Naruto © Masashi Kishimoto
Characters:
Aburame Shino (16), Hyuuga Hinata (16)
Pairing: ShinoHina
Rate: T


Day 5: Advanced Sensibility


Aburame Shino bukanlah seorang anak lelaki biasa, tetapi sayangnya tidak semua orang bisa mengerti hal itu.

Infusi Kikaichū yang diberikan kepadanya sejak lahir menetapkan hal itu dari awal. Ide yang tampak mengerikan jika dipikir lebih jauh, puluhan ribu serangga mempenetrasi tubuh seorang manusia, bersarang dan berkembang biak di dalamnya, lalu hidup dari chakra sebagai sumber makanan. Kemudian sebagai gantinya, induk semang mereka memperoleh kontrol penuh terhadap para Kikaichū, siap digunakan dalam pertempuran tanpa harus menggunakan segel atau konversi chakra.

Simbiosis mutualisme.

Hubungan yang saling menguntungkan, atau setidaknya awalnya Shino pikir seperti itu. Sampai pada suatu titik dalam hidupnya, ia berpikir bahwa kadang, ia berharap tidak harus membawa makhluk-makhluk aneh ini kemanapun ia pergi.

Dimulai dari kesalahpahaman para warga sipil Konoha, terutama anak-anak yang menganggap bahwa setiap anggota Klan Aburame adalah pengusir serangga yang handal. Demi Tuhan, ia bukan eksterminator hama! Sama sekali bukan. Dan Shino tidak pernah sekalipun menyebut mereka sebagai "hama". Makhluk-makhluk kecil itu adalah teman-temannya, Shino tidak akan berbuat sesuatu yang akan membahayakan keselamatan mereka.

Jeritan histeris dan tatapan ketakutan pun sering Shino dapatkan ketika ia dalam perjalanan pulang setelah selesai mengumpulkan serangga, salah satu kegiatan favoritnya di waktu luang. Kadang Shino lupa diri dan membiarkan seekor—OK, mungkin beberapa—serangga bebas bergelantungan di tangannya. Tentu saja kelakuan yang ia anggap normal itu mengundang reaksi spontan yang menyakitkan dari orang-orang sekitar.

Shino iri pada Kiba dan ninken-nya, Akamaru. Orang-orang akan berebut untuk membelai Akamaru dan tanpa ragu mendekati Kiba. Tapi tentu saja Shino tidak bisa menyalahkan orang-orang itu, kalaupun ada seorang wanita yang tiba-tiba berlari menghampirinya lalu berkata, "Bolehkah aku membelai seranggamu?" Yeah, Shino kemungkinan besar akan balik bertanya, "Apa ada yang salah dengan kewarasanmu, Nona?"

Terlepas dari beberapa ketidaknyamanan, Shino bisa hidup dengan kekurangan kecilnya. Ia sama sekali tidak keberatan. Ia cukup senang memainkan peran sebagai orang aneh yang misterius.

Sebuah bayangan di tengah keramaian.

Bukan tanpa alasan Klan Aburame sangat diandalkan dalam bidang espionase.

.

.

.

"Shino-kun, terima kasih sudah repot-repot datang ke sini untuk membantuku."

Aburame Shino, seperti biasa, berdiri tak bergeming dengan kedua tangan dimasukkan dalam saku, jaket tebal dengan hoodie yang tampak terlalu berat untuk musim panas menyembunyikan sebagian besar tubuhnya. Dari balik kacamata hitam, ditatapnya Hyuuga Hinata yang sekarang baru saja kembali berdiri tegak setelah membungkuk dalam-dalam.

"Tidak masalah. Latihan seperti apa yang kau inginkan?"

Di pagi hari, Hinata singgah ke kompleks pemukiman Aburame untuk bertemu langsung dengan Shino. Pewaris Klan Hyuuga itu meminta bantuan Shino untuk sebuah metode latihan yang sudah lama ingin dicobanya. Shino tidak memiliki kegiatan khusus pada hari itu, jadi ia langsung menyetujui permohonan Hinata di tempat. Setelah memastikan area yang diinginkan, mereka kemudian berjanji untuk bertemu di hutan yang berbatasan dengan Daisan Enshūjō, lapangan latihan nomor tiga, tepat pukul sebelas siang.

