Balesan Review:
Dongdonghae: Hahaha~ Changkyu (sankyu = makasih #eyak) lebih cepat Changmin suka Kyuhyun lebih baik. Entar Kyu di ambil orang bisa gawat~~
Aquila53: hontou ni? Yoochun sering telat emang… rasanya dia ga bakal cocok jadi guru disiplin, makanya aku buat imagenya mirip Kakashi. IchiHitsu/IchiRuki? Sayang sekali saya ga suka dua couple itu, jadi saya ga tau ada cerita yang sama seperti ini ^^
Noname: saya ga tau siapa anda, tapi makasih udah di baca ^^ Shinigami bisa di baca penjelasannya di A/N paling bawah pada chapter 1 :)
Disclaim: all chara punya tuhan di atas sana, cerita dan alurnya hanya milik saya dan beberapa bagian bukan. TWGOK punya Wakaki Tamiki sensei saya hanya mengambil judul saja.
Pair: ChangKyu slight YunJae
Warning: AU, Hugar (humor garing), BL, Genderswitch for some random people
Rate: T
.
.
"Changmin-ah, kau tinggal di mana? Makanan kesukaanmu apa?" dan lain sebagainya. Sepertinya saat ini Changmin di kerubungi oleh siswi-siswi kelas barunya. Untuk kali ini ia gagal untuk kabur, sebenarnya, ia tak tahu akan seperti ini. Dia bukan manusia, man… bagaimana ia bisa tahu jika wanita manusia itu sangat bringas jika bertemu dengannya.
Merasa kasihan pada Changmin, Victoria, wakil ketua kelas mereka membantu namja jangkung itu. "Heeei~! Sudah cukup, kasihan Changmin-sshi jika terus kalian tanyai seperti itu…" ujarnya, menyudahi kerumunan pemburu di kelasnya.
Changmin bersiul, akhirnya ia bisa bebas dari kerumunan menyeramkan itu. Manusia benar-benar menyeramkan saat seperti ini, lalu pandangan mata Changmin kembali ke Victoria, yeoja yang cantik, menurutnya. Yah, ia berterima kasih karena sudah di tolong olehnya. "Terima kasih… Victoria" Changmin tersenyum.
"Hihihi~ sama-sama, Changmin-ah~ jika kau di ganggu lagi, jangan sungkan-sungkan untuk mengatakannya padaku~" Victoria mengedipkan matanya sekali, dan menepuk dadanya.
Di tempat lain, Kyuhyun dan kawanannya memperhatikan Changmin dan Victoria. Eunhyuk yang duduk di samping Kyuhyun terus memperhatikan gadis itu dan sesekali mengatakan sesuatu. "Hei, kalian tahu… atau hanya perasaanku sih, sepertinya Victoria… menyukai si anak baru itu…" ujarnya setelah menganalisis kedekatan keduanya.
"Hm, kau pasti bercanda…" kali ini Yesung yang berbicara, ia duduk di meja belakang Kyuhyun. Namja itu juga terus memperhatiakn Changmin dan Victoria. "Menurutku Victoria hanya memperlihatkan tugas wakil kelasnya saja…" ujarnya kembali.
Kyuhyun hanya bergumam, ia terus memainkan PSP-nya. tak terlalu peduli dengan kedekatan si anak baru dengan Victoria. Yang di pikirannya hanya, game miliknya. Tipikal Kyuhyun sekali.
.
.
The World God Only Knows
A ChangKyu fanfiction
Shiki Frantomhive
.
Second sight, Blind
.
"Aigoo~~ akhirnya tempat sepi~ daritadi Eunhyuk dan Yesung menggangguku dengan si anak baru yang ini lah, yang itu lah~ memang apa urusanku?" saat ini Kyu berada di atap sekolahnya, beruntung di tempat itu ada bangku taman dan teduh, jadi ia tak perlu takut di marahi Umma-nya karena mengotori baju sekolah yang baru sehari ia pakai –karena habis di cuci–.
"Kau suka sekali tempat sepi, Kyu?" seseorang tiba-tiba mengagetkan Kyuhyun yang baru saja akan menyalakan kembali PSP miliknya. Beruntung PSP itu tidak meloncat dari tangannya. Ia sedikit merutuki orang yang mengagetinya tadi.
Ia menoleh dan melihat tampang murid baru di kelasnya tadi, "Apa yang kau lakukan di sini?" ujarnya sengit. Oh ayolah, berilah dirinya sedikit ketenangan!
