Minaaaaaaaaa ~
gomen baru update ,gomenasaiiiiiiiii~
.
selama Michi gak ada, warga FFN masih tetep sehat-sehat aja kan ?
Michi telat gara-gara tugas sekolah yang menumpuk ,uda kayak kertas-kertas penyiksaan itu mah DX
,trus ada beberapa kejadian yang ngebuat Michi down dan Michi mutusin buat istirahat TAT
#bentakan's Reader: GAK ADA YANG NANYA !#
#Michi : I don't know -_-#
#Reader :heeee ? what the-...?#
#Michi : Head and shoulder XD #
Oke,Michi bales Review dulu yah
~Chii Chocoholic: iya emang sadis sih,aku aja yang nulisnya sampe gak kuat TAT tapi bukan Bashing kok thanks yang buat Reviewnya :D
~Akaichi Rukanaoyuki Uchiha: Thanks banget yah buat Saranya ^^
OH iya,gomen Michi gak punya buku EYD XD
dan satu kali lagi, Thanks yah uda Review
~Defbra Ino d' MixXenea : iya,ini juga di update kok XD
Thanks yah buat Revienya ^^
~Soo Dana :Iya gak apa apa kok ^^
Dan soal alur fic yang keccepetan itu sebenernya Michi lagi belajar buat yang lebih emosional dan gak terlalu cepet
Thanks yah buat Reviewnya :D
~KarinHyuuga:hehehehe, aju kan masi amatir,masa panggil sempai ?XD
Mei itu di serial aslinya adalah seorang Mizukage ,dan kenapa dia langsung menyerang,itu karna Mei adalah penunggu Hutan yang Naruto DKK jadiin tempat Camp ^^
Thanks yah buat Reviewnya
~Karasu Uchiha:hehehehe,emang ide ceritanya gitu sih XD
Thanks uda Review yah
~Aozu Misora :Thanks yah buat Revienya Sora-san ^^
makasih juga buat saranya,itu ngebantu banget
~Yue-chan males login:iya XD baca lanjutanya yang sekarang deh ^^
Thanks yah uda Review ^^
~Phouthrye Mitarashi15 :oh itu kesalahan aku,gomen, asumsikan Neji ten tidak pernah ada di fic ini yah TAT
thanks ya uda Review
Oke Minna,uda cukup curhat gaje dari Michi ,dan Michi berterima kasih banget buat yang uda review,
Makasih atas pujian,saran,dan motifasinya buat Michi
Dan gomen yang minta buat yang minta Michi ngedit fic Michi,kayaknya Michi gak bisa,soalnya Michi kurang suka ngedit fic yang uda di publish,rasanya kurang cocok aja sama Michi.
di chap ini Michi mau kasi tau,karna chap ini Bloodynya di kurangi,eeeeeerrrr~
Michi bakalan tambahin lemon dikiiiiit aja buat nambal Bloodynya
XD
oh iya,sebentar lagi kan ulangan ,Michi minta doanya yah :D
#Reader: Woooooyyyy ! sekali lagi lu ngomong,gua timpuk lo pake Shampoo Clear yang ada Irfan bachdimnya#
Oke Minna cekidot !
XD
Warning : Typo masih musim panen, OOC lagi dapet hoki ,LEMON,dan Virus abal masih berjangkit ,saya sama sekali tidak ada niat untuk melakukan bashing
~Akuma Chan~
~Namikaze Michiru~
TAP! TAP! TAP! TAP! TAP!
Suara dua pasang langkah kaki yang menghantam tanah lembab nan becek itu terasa begitu terburu-buru
Mengalahkan suara deru air sungai yang tak jauh dari tempat tersebut,dengan deru nafas yang tergopoh-gopoh dan keringat dingin yang membasahi kedua wajah bidadari nan cantik jelita itu,tak jarang mereka tersandung akar-akar pohon besar seolah sengaja ingin menjatuhkan tubuh mungil kedua gadis itu,Deru jantung yang memompa seakan itu adalah genderang perang yang terus bergemuruh tiada henti menambah rasa takut dan shock akan apa yang dilihatnya tadi
BUAKKKHHH !
