Tittle: Aku ingin menjadi Sakura
Cast: Sakura Haruno
Rate: T
Genre: General/Friendship/Romance
Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto
Author © Uchiwara Miharu
Warning: Typo, OOC, dan segala kekurangan yang terdapat dalam penulisan maupun alur cerita ini.
Don't like, don't read! Selamat membaca!
Chapter 2
Sambungan telpon itu kuputus dan aku segera menuju kamar mandi dan membenahi diri. Aku tidak ingin kupingku panas mendengar celotehan sahabatku itu. Setelah selesai mandi dan memakai kemeja kerjaku, aku segera mengambil tas kerja yang kemarin malam ku lempar di atas sofa.
Saat aku hendak memakai sepatu kerjaku, ponselku kembali berdering. Aku mendesah pelan setelah melihat si penelpon yang lagi-lagi gadis berambut blonde itu. Malas menanggapinya, ponselku segera kumatikan. Ya, masa bodohlah bagaimana reaksinya nanti di kantor. Aku terlalu malas memikirkannya dan kembali bergelut dengan sepatu kerjaku yang kini kurasa sudah mulai kekecilan dan segera setelah itu aku mengunci pintu apartemenku.
Normal POV***)
Seorang gadis dengan mata berwarna emerald baru saja keluar dari apartemennya, dia nampak seperti mayat hidup karena tidak sedikitpun terpancar semangat maupun emosi darinya. Entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini, sehingga dia tidak menyadari kehadiran seorang pemuda dengan seragam SMA yang sedari tadi memperhatikannya dari kejauhan.
Dengan perlahan-lahan pemuda dengan mata berwarna sebiru langit itu mendekati gadis itu agar langkahnya tidak terdengar. Namun, sepertinya dia harus menanggung kekecewaan karena baru beberapa langkah saja, gadis itu menyadari seseorang dibelakangnya dan menoleh ke belakang dengan mengeryitkan alis matanya.
"Ada apa?" tanya Sakura tanpa menyembunyikan tatapannya yang merasa terganggu dengan kehadiran tetangga sebelah apartemennya itu.
"Hehehe, ayo berangkat bersama-sama, Sakura!" ajak pemuda berambut pirang itu dengan wajah innocent-nya.
"Sudah berapa kali aku bilang, jangan memanggilku dengan sebutan 'Sakura'. Aku dua tahun lebih tua darimu! Dan apa kau lupa kalau arah tempat kerjaku dan sekolahmu itu berbeda, Naruto?" ucap Sakura agak kesal dengan tingkah laku pemuda di hadapannya.
"Tapi kan aku memakai motor. Aku akan mengantarmu ke tempat kerja dulu, setelah itu aku bisa menuju ke sekolahku. Ayolah, Sakura! Kali ini saja, ya?" balas Naruto tidak mau menyerah. Kali ini dia meminta dengan tatapan -puppy eyes- kebanggaannya.
Namun sepertinya dia harus kembali menelan kekecewaan, karena gadis itu sama sekali tidak merespon ajakannya dan malah berjalan menjauhinya. Naruto menghela napas pelan dan segera mengekori Sakura. Dia sepertinya tak pernah jera di tolak oleh gadis itu.
Sakura POV***)
Aku masih merasakan anak itu mengikutiku dari belakang. Huft! Apa sih maunya? Padahal aku selalu menolak ajakannya untuk mengantarku ke tempat kerja. Sebenarnya jika gengsiku tidak tinggi, aku pasti menerima ajakannya itu. Ya lumayanlah, mengirit ongkos naik bis. Tapi, apa kata teman-temanku di kantor jika mereka melihatku di antar oleh anak SMA? Aku tidak mau dianggap tante-tante yang menyukai brondong.
"Sakura," ucapnya memanggilku. Kuputuskan untuk tidak merespon panggilannya dan mempercepat langkahku.
Hup!
Entah bagaimana caranya, si rambut durian itu, kini telah berdiri tepat dihadapanku dan memperlihatkan cengiran khasnya. Aku mencoba menghindar darinya, tapi dia malah menghalangi langkahku, dan itu membuatku benar-benar muak.
"Bisa tidak kau berhenti menghalangiku? Aku bisa ketinggalan bis karena ulah konyolmu ini!" kataku agak kesal.
"Kalau begitu, ikut denganku saja. Bukankah itu mengirit biaya naik bis!" katanya dengan semangat.
Shit! Anak ini pintar sekali mencari jawaban dan ku akui itu memang benar. Tapi jangan panggil aku Haruno Sakura jika aku dengan mudah dikalahkan oleh seorang anak SMA yang bertampang bodoh ini. Aku segera mengambil ponsel yang kuletakan di dalam tas kerjaku dan menelpon taksi untuk menjemputku di depan apartemen. Kulihat wajah Naruto cemberut, namun aku tidak peduli, aku segera berlalu darinya dengan senyum penuh kemenangan.
Normal POV***)
Sakura berlalu dengan mengumbarkan senyum penuh kemenangan, dan tidak lama setelahnya datang sebuah taksi berwarna biru menghampirinya dan meluncur pergi bersamanya.
