Michi kembaliiiiiiiiiiiiiii !
XD
*nenteng-nenteng fic gaje*
Minna,buat Chapter ini Michi bawain yang lebih mungkin agak lebih baik dari kemaren ...
Yang kemaren maaa'aap banget uda nempatin dialog di Center,Michi gak tau kalo itu bisa nyebabin yang baca gak nyaman bacanya ... m(_._)m
Dan Arigatou yah yang uda Review ^^
Tapi Michi bole minta sesuatu yah
Tolong kalo yang punya akun,log in dulu yah sebelum Review,pliiiiiiiiiisssssssss ,kalo yang gak punya mah gak apa apa
Michi sebenernya kurang puas sih ,karna yang Review cuma dikit ,tapi Michi tetap bersyukur masih ada yang mau RNR fic gaje ini
Michi siap terima usul apapun kok,bahkan Flame
Oke kalo gitu Michi bales review dulu yah;
-Yue-chan : Arigatoooouuu ne! Uda sudi Review fic gaje Michi *nyembah nyembah*
RNR lagi yah Yue-chan ^^
-Karasu Uchiha:Tentu Minna,Michi ngerti kok kalo Chapter kemaren belum ketangkep tujuan ceritanya,semoga aja Chap ini lebih bisa di terima yah ^^
-Liu'z Ly'y Chen'z: Oh Arigatou yah minna atas saranya,itu emang kesalahan Michi, dan juga adegan yang Bloody kemaren itu mungkin akan lebih serem di Chapter ini(dan dengan korban yang lain tentunya XD)
-Chii234chocoholic:akan Michi pertimbangkan ,tapi kayaknya Bloody yang sekarrang lebih sadis deh, Gomen yah,tapi ini cuma supaya ceritanya lebih punya emosi aja ^^
-(gomen,pen nemnya gak keliatan) :Arigatou minna,saran kamu bener-bener michi terapkan di Capter ini loh,dan masukan masukan dari kamu bener-bener sangat membantu Michi!
Sekali lagi Arigatou yah ! ^^
Ok, Enjoy reading !
Warning : Typo masih musim panen, OOC lagi dapet hoki ,dan Virus abal masih berjangkit.
Akuma Chan
Namikaze Michiru
""
Di pagi yang sejuk tentram,burung-burung berkicau menari menghiasi sang langit yang masih enggan melepas indigonya,seorang pria berkepala nanas baru saja terjaga bersamaan dengan surya yang merayap perlahan ingin kembali ke Posnya
Ditengoknya ke sebelah kirinya,teman-temannya masih terlelap,seorang pria berambut merah marun dan seorang pria kurus berambut bob dan beralis tebal masihterhanyut oleh mimpi-mimpi indahnya
"lebih baik aku tidur lagi,masih terlalu pagi untukku bangun di tempat yang merepotkan ini"
Pria itupun menarik nafas panjang, lalu membuangnya lewat mulut perlahan,dan kembali membaringkan tubuhnya di atas kulit bumi yang sudah di lapisi tikar supaya tidak mengotori pakaian mereka
Tiba-tiba pemuda itu terperanjat dari tidurnya seakan telah terjadi gempa yang dasyat membangunkannya
"CHOJI !"
~Namikaze Michiru~
Pria bermarga Nara itupun langsung terengah-engah menyadari bahwa sahabat karibnya tidak ada di dalam tenda itu,diapun bangkit dan langsung membangunkan kedua temannya yang masih tertidur manis dengan nafas yang tersengal-sengal
"GAARA ! LEE ! BANGUN !" teriaknya tatkala dia mengguncang-guncang kedua tubuh pemuda berbeda sifat 180 derajat itu
"Hoaaaaaaaaammm, ada apa Nanas ? pagi pagi buta seperti ini kau sudah teriak-teriak!menggangguku saja" protes Gaara yangtidak terima tidur pulasnya di ganggu pemuda ber-IQ 200 ini
"CHOJI ! CHOJI TIDAK ADA ! Ya ampun,jika sampai terjadi sesuatu padanya, maka Paman Akimichi tidak akan memaafkanku !" bentaknya pada Gaara yang sekarang tengah melirik ke sebelah kanan Lee ,yaitu tempat dimana tadi malam Chouji merebahkan tubuh tambunnya disana
"m-mungkin dia sedang buang air besar ! atau mungkin mencari kayu bakar, bisa jadi kan ?"