Namja atau lebih tepatnya Changmin terkekeh pelan, ia duduk di samping Kyuhyun, tidak terlalu dekat, karena dirinya tak mau sampai kena pukul di wajahnya yang tampan, kan? "Tidak boleh aku duduk di sini? Bukankah tempat ini tempat umum? Bukan milikmu pribadi?" Changmin memasang pose berpikir, ia menahan dagunya dengan tangan kanan dan mulai berargumen.
"Ya, ini memang tempat umum tetapi sebelum Choi Kyuhyun ini menempatinya!" Kyuhyun yang naik pitam mulai menyembur namja aneh di sampingnya, terima kasih pada Changmin waktunya yang berharga rusak begitu saja.
Menempatkan kedua tangan di depan tubuhnya, mempersiapkan dirinya untuk kembali di sembur oleh Kyuhyun. "Maa, maa… tenang lah Kyu~" ia mulai menenangkan Kyuhyun walau ia tahu itu terlalu susah, kembali ia berkata, semoga Kyuhyun tak bertambah marah setelah ini. "Kyuhyun-ah~ aku hanya ingin berbicara denganmu, itu saja~ Tidak ada maksud untuk mengganggumu~"
"Dengar Shim Changmin atau siapapun namamu. Kau di sini, di tempat ini saja sudah menggangguku, apa lagi jika kau bersuara! Kau mengerti?!" Kyuhyun mendecih menatap Changmin. Melanjutkan kembali permainannya yang tertunda. Ia harus sabar.
Senyuman tiba-tiba terlihat di wajah Shinigami di samping Kyuhyun. Kalian mendengarnya kan? Kyu mengingat namanya! Pemuda di sampingnya mengetahui dirinya ada saja ia sudah bersyukur apa lagi mengetahui namanya. Hei, salahkan Kyuhyun yang sangat acuh tak acuh itu.
Merasa tak enak ia meneriaki Changmin seperti itu, ia melirik kearah namja di sebelahnya. Betapa kagetnya saat ia melihat Changmin hanya senyam-senyum seperti orang sakit jiwa. Ia sedikit takut, jangan-jangan orang yang ada di sampingnya… Masochist? Shim Changmin seorang Masochist? Orang yang menerima siksaan dari pasangannya karena menyukainya dan akan merasa terangsang karenanya juga? Oh, no! Umma!
"He—hei! Kau tak gila, kan? Dari tadi senyum-senyum terus?" akhirnya Kyuhyun menguatkan dirinya untuk berbicara. Ia ngeri juga berbicara dengan seorang yang masochist. Mungkin saja Changmin nanti minta di cambuk atau di beri lilin? Ukh!
Namja jangkung itu menatap Kyuhyun sedikit lama dan terkekeh. Sepertinya ia bisa memikirkan jalan pikiran Kyuhyun. Karena di dunia manusia, indranya sebagai Shinigami di hapus oleh Jaejoong. Jadi, saat nanti ia pulang –ia jadi tak ingin pulang– Jaejoong akan mengetahuinya sendiri. "Aniya… tapi jika boleh, aku ingin gila saat menyukaimu. Choi Kyuhyun…" ujarnya kembali terkekeh melihat raut wajah Kyuhyun memerah.
'U—uwaaaa… apa Changmin ini mantan Host? Perkataannya sungguh memalukan sehingga aku jadi malu sendiri mendengarnya!' batin Kyuhyun, ia menggelengkan kepalanya. Menolak berbagai spekulasi yang ada. Tentang mengapa ia jadi memikirkan tentang Shim Changmin, lalu apa-apaan Host itu? Mana mungkin murid sekolah menengah di izin kan menjadi Host?!
"Perkataanmu menjijikkan…" kali ini Kyuhyun dapat mengontrol emosinya. Membuang jauh-jauh pikiran-pikiran yang tak ingin ia pikirkan dan temukan jawabannya.
Namja jangkung di sebelahnya, tersenyum menyebalkan. Yah, bibirnya tersenyum tetapi matanya tidak. "Hehehe~ jahatnya~" ujarnya sambil menunjukkan wajah Aegyo miliknya.
"Bahkan wajah Aegyo-mu juga menyeramkan…" kembali Kyuhyun berkomentar pedas. Ia melirik jam di pergelangan tangannya. 'Ouoh… sudah sore, aku harus pulang…' ia berdiri dan merapikan seragamnya. Dan berjalan meninggalkan Changmin.
Changmin yang melihat hal itu menarik Kyuhyun, "Kyu… kau mau kemana?" ujarnya dengan tampang memelas. Seperti tak ingin di tinggal, kenapa dia terlihat menyedihkan seperti itu, sih?
