Minaaaaaaaaaaaaaa XD
Michi kembaliiiiiiiiiiiiiiiiiiii ...
Michi minta maaf atas segala kekurangan di Fic sebelumnya,dan Gomen soal Sasusaku yang masih belum kerasa,tapi Michi berterimakasih buat segala komen yang kongkrit dan membangun ^^
yaudah lah,tanpa babibu lagi Saya persembahkan Chapter 4 !
Warning : Typo masih musim panen, OOC lagi dapet hoki ,dan Virus abal masih berjangkit ,saya sama sekali tidak ada niat untuk melakukan bashing
~Akuma Chan~
~Namikaze Michiru~
Shikamaru hanya mampu meringis kesakitan sambil membentur-benturkan kepalanya sendiri ke lantai,berharap dia akan pingsan dan tidak perlu mendapatkan rasa pedih yang menyiksa seluruh sendinya seakan ditanami oleh paku-paku tersengal-sengal seolah ada pecahan-pecahan kaca menyumpal di tenggorokanya.
"AAAAAAAAARRRRGGGGHHHH ! LEP-LEPASKAN AKUUUUU!"raung Shikamaru dengan suara yang sudah serak dan rambutnya yang diikatpun kini telah terlepas sehingga rambutnya acak-acakan di lantai.
"kau mau pulang pria baik ? aku akan membiarkanmu pulang,asalkan-..."ujar Mei menggantung perkataanya.
"A-Asalkan apa ? nnnggghhh "tanya Shikamaru dengan tatapan memohon dan tubuh yang bergetar manahan rasa sakit.
"Aku minta kau mencungkil satu bola matamu dan memakanya di hadapanku, apa kau bersedia Pria baik ?"ujar Mei dengan nada bicara yang sangat tidak bagi Shikamaru,matanya langsung membulat dengan sempurna. Nafasnya tercekat tak mampu mengeluarkan kata-kata barang sepatahpun,ini adalah pilihan yang sangat berat, melanjutkan hidup hanya dengan satu mata atau mati di tempat yang tidak jelas asal usulnya seperti ini.
'bagaimanapun aku masih punya teman teman yang masih membutuhkanku,aku tidak boleh membiarkan mereka mati satu persatu!, ya! Aku harus tetap hidup demi teman temanku !' pikir Shikamaru membuat keputusan.
"Ba-baiklah,tap-tapi kau harus mem-membiarkanku p-pergi dari siniii"ucap Shikamaru dengan susah payah.
"baiklaaaahhh, tunjukan aku pertunjukan yang menarik! hahahahahaha"ucap Mei sambil mencabut pisau di pundak Shikamaru dengan sangat perlahan seolah ingin agar Shikamaru merasakan tajamnya pisau tersebut.
"AAAAAAKKKKHHH"teriak Shikamaru saat Mei mencabut pisau di pundaknya
Mei memberikan pisau tersebut pada Shikamaru,dan Shikamaru langsung mengerti apa yang di inginkan tangan yang bergetar Shikamaru menerima pisau memandang pisau tajam itu dengan hati yang sangat bagaimana sakitnya pisau tersebut masuk kedalam rongga matanya dan mencungkil bola matanya dan mengoyak syaraf-syaraf matanya.
"CEPAT LAKUKAN !, ATAU KAU MAU AKU BERUBAH PIKIRAN?!"
"B-Baik" ucap Shikamaru seraya menelan ludahnya sendiri. perlahan-lahan ujung mata pisau tersebut dia dekatkan ke mata dingin di pelipisnya tak henti mengucur bak rembesan air di gelas yang diisi air hanya tersenyum melihat Shikamaru yang dengan ragu-ragu ingin mencongkel bola menarik nafas panjang dan dia menguatkan hatinya lalu-...
TTRRRRAAAAAAAAAAASSSSSSS!
"AAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHH-.. AAAAAAAAAAAHHHHHHH-... A-AAAAAAAAHHHHH"Shikamaru menjerit sejadi-jadinya, membuat burung-burung yang ada di sekitar gubuk tersebut beterbangan kesembarang sakit di matanya seolah menjalar ke seluruh bagian sakitnya sungguh tak terperi olehnya,kepalanya sangat pusing dan rasanya dia seperti ingin muntah oleh rasa sakit tersebut.
"HAHAHAHAHAHA ! Kau sangat lucu! Tapi aku menyuruhmu mencongkelnya! Jadi tugasmu belum berakhir bodoh!"tawa Mei menggelegar ditengah raungan Shikamaru yang makin menjadi pikir panjang lagi Shikamaru langsung mencungkil bola matanya sampai keluar dan terlempar sampai ke dekat kaki Mei.