Lagi lagi gadis berambut Indigo itu terjatuh,kakinya tersandung sesuatu benda aneh
"AKH !" gadis itu meringis sambil memegangi lututnya yang lecet-lecet karna terlalu sering terjatuh
"A-AYO HINATAAAA! TEMPAT INI-..." teriak gadis berambut merah muda itu menelan ludahnya sendiri di kerongkonganya yang terasa begitu kering
"TEMPAT INI BERBAHAYA !" teriak gadis itu lagi dengan lantang sambil menarik tangan Hinata agar cepat bangkit dan kembali berlari menuju perkemahan mereka
"BA-BAIK !"dengan cepat Hinata bangkit dan kembali berlari secepat yang ia dan Sakura bisa,tanpa menoleh kebelakang ,tanpa melihat benda apa yang sebenarnya membuatnya tersandung
'Sepasang kaki'
Ya,sepasang kaki putih jenjang yang telah banyak tergores semak semak berduri, dan sepasang mata yang terus menerus mengeluarkan air bening dan dengan wajah yang lusuh dan bahkan sangat mengenaskan,membuat semua orang yang melihatnya akan ternganga dibuatnya, memandang kedua sahabatnya yang terus barlari menjauh, meninggalkanya, dan membiarkanya terus tersiksa dalam rasa sakit yang amat sangat, ternyata usahanya merangkak bersembunyi dibalik semak malah berbuah pahit baginya,jika ia tidak bersembunyi,mungkin teman-temanya akan menemukanya ,hatinya begitu hancur dan dia berpikir dia akan mati disana dan menjadi makanan binatang buas
sesaat ingatanya terlintas pada Sai,kekasihnya yang begitu ia cintai, kenangan-kenangan manisnya dengan Sai sebelum Sai berubah drastis saat dia menjadi pelukis yang terkenal
namun dia tetap mencintainya sepenuh hati,walaupun sai sering kali menyakitinya, bagi Ino Sai adalah segalanya, yang terpenting dalam hidupnya, bahkan jika Sai membunuhnya-pun dan menjadikan darahnya sebagai tinta untuk lukisanya, ia tidak akan bisa membenci seorang Sai , itulah cinta sejati dari seorang wanita yang kini telah hampir meregang nyawanya di balik semak belukar dan hanya menyisakan kakinya yang ada di luar semak
ia bulatkan sebuah tekad,sebelum ia mati,ia ingin mengucapkan beberapa kata terakhir ,tapi bagaimana bisa ? mulutnya sudah dijahit oleh 'iblis wanita' itu
'namun dia tidak menyerah'
dia mencoba membuka rahangnya dengan sekuat tenaga,tak peduli rasa sakit seperti apa yang ia rasakan di bibirnya
dan ternyata benang benang itupun mulai menyobek kulit bibir Ino, dengan perlahan lahan,dengan air mata yang terus mengalir bak sungai berarus cepat,tak sanggup menahan rasa sakit yang amat sangat itu
'krek!'
Dan berhasil !
benang benang itu tidak lagi menyatukan bibir yang sudah berantakan itu,bahkan bibir sumbing pun sepertinya jauh lebih baik dari keadaan bibir Ino sekarang
"hiks! hiks! Sa-Sai,a-aku tau ka-kamu tidak akan mendengarku hiks! tap-tapi aku sangat i-ingin mengatakan-..."Ino menyeling kata katanya dengan menarik nafas dalam dalam ,darah di bibirnya terus mengalir tak henti hentinya
"JANGAN MATI DISINI SAAAAAIIIIIIII !"teriak Ino dengan sekencang kencangnya, namun tidak ada jawaban ,hanya suara jangkrik dan suara hewan hewan lainya
"hiks ! Sa-sai-... Aishiteru~"perlahan Ino mulai menutup matanya yang tinggal satu, perlahan pandanganya mulai mengabur, dan sekilas ada bayangan Sai yang sedang tersenyum tulus ,senyum yang hanya dulu ia berikan pada Ino, dan saat menyadari ini adalah akhir darinya, Ino tersenyum
Tersenyum ikhlas saat meregang sang raga karna dia bisa melihat Sai yang tersenyum tulus lagi,walaupun ia tahu,itu hanyalah bayangan ,dan menit kemudian
Ino sudah tiada.
ooooooooooooooooooooooooooo
BRAAAKKK! Crat !
