Naruto © Masashi Kishimoto
Characters: Akasuna Sasori (33), Hyuuga Hinata (14)
Warning: OOC untuk Sasori
Pairing: Slight SasoHina
Rate: T
Day 6: Red Sands, White Moons
.
.
I would describe myself as a human being who could not become a complete puppet.
I am an unfinished puppet, whose lifeless frame still contains a beating heart at its core.
I am neither dead, nor am I alive." *
.
.
Hyuuga Hinata merasa ia sudah membuka kelopak matanya.
Tapi yang kemudian tampak di pandangan tetaplah kegelapan yang pekat. Ia berusaha menggerakkan tangannya untuk meraih apapun yang menutupi indera pengelihatannya itu, namun apa daya, kedua tangan terkunci dalam sebuah ikatan yang kuat.
Ia tidak bisa menggerakkannya.
Hinata merasa kepanikan mulai melanda. Dimana ia berada? Siapa yang menyekapnya? Ingatan terakhir Hinata adalah ia sedang ada dalam sebuah misi, bersama Shino, Kiba dan Kurenai-sensei. Misi patroli biasa dengan ranking B. Tim Delapan diminta bantuannya oleh pihak Sunagakure untuk memeriksa kemungkinan gangguan keamanan di perbatasan. Mereka berpisah di tengah jalan untuk mempercepat pencarian dan—
"Kau seorang Hyuuga."
Sebuah pernyataan yang dibuat dengan kombinasi suara rendah dan nada ringan mengusik pemikiran Hinata.
Pria berambut merah itu, Akasuna no Sasori, hanya berbicara dengan intonasi yang mengganggu seperti biasanya, namun Hinata tidak tahu bahwa orang yang menangkapnya ini sedang berusaha menyembunyikan sepercik kekaguman dalam suaranya. Ia sengaja tidak mengucapkan pemikiran terdalamnya seperti, 'Aku tahu kalau kau seorang Hyuuga dari matamu... mata yang menyihir layaknya bulan kembar, bersinar di dinginnya malam.'
Siapa sangka seorang Sasori punya bakat terpendam? Keromantisannya kerapkali tersembunyi di balik wajah masam.
"Si-siapa kau?" Hinata menuntut, menggeliatkan badannya. Ia lalu menyadari bahwa tidak hanya tangannya yang diikat, tapi kedua kakinya juga. Samar, ia bisa merasakan kasarnya batang bohon tempatnya bersandar dengan ujung jemari tangannya.
"Bukan urusanmu."
"Kenapa kau tidak langsung membunuhku saja?"
"Aku tidak punya urusan denganmu, Hyuuga. Membunuhmu hanya akan memperpanjang konflik dengan pihak-pihak yang merepotkan. Aku hanya perlu bersembunyi sebentar. Terlibat pertempuran sia-sia bukanlah caraku menyelesaikan masalah."
"Kau tidak takut aku akan berteriak?" (Kenapa orang ini tidak menutup mulutku juga?)
"Entahlah... kau terlalu banyak bicara untuk seorang tahanan yang tidak memiliki pilihan," Sasori menghela nafas. Ia meluruskan kaki kanannya dan membiarkan kaki kirinya terlipat, "Lebih baik kita saling membantu di sini. Kau hanya perlu bersikap manis dan kooperatif... dan kau tahu—
Sasori menurunkan suaranya beberapa oktaf, "—aku benci menunggu, jadi aku akan membunuhmu secara perlahan untuk mengisi waktu luang jika kau melakukan hal-hal bodoh seperti menarik perhatian," Ia tertawa, "Kau tidak mau hal itu terjadi kan? Sayang sekali... menyia-nyiakan hidupmu di usia semuda ini. Hmm... mungkin kau bisa menjadi boneka manusia yang cantik untuk koleksiku."
"Bo-boneka?"