Kyuhyun menatap Changmin dan pergelangan tangannya yang di tahan. "Aku harus pulang, sudah sore, aku tak mau Umma memarahiku. Kenapa tampangmu seperti orang yang akan ku tinggal selamanya sih?" Kyuhyun terkekeh melihat tampang Changmin saat ini. Ya, seperti anak anjing yang di telantarkan majikannya di taman atau di sungai jauh dari rumah.
"Karena aku masih ingin bersamamu, Kyu…" Changmin menggenggam pergelangan tangan Kyuhyun erat, tak ingin melepaskan. Ia merasakan pergerakan dari tangan Kyuhyun yang minta lepas. "Kyu…" ujarnya lagi menatap melas kepada Kyuhyun.
"Ukh! Arraseo! Kau ikut aku ke rumah! Aku tetap ingin pulang, aku tak mau di marahi!" ujarnya kembali dan berhasil menarik tangannya karena genggaman Changmin melemah. Mungkin terlalu senang, dasar, terlihat dari wajahnya yang tersenyum, seperti anak-anak saja.
.
.
Rumah Kyuhyun, yah, tak sebesar rumahnya di dunia Shinigami. Tapi sepertinya rumah Kyu nyaman. Dengan hanya 4 orang anggota keluarga. 5 kamar tidur 2 di bawah 3 di lantai atas, 2 kamar untuk tamu karena rumah Kyu sering kedatangan tamu sang Appa. Sebuah ruang tamu di sebelah kanan dan dapur di sebelah kiri. 2 kamar tidur yang saling berhadapan. Di dekat tangga terdapat pintu kaca menuju taman. Hmm, sepertinya menyenangkan.
Sesaat ia menolehkan pandangannya pada ruang tamu, ia di kagetkan dengan seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah saengnimnya. Park Yoochun. Tunggu, buat apa Yoochun saengnim ada di sini?
"Graaah?! Sedang apa kau di sini?! Teriak Kyuhyun menggantikannya berteriak. Ya dia ingin meneriaki Yoochun saat ini.
Yoochun seperti biasa, menyunggingkan senyumnya. "Yo, Kyu dan anak baru…" ujarnya menekan kata terakhir untuk Changmin. Dan sepertinya salah satu urat kemarahan Changmin putus.
"Jangan mengataiku seperti itu, dahi lebar…" ujarnya kesal. Ya sangat kesal, kenapa Changmin bisa sekesal ini ya? Tak mungkin karena hanya perkataan itu kan?
"Sudah lama kita tak bertemu dan ucapanmu masih sama ya. Apa yang Jaejoong ajarkan padamu, sebenarnya?" Yoochun mengorek telinganya, hanya di lakukannya untuk menggoda Changmin yang sudah mengotori indra pendengarannya itu dengan suara khas milik namja jangkung itu.
Changmin tersenyum, "Bukankah aku yang seharusnya mengatakan hal itu? Sebenarnya apa saja yang di ajarkan Yunho hyung kepadamu? Ucapanmu sungguh tak pantas bagi Amida-sama… Tak ku sangka, jika kau adalah salah seorang pelayan Aizen-Myoo-sama yang sangat di hormati"
Kyuhyun yang sebenarnya tak terlalu mengerti hanya memandangi Yoochun dan Changmin bergantian. Oh, ayolah! Dia bukan orang Jepang yang mengerti hal mistis seperti itu. "Changmin?" ujarnya menatap kearah Changmin.
"Waah, waah… ada ribut-ribut apa ini?" sebuah suara yang terdengar merdu dengan suara baritone yang khas, dari pintu masuk ruang keluarga. Yoochun, Changmin dan Kyuhyun menolehkan kepalanya menatap siapa gerangan orang itu. Dengan cepat Kyuhyun mengubah raut wajahnya menjadi senang. "Appa! Appa sudah pulang? Tumben sekali Appa hari ini pulang cepat!"
"Appa pulang Kyu~ Kyu, bisa Appa minta tolong?" ujar Choi Siwon, kepala keluarga Choi kepada anak terakhirnya. Ia melihat sang anak mengangguk antusias. "Bisakah kau membuatkan Appa minuman? Dan untuk para tamu kita ini juga…" ujarnya menatap Changmin dan Yoochun yang raut wajah mereka sudah berubah.
Tanpa mengetahui apapun, Kyuhyun berjalan menuju dapur dan meninggalkan tiga namja tampan di ruang tamu rumahnya. Siwon mempersilahkan duduk kepada kedua tamu yang tak di duganya. "Sudah lama sekali… berapa lama ya? Kau ingat Changmin-ah? Yoochun-ah?" ujarnya memulai.
