Balesan Review:
Hibiki Kurenai: kkk~ Siwon juga loh~ entar ketimpuk sama Siwon hyung juga~ :DD makasih udah review ^^
Park Chan Byul: makasih udah review, ga apa kok~ yg menting sempetin review kan? :) untuk kekuatan Siwon yg nurun ke anaknya, liat aja nanti yah~ yg pasti, mungkin di chap ini muncul dikit :3 lalu, soal apdet cepet… mianhae, aku ga bisa janji. Soalnya aku sendiri udah tahun akhir di SMK, mian ne? ^^a
MyKyubee: soalnya kepikiran cuma Siwon hyung~ makasih udah nunggu ya? ^^
HaeUKE: karena mereka sama2 makhluk sana… jadi, mau gak mau mereka kenal :) makasih reviewnya~
Kadera: kamu bener banget, aku nulis ini sambil ngingat komik itu. Aku suka baca shonen star soalnya. Hahaha~ kalo Wild Life aku suka banget, kepikiran pair RyoTessho terus :) karena aku berusaha untuk ga sama, dan inilah dia… perjalanan pencarian arti cinta, bukan iblis ^^
Minniechangkyu56: kalo dia ga mau terus, entar ceritanya gak jalan kan? Kkk~ karena mereka emang mesum kan? ^^ *kena tabok YunChun
Aquila53: he? Benarkah? Aku ga sadar kalo dia jadi berubah image, aku cuma bikin si Yoochun apa adanya, kalo ada kesamaan saya juga tidak tahu ^^ ah, ne… saya mengerti :)
Dan terima kasih shin min hyo, MhiaKyu, dan
.
.
Baiklah, ini adalah chapter 3 cepat? Karena saya sedang bersemangat. Kurang panjang? Karena saya sedang males membuat yang panjang, so… silahkan baca ^^
Disclaim: all chara punya tuhan di atas sana, cerita dan alurnya hanya milik saya dan beberapa bagian bukan. TWGOK punya Wakaki Tamiki sensei saya hanya mengambil judul saja.
Pair: ChangKyu slight ChangToria
Warning: AU, Hugar (humor garing), BL
Rate: T
.
.
Hari ini mungkin menjadi hari paling sial bagi Changmin, sejak tadi pagi perutnya terasa sakit bahkan wajahnya terlihat semakin pucat. Memang ada salah apa Changmin pada Jaejoong sampai-sampai ia kesakitan seperti ini? Bukan, bukannya salah pada Jaejoong, mungkin lebih tepat pada Kyuhyun.
Ada apa sebenarnya? Hhh, baiklah akan saya ceritakan. Masih ingat chapter 2 saat Kyuhyun membuatkan Changmin makanan? Oke, ini lah imbasnya. Mungkin ia keracunan, keracunan masakan Kyuhyun. Poor Changmin.
Sebenarnya separah apa ramyun dan kimchi buatan Kyuhyun? Sebenarnya tidak buruk, hanya saja Kyuhyun salah memasukkan bumbu. Bukannya lada atau garam dia malah menambah cuka dan gula di dalam makanan Changmin. Nah, bagaimana rasanya? Mau mencoba di rumah?
'Ukh, Sebenarnya separah apa masakan manusia di dunia ini?' batinnya meringis merasakan lambungnya bergemuruh sakit. Ia berjalan dengan gontai seraya memegangi perutnya, sesekali merintih pelan.
"Changmin-ah!" seseorang memukul punggung Changmin dengan kasar. Saking kasarnya sampai Changmin hampir terjungkal kedepan, ia meringis dan melihat belakang. Siapa gerangan orang yang berani memukulnya?
Dan, seorang Yeoja manis berambut panjang, mirip sekali seperti Barbie. Ya, siapa lagi kalau bukan teman sekelas Changmin. Victoria Song, Yeoja pertama yang mengaku akan menjadi temannya. Dengan senyum manis tanpa rasa bersalah ia berjalan di sebelah kanan Changmin. Walau Namja di sebelahnya menatapnya dengan sengit.
"Jangan, ulangi lagi…" ujarnya parau. Vicotria menoleh, menunjukkan wajah tak mengertinya. "Memukul punggung…" tambah Changmin menegakkan tubuhnya.
"Omo! Changmin-ah! Wajahmu pucat sekali! Kau tidak apa-apa? Mau ku antar ke ruang kesehatan?" brondong Victoria dengan pertanyaan yang bahkan belum sempat di jawab satupun oleh Namja jangkung itu. Bahkan Yeoja itu langsung menyeret Changmin pergi ke ruang kesehatan.