"Seperti yang kujelaskan padamu tadi, aku ingin melatih Byakugan-ku. Karena itu, aku perlu target yang mampu bergerak secara sporadis, sulit untuk ditangkap mata biasa. Mungkin aku akan menggunakan kunai dan shuriken untuk mengenai target yang sudah kutemukan, sebagai tanda. Jadi aku berpikir kalau serangga-serangga Shino—"

"Adalah target yang tepat, ya… aku mengerti."

"Ta-tapi… ketika aku mengenai para Kikaichū dengan shuriken atau kunai… apakah—" Hinata menatapnya dengan penuh keraguan sebelum meneruskan, "—apakah serangga-serangga Shino akan terluka? Kalau ya, aku sudah memikirkan target yang lain sebagai solusinya."

"Apakah serangga-serangga itu akan baik-baik saja tanyamu?" Shino mendengus, membetulkan letak kacamatanya, "Aku akan menggunakan barrier chakra untuk melindungi mereka. Kalau itu maumu. Tapi tentunya kau tahu kalau mereka bisa dan siap untuk dikorbankan. Jumlah bukan masalah, mereka tidak akan punah karena aku bisa mempercepat proses perkembangbiakan mereka dengan Mushimayu."

"Kau bisa melakukan itu? Maksudku, melindungi mereka dengan chakra?"

"Tentu saja. Aku bisa memanipulasi chakra mereka sebelum keluar dari tubuhku," Saat ini, Shino tidak bisa menyembunyikan senyumnya lebih jauh lagi, gadis ini benar-benar mengkhawatirkan serangga-serangganya.

"Nah, kapan kau memulainya, Hinata?" Shino bertanya, mengeluarkan kedua tangan dari dalam saku jaketnya.

"Kapanpun kau siap." Hinata mengembalikan gestur yang serupa, "Terima kasih Shino-kun!" Gadis itu berteriak sebelum mencari titik awal untuk bersiap-siap.

'Tidak, terima kasih.' Begitu pikir Shino ketika ia mulai memanggil para Kikaichū, 'Terima kasih karena telah memikirkan mereka.'

.

.

.

Beberapa jam berlalu. Shino dan Hinata menghentikan latihan mereka untuk beristirahat sejenak. Berkat barrier chakra yang dipakai Shino, mereka berhasil meminimalisir "korban" dari simulasi kecil mereka. Shino sungguh tidak mengerti kenapa Hinata masih bersikeras untuk mempertahankan pelindung-pelindung itu, namun kemudian ia merasa bahwa yang dilakukannya cukup berguna untuk melatih kontrol chakra-nya sendiri. Tidak ada pihak yang dirugikan, jadi ia memutuskan untuk terus menjalaninya.

"Kau memang aneh." Shino berceletuk ketika mereka berjalan berdampingan, mencari tempat yang nyaman untuk makan.

"Ke-kenapa Shino-kun bilang begitu?"

"Sebelum kita mulai tadi, kau bertanya apakah serangga-seranggaku akan baik-baik saja."

"Ya... itu hal yang wajar kan? Karena kupikir, serangga-serangga Shino sama artinya seperti Akamaru bagi Kiba, Sharingan bagi Sasuke, atau Byakugan bagiku dan Neji. Itu bagian dari diri Shino. Hal yang menggambarkan dirimu sebagai seorang Aburame."

"Kau tidak menganggapnya... menakutkan atau... menjijikkan?"

Hinata hampir tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan itu. Setelah bertahun-tahun berada dalam tim yang sama, Hinata merasa heran, kenapa baru sekarang ia mendengar pertanyaan itu dari mulut partner-nya? Mungkin Shino menunggu saat yang tepat, mungkin juga karena sekarang ia merasa cukup nyaman untuk menanyakan pertanyaan apapun termasuk hal-hal yang bersifat pribadi kepada Hinata. Yang mana pun alasannya, Hinata tetap berhati-hati dalam menjawab pertanyaan Shino.

Ia tidak ingin menyakiti hati Shino, yang sejauh Hinata tahu, cukup sensitif. Namun Hinata tidak akan berbohong atau melebih-lebihkan, apa yang ia ucapkan adalah murni apa yang ia rasakan dan pikirkan.

"Aku harus mengakuinya, Shino-kun. Awalnya aku memang takut, aku sering mendengar cerita-cerita dari ayahku waktu kecil tentang Kikaichū milik Klan Aburame. Namun setelah aku bertemu langsung dengan Shino dan lebih lagi kita berada di tim yang sama... ah, sudah berapa tahun?"