Seorang pemuda berambut hitam klimis dan berkulit pucat memandang heran pada bidang lukisnya yang tiba-tiba roboh sekaligus menumpahkan semua cat yang ada di genggamanya
Tak ada siapapun
Ya,dia sedang ada di dekat sebuah jurang yang sangat curam,namun disana dia benar benar bisa melihat pemandangan yang sungguh indah
Karna itulah dia memilih tempat tersebut,dia ingin melukiskan semua yang ada disana kedalam sebuah lukisan,karyanya, seorang seniman yang baru naik daun
Dia tetap menatap heran kanvasnya yang roboh, sekejap dia merasakan sesuatu hal yang aneh, pandanganya tiba-tiba sedikit mangabur, pendengaranya tiba tiba seolah hilang, dia menatap pohon yang dedaunanya sedang tertiup angin,melambai lambai bagai sedang menari
Tapi hey? Dia tidak bisa mendengar apapun dari pohon itu,hanya ada sebuah tangisan,tangisan dari seseorang yang selalu menemaninya,selalu membuat dirinya hangat oleh cinta, tapi-...
Dia sadar,selama ini dia telah dibutakan oleh ketenaran,bahkan sampai melupakan gadis yang selalu mendukungnya,bahkan mungkin jika tak ada gadis itu,dia tak akan bisa menjadi seperti sekarang
Tiba tiba lututnya lemas seolah tak mampu menahan berat tubuhnya,dia jatuh berlutut,tiba tiba airmatanya keluar ,membasahi pipi pucatnya.
"Aishiteru, Sai-kun"
hening ,Sai menengadahkan kepalanya keatas,seolah menerawang langit yang biru bagai samudara itu
"maapkan aku Ino,aku berjanji akan berubah setelah ini" lalu Sai bangkit dan langsung berlari secepat yang ia bisa,meninggalkan semua peralatan melukisnya disana,seolah ini merupakan simbol akan dia lebih memilih Ino daripada melukis
Sai berlari menerobos semak,meloncati batuan dan melintasi sungai dangkal sebatas matakaki dengan berlari
Setelah dia sampai di Camp mereka dengan nafas yang tersengal sengal,dia mencari Ino di semua tenda,namun Ino tak ditemukan,hanya ada Gaara dan Lee yang sedang sarapan dengan memasak mie instan
Sai melihat Naruto dan Sasuke yang sedang memancing di danau dekat tenda , dan dia putuskan untuk menghampiri mereka
"Hei Naruto, Sasuke apa kalian tau dimana Ino ?" tanya Sai masih dengan nafas yang belum teratur
"tadi aku lihat Ino,Hinata dan Sakura pergi bersama membawa peralatan mandi,pasti mereka sedang mandi di sungai"jawab Sasuke ringan
Sai pun langsung ingin berlari lagi menyusul Ino,namun tanganya cepat-cepat ditahan oleh Naruto
"Hey! Kau mau mengintip mereka mandi hah ? kalau cuma pacarmu saja aku tidak akan keberatan,tapi disana juga ada Hinata dan Sakura!" cegah Naruto
"tapi ini sudah siang kan ?mana mungkin mereka mandi selama ini ?"jawab Sai
"Kau seperti tidak tau perempuan saja Sai" sambung Sasuke dengan nada datar
"Baiklah,aku akan menunggu"jawab Sai lalu duduk di sebelah Naruto,menonton kedua sahabatnya ini memancing
Hening
Semuanya bergelut dengan pikiran masing masing
"hey Sasuke,Gaara dan Lee mana ?"tanya Naruto memecah keheningan
"apa peduliku ?"jawab Sasuke ketus
"Lee dan Gaara sedang sarapan di tendanya"jawab Sai walaupun dia tetap memikirkan Ino,rasanya dia sangat merindukan gadisnya itu
"SASUKE-KUUUUUUUNNNNN !"