Menahan tubuhnya agar tak di seret begitu saja, Changmin menarik apa saja di dekatnya, bahkan murid Namja atau Yeoja yang tak jauh dari dirinya. "Dowa! Victoria-ah, lepaskan aku! Aku baik-baik saja, oi!" teriaknya berusaha melepaskan tarikan Yeoja di depannya.
"Minnie? Victoria-sshi, kau mau membawa Namja aneh itu kemana?" tanya Kyuhyun yang berada di depan, tak jauh dari mereka sebenarnya. Tapi, sepertinya Victoria tak mendengar dan langsung saja meninggalkan Kyuhyun terbengong-bengong di tempatnya. "Haish, apa-apaan mereka berdua?" sepertinya Namja manis kita satu ini sedang kesal melihat, dua orang yang ia anggap teman sangat dekat satu sama lain.
.
.
The World God Only Knows
A ChangKyu fanfiction
Shiki Frantomhive
.
Third sight, Kyuhyun Jealous
.
Stand by… Stand by… Class start…
Bunyi bel bergemuruh di setiap lorong koridor, pertanda untuk seluruh siswa yang masih berjalan atau sekedar mendekati jendela besar di lorong untuk kembali memasuki ruang kelas. Kyuhyun masih saja memperhatikan pintu kelasnya, berharap ada seorang Namja atau Yeoja yang masuk kedalam kelasnya.
Sayangnya apa yang di cari Kyuhyun tak kunjung datang hingga suara geseran pintu terdengar. Seorang guru bermarga Han sudah memasuki kelas dan memulai pelajarannya. Sepertinya Namja manis kita satu ini mau tak mau harus memperhatikan pelajaran dan menunggu waktu istirahat untuk mencari seorang Namja jangkung dan seorang Yeoja cantik bak boneka Barbie.
.
.
Baru saja bell berbunyi, Kyuhyun Namja manis itu sudah beranjak dari tempat duduknya. Meninggalkan Yesung dan Eunhyuk tanpa kata-kata. Tentu saja, belum sempat Yesung bertanya, Kyuhyun sudah menghilang dari tempatnya. Sebenarnya mau kemana Namja manis kita ini?
"Yak! Sudah kubilang aku tidak apa-apa, kenapa kau tidak mendengarkanku? Haish, aku hanya sakit perut saja Victoria-ah!" sebuah teriakan yang sepertinya ia kenal. Apa lagi orang yang berteriak ini menyerukan nama Victoria, teman sekelasnya. Dan, ya, sepertinya ia tahu siapa yang tadi berteriak.
"Kalau begitu, kau harus minum obat dulu, Changmin-ah! Sepertinya kau keracunan, kau makan apa sebenarnya?" tanya suara yang bisa kita duga sebagai milik Victoria, ia juga berusaha memberi beberapa butir obat sakit perut dan lambung.
Changmin terdengar menghela nafasnya, "Arrasseo, aku bisa minum obat sendiri…" ujarnya kembali tenang dan mengambil obat dari tangan sang Yeoja cantik. Menenggaknya sekaligus beserta air yang juga sudah di siapkan.
"Kau keracunan apa sampai bisa seperti ini, Changmin-ah?" tanyanya dengan penuh tanya. Ia juga menyeret sebuah kursi di depan Changmin untuk duduk. Menatap Changmin dengan mata yang penuh rasa ingin tahu.
Berdeham pelan, ia tak sadar jika Kyuhyun sudah berada di dekat pintu dan sedang menguping. Oh, yeah. Salahkan Jaejoong yang mengambil kekuatannya, ia jadi tak bisa merasakan hawa orang lain di sekitarnya, seperti tadi pagi. "Aku seperti ini setelah memakan masakan Kyunnie…" ujarnya dengan malas.
Ia bisa melihat mata indah Victoria membesar dan kaget. "Mwo? Kau memakan masakan Kyunnie? Kau gila? Hebat sekali kau belum mati!" ujarnya dengan heboh dan seperti ada rasa kagum? Entahlah, dasar aneh.
"Kenapa kau bisa sesenang itu? Ini sangat mengerikan kau tahu? Perutku setelah sampai di rumah langsung melilit dan aku harus berkali-kali masuk kedalam kamar mandi!" ujarnya kesal, dan rasa kesal itu membuatnya ingin minum. Ia tenggak habis minumannya dan sebuah dobrakan yang sangat tidak berperi-kepintuan –jika ada undang-undang tentang peri-kepintuan–.