"AAAAAAHHHH! AAAAAHHHHH! AAAAHHHH! AAAA-AAAHHHHHHH! AARRRGGGHHH !"Shikamaru langsung kelojotan seperti ikan yang kehabisan dia sangat ingin memukul tembok sampai hancur untuk melampiaskan rasa sakitnya yang tak terkira.
Dengan pandangan jijik melihat Shikamaru yang setengah mati menahan rasa sakit Mei tertawa sangat melihat bola mata Shikamaru di dekat kakinya,lalu dengan senyum aneh di bibirnya dia mendapatkan cara agar 'pertunjukan'itu makin menarik untuknya.
Shikamaru melihat bola matanya dengan tatapan yang sangat nanar,dan tanpa diduga Mei menginjak bola mata Shikamaru sampai pecah,Mei tertawa melihat Shikamaru yang terpaku melihat matanya yang hancur.
'BAJINGAN IBLIS INI!'pikir Shikamaru mengutuki Mei yang sudah sangat kejam padanya.
"Sekarang ayo makan sampah menjijikan ini! Dan bersihkan juga kakiku darinya!"dengan tubuh yang masih bergetar Shikamaru merangkak menuju bola matanya yang sudah hancur,dengan ragu ragu Shikamaru mengambil matanya,sungguh sudah tidak berbentuk dan Shikamaru merasa jijik dengan cairan aneh yang ada di matanya dan bau amis yang membuatnya mual,perlahan Shikaru memasukan matanya ke dalam mulutnya,Shikamaru merasa harga dirinya telah hancur oleh wanita iblis yang ditemuinya susah payah Shikamaru langsung menelanya dengan rasa amis di mulutnya yang terus menempel.
"SEKARANG BERSIHKAN KAKIKU!"bentak Mei dan Shikamaru langsung menurutinya,Shikamaru mendekati kaki Mei dan dia langsung menjilati kaki Mei sampai sisa-sisa cairan matanya habis,lambungnya seolah diremas-remas dari dalam karna rasa mual yang amat sangat,kepalanya bertambah pusing dan kesadaranya perlahan mulai menipis dan Shikamarupun langsung tergeletak pingsan.
Ooooooooooooooo
Oooooooooooooooooooooooooo
"k-kau jangan bercanda Sakura! A-apa itu benar Hinata ?LALU INO ADA DIMANA?!"tanya Sai pada sakura dan Hinata dengan sedikit membentak.
"I-itu benar S-Sai-kun,dan a-aku kira Ino-chan sudah ke-kembali lebih dulu,hiks"jawab Hinata yang masih terisak di pelukan Naruto.
"APA? JADI KALIAN MENINGGALKANYA,HAH?"Bentak Sai pada Sakura dan Hinata.
"hey! kau tidak punya hak untuk membentak Sakura!"Sasuke mendorong bahu Sai dengan tidak menyenangkan karna merasa keberatan Sai membentak gadis yang sangat dicintainya
"sudahlah sasuke,sai kalian tidak usah berkelahi disini,lihat kondisinya sekarang!"Naruto mencoba melerai dengan memisahkan Sai dan Sasuke
"Diam kau bajingan! Jika kau tidak mengajak kami ke tempat terkutuk ini, tidak akan seperti ini jadinya!"bentak Sai pada Naruto dengan telunjuk yang diarahkan ke wajah Naruto.
"UNTUK ITULAH AKU AKAN BERTANGGUNG JAWAB!"Bentak Naruto pada Sai sambil menepis tangan Sai yang diarahkan padanya.
"Baiklah,kita cari semuanya dan berkumpul lagi disini lalu pergi dari tempat ini sesegera mungkin!"ucap Sasuke dengan nada yang tenang walaupun sebenarnya perasaanya sudah sangat bercampur aduk antara takut,khawatir keselamatan Sakura dan yang lainya.
"KALIAN SEMUA TIDAK BERGUNA !AKU AKAN MENCARI INO SENDIRI!"Sai langsung berlari dengan sangat terburu-buru masuk ke arah hutan
"Sai! Kita cari sama-sama!"teriak Naruto,namun gagal, Sai telah menghilang di balik hutan yang sangat rapat.
"Na-Naruto-kuuunnn,aku ingin p-pulang,hiks"rengek Hinata pada memeluk Hinata lebih erat dan mengecup keningnya dengn lembut.