Tiba-tiba dua orang gadis cantik berlari menghampiri mereka dan gadi yang berambut pink langsung memeluk pemuda berambut raven dan gadis berambut Indigo yang satunya langsung memeluk pemuda berambut bak durian itu, lalu terisak
"Sa-Sasuke-kun,hiks!"gadis itu memeluk kekasihnya dengan sangat erat bahkan Sasuke pun sampai kesusahan bernafas
"A-ada apa Sakura ?"tanya Sasuke keheranan dengan tingkah kekasihnya yang tidak biasa itu
"Cho-Choji SASUKE-KUN!"jawab sakura masih mencoba mangatur nafasnya
"Iya Choji kenapa?"Timpal Sasuke lagi
"Cho- Choji ! Sasuke-kun ! Di-Dia mati ,Dan m-mayatnya mengambang d-di Sungai !" jelas Sakura dengan masih gemetar dan memeluk Sasuke begitu erat
"A-APA!"sontak ketiga pemuda itu kaget bukan kepalang,mata mereka membulat seolah tak percaya akan yang dikatakan si rambut Pink itu
~o~Shikamaru~o~
"Chojiiiii ! Chojiiii ! Chojiiiii !" Shikamaru terus saja menyerukan nama itu disetiap langkahnya,berharap ada jawaban dari sahabatnya yang bertubuh tambun itu, dia terus berjalan,tanpa rasa lelah walaupun matahari telah terik teriknya
Shikamaru memutuskan untuk beristirahat sejenak,berpikir dan mencari ide
"Tidak kusangka mencari anak berbadan seperti kerbau itu sangat sulit disini"guman Shikamaru seraya meminum air nineral bekalnya
Sreeeekkk! Sreeeeekkk!
tiba tiba semak semak di dekat Shikamaru bergerak seolah ada sesuatu dibaliknya
"Siapa itu !"tukas Shikamaru yang langsung waspada
"Hei Shikamaru !"tiba-tiba Seorang pria bertubuh tambun sedang memakan snack kripik kentang muncul dari balik semak dan langsung ada di depan batang hidungnya
"Cho-Choji !" mata Shikamaru berbinar melihat sahabatnya tidak apa apa
"hehehehehehe kau mencariku yah Shikamaru ?"jawab Choji malah cengengesan
"BODOH ! aku mencarimu dari tadi pagi ! sebenarnya kau kemana saja ! hah?"bentak Shikamaru walaupun dalam hatinya dia sangat bahagia karna sahabat atau mungkin dia sudah menganggap Choji sebagai saudaranya sendiri masih bisa dia temukan,dia takut kalau kalau sahabatnya ini diterkam binatang buas atau tersasar jauh darinya
"hehehehehehehe maap,tadi malam aku kelaparan,jika aku minta pada yang lain mereka pasti memarahiku,yasudah aku pergi ke pemukiman warga yang kita lewati itu,tapi dijalan aku malah tersasar"jawab Choji ringan
Shikamaru menghela nafas karna kebodohan sahabatnya ini,bagaimana tidak?dia mencarinya mati matian hanya gara gara Choji kelaparan?mungkin jika itu kiba atau Shino,Choji pasti sudah babak belur dibuatnya
"sudalah Choji,ayo kita kembali ke Camp"ajak Shikamaru sambil mulai berjalan pulang,menyusuri jejak yang ia buat dari tadi pagi,yaitu jejak dengan mematahkan ranting-ranting pohon agar dia bisa kembali tanpa tersasar
"apa teman-teman yang lain juga mencariku ?"tanya Choji sambil tetap berjalan
"Tidak,aku tidak memberitahu mereka jika kau hilang"jawab Shikamaru pelan
"kenapa ?" tanya Choji lagi seraya membuang keripik kentangnya yang masih tersisa
"itu karn- eh ? itu karna aku tidak mau mereka marah padamu" ekor mata Shikamaru melihat saat Choji membuang keripik kentangnya,dia merasa aneh,padahal Choji selalu bilang kalau potongan kripik kentang yang terakhir itu paling enak,tapi kenapa dia membuangnya ?