Changmin dan Yoochun bersujud di depan Siwon, menumpukan tubuhnya pada lutut kanan dan kaki kirinya. Tangan kiri, mereka lipat di depan dada dan tubuh serta kepala mereka yang mereka tekuk kebawah. "Salam dari Shinigami/Pelayan Aizen-Myoo-sama kepada Kishijoten-sama…" ujar keduanya –Yoochun dan Changmin– secara bersamaan.
Siwon tertawa pelan, "Sudah-sudah, hentikan kalian berdua~ aah~ sudah lama aku tak bertemu dengan Jae dan Yunho. Bagaimana keadaan mereka? Masih saja bertengkar, kah?" namja Choi itu mengajak Yoochun dan Changmin duduk bersama di sofa yang saling berhadapan dengannya, menunggu Kyuhyun menyelesaikan membuat minuman untuk mereka.
Changmin mendengus, menandakan perkataan Siwon tak salah. "Yah, bisa anda ketahui. Saya berada di dunia manusia ini karena utusan Jae hyung yang… anda tahu bagaimana mereka berdua jika sedang bertengkar…" ujar Changmin dengan wajah sangat lelah.
Siwon memaklumi sifat Jaejoong yang tak mau kalah itu. Lalu ia melirik Yoochun, "Jika anda ingin bertanya tentang saya… Saya hanya ingin turun dari Kuil, dan mengetahui tentang kehidupan manusia."
Kembali Changmin mendengus, "Ckckck… ternyata seorang pelayan kuil bisa berbuat seenaknya seperti itu," ujar namja jangkung itu dengan nada sinis. Yoochun yang tak terima menatap kesal pada Changmin. Keduanya saling bertatapan dengan sengit untuk beberapa saat –karena Siwon menghentikan aksi saling pandang mereka–.
"Sudah hentikan, Changmin-ah… Yoochun-ah… Aku tak ingin kalian berdua memulai pertengkaran di rumahku ini." Siwon berujar, sedikit nada penekanan terdengar dalam kata-katanya. Salah satunya karena ia tak ingin anak bungsunya melihat aksi pembantaian di depan matanya –walau sebenarnya Kyuhyun sering melihat aksi pembantaian di dalam game–.
Suara langkah kaki mendekat, tanpa aba-aba ketiga namja tampan yang berada di ruang tamu mengganti posisi mereka. Siwon yang duduk di sofa seraya membaca koran, Changmin menjelajahi rak buku yang tak jauh di dekat sofa, sedangkan Yoochun masih dengan kegiatannya sebelum Changmin, Kyuhyun dan Siwon datang.
Kyuhyun memperhatikan tiga namja tampan di ruang tamu itu, sedikit terpana juga –minus Appa-nya tentunya–. Meletakkan empat cangkir kopi di meja panjang di depan sofa yang berhadapan dengan layar televisi. "Appa, aku sudah membuatkan kopi hitam kesukaan Appa~"
Siwon tersenyum menatap putranya, "Gomawo Kyu…" ujarnya mengambil salah satu gelas dan menyesapnya sedikit. "Enak seperti biasa… Kajja suruh temanmu merasakan segelas juga…" ujar Siwon menunjuk Changmin yang masih sibuk dengan rak buku di hadapannya.
Kyuhyun terdengar mendecak, "Ne, Appa…" namja imut itu mengambil satu gelas dan menyerahkannya pada Changmin. Menyadari Kyuhyun yang mendekatinya, Changmin menghentikan penelusurannya di rak buku itu dan menatap Kyuhyun yang membawa segelas kopi hitam.
Menatap benda cair berwarna hitam itu sedikit membuat Changmin illfeel. Apa boleh buat, di dunia Shinigami tidak ada benda seperti itu. Apa lagi Changmin memang jarang bertualang di dunia manusia.
Mengetahui hal itu Siwon berujar, "Cobalah kopi hitam buatan Kyuhyun, kau akan ketagihan setelah mencoba sekali." Mendengar hal itu Kyuhyun menunjukkan cengirannya, ia senang sekali jika di puji oleh Appa atau Umma-nya.
Changmin tampak terdiam dan kemudian menunjukkan senyum lucunya, mengangguk dan mengambil gelas yang di sodorkan oleh Kyuhyun. Menyesapnya sedikit demi sedikit, terasa panas di bibirnya, pahit di lidahnya dan hangat di badannya. 'Jadi, ini yang namanya kopi?' batin Changmin. 'Tidak buruk juga…'
"Mian membuatmu menunggu lama, Chagi. Bisa kita berangkat sekarang?" suara khas seorang Choi Junsu terdengar lembut di telinga seorang Park Yoochun. Walau di telinga orang lain suara Junsu bagai lengkingan lumba-lumba yang sedang melompat mencari udara.