"Huft, Gagal lagi!" ucap Naruto dengan wajah cemberut. Dengan sigap dia menuju bagasi motornya dan mengendarai motornya menuju ke sekolahnya ke arah yang berlawanan dari jalan yang dilalui gadis berambut soft pink itu.
Sesampainya di Konoha High School, dia segera memarkir motornya di antara jejeran motor yang lainnya dan menggantungkan helmnya di kaca spion motornya. Dia segera berlalu dari parkiran dan menuju kelasnya.
Nampak jelas hiruk pikuk siswa dan siswi disana saat dia memasuku kelasnya. Ada yang sibuk menggosip, dan ada juga yang sedang sibuk mengerjakan tugasnya. Dia juga sempat melihat Temujin yang sedang dikejar-kejar Matsuri karena keisengannya mengambil sebuah buku, yang diyakini Naruto adalah buku tugas Fisika mereka hari ini. Naruto hanya tersenyum kecil melihat tingkah teman-temannya dan duduk di kursinya yang bersebelahan dengan Kiba.
"Tumben tidak terlambat, Naruto!" tutur Kiba saat Naruto meletakkan tasnya dilaci mejanya. Naruto meninju pelan bahu teman sebangkunya itu, dan yang dipukul pura-pura mengernyit kesakitan.
Kiba mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan meletakkannya di meja Naruto. Naruto memperhatikan buku bersampul coklat itu dengan sedikit bingung dan menatap Kiba.
"Bukankah kau memintaku mencarikan buku ini kemarin," kata Kiba menjawab kebingungan Naruto.
"Kau sudah menemukannya! Bagaimana caranya?" tanya Naruto dengan mata yang berbinar dan membuka-buka buku itu.
"Aku meminjamnya, hehe," jawab Kiba dengan sedikit ragu. Naruto menatap wajah sahabatnya itu dengan tatapan tidak percaya. "Ya, bukan meminjamnya secara langsung, sih! Aku mengambilnya dari kamar Hana-neechan tanpa sepengetahuannya," lanjut kiba lagi sambil nyengir kuda. Naruto tertawa mendengar jawaban temannya itu.
"Maaf merepotkanmu. Terima kasih, Kiba. Kau memang sahabat yang baik," ucap Naruto tulus.
"Wah, ini kejutan! Sejak kapan kau berubah seperti ini dan berterima kasih padaku," balas Kiba meledek sahabatnya itu, dan keduanya tertawa bersama.
Seorang gadis dengan setelan baju berwarna merah tampak membolak-balikan file-file yang ada di depan meja kerjanya. Dia sedikit menghela napas dengan hasil kerja yang dilakukan timnya.
"Akhirnya tuan putri datang juga," kata seorang gadis yang berdiri di depan pintu ruang kerjanya.
"Hai, Ino!" balas Sakura singkat. Ino mendesah pelan lalu mendekati meja Sakura dan duduk di bangku yang ada di depannya.
"Kau tahu, Sakura. Aku suka kau yang dahulu. Aku lebih menyukai Sakura yang selalu tersenyum lepas dan ceria," ucap Ino menatap sahabat kecilnya itu dengan tatapan sendu. Sakura langsung menutup file yang baru saja dibukanya dan membalas tatapan sahabatnya itu.
"Bisakah tidak membahas ini di kantor, Ino!" pinta Sakura.
"Saku, ayah dan ibumu merindukanmu. Bahkan kemarin ayahmu kerumahku dan memintaku membujukmu pulang ke rumah. Apa kau tidak kasihan kepada mereka,?" tanya Ino prihatin dengan sikap Sakura.
"Sudah berapa kali aku bilang, Ino! Aku tidak akan pulang jika anak sialan itu masih di rumah. Aku muak dengan wajahnya, tingkahnya dan semua tentang dirinya!" balas Sakura agak kesal.
"Bagaimanapun Hinata adalah adik angkatmu, Sakura. Kau tidak bisa menghakiminya seperti itu. Dia tidak memiliki salah apapun terhadapmu. Dan kau juga tidak berhak membencinya hanya karena alasan pribadimu saja," jelas Ino. Dia merasa Sakura memang telah kelewatan selama ini. Dia bosan membiarkan tingkah sahabatnya itu dan dia tidak bisa membiarkannya selalu seperti itu.
Sakura menatap tajam Ino, dan dibalas Ino dengan tatapan yang tidak kalah tajam. Sakura bangkit dari duduknya dan berlalu dari Ino, tanpa menghiraukan panggilan Ino.
Ooo to be continued ooO
Author's note:
Umm, bagaimana? Maaf jika masih terasa aneh dan alurnya tidak tepat. Maaf juga jika terdapat typo dan kesalahan dalam penulisan. Kira-kira buku apa yang dibawakan oleh Kiba untuk Naruto? Ada yang tahu? Saya saja bingung itu buku apa, hehehe. Mohon reviewnya baik kritik maupun sarannya.