Sementara Shikamaru berpikir terus sambil terus berjalan ,tiba tiba Choji berhenti,berhenti disebuah gubuk tua
"hey Shikamaru,kita istirahat dulu disini ,kakiku tidak kuat lagi berjalan" pinta Choji dengan suara memelas
Shikamaru tertegun,seingatnya dia sama sekali tidak melihat gubuk itu,apa mungkin jalan yang kini ia tapaki berbeda dengan yang tadi pagi?dia rasa tidak mungkin,dia sangat ingat dimana posisinya sekarang,ada dua buah pohon beringin besar yang menjadi patokanya disana
"a-apa tidak sebaiknya kita melanjutkan perjalanan saja ?aku dengar teman-teman akan mengadakan pesta BBQ di camp"ajak Shikamaru berusaha membujuk Choji sekaligus 'memastikan'
"ah tidak,aku mau istirahat saja !"jawab Choji tak menerima tawaran sahabatnya,Shikamaru makin merasa aneh, dulu bahkan Choji pernah memenangkan lomba lari melawan naruto karna dijanjikan akan dihadiahi pesta BBQ untuknya jika ia menang,tapi kenapa dia sekarang ? dia seperti-,bukan Choji yang Shikamaru kenal baik, Dan Shikamaru pun memastikan
'Dia bukan Choji !'
Tapi kenapa dia begitu mirip dengan Choji?sebenarnya hal-hal metafisik sangat tidak dipercayai oleh Shikamaru,tapi kali ini sepertinya dia harus membuang jauh perinsip itu dulu darinya
Shikamaru langsung berbalik dan memegang kerah Choji dengan sangat kasar
"siapa kamu ?,kamu bukan Choji kan ?"bentak Shikamaru pada pria itu sambil tetap memegang kerah bajunya dengan kencang,tanpa takut sedikitpun Shikamaru membentaknya dengan sangat keras,walaupun dia tau ada kemungkinan orang ini bukan manusia
"he-hey,apa apaan kau Shikamaru ? aku ini Choji ! kenapa kau begitu kasar padaku?"jawab Choji dengan sedikit membentak
"TIDAK!,Choji tidak mungkin membuang potongan snack terakhirnya,apalagi melewatkan pesta barbeque!,walaupun sebenarnya aku berbohong soal pesta itu,tapi jika Choji, dia pasti tak akan menolaknya! Katakan DIMANA CHOJI?" bentak Shikamaru terus menerus dengan nada yang semakin meninggi
"Namaku Mei ,rupanya kau pintar juga yah,kau menjebakku dengan pertanyaanmu itu hah ?oh iya, temanmu yang gendut itu sudah kubunuh dengan tanganku sendiri!"tiba tiba suara Choji menjadi suara wanita,entah kenapa suaranya begitu menyeramkan sampai sampai lutut Shikamaru bergetar seolah tak bisa menahan beban tubuhnya sendiri, kepalan-nya terhadap kerah orang itupun terlepas seiring dengan wujud pria itu yang perlahan tubuhnya seperti mencair dan kemudian membentuk wujud baru berupa seorang wanita yang sangat cantik berkimono merah terang dengan rambut coklat kemerahannya yang panjang,Shikamaru hanya dapat ternganga dengan kejadian tersebut,siapa yang tidak syok melihat kejadian yang diluar nalar manusia terjadi di depan mata kita
"ti-tidak mungkin"Shikamaru berguman pelan ,dia menatap mata Mei, dia seperti terpaku dan terhipnotis oleh matanya itu,pandanganya kosong namun begitu mengerikan ,dia sebenarnya sangat marah karna sahabatnya telah meregang nyawa di tangan wanita ini ,Choji adalah orang yang paling dia percaya dan yang paling dekat denganya selama ini
"kenapa Shikamaru-kun ?"Mei berbicara dengan nada yang sangat pelan namun terkesan memojokan,dia tersenyum begitu licik
Mei menyentuh pipi Shikamaru dengan lembut,Shikamaru tetap terpaku,ia tidak bisa bicara apapun ,lidahnya seperti kelu oleh wanita ini,perlahan Mei mengelus pipi Shikamaru dengan tanganya yang begitu halus