Belum sampai air yang di minum Changmin berada di dalam lambungnya, sudah harus terpaksa keluar karena rasa kaget. Dan dengan sigap pula, Victoria mengelak dari hadiah cantik yang di berikan oleh Changmin khusus untuknya. Yaitu, semburan gratis air putih dari orang ganteng.
"Hoo… Mian kalau masakanku membuatmu ngeri dan masuk ke kamar mandi berkali-kali…" ujar suara itu. Suara khas yang sebenarnya mereka kenal, tentu saja kenal jika orang yang sedang mereka bicarakan ada di depan mereka saat ini.
"Kyunnie-ah~! Kau dengar tadi? Changmin memakan masakanmu dan hari ini dia bisa masuk dengan normal! Padahal biasanya, mereka pasti absen selama seminggu!" ujar Victoria, kelihatan excited sekali. Ia juga mendekati Kyuhyun dan menepuk atau boleh di bilang memukul bahu Kyuhyun dengan lumayan keras.
Changmin menatap Victoria dengan wajah sangat pusing, Yeoja cantik itu terlalu heboh. "Victoria-sshi, kau terlalu heboh… Kepalaku jadi sakit mendengarkanmu," ujarnya pelan. "Masakan Kyuhyun hanya meracuniku, tidak sampai membunuhku…" ujarnya santai.
Wajah Kyuhyun terlihat kesal dan memerah, "Ya, aku tahu. Masakanku memang beracun, masakanku tidak enak dan tidak bisa di makan. Maaf, deh!" ujar Namja manis ini sewot. "Cih! Percuma aku mencemaskanmu dari tadi!" Kyuhyun pergi meninggalkan keduanya, keluar dari ruang kesehatan.
"Ada apa dengannya?" tanya Victoria dan Changmin saling berhadapan, sedikit tak mengerti juga sebenarnya.
.
.
"Tsk, percuma aku mengkhawatirkan Namja pabbo sepertinya. Seharusnya sekarang aku bisa santai di kelas tanpa Namja sialan itu sambil bermain dengan PSP tersayangku~" ujar Kyuhyun yang awalnya bersungut ria memikirkan Changmin langsung membaik sesaat setelah ia mengeluarkan PSP-nya dari dalam case yang ia ikatkan di ikat pinggangnya.
"Choi Kyuhyun! Darimana saja kau, man?" sebuah tepukan halus –sangat kasar– di pundak Kyuhyun membuat sang Namja manis satu ini menolehkan kepalanya ke belakang, melihat siapa yang berani mengganggunya. Ia juga menghadiahi orang itu dengan deathglare miliknya.
Meringis tanda ia tahu betapa sakitnya tepukannya tadi, Kim Jong Woon atau lebih di kenal sebagai Yesung. Namja berkepala besar teman dekat Kyuhyun, sebenarnya author hampir saja melupakan Namja satu ini. Kyuhyun masih saja menatapnya dengan sengit, dan kemudian menghela nafasnya. Kembali berjalan dengan PSP kesayangan berada di tangan.
Yesung mendengus, ia juga yang salah, jadi ia diam saja sampai ia menyadari jika Kyuhyun baru saja keluar dari ruang kesehatan. "Kau sakit, Kyu?" tanya Yesung, sedikit cemas dengan keadaan sahabatnya ini. Hei, Kim Yesung juga bisa mengkhawatirkan sahabatnya, kau tahu?
"Tidak sebelum kau memukul pundakku dengan sangat keras seperti tadi, Kim Jong Woon." Kyuhyun menatapnya sengit lalu mengusap bahunya, mengurangi rasa sakit akibat pukulan Yesung.
"Ayolah, aku minta maaf man… Bukannya aku ingin menyakitimu, tapi kau sendiri tak mendengarkan panggilanku~" wajah Yesung terlihat sangat bersalah. Ck, pergi kemana Eunhyuk di saat seperti ini? Biasanya Namja manis itu yang menolongnya, jangan katakan dia bersama Donghae?
Kyuhyung menghela nafasnya, ia berjalan kembali kekelas seperti tak peduli pada Yesung. Kembali melangkahkan kaki jenjangnya dan tangannya kembali bermain di tombol PSP. "Ku maafkan, tapi belikan kaset PSP terbaru untukku…" ujarnya di sambut dengan kesedihan oleh Yesung.
.
.