"Ya, Boneka. Bentuk karya seni paling sempurna yang akan bertahan selamanya." Sasori tersenyum. Sesaat, dengan ekspresi penuh kepuasan, pikirannya melayang kepada 295 boneka manusia yang saat ini menjadi koleksinya. Memento dari setiap konfrontasi selama tiga puluh tahun hidupnya dalam pelarian.
"Kecantikan abadi... tidakkah kau pikir begitu?"
"Tidak."
"Maaf?"
"Tidak... aku tidak berpikir seperti itu. Menurutku, ada yang salah dengan pandangan anda."
"Berapa usiamu, Nona Hyuuga? Kau pikir bisa seenaknya menilai perspektif seseorang yang sudah hidup jauh lebih lama darimu?" Sasori bangkit dari duduknya, berjalan mendekati Hinata. Gadis Hyuuga itu bisa merasakan kehadiran Sasori dari balik penutup mata dan ia tidak tahu apa yang harus ia salahkan ketika kalimat tambahan lepas dari sela bibirnya.
"Perasaan tulus manusia dan apa yang kau lakukan untuk orang lain akan meninggalkan kesan. Kenangan itulah yang akan bertahan untuk selamanya."
"Perasaan tulus katamu? Kenangan?" Sasori mendengus, namun wajahnya tampak terhibur, "Sentimen wanita memang merepotkan." Ia lalu berlutut untuk menurunkan penutup mata Hinata.
Gadis itu memicingkan mata, mengambil waktunya untuk menyesuaikan diri dengan perubahan cahaya. Anehnya, walaupun dengan kehadiran seorang missing-nin yang misterius di dekatnya, Hinata tidak merasakan keresahan yang berlebihan. Hal itu mungkin karena Hinata tidak merasakan potensi agresi dari pria ini.
Pria yang tampaknya menganggap boneka manusia sebagai bentuk karya seni ultima yang abadi.
"Kau benar-benar bisa menjadi boneka yang cantik." Sasori berbisik di telinga Hinata, tangannya yang tidak lebih besar dari tangan Hinata sendiri menyentuh sisi wajah Heiress Klan Hyuuga itu dengan lembut. Hinata menggigit lidahnya sendiri, berusaha untuk tidak memberikan reaksi. Otaknya bekerja cepat untuk mencari solusi dari situasi ini.
Detik itulah saat dimana Hinata merasakan energi chakra yang familiar. Samar, namun tidak salah lagi—
"... Ada pengganggu kecil rupanya," Sasori menghentikan gerakannya, menarik wajahnya jauh dari Hinata. Matanya yang observatif cepat menemukan seekor laba-laba, tergantung di seutas benang jaring.
Hinata merasakan kelegaan yang luar biasa.
Shino.
Shino sudah menemukannya dan tidak lama lagi, anggota timnya yang lain akan datang untuk menyelamatkannya.
"Tampaknya ini saatnya kita berpisah, Hyuuga..." Perlahan, Sasori berdiri dan mulai merangkai segel dengan tangannya, "Apa pertemuan singkat kita meninggalkan kesan bagimu?" Hinata menangkap intonasinya yang sedikit menggoda, sebelum akhirnya pria itu menghilang dari pandangan sepenuhnya.
Ia tidak perlu menunggu lama. Lima menit kemudian, Kiba dan Shino menemukan tempatnya berada. Mereka berkumpul kembali dengan Kurenai-sensei dan kembali ke Konoha tanpa insiden tambahan.
Di perjalanan pulang, sinar matahari terbit yang berpendar menerangi tanah Suna mengingatkan Hinata kepada seorang pria dengan warna rambut yang identik.
End of Day 6.
(*) Naruto chapter 275, halaman 9
A/N: Hahaha... sumpah saya ngakak baca fic sendiri! Ya Tuhaan, maafkan saya para fans Sasori, telah membuat karakter kesayangan anda jadi setengah pujangga setengah penjahat :D Yah, mudah-mudahan tidak terlalu mengecewakan. Entah kenapa yang jadi SasoHina duluan. Yang nunggu NejiHina sabar ya. Kalo NaruHina-nya sih udah selesai buat Day 8 ;)
Sei