~WASPADA LEMON~
"Kamu ini pria baik ya?tapi sayangnya kamu berada di tempat yang salah!"Mei tertawa seperti iblis namun Shikamaru tetap seperti orang yang raganya sudah diambil alih,dia sebenarnya ingin lari secepat mungkin,tapi entah kenapa dia tidak bisa melakukanya,tubuh dan pikiranya seolah sudah tidak punya koneksi sama sekali
Lalu Mei menarik tangan Shikamaru memasuki gubuk tua yang ada di dekat mereka itu,gubuk itu sangat sempit,tidak mempunyai jendela atau pentilasi udara,hanya sebuah tempat keluar masuk tanpa pintu,namun didalamnya ada sebuah tempat tidur dari jerami yang dilapisi kain ,hanya ada benda tersebut dalam gubuk itu,Mei mendorong tubuh Shikamaru keatas tempat tidur jerami itu sampai Shikamaru terjatuh diatasnya
"aku ingin sekali bermain-main denganmu Pria baik"Mei berjalan mendekati Shikamaru sambil perlahan melepas kimononya dan menjatuhkanya ke lantai ,karna Mei tidak menggunakan dalaman maka terekspose lah tubuhnya yang berisi itu,ukuran dada yang sangat besar jauh diatas rata-rata ,kulitnya putih susu dan tanpa noda sedikitpun,Mei menindih tubuh tegap Shikamaru,menekan dadanya ke dada Shikamaru yang bidang
"sepertinya kamu orang yang sangat menarik Shikamaru-kun" pelahan Mei mulai membuka baju Shikamaru,dengan cekatan dan tak sampai satu menit pun Shikamaru sudah bertelanjang dada
"sepertinya kamu tidak membiarkan wanita manapun melakukan ini padamu ya?tapi kamu tidak akan berkutik olehku" Mei mulai mencumbu leher Shikamaru dengan lidahnya yang begitu lincah sambil berusaha membuka celana Shikamaru,Shikamaru tetap diam seperti patung,walaupun sebenarnya dia merasakanya,tapi tak ada respon sedikitpun dari tubuhnya
Mei membuka resleting Shikamaru dan perlahan melepaskanya dengan cara mendorongnya kebawah dengan kaki sampai lepas celana tersebut
Mei mulai turun dan mulai menghisap puting Shikamaru yang kehitaman dengan sangat erotis sambil mengelus selangkangan Shikamaru dengan lembut sampai kejantanan Shikamaru mulai membesar,lidahnya seringkali berputar di area tersebut dan membuat Shikamaru merasakan dirinya seperti disetrum oleh listrik jutaan volt
'ini aneh,pasti tubuhku cuma bereaksi karna ulahnya,atau mungkin cuma bereaksi karna keinginan wanita ini!'
Shikamaru mulai pasrah karna tubuhnya akan segera di permainkan oleh wanita yang menurutnya menjijikan ini
"ada apa Sayang ? apa kamu tidak menyukainya ?,bicaralah"tanya Mei pada Shikamaru,tiba-tiba entah kenapa Shikamaru sudah bisa menguasai kembali tubuh bagian kepalanya
"HENTIKAN INI WANITA JALANG !"bentak Shikamaru sampai urat urat dilehernya terlihat jelas,namun sayang, dia hanya bisa mengendalikan bagian kepalanya saja,sementara bagian yang lain masih dikuasai Mei
"kamu ternyata kasar sekali yah,dasar tidak tau terima kasih! Baiklah aku akan menghentikan perbuatan lembutku padamu !sesalilah ucapanmu itu!"bentak Mei dengan mata yang makin mengintimidasi Shikamaru,Shikamaru menjadi sangat takut dengan mata itu,dia berpikir mungkin dia akan dibunuh sekarang
~Shikamaru POV~
Aku sangat takut dengan tatapan wanita itu padaku,dia begitu cantik dan sangat berisi namun entah kenapa kelakuan wanita ini seperti iblis yang baru saja terlepas dari tahanan tuhan selama beribu tahun