Sementara itu di atas langit, seorang Namja tengah memperhatikan keadaan bumi di bawahnya. Menatap dingin kearah bangunan sekolah dan kembali terbang kelangit, menuju kediaman Amida-sama yang menguasi dunia setelah orang mati.
Namja dengan paras elegan namun kharismatik, dengan pakaian gothic serba hitam miliknya menambah kesan bahwa ia sangat Dangerous. Rambut blonde semi cream miliknya terlihat lembut, apa lagi tatapan tajamnya langsung menatap Namja manis yang sangat di segani di dunia Shinigami. "Amida-sama… Saya melihat Shim Changmin berada di dunia manusia, apa maksudnya ini?" tanya suara seorang Namja di depan Jaejoong.
Jaejoong tersenyum lembut kepada sosok Namja tersebut, "Tenang saja, itu sudah kuanggap sebagai tugasnya. Jadi, kau tak perlu khawatir, Wu Fan…" Namja manis itu kembali menekuni berkas di atas mejanya ini, sekedar membubuhi stemple atau tanda tangan. "Selama dia dinas di dunia manusia, aku mengharapkanmu Wu Fan"
Namja bernama Wu Fan atau Kris itu mengangguk, menunduk dalam sebelum akhirnya menghilang dari hadapan Jaejoong menggunakan kekuatannya. 'Aku yang harus susah karena Namja itu? Yang benar saja…' ia mendesah lelah.
.
.
"Dia kenapa?" ucap Changmin dan Victoria berbarengan, mereka saling berhadapan dan memandang satu sama lain dengan pandangan heran. Tidak terlalu mengerti dengan apa yang terjadi pada Kyuhyun sebenarnya. Keduanya mendesah lelah, beruntung karena obat yang di beri oleh Victoria, kini lambung Changmin sudah agak membaik.
"Gomawo Victoria-ah, karena kau… walau sebenarnya aku tak terlalu mengharapkannya, tetap saja aku tertolong." Ujar Changmin terdengar tulus, ia juga mengedipkan sebelah matanya. Hanya untuk menggoda Victoria, ia bahkan tak menyadari kini wajah Victoria Song sudah memerah.
Yeoja cantik bak Barbie itu masih senang dengan tontonan di lantai, ia terus menundukkan wajahnya. 'Gawat Victoria… Dia temanmu, temanmu!' batinnya menguatkan dirinya sendiri. Ia tak ingin kehilangan seorang teman karena ia menyukai Namja di depannya ini.
"Oi, kau tidak apa? Sudah waktunya pelajaran siang, sebaiknya kita kembali…" Namja jangkung itu berdiri dari tempatnya, merenggangkan tubuhnya yang terasa lelah dan kaku lalu kembali melangkahkan kaki jenjangnya. Melirik ke belekang, dan melihat Victoria masih saja di tempatnya. "Oi!" ia sedikit membentak dan terlihat sang Yeoja terkaget dan refleks berdiri.
"E-eh, iya… Mianhae, Changmin-ah~ Ayo kita kembali~" Victoria tampak berjalan beberapa langkah di depan Changmin, menghindari tatapan mata Namja jangkung itu sepertinya. Suaranya juga ia buat agar terdengar semangat, apa dia tahu jika Changmin menyadari ada hal aneh pada Yeoja cantik itu?
Bunyi gesekan pintu sebuah kelas yang sepertinya sudah melangsungkan pelajarannya terdengar hening beberapa saat hingga akhirnya keheningan itu langsung pecah saat melihat Victoria Song dan Shim Changmin memasuki kelas itu bersama. Suara sorak sorai riuh terdengar dari seluruh tempat, bahkan hampir semua murid di kelas itu berteriak sambil menepukkan kedua tangan mereka.
Seorang Namja manis berdiri mendekati Changmin, "Yak, teman-temaaan~ di mohon tenaaang~" ujar suara ceria khas Namja itu, Namja manis bermata panda, Huang Zi Tao namanya. Mencoba untuk menenangkan seluruh temannya di kelas, "Hana, Deul, Set!" Namja panda itu memulai.
"Chukkae~~! Couple baru di kelas kita~ ChangToria~!" seluruh kelas bersorak, bahkan sampai ada sebuah sepanduk kecil bertuliskan [Chukkae! ChangToria Couple!]. Tetapi, jika kalian jeli ada seorang Namja manis yang duduk di tempatnya, agak jauh dari keramaian temannya.