"tapi kalau dia sedang buang air besar ,dia pasti sudah kembali dari tadi! Dan kemungkinan yang satu lagi lebih tidak mungkin ! bangun tidur saja dia sering kesiangan sepertiku,apa lagi pergi mencari kayu bakar DI PAGI BUTA SEPERTI INI !" bentak Shikamaru lagi pada Gaara ,namun Pria kurus di sebelah mereka itu tetap tidak terbangun walaupun Shikamaru dan Gaara sangat ribut,masih tidur dengan lelapnya seperti tanpa beban hidup
"kalau begitu ayo kita cari dia,tapi jangan dulu memberitahukan teman-teman bahwa Choji telah hilang,aku tidak mau mereka menjadi panik dan tidak menikmati liburan ini" jawab Gaara dengan bijak
Shikamaru-pun berusaha menenangkan dirinya dan akan ikut bersama Gaara mencari Choji yang entah dimana keberadaanya
Gaara langsung mengambil dua buah senter di ranselnya dengan cepat
"ambil ini!" ucap Gaara seraya melempar salah satu senternya pada Shikamaru,dan dengan respon yang begitu baik, Shikamaru menangkap senter itu dan memasukanya ke saku celenanya
"ini sudah cukup! Kita tidak perlu membawa barang lain lagi" ujar Shikamaru seraya keluar dari tenda ukuran sedang itu
dia memandang langit yang warnanya masih indigo dan dihiasi awan awan abu-abu yang biasanya Shikamaru dan Choji memandang awan siang jika mereka sedang dalam masalah,atau hanya tidak punya apapun untuk dilakukan
Oooooooooooooooooooo
Gaara pun keluar dari tenda tersebut,disambut dengan angin pagi yang sejuk,bahkan terlalu sejuk sampai membuatmu ingin mengurungkan niat untuk keluar,tapi tidak dengan Gaara dan Shikamaru yang ingin mencari sahabatnya
sahabat yang tentunya sangat berharga untuk mereka ,terutama untuk Shikamaru
merekapun melangkahkan kaki mereka ,berjalan perlahan menembus hutan lebat yang sangat sunyi senyap ,hanya ditemani suara burung hantu yang terdengar seperti memperringatkan betapa kejamnya alam liar sana
sesekali mereka menyeru-nyerukan nama Choji dengan cukup lantang,mengharapkan si pemilik nama tersebut keluar dan menghampiri mereka
ooooooooooooooooo Di Camp ooooooooooooooooo
tak terasa sang penyinar duniapun telah kembali menampakan wujudnya di ufuk sana ,tiga gadis cantik pun telah keluar dari mimpinya dan dengan enggan mereka bengkit dari selimut ,dan membuka resleting tenda,dan tak pelak cahayapun masuk menerobos celah tersebut
"Sudah pagi rupanyaaaaa"ujar sirambut merah muda dengan senyum yang tersungging di bibir ranumnya,memberi nuansa hangat setiap orang yang ada di dekatnya tak terkecuali dua gadis yang ada di sebelah kiri dan kananya
"Ohayou godzaimasu Sakura-chan" ujar gadis manis bermata lavender di sebelah kirinya
"Ohayou moo Hinata,Ino kau tidak mengucapkan selamat pagi juga ?"jawab Sakura dan langsung mengajukan pertanyaan pada gadis di sebelah kirinya,Yamanaka Ino
"aku sedang malas Jidat !" ejek Ino sambil menjulurkan sedikit lidahnya pada Sakura
"MUKA BABI !" balas Sakura dengan menaikan sedikit lengan bajunya
"Su-Sudah! B-bagaimana jika kita mandi segera mandi,di belakang bukit sana ada sungai yang sangat jernih" lerai Hinata sambil berusaha membujuk mereka untuk mandi bersama
"Baiklah, Baiklah kedengaranya menyenangkan !" seru mereka berdua dengan kompak,dan tak pelak membuat mereka langsung saling pandang kemudian membuang muka mereka masing masing dengan kejudesanya
Hinata tertawa kecil karna tingkah dua sahabatnya yang tidak pernah akur itu
"k-kalau begitu ayo" Hinatapun langsung mempersiapkan peralatan mandinya,diikuti oleh kedua temanya yang ikut mempersiapkan peralatan mandi mereka
Ketiga gadis ayu itupun keluar dari tenda mereka dan berjalan tanpa terburu buru menuju sungai yang mereka tuju,mereka bercanda gurau,menikmati indahnya alam sekitar yang menenangkan hati seolah membasuh kembali jiwa yang terlalu penat oleh hirup pikuk kehidupan