"AKU AKAN MULAI !" tiba tiba Mei menggigit puting kiriku dengan sangat keras dan langsung membuatku sangat kesakitan
"AAAAAAAAAAHHHHHH ! HENTI-HENTIKAAAAN!"jeritku sambil menahan sakit yang ada di putingku,namun Mei malah menarik putingku keatas seolah ingin memisahkanya dari tubuhku
" ! TIDAAAAKKK!"rasanya seperti nyawaku akan dicabut saja,begitu ngilu dan sakit karna Mei menggigit putingku begitu keras,giginya yang tajam mulai merobek kulit putingku rasanya begitu perih tak terkira,ingin sekali rasanya aku menghajar wanita cantik ini sampai babak belur,tapi apa dayaku sekarang
"A-AKU MOHON HENTIKAN!"bentaku pada wanita itu namun sepertinya dia tidak menggubris perkataanku itu malahan dia semakin menjadi dan akhirnya putingku di lepas dengan paksa olehnya,rasanya begitu sakit,beberapa syarafku terbawa di putingku itu dan Mei pun menelanya dengan sangat nikmat
'apa perempuan ini kanibal?'pikirku
"AAAAAAAAAAAAHHHHH TEMAN TEMAN TOLONG AKUUU !"teriaku sekeras kerasnya ,berharap teman temanya datang dan menolongnya dari siksaan iblis itu
"bodoh sekali kamu hah ? memangnya kamu pikir seberapa jauh kamu terpisah dengan teman temanmu sekarang hah ?"dengan telak Mei menamparku sangat keras sampai mungkin gigiku ada beberapa yang lepas dari gusiku
"AKH"aku meringis karna perasaan sakit yang campur aduk sangat menyiksaku,rasanya lebih baik dibunuh secara langsung daripada disiksa seperti ini
~END OF Shikamaru POV~
"Hahahahahahahaha"Mei tertawa iblis dengan ekspresi kemenangan,Shikamaru mulai pasrah dia menyadari sudah tidak ada harapan sekarang,jika ia memang harus mati disini sekarang,mati ditangan wanita iblis ini
"a-aku rela jika kau ingin m-membunuhku,tap- akh tapi aku mohon jangan bunuh teman temanku yang lain"Shikamaru memohon dengan suara yang sangat pelan karna menahan perih yang amat sangat
"DIAM!"Bentak Mei dengan suara yang lantang
Mei berdiri dari tubuh Shikamaru dan lantas berjalan mendekati kimononya yang tergeletak di lantai,dia mengambil sebilah pisau yang sangat tajam dari balik kimononya itu,dia berjalan kembali menuju Shikamaru yang masih tidak berkutik itu
"Seharusnya kau tetap menjadi anak baik Shikamaru-kun"Mei duduk diatas perut Shikamaru dengan begitu menantang,dia menempelkan pisau itu di pipi Shikamaru dan mengelusnya disana,hal itu membuat Shikamaru mengucurkan keringat dinginya,membasahi pelipisnya yang kurus,sebelumnya tak pernah terpikir bahwa dia akan terjebak disini,disiksa dengan amat mengerikan
"Jika kau menurutiku mungkin akan kuambil nyawamu dengan lembut,tapi kau yang memaksaku!,RASAKAN!"
'CCCCCCRRRAAAAAAASSSSHHH'
Sebuah tusukan cepat dari Mei ke pundak Shikamaru dan pisau itu langsung dengan mudahnya menembus daging dan tulang Shikamaru
"AKH AAAAAHHH AAAAAAHHHH AAAAAAHHHHH AMPUN A-Aku mohon ampuuuunnnn"Shikamaru menjerit jerit sejadi jadinya di bawah perlakuan wanita iblis ini ,namun Mei malah dengan sengaja menggerak gerakan pisau itu yang masih tertanam di pundak Shikamaru dengan keras sehingga membuat Shikamaru makin tersiksa
"Hahahahahahahahaha"Mei tertawa penuh kemenangan
.
.
.
TBC...
MINA GOMEEEEEEEENNNN ,gomen banget kalo chap ini mengecewakan yah ...
Oh iya Minna ...
m(_._)m
P
L
E
A
S
E
R
E
V
I
E
W