"Aku akan melindungimu Hinata,jangan takut"Naruto menatap Hinata dengan senyumanya dan Hinata percaya jika Naruto tidak akan berbohong.
"Sekarang kita sebaiknya beritahu semuanya tentang apa yang sudah terjadi" ujar Naruto.
OoooooooSkip Timeoooooooo
"APA?i-ini tidak bisa dipercaya!C-chouji mati ?" ucap Gaara dan Lee berbarengan dengan mata yang membulat tak percaya saat Naruto menceritakan semuanya di dalam Camp.
"sekarang kita harus mencari semua teman teman kita yang masih ada di hutan dan kembali kemari lalu kita akan langsung pulang ke Konoha,maapkan aku karna telah membiarkan kalian masuk ke dalam masalah yang sangat berbahaya ini"ujar Naruto dengan perasaan yang sangat menyesal.
"aku tidak takut mati! Jadi aku akan ikut!"ucap Lee dengan penuh keyakinan
"aku juga!aku akan ikut mencari mereka!"ucap Gaara pada Naruto
"Gaara,sebenarnya kau tidak perlu ikut,aku ingin kau tetap disini menjaga gadis-gadis"jawab Nrauto
"Tap-tapi aku-..."
"sudahlah Gaara,kami percayakan mereka padamu"ucap Sasuke meyakinkan Gaara
"ba-baiklah,aku akan menjaga mereka,tapi kalian harus pulang hidup-hidup,aku tidak mau kursi kosong di mobil kita bertambah pada saat kita pulang nanti"
ooooooooooSaiooooooooo
"INOOOOO ! INOOOO! INOOOO!"teriak Sai mencari Ino,berharap si empunya nama akan menjawab seruanya.
Sai makin masuk ke dalam hutan yang mengerikan tersebut dengan sesekali berlari dan berteriak penuh harap.
Tiba-tiba Sai mencium sesuatu,seperti-... bau mencari-cari dimana letak bau itu melihat semak besar yang sangat mencurigakan,ranting rantingnya rusak,dan daunya seperti tercecer darah.
"I-Ino? Apa itu kau ?"tanya Sai langsung mendekati semak semak tersebut dengan perasaan was-was.
Sai menyibakan semak itu dengan tangan yang melihat sepasang kaki putih yang penuh luka,sepertinya di mengenali celana itu,pakaian itu-... Ino.
Mata Sai langsung membulat melihat keadaan Ino yang sangat menakutkan,matanya hilang satu dan wajah serta tubuhnya penuh dengan Sai seperti dicekik tali yang ditarik oleh dua Sumo yang sangat kuat,matanya seolah ingin keluar melihat wanita yang baru saja menyadarkanya betapa dia sangat mencintainya.
"TI-TIDAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKK! INOOOO!"Sai langsung berlari ketakutan dengan keringat yang mengucur dengan terus berlari sekuat tenaga dan tanpa ia sadari ada sebuahtanaman rambat berduri dihadapanya,ketika Sai berlari tanaman rambat itu langsung menjerat dan melilit leher Sai dengan sangat kuat karna duri-durinya menancap di leher Sai dan menembus kerongkonganya.
"AAAAKKKKKHHHHH ! t-Thol-lhoonngg"tenggorokan Sai sudah benar benar tercaekat,untuk berteriakpun dia sudah tidak bisa lagi.
"HAHAHAHAHAHAHA Dasar manusia bodoh!"tiba-tiba ada suara tertawa seorang wanita menggelegar diatas kepala Sai,mata Sai langsung berputar keatas dan hanya menampakan yang putihnya.
Tiba-tiba tanaman rambat itu naik keatas sampai tubuh Saipun ikut terangkat sampai dua meter diatas tanaman rambat itu makin kuat dan duri-durinya makin menancap sangat dalam dan merobek leher Sai.
"aaaaaakkkhhhh"hanya itu yang bisa terdengar dari rambat tersebut dengan serentak menguat sangat keras sampai membuat sobekan di leher Sai makin melebar dan karna berat Sai,tubuhnya jatuh ketanah
'BBUUUKKK'
Namun tidak dengan kepalanya.
Kepala sai terpisah dari tibuhnya dan masih menggantung di tanaman rambat yang ada diatas tubuhnya yang tergeletak mengucurkan darah tak henti hentinya di atas tanah.
.
.
.
.
TBC...
Gimana Minna ?
Michi udah kelamaan gak nulis lagi jadi gini nih ya XD
yauda deh dadaaaaaaahhhhhh ...
R
E
V
I
E
W
P
L
E
A
S
E