Setelah hampir setengah jam mereka berjalan merekapun mendengar suara deru air yang tidak begitu deras,dan tentunya juga menandakan bahwa sumber dari suara tersebut adalah air yang tidak dalam
"Hey ! itu dia ! waaaahhh,airnya benar-benar sangat jernih !" seru Sakura dengan bersemangat sambil menunjuk-nunjuk Sungai jernih di depanya
Dan merekapun langsung terpesona melihat sungai yang berasal dari air terjun di dekat tempat itu
"wah,i-ini benar benar indah" Ino tertakjub sejenak dan kemudian mereka lansung bergegas membuka pakaian mereka tanpa sedikitpun rasa malu dari mereka dan hanya menyisakan pakaian dalam
Trio itu mencelupkan tubuh mereka ke dalam air tersebut dan mulai membersihkan diri mereka
"Sebenarnya darimana Naruto menemukan surga seperti ini Hinata ?" tanya Ino pada Hinata yang sedang membersihkan rambutnya
"eerrr,Na-naruto-kun ,T-tau tempat ini dari seseorang" jawab Hinata dengan senyum manis dan semburat merah di pipinya karna diingatkan soal Naruto,pria idamanya selama ini yang kini telah resmi menjadi kekasihnya
Sementara di atas pohon yang berada di atas sungai tersebut tanpa diduga ada seorang wanita berkimono biru bermotif ombak hitam yang hawa keberadaanya tak bisa dirasakan sedang mendengarkan pembicaraan mereka
"Surga ? ini akan menjadi tempat yang lebih mengerikan daripada neraka untuk kalian"dengan senyuman yang sangat mengerikan diapun menghilang seiring dengan pohon tersebut ditiup angin dan beberapa daunya terlepas pari dahanya
Setelah mereka menyelesaikan madinya dan telah memakai pakaian langkap mereka masing masing,mereka telah hampir meninggalkan sungai tersebut namun Sakura melihat sesuatu yang ganjil dengan sungai tersebut
"Hey teman-teman! Apa itu ? ada sesuatu yang hanyut disana"tunjuk sakura pada sebuah beda berwarna hijau hanyut dan menyangkut di dahan dahan pohon yang terjulur ke sungai
Ino mendecih kesal dan melanjutkan langkahnya
"aku akan periksa ,mau menemaniku Hinata ? " ajak Sakura pada Hinata
"tentu ,a-aku juga jadi penasaran,b-bagaimana denganmu Ino-san ?" tanya Hinata pada Ino
"aku tunggu disini saja!" jawab Ino dengan ketus
"baiklah,ayo Hinata!"ajak Sakura ,dan mereka berdua pun langsung menghampiri benda mencurigakan tersebut dengan perlahan dan perlahan
Dan setelah di perhatikan ,benda tersebut ternyata adalah SEBUAH MAYAT !
"KKYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !" teriak Sakura dan Hinata bersamaan saat menyadari benda tersebut adalah mayat
Inopun langsung ter peranjat karna teriakan kedua temanya,diapun langsung berlari untuk menghampiri teman temanya namun kakinya yang terlapis sepatu malah tertisu duri tanaman yang sangat besar dan panjang sampai duri itu menembus punggung kaki Ino
Sebelum Ino berteriak ,Ino telah dibungkam oleh sepasang tangan yang langsung menariknya masuk kedalam hutan,Ino menangis namun dia tidak bisa mengeluarkan suara karna sedang dibekap,rasa sakit yang amat sangat perasaan kaget bercampur perihnya duri yang terbawa di kaki Ino ,dan air matanya langsung membasahi tangan halus yang telah membekapnya
"Sa-Sakura-chan,I-ini mayat siapa ?"tanya Hinata dengan suara yang masih bergemetar
Sakurapun mengamati wajah Pria itu dengan seksama,namun dia tidak mengenalinya
Wajahnya keriput ,kurus kering,dan kelihatanya sudah tua,mulutnya menganga dengan garpu yang tertancap di kerongkonganya,rambutnya hampir rontok seluruhnya,NAMUN ADA YANG ANEH !
Sakura memperhatikan pakaian Pria itu,dia mengenali pakaian itu !
"He-Hey Hi-Hinata!"kata Sakura sambil menatap Hinata dengan pandangan yang bergetar
"a-apa kau m-mengenali pakaian pria i-ini ?"tanya sakura lagi dengan suara bergetar
"CHOJI !"