"Empat."

"Ya, empat tahun. Aku sudah melihat langsung dengan mata dan kepalaku sendiri apa yang bisa dilakukan serangga-serangga itu. Menurutku… mereka sangat menakjubkan. Ya, kurasa itu kata yang tepat untuk menggambarkannya."

Hmm... menakjubkan katanya. Luar biasa.

"Lagipula, Byakugan lebih menakutkan, bukan begitu? Ketika kuaktifkan, mataku akan berubah menjadi sangat menyeramkan, pembuluh darah akan menyembul keluar di daerah sekitar mata ini, sangat mengintimidasi orang-orang yang melihatnya dan sama sekali tidak elegan seperti jutsu milik Ino atau keren seperti teknik milik Sakura."

"Menurutku tidak begitu. Byakugan sangat istimewa, kalian Klan Hyuuga memiliki penglihatan terbaik dalam hal Doujutsu."

Hinata tersenyum, "Aku tahu, Shino berkata seperti untuk menghiburku... terima kasih."

"Tidak juga, apa kau tadi menyebut serangga-seranggaku menakjubkan semata-mata hanya untuk menghiburku?"

"Tidak."

Shino kembali mendengus pelan. Hinata menganggap itu adalah cara Shino untuk tertawa. Seumur hidup, ia belum pernah melihat Shino tertawa terbahak-bahak. Entah karena ia memang memiliki selera humor yang yang berbeda dari kebanyakan orang, atau itu adalah salah satu bentuk latihannya untuk menguasai diri.

Setelah mereka menemukan tempat yang tepat, keduanya menikmati bekal buatan Hinata sendiri. Tidak ada yang berbicara, kadang Shino berkomentar singkat mengenai betapa rapi penyajian dan enaknya masakan Hinata, menyebabkan wajah gadis Hyuuga itu tersipu malu. Hinata memang tidak terlalu pintar bersikap dalam menerima pujian. Keduanya saling menikmati keberadaan masing-masing, sampai akhirnya Shino kembali bersuara.

"... Kau tahu, beberapa hari yang lalu aku menemukan jenis baru dari serangga gurun di Sunagakure. Kurasa serangga itu adalah hasil dari penyimpangan genetik yang langka. Sayangnya, aku belum berhasil menangkapnya untuk koleksiku. Kau... mau mencarinya bersamaku?"

Si Aburame muda mengalihkan pandangannya ke wajah Hinata, menunggu respon dari partner-nya. Mungkin Hinata tidak tahu, ini adalah pertama kalinya Shino mengajak seorang gadis untuk pergi berdua saja. Ia tertawa dalam hati, setelah dipikir-pikir, tidak mungkin seorang anak perempuan biasa mau di ajak pergi untuk mencari seekor serangga mutan di tengah-tengah gurun yang gersang dengan potensi badai pasir.

Terdengar seperti kegiatan yang membosankan dan berbahaya.

Tetapi jawaban Hinata kemudian membuatnya lega, "Aku akan sangat senang sekali kalau Shino mengajakku. Kapan?"

Hyuuga Hinata bukanlah seorang anak perempuan biasa, Shino yakin akan hal itu.

"Akan kucari waktu yang tepat." Gumam Shino, dan Hinata mengangguk dengan senyuman yang tidak pernah meninggalkan wajahnya. Shino kembali menikmati segelas Mugicha dingin yang telah disiapkan Hinata.

Rasanya? Lebih manis dari biasanya.


End of Day 5.


Glossary:

[1] Mushimayu: Hijutsu milik Klan Aburame yang dapat mempercepat proses perkembangbiakan Kikaichū dalam tubuh induk semang.
[2] Mugicha: Teh barley, biasanya disuguhkan sebagai minuman penyegar saat musim panas di Jepang

A/N: Tinggal tiga hari lagi! NaruHina untuk Day 8, buat yang suka dan bertanya-tanya kapan mereka muncul, dua hari sisanya... saya bingung. Mungkin NejiHina. Lalu ada yang mengusulkan SasoHina? Hmm... kita lihat saja kemana imajinasi liar ini membawa saya :D

Terima kasih banyak, buat yang sudah read, review, alert, fave, I love you all :3

Cheers,
Sei