Seorang Choi Kyuhyun menatap seluruh temannya dengan pandangan sebal, bahkan ada pout kecil di pipinya. Khusus kepada Changmin, ia menatap Namja jangkung itu dengan deathglare terbaiknya, cemburu atau kesal sebenarnya?
"Wah~ couple baru, eh? Tidak apa-apa nih, Kyu? Bukankah kau naksir Victoria saat masuk sekolah ini?" ujar Kim Jong Woon yang berada di sebelahnya, ia juga sadar dengan pout kecil di pipi Namja manis itu.
Desahan kecil terdengar dari sebelahnya, ia melirik Kyuhyun, Namja yang menghela nafas tadi. "Aku tidak naksir pada Victoria… Aku hanya menganggapnya cantik, mirip character di games," ujar Kyuhyun, menopang dagunya dengan kedua tangan. 'Apa-apaan ChangToria couple? Lebih bagus… Haish! Choi Kyuhyun! Apa yang kau pikirkan, pabbo!' Namja cantik itu menggelengkan kepalanya, beberapa kali juga terlihat memukul kepalanya sendiri dengan memejamkan matanya.
"Kau sedang apa, Kyunnie?" sebuah suara terdengar merdu memanggil Kyuhyun, Namja kelewat jangkung itu sekarang berdiri di depan mejanya bersama beberapa lipatan kain di tangan kirinya, dan sebuah roti melon berada di tangan kanan.
Sejenak Kyuhyun harus menahan nafasnya, tetapi kemudian kembali bernafas saat melihat Victoria juga berada di sebelahnya. "Hanya lupa dengan tugas yang belum kukerjakan…" ujarnya terdengar tidak senang.
Dua, ah tidak, tiga orang terbelalak kaget. Kalian tidak melupakan jika disana masih ada Yesung, kan? "Mwo?! Seorang Choi Kyuhyun mengerjakan tugas? Hari ini hari apa? Pasti akan hujan badai!" teriak Changmin dan Victoria berbarengan, sepertinya kedua orang ini sangat kompak.
Melihat kekompakan ChangToria membuat mood Kyuhyun semakin memburuk, ia berdiri dan meninggalkan tiga orang yang masih kaget itu. Ketempat yang ia suka dan sangat tenang, atap sekolahnya.
"Dia sebenarnya kenapa sih?" kembali pertanyaan itu keluar dari bibir Changmin, kenapa Victoria tidak ikutan? Tidak, karena ia sudah sadar. Jika Kyuhyun sebenarnya… yah, masih baru dugaannya.
'Pabbo ya Shim Changmin…' desah Yesung dan Victoria lelah.
.
.
"Apa-apaan Shim Changmin, itu?! Aku benci namja jelek seperti itu!" sesampai di atap, bukannya memainkan PSP miliknya, ia malah berteriak tak jelas karena kekurang pekaan seorang Shim Changmin.
"Kenapa kau berteriak seperti itu?" sebuah suara halus yang terdengar tak jauh dari tempat Kyuhyun duduk. Ish, rasanya ia dejavu dengan hal ini. Kemudian Namja manis itu menolehkan kepalanya, bukan Namja yang ia kenal seperti saat itu, tetapi… Siapa dia?
Mengernyitkan matanya, Kyuhyun menatap curiga pada sosok itu. Sebenarnya ia tak ingin percaya dengan apa yang ia lihat, tapi… Sosok itu sangat nyata, bahkan tak terlihat seperti tipuan. "Kau… Siapa? Kau bukan manusia?" tanya Kyuhyun tanpa rasa takut pada sosok di depannya.
Namja dengan pakaian serba hitam ala gothic itu menyeringai. Surai blonde creamy-nya pun bergoyang mengikuti arah angin berhembus. Terlihat sangat tampan sebenarnya, tetapi, juga ada kesan menyeramkan dalam sosok Namja itu.
"Oh, kau benar-benar hebat… Tidak salah jika kau menjadi Putra Kishijoten-sama," ujar Namja itu mendekati Kyuhyun. "Perkenalkan, Wu Yi Fan. Kau bisa memanggilku Kris…" ujar sosok itu terlihat hormat.
.
.
To be continue
A/N:
Uhuk! Ehem, ini, dalam chapter ini gw bagi dua deh… yang bagian ini adalah bagian Kyuhyun dan yang lainnya nanti, tau lah~ dan maaf kalo ga ada kata Cinta-nya, mau gimana lagi, ini kalo di lanjutin panjang banget sih -_-a
Review aja lah~
08-10-2012
