!" Kouta menggeleng dengan wajah yang tertekuk. Ia kesal melihat Ryutaro bisa dengan mudah berada di dekat Kei, bahan saat pemuda berwajah manis itu sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Padahal biasanya, Kei akan langsung protes jika Kouta berada di dekatnya saat ia mengerjakan tugas kuliahnya. Tidak bisa konsentrasi, katanya.

"Tapi, kalau Ryuu bilang aku mama, papanya siapa dong?" tanya Kei.

Refleks, Kouta berkata dengan lantang, "Ya jelas aku dong!"

Kedua pemuda yang sedang duduk di sofa itu menatap sang pemuda bermarga Yabu. Mereka terdiam cukup lama sebelum akhirnya Ryutaro memecah keheningan sesaat itu, "Mana mau aku punya papa super ero?" katanya sebelum ambil langkah seribu dari ruang tengah menuju kamar. Kei hanya tertawa mendengarnya, sedangkan Kouta langsung mengambil ancang-ancang melempar majalah yang berada di tangannya.

.

Ryutaro menghentikan langkahnya di depan pintu kamar Chinen Yuuri dan Arioka Daiki yang terbuka lebar. Di dalamnya hanya ada Yuuri tengah membaringkan dirinya di kasur sambil menyenandungkan salah satu lagu Arashi, Kotoba Yori Taisetsu na Mono. Tanpa ragu, Ryutaro memasuki ruangan itu dan langsung berjalan menghampiri satu-satunya pemuda yang ada di sana.

"Chii, nani wo shimasu ka?" tanya Ryutaro dengan nada yang sengaja dibuat lebih imut.

Yuuri bangkit dari posisinya, "Nani mo nai," ia menggeleng. Sang lawan bicara hanya bersungut-sungut menanggapinya.

Ia ingat kemarin Yuto bertanya padanya tentang gombalan. Entah kenapa tiba-tiba saja di otaknya terlintas beberapa ide gombalan. Ia tersenyum kecil, "Chii, kau suka melakukan gerakan akrobat ya?"

Yuuri mengangguk penuh semangat, "Un, daaaaiiiisuki desu!"

"Sudah kuduga, soalnya kamu sering berakrobat di hatiku sih!" Yuuri tak membalas pernyataan Ryutaro yang menurutnya sedikit aneh.

"Chii, tahu tidak? Kemarin saat minum ice coffee tanpa gula, aku malah merasa kalau ice coffeenya terlalu manis," kata Ryutaro.

"He? Kok bisa?" tanya Yuuri penasaran.

"Soalnya aku meminum ice coffeenya sambil memandangmu sih!" Yuuri mengerutkan keningnya mendengar pernyataan Ryutaro yang menurutnya lagi-lagi aneh.

"Chii, mau tahu tidak apa permintaanku pada Kami-sama saat ulang tahunku kemarin?" tanya Ryutaro. Yuuri hanya mengangguk, ia baru menyadari bahwa dirinya sedang jadi korban dari serangan gombalan seorang Morimoto Ryutaro.

Ryutaro tersenyum lebar, "Aku ingin selalu bersama denganmu sampai aku mati," Yuuri menundukkan kepalanya. Wajahnya sudah semerah kepiting rebus.

"Ryuu, boleh aku tanya satu hal?" tanya Yuuri, berniat membalas gombalan Ryutaro. Ryutaro mengangguk.

"Apa kau pernah dapat peringkat satu di sekolah?" sekali lagi Yuuri bertanya

"Peringkat satu... Sou desu ne..." Ryutaro menggaruk pelipisnya, "Sepertinya dulu pernah."

"Tapi kok sekarang kau selalu bisa jadi peringkat satu di hatiku ya?"

Ryutaro mengembangkan senyumnya lalu memeluk Yuuri erat-erat, "Kamu juga peringkat satu di hatiku kok!" Yuuri ikut tersenyum mendengar kata-kata pemuda yang lebih tinggi darinya itu.

.

.

THE END


Yak, MoriChii pertama aku nih! Hahahaha aneh kah? Kepanjangan ya?

Karena requestnya MoriChii plus slight YabuNoo, jadilah bikin kaya ginian. Di awal (yang pas Ryuu tiduran di pahanya Inoo-chan) terinspirasi dari bagian awal konser 2010 TEN JUMPnya Hey! Say! JUMP. Waktu di konser, Ryuu emang tiduran di paha Inoo-chan dan Inoo-chan ngelus rambutnya. Pokoknya menurut aku itu tuh udah kaya ibu-anak banget deeeh! Makanya di fanfic ini aku munculin si papanya! Hahaha

Dan serangan gombalannya pun sebenernya gombalan pasaran yang udah sering ditemuin di mana-mana. Gomen ne...

Review?