Ino berusaha memberontak dengan memukul mukul tangan orang yang sedang membekapnya tersebut dengan sekuat tenaga,namun tangan itu tetap tidak melepaskanya
"Diamlah ! atau kubunuh kau disini ,dan membiarkan binatang buas memakan mayatmu !"ternyata yang membekap Ino adalah seorang wanita cantik yang umurnya kira-kira 29 tahun
Wanita cantik itu melepaskan bekapanya perlahan membiarkan Ino menangis tersedu-sedu karnyanya
"Hiks Hiks Si-Siapa k-kamu ?"dengan masih berlinang air mata ino bertanya
Wanita tersebut tidak menggubris pertanyaan Ino,dia malah mengikat kedua pergelangan tangan Ino dengan tanaman rambat berduri dengan kencangnya
"AAAAKKHH !" Ino menjerit kesakitan dan air matapun keluar lebih banyak dari pelupuk mata Ino karna duri duri yang entah beracun atau tidak menancap di kulit mulus pergelangan tangan Ino dengan cara yang tidak menyenangkan
"Ini akibat karna kalian telah mengotori hutanku yang sangat bersih dari SAMPAH-SAMPAH SEPERTI KALIAN !" bentak wanita bernama Mei itu sambil menoyor-noyor jidat Ino
Ino hanya bisa menangis dengan memilukan dan tidak bisa melakukan sesuatu apapun
"berisik sekali kau !,aku jadi tidak ada selera menghisap aura keburukanmu, gadis cengeng sepertimu tidak sesuai seleraku!"
Mei pun menunjukan kuku jempol dan kuku telunjuknya yang run cing pada Ino
"Hiks a-aku mo- hiks mohon ja-jangan sakiti aku"kata Ino dengan sesenggukan disertai air mata yang terus mengalir bagai tak terbendung
"itu tidak mungkin gadis cengeng !" bentak Mei seiring dengan kedua kukunya itu yang menancap di mata kanan Ino
CCCCCRRRAAAASSSSHHH !
"AAAAAAAAAKKKKKHHHHH AAAKKHH KKKYYYAAAA !" teriak Ino merasakan sakit yang amat sangat sulit di ucapkan,perih sensasi pegal dan rasa sakit yang amat sangat menjadi satu
"aku tidak akan melepaskan bola matamu gadis cengeng !" bentak Mei seiring dengan dia menarik bola mata Ino yang tertancap kukunya perlahan
Bola mata Ino-pun perlahan lahan mulai keluar dari tempatnya lalu Mei melepaskan bola mata Ino
Membiarkan bola mata tersebut menggantung di atas pipi Ino oleh syaraf-syaraf yang terhubung dengan bola matanya
"AAAAAAAAAAAAAAHHHHHH ! TI-TIDAAAAAAAAAAAAAKKK ! " teriak Ino yang makin tersiksa karna sakit yang begitu sangat,air mata yang terus mengalir malah menambah perihnya karna terkena syaraf-syarafyang sudah berantakan itu
"C-CCCUUKKUUUUUPP ! He-Hentikaaaaaaan ! B-BUNUH SAJA AKUUU !"teriak Ino dengan sangat memilukan
"Kau ini Berisik saja !" Mei mengeluarkan jarum yang sudah terhubung dengan benang dari balik kimononya
"aku akan membungkam mulutmu untuk selamanya !" Mei mendekatkan ujung runcing jarim itu ke sudut bibir Ino dan membuat Ino ketakutan
"aku mohoooon,b-bunuh saja aku,jangan si-siksa aku seperti ini terus, hiks" pinta Ino memohon dengan memelas dan bola mata yang masih tergantung di pipinya
Tanpa mempedulikan permintaan Ino ,Mei dengan sadisnya menjahit bibir Ino dengan tak beraturan sehingga jika Ino berteriak,dia malah akan makin sakit sejadi jadinya,dan ino-pun memilih untuk tidak melawan ,walaupun sangat sakit seolah mati saja akan lebih enak
Setelah Mei telah puas menjahit bibir Ino, dia menusukan jarumnya ke pipi Ino dan membiarkanya tetap disana
"aku sudah puas denganmu ,sekarang kau sudah boleh pulang !"Mei tertawa dengan sangat mengerikan dan dia lansung menyeret tubuh Ino kembali ke jalan yang akan dilewati oleh Sakura dan Hinata
Membiarkanya tergeletak tak berdaya dengan keadaan yang begitu sangat menyedihkan.
TBC ...
Sumpah,sejak kapan Michi jadi sesadis ini ...
TIDAAAAAAAAAAAAKKKKKKK !
Sumpah Michi ngetiknya hampir gak sanggup !
Terlalu sadiiiiiiiisss !
.
Okay ,RNR aja yah Reader !