Yoochun menenggak setengah gelas berisi kopi buatan Kyuhyun. "Ne, tidak apa-apa chagi, kita berangkat sekarang?" tanya Yoochun berdiri dan merapikan bajunya. Siwon sedikit melirik kepada Yoochun dan Junsu.
"Kalian berdua mau kemana?" suara Siwon terdengar mengintimidasi di telinga Yoochun, sontak saja si jidat lebar itu menenggak lagi –kali ini habis– isi di dalam gelas kopi tersebut.
"Appa sudah pulang? Aku hanya ingin pergi ke mall di temani Yoochun… Tidak apa-apa, kan, Appa?" tanya anak pertamanya itu dengan wajah polos dan terlihat sangat imut.
Siwon tersenyum tentu saja pada Junsu, sedangkan Yoochun, bukan senyuman yang ia lihat di wajah Siwon tetapi… yah, bayangkan saja iblis paling menyeramkan dan itulah yang di lihat oleh Yoochun. "Ne, tentu saja… Tapi jangan lupa, pulang sebelum waktu tidur ne?" ujar Siwon lembut kepada anaknya.
Changmin terkekeh melihat Yoochun dengan tingkah gelagapan, pemandangan yang sangat bagus sekali bukan? Ia bisa menceritakan hal ini kepada Jae hyung-nya nanti, namja manis itu pasti akan tertawa terpingkal-pingkal melihat pelayan Yunho hyung sang Aizen-Myoo ketakutan kepada sikap intimidasi Kishijoten.
"Hyung! Jangan lupa oleh-oleh!" teriak Kyuhyun pada Junsu yang sudah tak terlihat di ruang tamu.
"Baiklah, saatnya Appa bersenang-senang dengan Umma-mu." Siwon bangkit dari duduknya, meninggalkan Changmin dan Kyuhyun yang melihat kepergian namja satu itu dengan cengo. Sudah tua tapi masih juga mesum, dasar Kuda Jingkrak, kebanyakan tenaga, kasihan Choi –Kim– Kibum.
"Jadi… Ingin makan sesuatu?" tawar Kyuhyun setelah di ketahui sang Appa tak terlihat lagi. Mata hazelnya menatap Changmin sekilas. Tinggi, tiang listrik berjalan, tetapi… cukup tampan untuk ukuran tiang listrik, sebenarnya.
Tanpa mendengar jawaban Changmin, sepertinya Kyuhyun sangat tahu jika Changmin sedang lapar. Oh, yeah… salahkan saja perutnya yang bergemuruh nyaring sesaat setelah mendengar kata "Makan" dari mulut Kyuhyun. "Kyunnie, aku lapar… Di rumahmu ada makanan?" Changmin mengusap perutnya yang tetap saja kurus tanpa lemak berlebih.
"Aish, ku buatkan ramyun dan kimchi. Tapi aku tak jamin rasa masakanku!" Kyuhyun berjalan keluar dari ruang tamu. Berjalan lurus kedepan menuju dapur.
Changmin menatap kepergian Kyuhyun, ia tersenyum, terlihat sangat bagaimana ya… pandangan Changmin terliat penuh cinta saat menatap Kyuhyun. Kenapa dia jadi seperti yeoja-yeoja manusia di dunia ini? Dia Shinigami, malaikat maut, bukan manusia yang bisa dengan santainya jatuh cinta.
.
Cinta, Cinta itu… tak mengenal apapun… alias Buta
.
—Suzuku—
A/N:
Huueee… Gomenna Chingu… kok rasanya penpik Shiki jadi aneh gini ya? Makin ngaco ples ga jelas. Bisa-bisanya Siwon jadi salah satu dewa pula… TTATT
Tapi, yah untuk mendukung ceria aja kok… tapi, ga nolak kalo ada kritik buat Shiki, sekali lagi, ChangKyu~ (Sankyu = Arigatou = Terima kasih)
Kishijoten : Dewi keberuntungan dan kecantikan. Karena di sini Siwon adalah namja, dan lagi, aku juga ga tau apa Dewa yang di sebutin di atas, jadi deh pake nama itu aja daripada pusing. –nyari gampang–.
Kuil : Di sini karena Yoochun adalah pelayan Aizen-Myoo yang memang pada dasarnya tinggal di kuil.
Hubungan buruk antara Yoochun dan Changmin : ini karena Yoochun sang pelayan Aizen-Myoo dan Changmin seorang Shinigami yang memang bermusuhan satu sama lain.
Rabu, 26-09-12
